3 Duyung Cantik

Ara Hampir Ketahuan

Begitu Dirga memandang Ara cewek itu tersenyum dengan manisnya membuat hatinya ikut merasa berbunga-bunga dan merasakan harinya yang bahagia.

 

Sedangkan Teri yang tidak suka melihatnya tersenyum kecut memandang Ara, "Akhir-akhir ini kan Ara takut sama air ah gue kerjain dia biar tahu rasa sekalian," gumam Teri dalam hatinya dia selalu mempunyai rencana licik untuk Ara.

 

Kedua teman-temannya menatap kepergian Teri yang hendak menghampiri Ara dan Dirga. Begitu sampai di sana Ara menoleh kepada Teri dan menatap air yang cewek itu bawa membuat Inda seketika khawatir dan bingung apa yang harus dia lakukan. 

 

Begitu Teri hendak menyiram air itu kepada Ara tiba-tiba Dirga bangun dari duduknya dan Dirga yang malah terkena air tersebut membuat Teri kaget karena salah sasaran.

 

Kedua temannya Teri pun bangun dari duduknya kaget melihat kelakuan Teri. Perlahan Dirga menoleh ke arah Teri.

 

"Ya ampun Dirga sorry, gue gak sengaja tadinya gue mau nyiram Ara tapi yang kena malah Lo," terang Teri yang langsung menutup mulutnya karena sudah berkata jujur. 

 

Dirga menatap Teri tajam, "Katanya orang kaya, berpendidikan tapi kelakuannya sama saja, ayo Dah!" ujar Dirga menekankan setiap kalimatnya untuk Teri.

Ara dengan cepat meraih tasnya dan pergi menyusul Dirga. 

 

"Dirga sorry gue gak sengaja," seru Teri berusaha meminta maaf kepada Dirga yang hendak pergi.

 

"Argh, awas Lo Ara!" teriak Teri dengan kesal.

 

Lain dengan urusan Astrid yang sedang mengawasi Andi, dia diam-diam mengikuti Andi yang pergi ke halte seringkali Andi menoleh ke belakang membuat Astrid bersembunyi dan kini dia bersembunyi dibalik koran agar tidak ketahuan oleh Andi.

 

Sampai Astrid kehilangan jejak Andi karena terlalu lama bersembunyi, akhirnya dia mencari di mana kepergian Andi sampai menyebrang jalanan dia masih belum menemukan Andi. 

 

"Wahh," seru Andi yang muncul di saat Astrid membalikan badannya.

Seketika Astrid kaget melihat Andi yang sudah berada berada di belakangnya dia telah ketahuan mengikuti cowok itu diam-diam.

 

"Hemm ngapain Lo ngikutin gue?" tanya Andi begitu berhasil menciduk Astrid.

 

"Siapa juga yang ngikutin Lo, geer Lo!" sahut Astrid dengan bohong padahal sudah ketahuan.

 

"Udah gak usah bohong deh Lo, dari tadi kan Lo ngikutin gue," tunjuk Andi dengan kesal karena Astrid tidak mau jujur.

"Apaan sih enggak," elak Astrid masih berbohong membuat Andi menarik tangan Astrid untuk ikut dengannya. "Lepasin gue Di!" teriak Astrid.

 

"Udah ikut gue!" seru Andi merangkul Astrid membawa cewek itu kembali menyebrangi jalanan.

 

"Andi lepasin gue kalau enggak gue teriak nih ya!" ancam Astrid menatap Andi.

 

Dengan cepat Andi membekam mulut Astrid, "Udah diam Lo gak usah berisik!" katanya lalu memasukan Astrid ke dalam mobil.

 

"Andi lepasin gue!" Astrid terus berteriak dan mencoba melarikan diri namun gagal karena Andi ikut masuk dan duduk di sebelahnya.

 

"Udah gak usah berisik," tukas Andi yang menutup pintu mobilnya dia duduk di belakang bersama dengan Astrid.

Begitu Andi dan Astrid sudah masuk ke dalam mobil, mobil itu pun melaju dengan cepat. 

 

****

 

"Sebentar ya Ra, gue ambil mobilnya dulu," ujar Dirga begitu mereka berdua sudah keluar dari restoran itu.

 

"Iyah," sahut Ara lalu tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada yang menelponnya dia pun langsung merogoh ranselnya mengambil ponselnya yang ada di dalam sana.

 

"Iya hallo," sapa Ara kepada seseorang yang berada di seberang sana.

