3 Duyung Cantik
Berhasil Menyelamatkan
Begitu kedua penjaganya hendak pergi dari sana mereka bertiga langsung bersembunyi karena para penjaga itu akan berjalan ke arah mereka begitu para penjaga sudah benar-benar menjauh mereka bertiga langsung berlari mendekat ke arah pintu ruangan tempat Bokapnya Andi disekap.
Ratu menatap pintu ruangan itu yang tergembok, "Ra, Astrid saatnya gunakan kekuatan kalian berdua lagi!" serunya menatap kedua sahabatnya sembari tersenyum
"Ara, let's go!" pekik Astrid menyuruh Ara untuk menggunakan kekuatannya lebih dulu.
Dengan cepat Ara mengarahkan air yang ada di dalam botol itu kepada gembok begitu sudah selesai giliran Astrid yang membekukan air tersebut dengan kekuatannya.
Begitu gembok itu beku, Ratu bergegas mengambil kayu yang ada di pojokan lalu memukul gemboknya hingga terbuka. "Heh yuk gays!" ajaknya.
Begitu mereka masuk ke dalam ruangan, "Om!" serunya serempak sembari menghampiri Bokapnya Andi.
"Om gak apa-apa?" tukas Astrid dia mengkhawatirkan keadaan Bokapnya Andi.
Jodi menatap ke tiga anak cewek yang dikenalnya, "Lah kalian bertiga bukannya teman sekolah Andi? Ngapain di sini?"
"Kita gak punya banyak waktu untuk menjelaskannya Om," sahut Ara mencoba memberikan pengertian.
"Iya Om benar kita harus cepat-cepat pergi dari sini," timpal Astrid.
"Iya Om karena sebentar lagi polisi akan datang ke sini!" Ratu ikut menjelaskan.
Mendengar nama polisi Jodi jadi panik dia tidak mau tertangkap bersama juragan dan anak buahnya akhirnya dia mau mengikuti ajakan ke tiga anak sekolah ini.
"Yuk Om!" Ara menuntun Bokapnya Andi untuk segera keluar.
"Buruan Om!" Astrid juga memegangi tangan kiri Bokapnya Andi agar bisa membawanya lewat jalan keluarnya.
Namun nyatanya mereka tetap ketahuan oleh para penjaga begitu mereka keluar dari ruangan.
"Hey!!" teriak dua orang penjaga itu yang menghalangi jalan mereka.
Ketiga sahabat itu panik bingung entah apa yang harus mereka lakukan sekarang untuk bisa lolos, Pandangan Ara tiba-tiba tertuju pada air kolam yang ada di sampingnya dia pun langsung menggunakan kekuatannya dengan menyiram para penjaga itu dengan air lalu dengan cepat Ratu pun ikut mengeluarkan kekuatannya sehingga mendadak para penjaga itu merasa kepanasan.
"Au panas, panas!" teriak penjaga memegangi tangan serta anggota tubuhnya.
Bokapnya Andi menatap itu dengan heran namun untungnya dia gak curiga dan menoleh ke arah belakang.
Para penjaga itu masih merasa kepanasan sehingga mereka memilih untuk nyebur ke dalam air kolam.
"Ayo Om, cepetan jalan!" ajak Ara dan Astrid bersamaan.
Di luar rumah Doni sudah menghubungi polisi karena dia merasa telah terjadi sesuatu di dalam sampai-sampai ketiga temannya lama sekali keluarnya.
"Duhh, polisinya mana sih kok lama banget ya?" gerutu Doni dengan kesal dia menoleh ke arah pintu rumah itu berharap ketiga temannya segera keluar.
Begitu di ruang tengah Ara dan kedua sahabatnya serta Bokapnya Andi kembali dicegat oleh juragan dan beberapa anak buahnya.
"Mau ke mana kalian?" ujar juragan menatap ke tiga anak cewek itu serta Jodi yang hendak kabur.
Ara, Ratu dan Astrid kaget dan kebingungan melihat banyaknya anak buah juragan yang menghalangi jalannya, Bokapnya Andi menoleh kepada anak-anak yang ada di belakangnya, sehingga mereka mundur sedikit demi sedikit sambil mencari cara agar bisa kabur.
Di luar Doni masih menunggu mobil polisi untuk segera datang perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak.
