3 Duyung Cantik
Rahasia Cincin Dalam Foto
"Kayanya Mamah harus bertemu Ara deh gak ada alasan lagi Mamah harus cari dia sampai ketemu, Mamah tinggal sebentar ya," ujar Melly berpamitan kepada Amy.
Dirga kembali mendongak ke atas pasalnya dia habis bertemu dengan Ara di kamarnya.
"Satu, ayok lagi! Lagi! Aku happy malam ini harus happy," seru Ara masih terus berbicara gak jelas.
Sedangkan Astrid dan Ratu masih berusaha menarik Ara sampai di kamarnya, rasanya berat dan capek menarik-narik tubuh Ara.
Bu Maya yang melihat kejadian itu dari cerminnya merasa cemas kepada ketiga anak-anaknya itu akhirnya dia memutuskan untuk menghampiri mereka, dia menggunakan kekuatannya untuk menciptakan pintu ajaib agar bisa sampai di rumah Ara.
Astrid dan Ratu masih terus menarik-narik tangan Ara, begitu sampai di depan kamar mereka melihat ada sebuah cahaya dari kamar Ara membuat mereka kaget.
Tangan Astrid dan Ratu terlepas dari Ara, "Ada apa sih?" seru Ara yang menoleh ke belakang menatap cahaya itu.
Seketika Bu Maya keluar dari sana membuat mereka terkejut dan senang dengan kedatangannya.
"Bu Maya?" pekik Ara dan Ratu bersamaan.
"Bu Maya sebenarnya apa yang terjadi dengan Ara sih Bu?" tanya Ratu penasaran.
Bu Maya menatap Ara dengan cemas, "Sinar bulan purnama!" terangnya.
"Hah? Berarti semua itu benar Bu, bukan cuma mimpinya Ara," seru Astrid awalnya dia tidak percaya dengan cerita Ara waktu itu tentang mimpinya.
"Iyah Bu, apa Ara tidak bisa kembali menjadi manusia lagi?" timpal Ratu menatap Ara, dia begitu panik jika Ara sampai kenapa-napa.
"Selamanya?" Astrid menatap Bu Maya meminta penjelasan dari semua ini.
Bu Maya menatap Ara yang terkekeh, "Kalian semua harus ikut saya sekarang, ayo!" katanya.
Ratu menoleh menatap Astrid yang menganggukan kepalanya lalu menolehkan pada Ara yang masih duduk di bawah.
Bu Maya pun langsung menggunakan sihirnya dan mengubah Ara menjadi sangat kecil dia berada di dalam gelembung.
Lalu Bu Maya pun meraih Ara dan memegang gelembung buatannya. "Ayo ikut saya!" ajaknya sebelum masuk ke dalam pintu ajaib itu.
Melly pun sudah berada di dekat kamar Ara, Ratu menoleh ke belakang takut jika ada orang yang melihatnya, lalu dia menganggukan kepalanya kepada Astrid dan pergi menghilang masuk ke dalam pintu ajaib itu.
"Aahh!" teriak Melly terkejut dia memejamkan matanya lalu memakai kembali kaca matanya dengan benar.
Hampir saja ketahuan andai saja Melly memakai kacamatanya tadi sudah pasti dia melihat pintu tersebut tapi untungnya dia sedang melepaskan kacamatanya.
Namun tetap saja Melly kaget karena tadi dia tidak melihat pintu kamar Ara, lalu dia pun melangkah maju. "Ara! Ara, kok gak ada," keluhnya begitu melihat kamarnya yang kosong tidak ada orang hanya ada kursi roda serta selimut yang tergeletak di lantai bekas Ara.
****
Keesokan harinya Astrid kaget dan bangun dari tidurnya dia menatap sekelilingnya dengan heran, lalu melihat ke dua sahabatnya yang masih tertidur pulas.
"Rat, Ratu! Bangun Rat!" ujar Astrid menggoyangkan tubuh Ratu agar bangun.
"Apaan sih Strid, ah." Ratu kembali tertidur mengabaikan ucapan Astrid.
"Rat, bangun!" Astrid kembali membangunkan Ratu ketika sahabatnya itu sudah bangun Astrid langsung membangunkan Ara. "Ara bangun Dah, bangun! Kita ada di mana ini?" pekiknya.
