3 Duyung Cantik
Arabell Dalam Bahaya
“Hah, ke pantai?” teriak Ratu kaget mendengar kemana Arabell akan dibawa.
Hal itu membuat Astrid dan Doni kaget, apalagi sekarang Doni sudah mengetahui bahwa Arabell akan berubah menjadi duyung apabila terkena air.
“Iya tolongin gue Rat," rengek Indah merasa panik dan ketakutan.
"Arabell, sini hp nya ngapain sih bilang-bilang?" ujar Andi seraya merebut ponsel milik Arabell.
“Rat, tolongin gue Rat!" teriak Arabell, begitu setelahnya sambungnya terputus sebab Andi berhasil merampas ponselnya.
"Iih Andi, balikin gak!" ujar Arabell namun dia pasrah begitu ponselnya sudah ada di tangan Andi.
“Hallo, hallo Ra, duhh gawat nih, cepetan Ga, bawa mobilnya." Ratu semakin panik ponsel Ara tidak bisa kembali dihubungi, Arabell dalam bahaya.
"Iya Ga, cepetan bawa mobilnya, kita harus ke laut.” Astrid sama paniknya, dia tidak bisa diam melihat sahabatnya dalam bahaya.
Doni ikut panik juga, dia menepuk bahu Dirga, “Iya cepat-cepat kita harus nyusul Ara!” katanya dengan khawatir.
Dirga pun langsung memakai kembali kacamata hitam dan menancapkan gas mobilnya dengan cepatnya.
Sedangkan Andi melihat wajah Arabell yang semakin panik dia tersenyum, dengan cepat dia membawa mobilnya agar tidak bisa disusul oleh sahabat-sahabatnya.
Sesampainya di pantai Andi langsung turun tepat di samping temannya yang sudah menunggu dirinya sejak tadi.
“Eh, mau kemana Lo?" Ujar Andi yang melihat Arabel hendak kabur, dia langsung merangkulnya dan membawanya untuk naik ke atas kapal bersama temannya.
Sampai akhirnya mampir Dirga pun sampai di Pantai dengan cepat mereka langsung turun.
"Duh kemana sih?” ujar Astrid yang kebingungan kemana dia harus mencari.
"Kemana sih Ara sih perginya?” timpal Ratu seraya membawa seruput rambutnya ke belakang telinga.
"Eh itu mereka!” teriak Astrid sambil menunjuk ke arah kapal yang baru saja jalan.
“Arabell!!" teriak Doni.
Ratu langsung menyuruh Astrid untuk ikut bersamanya menyusul dengan berenang di laut.
"Ayok,” sahut Astrid dan Raya yang langsung berlari ke arah laut untuk berenang.
"Ratu, Astrid!” teriak Dirga yang hendak menyusul kedua cewek itu. "Mereka mau kemana sih?” tanyanya pada Doni
Saat Dirga hendak berlari menyusul kedua cewek itu, Doni langsung menahanya.
“Eee… mending nggak usah mikirin mereka deh, kita nyusul Ara aja," ujar Doni sambil menunjuk ke arah kapal yang membawa Arabell pergi.
Dirga bingung dengan bagaimana dia bisa menyusul Arabel dia menoleh ke kanan kirinya dan akhirnya melihat ada jetski yang tidak dipakai.
“Tolong! Tolong!" Arabell berteriak ketakutan saat melihat air laut
"Indah, Indah lo kenapa sih?" ujar Andi bingung melihat Arabell yang tampak ketakutan.
"Andi mending kita pulang aja deh ya, gue mau pulang," rengek Arabell ketakutan matanya tidak lepas dari gelombang air laut.
“Ara, kita tuh kesini mau mancing doang, jadi gak usah takut!" kata Andi menenangkan.
"Tolong, tolong!!” Arabell masih memikirkan bahaya dirinya jika sampai terkena cipratan air.
Andi yang kebingungan akhirnya melepaskan genggaman tangannya, membuat Arabell langsung lari masuk ke dalam kapal dan duduk dengan tegang.
"Sepertinya kita mancing jangan pakai pancingan biasa deh, entar kelamaan. Lo lihat deh si Arabell dia ketakutan liat laut, bagaimana kalau pakai jala saja?” usul temannya Andi bernama Rio.
Andi menoleh ke dalam kapal, “Yaudah terserah kalian ajh deh, gue ke dalam dulu nenangin Ara."
“Oke, akan gue siapkan!" ujar temannya Andi yang penuh pengertian.
Andi masuk ke dalam kapal menghampiri Arabell yang sedang duduk memandangi laut dengan penuh ketakutan.
"Andi, Andi gue gak mau ke laut, gue gak mau kena air itu.” Arabell memohon sambil memegangi tangan Andi.
“Tenang ya, kamu tenang dulu aku janji setelah mancing kita akan pulang," ujar Andi berusaha menenangkan Indah, mendengar cewek itu terus berteriak membuatnya pusing.