Ara menoleh kepada kedua sahabatnya menatap mereka apa yang harus dilakukannya namun Ratu dan Astrid bingung karena jika mereka menggunakan kekuatannya di depan banyak orang maka akan ketahuan dan itu akan membahayakan diri mereka.
Juragan beserta anak buahnya semakin maju menghampiri Jodi dan ketiga anak perempuan yang sudah melepaskannya.
Alarm mobil polisi pun berbunyi, dengan cepat para polisi itu turun dari mobilnya dan masuk ke dalam gerbang rumah itu.
Lalu di halaman rumah, Doni tersenyum melihat para polisi yang sudah datang.
"Buruan Pak, teman saya ada di dalam sana! Di sana juga ada banyak pemain judi," jelas Doni menunjuk rumah itu dan menjelaskan semuanya.
Dengan segera para polisi pun berpencar ada yang masuk lewat pintu depan, pintu belakang agar tidak ada yang bisa kabur Doni ikut bersama para polisi itu lewat tangga lantai dua agar tidak ketahuan.
"Mau kabur kemana kalian? Emangnya kalian pikir tempat ini tidak dijaga oleh bodyguard bodyguard saya? Hahaha, tangkap mereka buruan!!" pinta juragan dengan tersenyum menang.
Ara, Ratu dan Astrid seketika menjadi panik mereka berpegangan tangan berharap Doni segera datang bersama para polisi lalu mereka menatap anak buah juragan itu dengan waspada dan di detik kemudian mereka ditangkap.
"Hayo mau kemana kalian!" ujar bodyguard juragan itu yang sudah berhasil menatap Ara beserta yang lainnya.
"Lepasin, tolong! Tolong!" teriak Astrid meminta tolong.
"Lepasin ihh!" Ara memberontak begitu ke dua tangannya dipegangin oleh bodyguard itu.
Tepat saat itu juga para polisi datang. "Jangan bergerak!" tukasnya sambil mengulurkan pistolnya.
Sang juragan itu terkejut melihat ada polisi yang berhasil masuk ke rumahnya dan para bodyguard langsung mundur sambil mengangkat kedua tangannya mereka mendekat ke arah bosnya.
"Ampun Pak, ampun!" pekik bodyguardnya saat mereka sudah ditangkap oleh polisi.
"Kurang ajar kalian," gerutu juragan menatap Jodi serta yang lainnya penuh amarah.
Lalu polisi pun berhasil membawa mereka semua keluar dari rumah untuk dibawa ke kantor polisi.
Astrid dan yang lainnya tersenyum karena tugas mereka berhasil dia memandang Doni lalu mengacungkan ibu jarinya.
"Yeye berhasil," ujar Doni begitu senangnya.
Ara tersenyum kepada Doni, "Iyah makasih ya Don," tukasnya.
Melihat Ara dan Doni saling tersenyum Ratu jadi teringat akan rahasia Doni yang dia temukan di kamarnya.
Ketiga sahabat itu pun membawa Bokapnya Andi keluar dari rumah itu dan pergi ke halaman.
"Kenapa sih kalian ini ngajak saya ke sini?" gerutu Jodi saat dia didorong-dorong oleh ketiga teman anaknya.
"Kalian ini apa-apaan sih khem?" Dia menatap ke tiga anak itu dengan kesal.
"Om sekarang kan Om udah bebas dan tempat judi itu sudah digerebek sama polisi jadi saya mohon Om, tolong berhenti judi buat Andi," sahut Astrid dengan memohon.
"Iya Om, lagian judi itu haram, dosa." Ara ikut memperingatkan akan hukum berjudi.
"Kalian ini apa-apaan sih, kalian anak ingusan coba-coba ngatur hidup saya lagian siapa juga yang nyuruh kalian buat bebasin saya?" pekik Jodi tidak mau kalah.
"Lah kok Om malah nyolot sih?" omel Ratu menatap Jodi yang tidak tahu diri.
"Heh dengerin ya! Urusan hidup saya dan urusan anak saya itu urusan saya kalian gak usah atur-atur mengerti!" hentak Jodi sembari menunjuk Ara, Ratu dan Astrid.
"Om, semua ini demi kebaikan Om sendiri," seru Ara geregetan karena Bokapnya Andi begitu egois.
"Udah udah kalian dengerin ya! Jangan ngatur-ngatur saya," tutur Bokapnya Andi memberikan peringatan sebelum beranjak pergi.