3 Duyung Cantik
Arabell dan Teri Kena Hukuman
Hari ini Teri membuat ulah kepada Arabell, dia sengaja menyebarkan berita bohong tentang keluarga Arabel, tujuannya cuma satu yaitu mencari masalah dengan Arabel karna Teri isi, berita ini terdengar oleh telinga Arabel dia langsung menghampiri Teri dan terjadilah keributan.
Bu Maya yang melihatnya seketika langsung berlari menghentikan pertengkaran yang terjadi kepada murid-muridnya.
"Ini sekolah, kalian mau jadi anak apa? Mau jadi preman di sini?" ujar Bu Maya memandang satu persatu ke dua anak muridnya ini.
"Dia yang mulai duluan Bu!" tunjuk Teri kepada Arabell.
"Apa lo? lo yang cari gara-gara duluan," seru Arabell tidak terima dengan tuduhan Teri.
Bu Maya kembali menghentikan keduanya, "Diam! Kalian berdua Ibu hukum." Dengan tegas Bu Maya memberikan hukuman kepada keduanya meski dia tahu siapa yang patut untuk diberi hukuman.
"Tapi Bu," sergah Astrid mencoba untuk membela Arabell.
"Diam kamu, gak ada yang boleh protes!" seru Bu Maya menuding Astrid yang mencoba memberikan pembelaan.
Seketika Astrid diam dia merasa gagal untuk membela sahabatnya yang tidak bersalah itu.
"Sekarang kalian berdua bersihkan kamar mandi, harus sampai bersih jangan ada yang protes, bersihkan sekarang juga!" pinta Bu Maya dengan tegasnya.
"Tapi Bu, dia duluan." Teri tidak mau dihukum karena baginya Arabell lah yang harus dihukum bukan dia.
"Gak usah pakai protes!" jelas Bu Maya kembali mengulang ucapannya tadi.
Semuanya kembali terdiam Arabell yang tidak mau melawan Bu Maya pun hanya mematuhi perintahnya.
"Ayo tunggu apa lagi, silahkan bersihkan kamar mandinya," kata Bu Maya memberikan jalan untuk mereka berdua pergi ke kamar mandi.
Setelah semuanya bubar Bu Maya pergi ke ruangannya sedangkan Ratu menarik tangan Astrid untuk ikut menemui Bu Maya dan menjelaskan kejadian yang sebenarnya mereka tidak terima jika Arabell kena hukuman atas hal tidak dia perbuat.
"Bu Maya tunggu Bu!" teriak Astrid begitu di koridor sekolah.
"Bu Maya tunggu!" seru Ratu mencoba menghentikan langkah Bu Maya.
Ratu dan Astrid mengejar Bu Maya yang terus berjalan sampai akhirnya mereka bergegas untuk menghampirinya.
"Bu apa ini adil? Kan ini semua salah Teri, Ibu lihat sendiri kan di mading? Kalau Teri udah majang foto Arabell dan Ibunya Teri ngatain Ibunya Arabell matre," jelas Ratu dengan napas yang tergopoh-gopoh.
"Iya Bu, wajar dong Arabell marah kenapa harus dia yang dihukum?" timpal Astrid mencoba memberikan pembelaan terhadap Arabell.
Seketika Bu Maya berhenti berjalan dia menatap ke dua anak muridnya itu, "Sekarang gini aja yang berantem berapa orang? Satu?" tanyanya membuat Ratu dan Astrid terdiam.
"Dua kan?" ujarnya lagi begitu melihat anak-anak muridnya terdiam tidak bisa menjawab. "Ibu gak bisa menghukum salah satunya Ibu harus adil makanya Ibu menghukum ke duanya, paham?" lanjutnya lagi memberikan pengertian kepada sahabat-sahabatnya Arabell yang mencoba membelanya.
"Ya sudah Ibu permisi." Bu Maya pun berlalu pergi meninggalkan kedua anak-anaknya sedangkan Ratu dan Astrid hanya mengembuskan napasnya mereka gagal menyelamatkan Arabell dari hukumannya.
Di kamar mandi, Teri dan Arabell masih sibuk membersihkan kamar mandi menjalankan sesuai hukumannya.
"Ihh bau banget sih khuwek khuwel," keluh Teri merasa mual mencium aroma bau kamar mandi.
Arabell yang mendengar Teri yang terus mengeluh hanya bisa meledeknya dengan menggerakan mulutnya. "Lebay," gumam Arabell dalam hatinya.
"Duhh kenapa sih bau banget khuwe," teriak Teri kembali menggema di ruangan kamar mandi dia terus-terusan merasa mual tidak tahan dengan baunya.
Namun meski begitu Teri tetap mau membersihkan kloset serta lantai kamar mandinya.
