3 Duyung Cantik

Menjadi Detektif Cilik

Arabell, Ratu dan Astrid pun berlari ke kamar Amy untuk mencari buku diary Arabell yang mana didalamnya ada sebuah rahasia mereka bertiga, sesampainya di kamar Amy mereka berpencar agar buku itu segera ketemu.

"Duh di mana ya?" keluh Astrid saat tidak menemukan buku itu di dalam laci.

"Kok disini gak ada ya?" Ratu merasa pusing kemana dia harus mencari buku itu dia membawa sejumput rambutnya ke belakang telinga.

Ketika mereka sibuk mencari buku sampai-sampai kamar Amy terlihat berantakan oleh ulah mereka bertiga, Mamahnya Arabell lewat dan kaget begitu menemukan ketiga anak muda itu sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

Akhirnya Mamahnya Arabell masuk ke dalam kamar, "Hello!" sapanya kepada anak-anak itu.

Arabell, Ratu dan Astrid langsung berdiri tegak begitu melihat kedatangan Nyokapnya Arabell mereka juga merasa kaget dengan kedatangannya.

"Kalian sedang apa di kamarnya Amy?" tanya Mamahnya Arabell sambil menoleh ke arah ke tiga anak itu.

Arabell menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal dia bingung mau jawab apa, "Hemm... Ki-ta lagi nyari pensil warna Mah, iya buat tugas," jawabnya dengan gugup yang diikuti oleh anggukan kepala dari Ratu dan Astrid sembari tersenyum.

"Oh, boleh Mamah bantuin?" Mamahnya Arabell hendak melangkah masuk ke dalam namun Arabell menahannya.

"Ehh enggak usah Mah, enggak!" kata Arabell menahan sang Mamah untuk ikut campur urusannya, hal itu membuat Mamahnya kaget, "Mamah mending kerjakan yang lain aja ya Mamah pasti punya kerjaan lain kan! Dadah," lanjutnya sembari menutup pintu kamarnya.

"Dadah Tante!" seru Ratu dan Astrid dengan senang karena berhasil mengusir Mamahnya Arabell karena jika Mamahnya Arabell sampai tahu itu akan menjadi masalah dan berbahaya buat mereka.

Setelah kepergian Mamahnya Arabell mereka bertiga langsung kembali mencari buku diary tersebut.

"Ayo cepetan cari gays sampai ketemu," ujar Arabell dengan antusias, peluhnya sudah mengalir di pelipisnya.

Dengan semangat mereka mencarinya dengan lebih teliti dan cepat, Ratu membuka bawah kasur Amy dan menemukan bukunya di sana.

"Arabell, Arabell ini bantuin angkat!" seru Ratu dengan heboh sambil mengangkat kasurnya dibantu oleh Arabell lalu Ratu langsung mengambil buku diarynya itu.

"Nih, nih, lo simpan dah tuh!" Ratu memberikan buku diary itu kepada Arabell.

Seketika rasa lelah mereka terbalaskan dengan rasa senang karena berhasil menemukan buku diary itu.

"Lo simpan baik-baik dah tuh!" pinta Astrid dia tidak mau mendengar lagi jika ada yang curiga tentang mereka karena buku itu.

Arabell mengatur napasnya sejenak sambil memeluk buku diarynya itu, "Untung aja, mulai sekarang tidak ada yang bisa menuduh-nuduh kita lagi," kata Arabell sembari menyuruh agar kedua sahabatnya mengecilkan suara mereka.

"Ya sudah yuk!" ajak Arabell kepada sahabat-sahabatnya agar cepat-cepat keluar dari kamar Amy.

"Huhf, hemm." Ratu menghela napasnya kini dia bisa kembali bernapas dengan lega.

Di jalan Amy dan Tomi sedang jalan berdua setelah mereka berdua pulang sekolah sambil mengobrol dan topik yang mereka bahas masih sama yaitu soal duyung.

"My, apa yang kamu katakan kemarin itu benar kak Astrid beda banget," ungkap Tomi yang mulai percaya dengan cerita Amy.

"Nah kan benar, aku bilang apa kakak-kakak kita itu udah beda mereka itu putri duyung," seru Amy dengan hebohnya karena Tomi mau percaya dengannya.

"Terus kita harus gimana dong?" Tomi menatap Amy menunggu apa jawaban dari cewek itu.

"Sekarang kita harus bongkar rahasia mereka agar kita bisa keren," ujar Amy dengan menghentangkan tangannya ke samping yang disambut oleh Tomi yang mengajak tos high five dan berjalan dengan happynya.

Di cafe dekat pantai Amy dan Tomi mengikuti Arabell, Ratu, Astrid dan Doni yang sedang asik makan di sana.

"Tom, kamu sudah siapkan semuanya kan? Sekarang kita harus bongkar rahasia mereka!" ujar Amy begitu antusias.

Kini Amy dan Tomi sedang mengintai Arabell, Ratu dan Astrid dari bawah meja mereka berdua berencana akan membongkar rahasia putri duyung.

"Eh kamu lihat kan kak Doni, dia itu duyung juga dia itu pangeran duyung Tom," kata Amy sembari menunjukan jari telunjuknya ke arah Doni yang kini memakai baju kaos berwarna biru.

