3 Duyung Cantik

Perihal Undangan Ultah

Ketika Mamahnya Arabell sudah masuk ke dalam rumah mereka bertiga langsung berbalik badan sambil mengembuskan napasnya lega.

 

"Lo dodol banget sih Ra, hampir saja nyokap lo curiga," gerutu Ratu sembari menyenggol tubuh Arabell .

 

"Au nih Arabell iihh." Astrid pun ikut kesal dan mendorong Arabell .

 

"Ya udah maaf ihh," ujar Arabell kesal karena didorong-dorong oleh kedua sahabatnya ini.

 

"Eh kalau gue bisa bekuin pasti gue juga bisa cairin juga dong," seru Astrid sambil menatap air yang membeku di udara itu.

 

Akhirnya Astrid mencoba kekuatannya dengan menggerakan tangannya namun tak kunjung berhasil, dia yang tidak mau menyerah terus mencobanya hingga ketika dia memutarkan ke dua tangannya air itu kembali cair dan jatuh ke rumput-rumput.

 

"Yess gue berhasil dan gue punya kekuatan," teriak Astrid senang karena berhasil menemukan kekuatannya.

 

Hal itu membuat Arabell dan Ratu kaget mengetahui bahwa Astrid memiliki kekuatan, Arabell dengan senangnya mengajak Astrid untuk mencoba kembali kekuatannya di kolam ikan.

 

"Eh mau pada ke mana?" seru Ratu memutarkan kedua bola matanya saat dirinya ditinggalkan begitu saja, raut wajahnya terlihat kesal karena diabaikan.

 

"Gue duluan ya Strid," kata Arabell yang tak sabar untuk menggunakan kekuatannya.

 

"Iya Ra, buruan!".

 

Arabell pun langsung menggunakan kekuatannya pada air kolam ikan itu, tiba-tiba air itu naik ke atas mengikuti tangan Arabell hingga membentuk gumpalan air di udara yang langsung dibekukan oleh Astrid dengan kekuatannya juga.

 

"Ihh gitu doang senang banget sih," celetuk Ratuyang memperhatikan kelakuan kedua sahabatnya itu dari jauh.

 

"Yeahh," seru Arabell sembari bertepuk tangan dengan senangnya.

 

Namun tiba-tiba ada Mamahnya Arabell sedang berada di dapur membuat Astrid langsung menurunkan kembali airnya dan mereka tersenyum gugup. Hampir saja jika Mamahnya Arabell nya sampai melihatnya pasti kaget.

 

"Ya sudah yuk buruan masuk ke dalam!" ajak Arabell yang sudah berjalan duluan.

 

Dengan adanya kekuatan pada diri mereka membuat mereka harus hati-hati agar tidak ada orang yang tahu dan mencurigai mereka.

 

---

 

Di sekolah terlihat ada seorang anak laki-laki dengan pandainya bermain skateboard.

 

Disisi lain ada Arabell dan Doni yang sedang asik mengobrol sampai tertawa-tawa, dari kejauhan Andi sedang mengawasi mereka berdua wajahnya terlihat penuh emosi serta kecemburuan dia pun langsung menghampiri mereka berdua.

 

"Hey, lo ngapain ketawa-tawa?" seru Andi tiba-tiba sembari menunjuk Doni.

 

Doni yang kaget dia langsung diam ketakutan.

 

"Ngaku aja lo! lo pasti ketawain gue kan?" Andi masih tetap menatap Doni.

 

"Enggak kok," sahut Doni dengan mengangkat kedua tangannya ke atas.

 

"Sini lo!" Andi menarik kerah baju Doni untuk mendekat dan siap melayangkan pukulan.

 

Di saat itu juga Arabell bingung dia takut Andi kembali membuat keributan cowok yang selalu membuat ulah dengan dirinya itu selalu menyakiti orang-orang terdekatnya.

 

Laki-laki yang tadi bermain skateboard diam mengitari halaman sekolahnya lalu pandangannya tertuju pada keributan yang dilakukan oleh Andi cowok si biang kerok itu selalu menyakiti orang-orang lemah, akhirnya dia pun menendang skateboardnya hingga mengenai tangan Andi yang hendak memukul Doni.

 

Arabell kaget begitu pun dengan orang-orang di sekitar sana yang berani melemparkan skateboard hingga mengenai Andi si anak nakal itu.

 

"Dirga!" pekik Arabell saat pandangannya tertuju pada Dirga yang berada di halaman dengan memakai topi serta kacamata hitamnya.

 

Dirga yang sudah dipanggil oleh Arabell langsung menghampirinya lalu memandang Andi yang berada di bawah sana.

 

Dirga melepaskan kacamatanya, "Santai aja bro," ujarnya kepada Andi begitu tangannya terjulur untuk membantu Andi bangun.

 

Namun ditepisnya tangan Dirga dengan kasar, "Lo ngapain sih di sini, jangan jadi sok jagoan deh," celetuk Andi dengan kesal karena telah dibuat malu di depan Arabell .

 

"Ya kan gak perlu makai kekerasan," sahut Dirga santai.

 

"Oh gitu ya?" Andi langsung menarik baju Dirga namun tangannya malah langsung ditarik oleh Dirga ke belakang sehingga Andi merintih kesakitan.

