3 Duyung Cantik

Terjebak di Pulau

Di tepi pantai ada cafe tempat para wisatawan berkunjung untuk makan dan duduk santai di sana sambil menikmati pemandangan pantai yang terlihat Arabell, sore hari ini caffe terlihat ramai oleh para pengunjung, Arabell menaiki tangga dengan hati yang begitu senang sebab dia tidak sendiri datang ke sini sudah ada dua sahabat yang sudah menunggu kehadirannya.

 

Saat sampai di atas Arabell berjalan mencari Ratu dan Astrid sampai terdengar suara Astrid yang memanggilnya, "Arabell, hay!" teriak Astrid sambil melambaikan tangannya dan tersenyum senang.

 

"Haii." Arabell pun melambaikan tangannya kepada ke dua sahabatnya dengan tersenyum namun tiba-tiba senyumannya pudar saat seseorang laki-laki menghalangi pandangannya.

 

"Ra, kenapa sih direct message Ig aku ditolak terus apa kamu sengaja menghindar dari aku?" tanya Andi teman sekelasnya yang sudah lama naksir Arabell.

 

"Gue sudah bilang sama kamu kalau aku itu tidak boleh pacaran oleh orangtuaku, kamu kenapa sih gak ngerti?" sahut Arabell dengan ketus sambil berusaha pergi namun tiba-tiba ada tangan yang mencekalnya.

 

Arabell melihat bahwa itu adalah tangan Andi membuatnya menatap Andi kesal, "Lepasin, nggak!"

 

Saat Andi tidak mau melepaskan tangan Arabell tiba-tiba ada tangan yang menarik asal tangan Andi, "Gue Astrid dan lo tahu kan kalau gue itu sahabat Arabell ?"

 

"Dan gue Ratu," timpal Ratu muncul dari belakang Astrid, "Dan kita bertiga itu sahabatan."

 

"Jadi jangan lo kira Arabell itu anak yang lugu dan polos, lo bisa seenaknya aja gangguin dia," ujar Astrid seRatu membetulkan baju Andi yang kancingnya terbuka menampilkan kaos putih yang menjadi lapisan dalam kemeja cowok itu.

 

"Arabell itu alergi dekat sama lo, pasti sekarang dia mau ke toilet saking enaknya lihat gaya lo," celetuk Ratu dengan tersenyum serta memainkan matanya.

 

Akhirnya Arabell berinisiatif ingin ke kamar mandi untuk pergi dari Andi, "Eh gays gue ke kamar mandi bentar ya!" katanya.

 

Astrid dan Ratu menganggukan kepalanya sambil tersenyum, sedangkan Andi menatap kepergian Arabell dengan kesal dia tidak terima dengan penolakan yang selalu Arabell lakukan terhadapnya selama ini dia sudah mencoba mendekati Arabell lewat akun sosmed cewek itu namun selalu ditolak oleh Arabell .

 

"Arabell!!" teriaknya mencoba menghentikan Arabell lalu kembali menatap dua orang yang masih berada di depannya, "Kalian berdua ini ya, ikut campur urusan orang saja gara-gara kalian tuh Arabell jadi pergi," omel Andi tidak terima.

 

"Kayanya gue perlu jelasin lagi deh sama lo kalau Arabell itu sahabat kita jadi urusan Arabell itu termasuk urusan gue juga." Astrid kembali menegaskan akan hubungannya dengan Arabell sambil tersenyum.

 

"Inget itu," timpal Ratu dengan tersenyum miring serta menunjukan dirinya dan Astrid dengan jari telunjuknya mengartikan bahwa dia dan Astrid memang mempunyai hubungan yang erat dengan Arabell .

 

"Arghhh." Andi akhirnya pergi meninggalkan Ratu dan Astrid.

 

"Maaf Mbak bisa tolong ambilkan tas saya enggak, tas saya ketinggalan di perahu," ujar seorang laki-laki memakai topi dengan memegang tongkat di tangannya layaknya orang cacat.