"Apa? Pangeran duyung?" Tomi melongo kaget mendengar ucapan Amy.

"Iya Tom, aku sudah baca semuanya tentang ratu duyung dan rajanya kita harus bisa bongkar semuanya Tom." Amy sangat bersemangat malam ini untuk memergoki kakaknya dan teman-temannya kalau mereka adalah duyung.

Di saat itu Astrid sedang berkaca di cerminnya yang kecil namun dia mengerutkan keningnya dia kaget begitu melihat wajah Amy dan Tomi di belakangnya.

"Gays!" seru Astrid pelan tapi masih bisa didengar oleh kedua sahabatnya beserta Doni yang langsung menoleh ke arahnya. "Tomi dan Amy mengikuti kita!" ungkapnya lagi dan langsung menoleh ke arah belakangnya.

Amy dan Tomi langsung menundukkan kepalanya begitu Astrid dan yang lainnya menoleh, Arabell yang sempat melihat langsung melongo dia tidak habis pikir jika adiknya akan bertindak sejauh ini.

"Mana?" Ratu menoleh penasaran namun dia tidak melihat kedua anak kecil itu.

"Mereka berdua kayanya mau cari tahu tentang rahasia kita," ujar Astrid.

"Aduhh gimana dong?" Seketika Arabell menjadi panik.

"Aduhh kita harus ngapain?" tukas Doni ikut panik mendengarnya.

Arabell, Ratu dan Astrid terdiam mereka berpikir mencari cara untuk mengatasinya sehingga kening Ratu berkerut nampak bahwa dia sedang berpikir keras Ratu menoleh ke arah samping dan depannya sampai pandangannya bertemu dengan Teri dan ke dua kawan-kawannya.

"Gue punya ide, sekarang kita alihkan perhatian Amy dan Tomi kepada Teri," usul Ratu sembari tersenyum penuh arti.

Semuanya tersenyum menyetujui usulan yang Ratu berikan, begitu pun Doni yang berseru ria.

"Ide lo cemerlang Ray," seru Arabell sembari memainkan jemarinya.

"Yaudah ayok!" ajak Astrid bangkit dari duduknya untuk menghampiri Teri dan kawan-kawannya yang berada tidak jauh dari meja mereka.

Amy dan Tomi pun ikut beranjak mereka pArabell dari dari persembunyiannya.

"Hay gays!" sapa Arabell, Ratu dan Astrid kepada Teri.

"Gimana persiapan pemilihan kostum museumnya?" ujar Astrid berbasa-basi dengan Teri.

"Harus ya gue cerita sama lo?" celetuk Teri yang nampak tidak suka dengan kehadiran mereka.

"Kalian mau ngapain sih dek?" tanya Mbak-mbak yang sedang duduk itu menatap Toni dan Amy yang berada di samping mejanya.

Amy dan Tomi menoleh ke arah Mbak-mbaknya, "Hehehe maaf ya ka," kata Amy sambil nyengir menahan rasa malu.

Lalu si Mbak-mbak itu hanya menggelengkan kepalanya tidak mau diambil pusing akhirnya dia membiarkan ke dua anak kecil itu.

Amy dan Tomi semakin mendekat ke arah Arabell, Ratu dan Astrid berada mereka merangkak dari meja ke meja agar tidak ketahuan

"Gak apa-apa biar akrab aja," sahut Ratu memainkan dramanya padahal dalam hati dia malas banget ngajak bicara Teri yang sombong itu.

"Kalian gak usah deh akrab-akrab sama gue, udah mending pergi aja sana!" Teri menghempas-hempaskan tangannya ke udara mengusir ketiga cewek yang menjadi musuhnya itu.

Ratu pun menoleh kepada kedua sahabatnya dan juga Doni untuk pergi dari sana.

Seketika pandangan Amy tertuju pada gerak-gerik Teri yang membuatnya curiga.

"Tom, jangan-jangan kak Teri itu ratu duyungnya lagi, kok saat kak Teri ngibas-ngibaskan tangannya di udara kak Arabell, kak Ratu dan kak Astrid langsung pergi gitu aja," tukas Amy heran.

Dan ketika Teri keluar dari caffe itu Amy dan Tomi masih setia mengikuti mereka untuk mencari tahu.

"Pokoknya gue harus merubah kostum gue di pemilihan nanti dengan kostum ratu putri duyung," seru Teri sambil merentangkan kedua tangannya ke samping.

"Ya sudah yuk pulang!" ajak Teri kemudian sambil merangkul kedua teman-temannya.

"Tuh kan Tom, gue bilang apa, ternyata benar kak Teri itu ratu duyungnya," seru Amy tidak percaya kalau dia bisa menemukan ratu duyungnya dan orang itu adalah kak Teri.

"Jadi ratu duyungnya itu kak Teri?" Tomi kaget mendengar ucapan Amy dia hanya ikut-ikutan dengan Amy untuk bisa membuktikan kalau kakaknya itu duyung atau bukan.

"Iya Tom, ya sudah kita ikuti aja yuk!" Amy beranjak dari duduknya untuk menyusul kepergian Teri diikuti oleh Tomi yang juga penasaran dengan kisah-kisah putri duyung.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!