 

"Mau cari ribut?" ujar Dirga dengan tatapannya yang tajam.

 

Seketika Andi teringat akan kejadian dulu saat dia kalah melawan Dirga pada pertandingan tinju.

 

"Sialan." Andi langsung melepaskan dirinya dan pergi begitu saja.

 

Ketika Andi pergi Dirga melepaskan topinya lalu membetulkan rambutnya sehingga membuat Arabell terpana melihatnya.

 

"Dirga makasih banyak ya," ujar Doni yang terlihat senang dengan kedatangan Dirga.

 

"Lo gak apa-apa?" Dirga bertanya kepada Doni.

 

"Aku gak apa-apa kok," kata Doni masih dengan tersenyum senang.

 

"Lo?" tanya Dirga dengan melirik Arabell .

 

"Hah?" Arabell yang kaget tiba-tiba merasa kikuk sendiri, "Gue gak apa-apa kok," jawabnya dengan gugup dan malu-malu kucing.

 

Hal itu membuat Dirga juga ikut tersenyum melihat Arabell yang salting dibuatnya.

 

Dari balik dinding Ratu dan Astrid datang untuk mengintai Arabell dan Dirga yang sedang bersama.

 

"Dirga, kamu dari mana aja sih aku nyariin kamu dari tadi," ujar Teri si cewek centil yang sudah lama ngejar-ngejar cintanya Dirga.

 

"Ada apa sih?" tanya Dirga.

 

"Ini aku mau ngasih kamu undangan acara pesta aku nanti datang ya." Teri mengulurkan undangan itu kepada Dirga.

 

Dirga menatap Arabell dengan tersenyum, "Kamu nanti datang, nggak?" katanya sembari mengangkat undangan itu.

 

Arabell kaget, "Hemm gak tahu," serunya dengan gugup.

 

"Aku akan datang kalau dia juga datang," ujar Dirga kepada Teri kemudian pergi begitu saja.

 

Jawaban Dirga membuat Arabell dan Teri kaget, Teri menatap Arabell dengan kesal dan berlalu pergi.

 

Ketika Arabell berjalan di koridor sekolah kedua sahabatnya datang di depannya.

 

"Cie, cie yang habis digodain Dirga," seru Ratu sambil tersenyum meledek Arabell .

 

"Bilang enggak tadi Dirga ngomong apa sama lo! hayo bilang enggak!" pekik Astrid tidak sabaran dia ingin mendengar cerita Arabell tadi bersama Dirga.

 

Arabell yang masih berbunga-bunga terus tersenyum wajar saja Arabell begitu Dirga adalah cowok terkeren di sekolah ini, sudah pintar bermain skateboard, basket bahkan tinju hampir semua cewek suka pada Dirga jika mereka berani melangkahkan Teri si cewek yang sok penguasa di sekolah.

 

"Okey okey gue akan cerita," seru Arabell akhirnya dia mau bercerita tentang kejadian tadi.

 

"Heem, Dirga bilang hehe." Arabell dengan sengaja menjeda ceritanya membuat para sahabatnya penasaran apa yang dikatakan Dirga sampai membuat Arabell terlihat begitu bahagia.

 

"Iya terus?" seru Astrid tidak sabaran.

 

"Dia akan datang ke ulang tahun Teri kalau ... gue juga datang hehehe," terang Arabell dengan tersenyum.

 

"Huwa yeyeye," sorak Ratu dan Astrid bersamaan.

 

"Cie nyalon dulu deh ini mah wkwkw," pekik Ratu sambil mengibas-ngibaskan rambut Arabell .

 

"Lebay deh." Arabell kembali merapikan rambutnya yang dibuat acak-acakan oleh kedua sahabatnya ini yang usil.

 

Di saat mereka tertawa memikirkan nanti malam untuk datang ke acara ulang tahun Teri, Arabell teringat sesuatu.

 

"Eh sebentar deh nanti bagaimana kita bisa datang ke acaranya Teri? lo tahu kan kalau kita ... itu duyung," ujarnya yang sudah khawatir takut terkena air karena pasti Teri mengadakan acara ulang tahunnya di halaman samping rumahnya dekat kolam renang itu sangat berbahaya buat mereka.

 

"Iya juga ya?" Ratu sendiri pun lupa akan hal itu.

 

Wajah mereka seketika menjadi murung, pasti Teri dan kawan-kawannya akan menyuruh mereka untuk nyebur ke kolam renang untuk menikmati pesta ulang tahun itu.

 

"Lo sih enak Ra, semua orang tahunya lo gak bisa berenang," tukas Raya.

 

"Iya juga ya terus?" Arabell merasa tenang mendengarnya.

 

"Kalau gue? semua orang pasti gak ada yang berani nyuruh gue," jelas Ratu sembari meletakan tangannya ke pinggang.

 

"Nah Astrid," pekik Arabell dengan menggesekan ke dua jarinya hingga mengeluarkan bunyi yang nyaring.

 

"Iya lo tuh, Strid." Ratu pun ikut memandang ke arah Astrid.

 

Semua orang-orang yang di sekolah ini pasti tahu jika Astrid jago berenang dan jika tiba-tiba dia tidak mau berenang pasti semua orang curiga kepadanya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!