 

Dengan baik hati Arabell mau menolong laki-laki tersebut tanpa tahu bahwa itu adalah sebuah jebakan yang telah direncanakan, "Oh ya boleh sebentar ya!" Arabell melompat ke perahu untuk mengambil tas di dalam perahu tersebut.

 

Namun tiba-tiba laki-laki itu tersenyum licik dia merasa senang karena mangsanya sudah masuk ke dalam jebakan yang sudah dibuatnya, dengan segera dia pun membuang topi serta tongkatnya dengan asal lalu melepaskan tali yang mengikat pada perahu tersebut lalu mendorongnya.

 

Arabell kaget saat perahunya berjalan, "Eh kenapa nih, eh tolong! tolong!" teriaknya panik.

 

Laki-laki tersebut malah tertawa, "Hahaha dadah cantik, selamat berlayar ya!" serunya dengan gelak tawa penuh kemenangan.

 

Saat itu juga Andi muncul dengan bertepuk tangan, "God job, god job brother," katanya dengan tersenyum.

 

"Eh Andi tolongin gue, gue gak bisa pulang nantinya." Arabell berteriak panik meminta tolong kepada Andi agar mau menolongnya.

 

"Sebenarnya sih gue juga gak mau lo kaya gini sayang, tapi lo sendiri kan yang terus menerus menolak cinta gue hahaha." Kini Andi semakin senang sebab bisa memberi pelajaran kepada Arabell atas apa yang dilakukan cewek itu terhadap dirinya.

 

"Andi please tolongin gue dong, gue mohon."

 

"By Arabell!" Andi dan temannya itu tertawa puas sambil melambaikan tangannya kepada Arabell .

 

Melihat kedatangan sahabatnya Arabell langsung berteriak, "Astrid, Ratu tolongin gue!"

 

"Apa-apaan ini?" ujar Astrid kaget melihat Arabell yang berada sendirian di perahu lalu pandangannya beralih kepada Andi, "Pasti ini gara-gara lo kan Di?" tanyanya sambil mendorong tubuh Andi.

 

"Dari pada lo marah-marah sama gue mending lo selamatkan tuh sahabat lo." Andi malah terus meledeknya dengan tertawa.

 

Ratu pun panik melihat Arabell , "Astrid si Arabell semakin jauh tuh, mending kita tolongin dia sekarang!" teriaknya dengan khawatir.

 

"Kalau Arabell sampai kenapa-napa awas ya lo, lo akan berurusan dengan gue," ancam Astrid sambil menunjuk wajah Andi.

 

Astrid pun langsung menaiki jet ski yang berada tidak jauh dari keberadaannya, "Ayo Ratu!" ujar Astrid sambil melambaikan tangannya. Dengan cepat Ratu pun langsung naik di belakang Astrid.

 

"Hati-hati!" teriak Arabell khawatir kepada kedua sahabatnya.

 

"Eh cepetan nanti keburu jauh lagi, kasihan kan?" ejek Andi kepada ketiga cewek itu.

 

Untung saja Astrid jago bermain jet ski jadi dia bisa langsung ngebut mengejar perahu yang dinaiki Arabell , melihat keahlian Astrid dalam menaiki jet ski Andi menatap mereka dengan tidak percaya seketika dia terdiam dari gelak tawanya.

 

"Arabell ayo buruan naik!" ujar Ratu menyuruh Arabell untuk masuk di tengah-tengah mereka, tidak butuh waktu lama Arabell langsung lompat dan berhasil.

 

Astrid pun memutar balikan jet skinya tepat di dekat Andi dan temannya itu dengan sengaja sehingga ke dua cowok itu terkena cipratan air laut yang berhasil mengenai pakaiannya.