 

Ternyata Teri mengikuti Ara dan Dirga dari belakang, begitu keluar dia melihat Ara sedang sendirian. "Huh ternyata Ara masih di sini, pasti Ara sedang nungguin Dirga kebetulan," pekiknya yang kembali berniat jahat kepada Ara.

 

"Apa? Oh sudah ketemu," ujar Ara mengobrol dengan seseorang di teleponnya.

 

Sedangkan Teri sudah berada di belakangnya berniat ingin mendorong Ara karena tempat Ara berdiri di depannya ada lautan. Teri menoleh ke kanan dan kirinya waspada takut ada seseorang yang menggagalkan rencananya. 

 

"Aahhh! Aahhh!" teriak Teri begitu Ara malah menggeser ke samping membuat dirinya kehilangan keseimbangan untuk berdiri dan terjatuh di air.

 

"Teri!" teriak Ara sembari mengulurkan tangannya berusaha menggapai Teri namun gerakan Teri pas jatuh terlalu cepat sehingga Ara tidak bisa menggapai tangan Teri membuat dia panik seketika dia bingung apa yang harus dia lakukan.

 

Terlihat Teri yang berusaha muncul di permukaan melambai-lambaikan tangannya, "Tolong! Tolong!" teriak Teri yang beberapa saat menghilang dia tenggelam di dalam air.

 

Hal itu membuat Ara semakin bingung dia menoleh ke kanan dan kirinya namun tidak ada orang, sampai akhirnya dia memutuskan untuk nyebur ke dalam air menyelamatkan Teri.

 

Di dalam air Teri terkejut melihat wujud Ara yang berubah menjadi putri duyung meski panik Ara berusaha untuk terus berenang mendekati Teri dan membawa temannya itu ke permukaan.

 

"Teri bangun Ter! Gue mohon bangun," seru Ara sembari mengguncangkan tubuh Teri namun Teri tidak kunjung bangun membuat Ara tambah bingung dan gelisah.

 

Mobil Dirga pun telah sampai, cowok itu turun dari mobilnya dan seketika terkejut begitu melihat wujud Ara. "Ara!" pekiknya sembari hendak melangkah mendekat.

 

"Aduh gawat Dirga melihat gue lagi, duh gue harus bagaimana ya?" lirih Ara panik dia mau nyebur kembali ke dalam air itu malah akan menjadi masalah karena Dirga sudah terlanjur melihatnya dulu.

 

Tiba-tiba seseorang menggesekkan jemarinya dan rotasi bumi pun menjadi berhenti seketika, Ara menatap Dirga yang tidak bergerak serta kegiatan orang-orang yang yang nya ikut terhenti ada pun semua kendaraan menjadi diam. 

 

Ara menoleh bingung seketika dia melihat Bu Maya muncul dari dalam air dengan tersenyum. 

"Jadi ini semua Ibu yang melakukannya?" ujar Ara menatap Bu Maya sembari tersenyum.

 

Bu Maya menganggukkan kepalanya membuat Ara mengembuskan napasnya dengan lega seketika rasa ketakutan dan kekhawatirannya hilang.

 

Ara menatap Teri yang pingsan Bu Maya yang mengerti langsung mengeluarkan kekuatannya untuk diarahkan kepada Ara dan beberapa menit kemudian Ara kembali berubah menjadi normal begitu Bu Maya menepukkan tangannya. 

 

"Bu Maya makasih ya," seru Ara yang dibalas dengan anggukan Bu Maya saja, "Tapi bagaimana dengan Teri dan Dirga soalnya mereka sudah sempat melihat aku Bu?" 

 

"Kamu gak usah khawatir ya, Ibu pamit pergi dulu," ujar Bu Maya berlalu berjalan ke arah laut.

 

"Okey makasih banyak ya Bu," sahut Ara sembari tersenyum dia sangat senang karena Bu Maya telah menyelamatkannya.

 

Embusan anila yang begitu kencang di pinggir pantai itu membuat rambut-rambut Ara berterbangan dan berantakan Ara pun menyelipkan sejumput rambutnya ke belakang telinganya beberapa kali.

 

Ara menatap kepergian Bu Maya yang hendak kembali ke dalam air, begitu sudah di depan air Bu Maya kembali menoleh dan menggesekkan jemarinya membuat semua kegiatan atau aktivitas manusia kembali normal setelah itu dia langsung nyebur ke dalam air dan berubah menjadi putri duyung.

 

"Ara," seru Dirga begitu telah kembali sadar dia langsung menghampiri cewek itu yang sedang duduk di pasir.

Apa yang akan terjadi kepada Astrid? Dan apa yang akan Andi lakukan kepada Astrid? Yuk geser saja agar bisa mengetaui cerita selanjutnya! 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!