“Gue mau sekarang Di, gue mau pulang, perasaan gue tiba-tiba gak enak,” rengek Arabell yang diliputi rasa trauma dan ketakutan.
“Sabar ya, kamu tenang dulu sebentar.” Andi masih berusaha menemani Arabell agar dia merasa tenang.
Ratu dan Astrid sudah berenang di laut untuk menyusul kapal Arabell, dan temannya Andi pun sudah siap memasang jala untuk menangkap ikan.
"Ra, kita sudah memasang jala habis ini kita pulang,” ujar Andi memberitahu.
“Hah?" teriak Arabell, kaget mendengar jala.
Seketika ya teringat akan mimpi buruk waktu itu, yang tertangkap jala membuatnya keluar ketakutan.
“Arabell," ujar Andi dia menyusul Arabell yang hendak kabur.
“Lepasin gue!" pekik Arabell dia tidak mau Andi memegangi tangannya.
“Arabell, kamu ini kenapa sih?" Andi merasa heran dengan sikap cewek ini.
“Jangan sentuh gue!" Arabell membuat batasan, dia jadi semakin takut berada di dekat Andi, yang akhirnya dia terjatuh di laut.
“Arabell!!" teriak Andi histeris dia terkejut melihat Arabell terjatuh.
Seketika Arabell merasa dirinya sudah bebas di dalam air, dan berubah menjadi duyung dia bisa berenang menjauh dari kapal Andi agar cowok itu tidak bisa menangkap dirinya.
"Arabell!” teriak Andi, dia langsung nyebur ke dalam laut mencari cewek itu.
Namun hasilnya nihil. “Arabell, Arabell,” teriak Andi saat kembali muncul ke permukaan laut, dia langsung menyelam kembali mencari keberadaan Arabell sampai akhirnya dia mulai kelelahan berada di dalam air.
“Woy Andi, buruan naik ke kapal!” ujar temannya saat melihat Andi muncul ke permukaan.
“Gue cari Arabell men, gue takut dia tenggelam, dia gak ada di dalam," ungkap Andi dengan was-was.
“Hah, seriusan Lo?" temannya tampak kaget mendengarnya Arabell menghilang.
"Seriusan gue udah nyari kemana-mana tetap gak ketemu,” kata Andi mulai frustasi.
"Oke, mending lo naik dulu sekarang, daripada lo ngebayangin diri lo sendiri mending kita cari lewat kapal gue yakin arah ambil masih ada di sekitar sini,” saran Rio agar Andi segera kembali ke atas kapal.
Akhirnya Andi naik ke kapal dibantu oleh kedua temannya, namun di dalam laut Arabel masih berenang dengan terburu-buru sampai dia tidak melihat di depannya ada jaring membuatnya kesulitan untuk keluar, dia terjebak di dalam jaringan tersebut.
Sedangkan Astrid dan Ratu sudah kembali ke dasar laut mereka tidak menemukan kapal Andi yang membawa Arabell.
"Duh bagaimana nih?” ujar Ratu merasa khawatir karena belum menemukan Arabell.
"Eh Astrid, tuh ada kura-kura kita tanya dia aja yuk!” Ajak Ratu saat melihat kura-kura yang sedang berjalan di pasir.
“Lo udah gila ya? Kita mau tanya kura-kura, dalam situasi seperti ini lo nggak usah aneh-aneh deh,” pekik Astrid
sedikit emosi.
“Apa yang salah sih? Apa salahnya kita mencoba dulu ya, kan? kura-kura tunggu!” panggil Ratu yang melihat kura-kura itu berjalan menjauh.
Seketika itu pula kura-kura langsung berhenti, membuat Astrid dan Ratu terkejut.
Wah keren gue bisa ngomong sama makhluk laut gumam ratu dalam hatinya sambil tersenyum.
"Iya kura-kura kita butuh bantuan, ada teman kita yang dibawa kapal, apa baru-baru ini ada kapal yang lewat?" tanya Ratu.
Kura-kura itu langsung membalikkan badannya ke arah laut.
“Tuh kan, Strid. Gue bilang juga apa? Yuk kita ikuti dia," ajak Ratu seraya menepuk bahu Astrid untuk kembali berenang ke laut mengikuti kura-kura itu.
"Arabell, Araa!!” teriak Andi dan teman-temannya serempak.
Saat itu Rio melihat ke arah jala yang terus bergerak, “Eh, Di. Jala kita kayaknya menangkap ikan besar deh," katanya namun Andi menghiraukan dia masih fokus mencari Arabell.
Rio menarik jaringnya dengan sekuat tenaga namun seperti dia tidak sanggup jika harus sendirian, dia butuh tenaga tambahan.
"Andi, bantuin gue dong!” teriak Rio, membuat Andi akhirnya mau menghampiri dan membantunya.