3 Duyung Cantik

Andi Mulai Curiga

“Jadi selama ini ibu sudah tahu sebenarnya dan mengawasi kita secara diam-diam?” pekik Astrid begitu paham dengan apa yang dikatakan oleh Bu Maya.

 

Bu Maya tersenyum dan menganggukan kepalanya sebagai jawaban. “Sebenarnya Ibu sudah tahu dan mengawasi kalian diam-diam karena Ibu ingin kalian menggunakan kekuatan kalian dengan baik dan benar, tentunya demi kebaikan." 

 

Astrid jadi terharu mendengar penjelasan Bu Maya, dia sangat senang mengetahui dan bisa bertemu dengan ratu duyung.

 

"Ayo Astrid, kita pulang! Teman-temanmu sudah menunggu,” ajak Bu Maya seraya mengepakkan ekornya.

 

“Baik Bu." Astrid langsung bangun dan berlari menyelam ke laut untuk menyusul Bu Maya, sampai akhirnya mereka berenang bersama-sama.

 

Arabell dan Ratu memang sedang menunggu Astrid di tempat itu, sampai hari mulai gelap, senja sudah menampakkan diri di ujung sana namun Astrid belum juga kembali membuat mereka khawatir terjadi sesuatu pada sahabatnya.

 

"Ra, kok Astri belum kembali ya? Dari tadi loh," seru Ratu mulai cemas sambil sesekali menoleh ke belakang berharap Astrid akan muncul.

 

“Tau nih, perasaan gue jadi gak enak,” ungkap Arabell yang merasakan kekhawatiran itu.

 

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita susul aja yuk!" usul Ratu yang disetujui oleh Arabell.

 

Akhirnya mereka pun berenang bersama mencari Astrid namun di tengah perjalanan dia melihat ada dua ekor duyung terlihat Astrid dan seseorang yang memiliki ekor dengan sisik berwarna emas.

 

Saat semakin dekat Arabell dan Ratu bisa melihat jelas, jika seseorang itu adalah Bu Maya yang sedang tersenyum kepadanya.

 

Bu Maya mengarahkan agar mereka kembali ke dasar laut, sampai akhirnya mereka bisa menepi di pantai dengan keadaan masih menjadi duyung.

 

“Untung saja tadi ada Bu Maya, kalau tidak sudah pasti gue sudah masuk sirkuit atau apalah itu," tukas Astrid merasa bersyukur telah selamat dari Andi.

 

"Bu, bagaimana kalau Andi dan yang lainnya tahu tentang kita?” tanya Arabell dia panik kalau sampai teman-temannya itu tahu wujud asli mereka.

 

“Kalian tidak perlu khawatir, mereka sudah diatasi, tapi ingat kalian harus hati-hati dan waspada di depan semua orang jangan sampai terkena air dan berubah di depan mereka,” pesan Bu Maya membuat anak-anak mengangguk paham.

 

“Lalu bagaimana dengan seribu kebaikan itu?” ujar Astrid yang masih mengingat akan hal itu.

 

“Kalian juga tidak usah khawatir, petunjuknya akan datang dengan sendirinya kepada kalian." Bu Maya kembali menjelaskan

 

Ketiga sahabatnya itu mengangguk mengerti mereka akhirnya tidak usah capek-capek mencari kebaikan itu. 

 

 

****

 

Keesokan paginya Astrid, Arabell dan Ratu pergi sekolah bersama dengan asiknya mereka mengobrol, hingga saat tiba di angkat mereka berhenti mendengar suara Andi.

 

“Khem, khem, diary aku… hari ini senang sekali,” ujar Andi sembari memegang buku.

 

Arabell tampak kaget melihat buku yang dipegang Andi adalah buku diary miliknya, "Itu kan, diary gue kok bisa ada sama Andi sih? Di dalam buku itu ada cerita tentang…,” Perkataan Arabell terpotong oleh Astrid.

 

“Putri duyung?" tebak Astrid, yang sudah curiga sebelumnya.

 

“Aduh Ra, ngapain sih Lo nulis kayak gitu?” gerutu Ratu kesal.

 

Arabell langsung menghampiri cowok itu, “Andi sih itu kan buku gue, balikin nggak!” ujar Arabell seraya mengambil buku miliknya, namun dengan isengnya Andi malah mempermainkannya. 

 

“Eh balikin nggak!” teriak Ratu dengan kesal melihat Andi yang selalu menjahili Arabell.

 

Cowok itu bukannya langsung mengembalikannya dia malah menaruhnya di belakang punggung mempermainkan Arabell yang hendak mengambilnya.

 

Namun tiba-tiba ada bola yang mengenai tangan Andi dan buku itu jatuh ke bawah membuat mereka langsung menoleh, mencari tahu siapa pemilik bola tersebut.

 

Seketika Dirga muncul dari lantai 2 dengan kerennya, membuat Arabell dan kedua sahabatnya terpesona melihatnya.