"Lah, setahuku kita sedang berada di rumah Ara terus Bu Maya datang membawa kita pergi kan?" seru Ratu kaget melihat sekelilingnya yang terlihat berbeda entah di kamar siapa dia sekarang ini yang dijawab dengan anggukkan kepala Astrid.
"Ara, bangun Ra!" Kini Ratu dan Astrid menoleh pada Ara yang masih tertidur pulas dia menggoyangkan tubuhnya.
Ara menggeliat bangun mendengar suara sahabat-sahabatnya lalu dia memegangi lehernya yang terasa sakit dan duduk menatap jam ditangannya. "Sudah pagi ya, kita di mana sih?"
Astrid menoleh ke arah luar jendela dan sekitar kamar ini. "Gue juga gak tahu," sahutnya tanpa menoleh.
"Hahhh!" teriak Ara tiba-tiba membuat Ratu dan Astrid terkejut dan menatap Ara heran. "Ulang tahun Nyokap gue hah aduh udah pagi gimana ini?" seru Ara heboh lalu dia menunjukan tangannya kepada kedua sahabatnya dan menatap mereka tajam secara bergantian. "Kalian berdua ngerjain gue ya? Bawa gue ke sini kan," kata Ara memelas.
Seketika mulut Astrid terbuka dia terkejut mengetahuinya begitu pun dengan Ratu yang menatap Ara penuh tanda tanya.
"Ra, jadi lo gak inget kejadian semalam?" tukas Astrid menatap Ara.
Ara lantas bingung sendiri, "Hah, semalam?"
Astrid menganggukan kepalanya, Ara mencoba mengingat kembali apa yang telah dilakukannya semalam.
Karena Ara tidak mengingat kejadian itu akhirnya Ratu dan Astrid yang menceritakannya.
"Apa? Gue seekstrim itu?" seru Ara dia terkejut bukan main mendengar tingkah lakunya semalam.
"Lo itu bukan cuma ekstrim Ra tapi gokil dan gue juga gak bisa merubah Lo kembali menjadi manusia lagi dan yang lebih parahnya lagi lo itu hampir aja cium Dirga Ra, oh my God." Ratu memegangi kepalanya membayangkan hal itu terjadi.
"Aduhh mati gue," pekik Ara dia pasti akan merasa malu jika bertemu Dirga nanti.
"Dan ternyata mimpi lo itu benar Ra, Bu Maya datang ke mimpi lo buat ngingetin lo," ujar Astrid ketika semalam Bu Maya menjelaskan, Ara jadi meringis karena sudah gegabah.
Tiba-tiba Bu Maya pun masuk membuat mereka terkejut. "Bu Maya!" Astrid bangun dari duduknya.
"Kan saya sudah ingetin lewat mimpi tapi semuanya malah terjadi kan?" seru Bu Maya menatap Ara yang kini hanya tinggal penyesalan yang cewek itu rasakan.
"Jadi kita itu bukan bangsa serigala yang berubah ketika sinar bulan purnama tapi kita bangsa duyung ini jika di bulan purnama akan berada di luar kendali jadi Ibu ingetin kalian harus hati-hati, jangan gegabah dan jangan jadikan bulan purnama ini main-main harus hati-hati yah," jelas Bu Maya sembari menatap ke tiga anak-anak itu.
"Iyah Bu," sahut Ara dia akan selalu mengingatnya.
Astrid pun ikut menganggukan kepalanya paham akan apa yang harus dia lakukan, sedangkan Ratu tersenyum simpul lalu seketika pandangannya tertuju pada foto laki-laki yang sedang bersama Bu Maya dalam bingkai tersebut.
"Kok cincin itu gue kaya pernah lihat ya tapi di mana ya? Aduhh Ratu kok lo pikun banget sih," keluh Ratu dalam hatinya karena tidak berhasil mengingatnya.
"Bu, emang Ratu duyung bisa punya pacar ya?" seru Ratu penasaran.
"Mana? Mana?" Astrid ikut penasaran ingin melihat cowok Bu Maya.
Mendengar ucapan Ratu membuat dia kaget dan langsung menoleh pada bingkai fotonya. "Ini sudah privasi saya, kalian semua sudah bangun yuk keluar!" ajak Bu Maya mengalihkan perhatian ke tiga anak-anak itu.
Ara tersenyum penasaran melihat wajah Bu Maya yang nampak sedang menyembunyikan sesuatu.