 

"Woy!" Astrid berseru membuat Andi dan temannya itu menatap ke arah mereka, "Sekarang siapa penonton yang lebih pintar dari para pemenang?" lanjutnya dengan tertawa, Ratu pun menjulurkan lidahnya kepada Andi dan temannya itu.

 

Hal itu membuat Andi kesal karena rencananya tidak berhasil, sedangkan ketiga sahabat itu malah bermain jet ski di tengah-tengah laut dengan asyiknya.

 

"Eh Strid, itu ada pulau!" seru Arabell sambil menunjukan pulau yang dia maksud.

 

"Wah bagus banget!" Ratu berseru saat melihat pulau tersebut.

 

"Iya yuk ke sana kali-kali kita main ke pulau," kata Astrid yang langsung mengarahkan jet skinya menuju pulau yang dimaksud.

 

Sesampainya di pulau mereka langsung bermain kejar-kejaran sampai masuk ke dalam hutan dan menemukan bebatuan besar di dalam sana.

 

"Wahh bagus banget pemandangannya," seru mereka serempak saat melihat dari ketinggian pulau itu.

 

"Eh ke sana yuk?" ajak Astrid dengan antusias.

 

"Apa-apaan sih Strid, gak ah." Ratu menolaknya dengan lembut.

 

"Iya ih kamu jangan bercanda," timpal Arabell yang merasa takut juga.

 

"Kalian nih kenapa jadi penakut sih? udah ikutin gue aja!" Astrid langsung melompat ke bebatuan besar melewati jurang yang lumayan dalam untuk bisa melihat pemandangan dengan jelas.

 

"Ayo Ratu, buruan!" kata Astrid saat berhasil melewati jurang tersebut.

 

Dengan mengumpulkan keberanian Ratu pun akhirnya ikut melompat dan berhasil, "Arabell ayo buruan giliran lo," seru Astrid.

 

"Enggak ah, gue takut." Arabell mundur ke belakang dia takut akan jatuh ke dalam jurang.

 

"Gak apa-apa ayo Ra, buruan gue bantu pegang," sahut Ratu dengan mengulurkan tangannya.

 

Akhirnya Arabell mau melompat lalu tiba-tiba kakinya malah tergelincir dan jatuh ke dalam jurang tersebut membuat Ratu dan Astrid panik takut terjadi apa-apa dengan Arabell di dalam sana.

 

"Arabell, lo baik-baik saja?" teriak Astrid mencoba memastikan bahwa Arabell tidak terluka.

 

"Auw, iya Strid gue baik-baik saja kok kalian tenang saja," sahut Arabell dari dalam jurang tersebut.

 

"Oh okey lo tenang saja ya Ra, gue akan nyusul lo," kata Astrid dengan langsung melompat ke dalam jurang meninggalkan Ratu berada di atas sana.

 

"Astrid kok lo malah lompat juga sih?" gerutu Ratu dia heran kenapa Astrid melakukan itu.

 

"Ratu sebaiknya lo tunggu di atas sana, biar bisa cari bantuan buat kita." Astrid berteriak namun Ratu malah bertekad untuk ikut menyusul sebab dia bingung harus mencari bantuan ke mana dan khawatir meninggalkan ke dua sahabatnya berada di dalam sana.

 

Melihat Ratu yang ikut jatuh ke dalam membuat Arabell dan Astrid bingung, "Ratu? ya ampun Ratu, kok lo ikut jatuh sih terus siapa yang mau nolongin kita?" tukas Arabell .

 

"Kita tuh datang bertiga jadi ya harus keluar dari sini juga bertiga." Ratu menyahut dengan kesal dan emosi.

 

Mendengar ucapan Ratu, Arabell dan Astrid tersenyum lalu Ratu pun mengangkat ke dua telapak tangannya dengan memasang wajah cemberut.

 

"Sahabat," sambut Astrid sambil menggapai tangan Ratu begitupun dengan Arabell yang langsung memeluk Ratu dan Astrid.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!