 

 “Makanya jangan tengil!” ejek Dirga sambil tersenyum, lalu dia berjalan menghampiri mereka di tangga.

 

Arabell tersenyum melihat kedua sahabatnya yang juga ikut meliriknya dengan tatapan yang berbeda.

 

“Masa rebutan diary sama cewek, gue kalau jadi Lo sih malu ya," kata Dirga sarkas membuat Andi diam matanya menatap Dirga dengan tajam yang dibalas dengan senyum manis cowok itu. 

 

Akhirnya Andi pergi meninggalkannya mereka, Dirga mengambil buku diary Arabell dan mengembalikannya.

 

"Duh makasih banyak ya, gue gak tau apa yang terjadi kalau gak ada lo yang nolongin…,” ujar Arabell menjeda ucapannya.

 

“Gak masalah,” kata Dirga dengan cool, "Gue juga gak berharap Lo ngomong apa-apa kok," lanjutnya sambil tersenyum manis. “Bye!" Cowok itu pun pergi setelah mengucapkan kata itu.

 

Bibir Arabell masih terus tersenyum sambil menatap kepergian cowok itu. 

 

"Ciee, ciee…" ledek Astrid dan Ratu menggoda Arabell dengan mendorong dan mencolek dagu cewek itu.

 

“Apaan sih Lo pada?" balas Arabell dengan memukul mereka dengan buku diarynya.

 

Betapa senangnya Arabell pagi hari ini yang diawali dengan kebahagiaan, jantungnya masih terus berdebar-debar.

 

Disisi lain Andi masih berusaha mengingat kejadian saat dia menangkap putri duyung kemarin. 

 

“Gue melihat ekor ikan itu seperti putri duyung, gue jadi curiga apa jangan-jangan kemarin itu bukan mimpi ya dan Arabell beneran putri duyung?" gumam Andi sibuk dengan pemikirannya.

 

Saat itu juga Arabell dan kedua sahabatnya sampai di kantin dan duduk di belakang bangku Andi, cowok itu langsung bangkit dan menghampiri mereka. 

 

“Pas banget kalian bertiga ada di sini, Ra. Lo dan teman-teman Lo ini bisa berubah jadi duyung kan, ngaku aja deh lo?" celetuk Andi membuat ketiganya terdiam

 

Astrid, Arabell dan Ratu saling tatap mereka bingung apa yang harus mereka katakan. 

 

Arabell langsung bangkit dari duduknya, “Maksud Lo itu apa sih, Di? Ngaco tau gak!" sergah Arabell yang mulai geram dia mendorong meja kantin dengan kasar. 

 

Ratu ikut bangkit dari duduknya. "Andi, Lo tuh kebanyakan nonton televisi, duyung itu cuma dongeng!" sahutnya. 

 

“Sudah kalian gak usah bohong deh, liat aja buktinya kalian takut kena air kan?" balas Andi dia menunjuk Arabell penuh curiga.

 

Astrid yang mendengarnya tampak khawatir sebab dia kemarin hampir tertangkap oleh Andi.

 

“Ra, kemarin Lo habis nyebur tiba-tiba menghilang dan kemarinnya juga gitu lagi,” ungkap Andi penuh kecurigaan terhadap Arabell.

 

Seketika Astrid langsung bangun memotong perkataan Andi, “Lo itu salah Di, Arabell itu takut air karena dia gak bisa berenang.” 

 

"Iya bener, gue emang takut air karena gak bisa berenang," sahut Arabell dengan gugup.

 

“Oke kalau gitu lo bertiga ikut gue ke air,” ujar Andi membuat keputusan membuat ketiga cewek itu saling menatap.

 

“Sorry, kita gak ada waktu buat ladenin Lo, Ayo gaes!" sergah Astrid yang langsung menarik kedua sahabatnya untuk pergi.

 

Namun tangan Arabell ditarik oleh Andi, "Eh tunggu!” serunya.

 

“Apaan sih Di, lepasin gak?" teriak Arabell yang berusaha melepaskan tangannya.

 

"Eh bro, bantuin gue kejar mereka!” pinta Andi kepada kedua temannya.

 

Astrid, Ratu dan Arabell berhasil melarikan diri dari Andi, mereka terus berlari menghindar kejaran cowok itu.

 

"Bro, buruan kejar!" teriak Andi, sambil menepuk bahu temannya, mereka pun akhirnya mengejar. 

 

Di saat arabian Astrid dan Ratu berlari di lapangan mereka terus dihadang oleh sekelompok cowok membuat mereka mundur ketakutan, begitu berbalik badan pun mereka dihadang oleh ketiga cowok itu, saat ini mereka dikepung oleh cowok-cowok.

 

“Sekarang kalian gak bisa kemana-mana,” ujar Andi seraya tersenyum penuh kemenangan.

 

Arabell, Astrid dan Ratu mulai ketakutan dikelilingi cowok-cowok, mereka pun saling membelakangi. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!