Bu Maya pun sengaja datang ke kamar mandi dan melihat Arabell yang sedang mengusap pelipisnya karena keringatan yang terus mengalir.
"Kasihan Arabell padahal dia gak bersalah," gumam Bu Maya dengan nelangsa melihat Arabell dari ambang pintu.
Ketika Arabell, sedang membersihkan kamar mandi Bu Maya mempunyai ide begitu melihat Teri. "Aku harus bantu Arabell," katanya pelan.
Akhirnya dia mengeluarkan kekuatannya lalu meniupkan nya ke arah Teri sehingga alat-alat pembersih jadi melayang di udara. Arabell menoleh dan kaget melihatnya lalu dia mencoba mencaritahu siapa yang melakukan itu dan ternyata Bu Maya yang sedang berdiri di pintu dengan tersenyum.
Arabell menggeser tubuhnya memberikan ember yang diatas itu untuk menyiram kamar mandi yang sudah digosoknya. Ketika selesai barang-barang di atas itu terbang ke arah Teri membuat cewek itu menjerit kaget dan mundur-mundur ke belakang hingga terpeleset dan terjatuh ke dalam air pel lantai.
Arabell terkekeh melihatnya, Teri pun kaget begitu melihat rambutnya masuk ke dalam air pel lantai.
"Iihh bau banget," lirih Teri begitu mengangkat rambutnya yang basah dan bau air pel lantai.
"Lo kenapa Ter? Kok main basah-basahan segala?" seru Arabell menahan tawa.
"Ini semua itu gara-gara lo!" tuding Teri menuduh Arabell yang patut disalahkan atas semua ini.
"Lah kok gara-gara gue? Orang gue gak ngapa-ngapain," jelas Arabell sembari menatap Teri sinis.
"Ihhh." Teri malah merengek begitu memegang rambutnya yang kotor dan bau air pel lantai.
Bu Maya terkekeh dan memilih untuk pergi begitu berbalik dia kaget melihat ada Ratu dan Astrid yang sedang tertawa juga di sana.
"Makasih ya Bu," ujar Astrid begitu Bu Maya menghampirinya.
"Iya tadi kita lihat Ibu nolongin Arabell," timpal Ratu dengan tersenyum.
"Syuutt, tidak boleh ada yang tahu siapa pun itu tentang ini sebenarnya Ibu juga tahu kok kalau Ara gak bersalah dan Ibu juga tanya sama teman-teman sekelas kalian, mereka bilang Ara gak memulai dan Ara gak bersalah," jelas Bu Maya.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Ratu dan Astrid tersenyum senang.
"Ya sudah Ibu balik dulu ya!" kata Bu Maya berlalu pergi.
Setelah kepergian Bu Maya, Ratu dan Astrid mendekat ke arah pintu mereka terkekeh melihat Teri. Namun Arabell sibuk membersihkan kamar mandi karena dia tidak mau berlama-lama di sana.
"Dah bersih deh," gumam Arabell sembari meletakan serokan air di pojokan lalu dia memandang ke arah Teri. "Dah Teri gue duluan ya!" katanya dengan melambaikan tangannya.
Merasa gak terima Teri pun mendorong air pel lantai itu ke kamar mandi yang sudah Arabell bersihkan.
"Aaaaa!!! Teri!" teriak Arabell begitu melihat kelakuan Teri untung saja dia bisa menghindar dari siraman air itu jika tidak maka bisa bahaya.
Melihat kejadian itu Ratu dan Astrid pun ikut terkejut.
"Teri Lo apa-apaan sih?" ujar Arabell menatap Teri dengan heran.
"Up sorry gue gak sengaja kesenggol jadi terpaksa Lo harus ngebersihin lagi deh," tukas Teri sembari tersenyum menang.
"Gue tahu Lo pasti sengaja kan?" tunjuk Arabell merasa kesal dengan perbuatan Teri. "Awas ya gue laporin ke Bu Maya," ancamnya dan hendak berlalu pergi.
Namun Teri langsung mencekal lengan Arabell, "Heh mau ke mana Lo? Masih kotor tuh Lo harus bersihin lagi," celetuk Teri menunjukan kamar mandi dengan dagunya.
"Ini kan kerjaan Lo!" sahut Arabell tidak merasa bersalah.
"Lo harus bersihin lagi!" paksa Teri yang masih mencekal lengan Arabell.
"Enggak!" Arabell berusaha melepaskan tangan Teri namun dia merasa kesusahan karena cekakan Teri begitu kuat.
Pertengkaran pun kembali terjadi di antara keduanya, Ratu dengan geram mengeluarkan kekuatannya.
"Mau ke mana? Lo harus bersihkan dulu," tukas Teri yang terus menarik-narik tangan Arabell.
Arabell melongo kaget begitu melihat rambut Teri yang mengembang seperti orang habis kesetrum.