Aku Datang, Aeera!

One Punch Man! 20

HUUAAAAAA!

Kemarahan Regius sudah mencapai puncaknya. Sudah beberapa kali dia dipermainkan. Kali ini, dia tak akan mengampuni para Elf dan manusia itu. Saatnya untuk membakar!

Booom!

Ledakan api hitam dari tubuh Regius memberikan tekanan yang kuat, pepohonan di sekitarnya terbakar menjadi abu. Tanah di sekitarnya, membentuk lingkaran dan meledak. Batu beterbangan dari tanah dan terangkat, lalu hancur di udara. Kekuatan puncak dari Regius dikeluarkannya. Dia ingin menghancurkan semua kaum Elf dan manusia itu.

Tekanan yang kuat menghempaskan apapun, kekacauan terjadi dan bumi bergetar.

”Kekuatannya sangat mengerikan!” kata Genio. Dia membuat energi shield untuk melindungi putri Kalya dan para Elf di belakangnya.

”Kekuatan Iblis itu memang mengerikan!” kata Kalya, ”Genio, aku akan menggunakan ultimate kekuatanku. Ini aku lakukan untuk melindungi bangsa kita!”

”Tapi Putri!”

”Biarkan aku menjadi pelindung bangsaku, Genio!”

Genio tak berani membantah lagi, tapi jika menggunakan kekuatan puncak. Putri Kalya bisa saja tak memiliki kesempatan untuk hidup. Mengingat, kekuatan Regius sangat kuat.

Putri Kalya bersiap dengan kedua pedangnya, energi membungkus kedua pedangnya. Dia bersiap menggunakan kekuatannya.

”Putri Elf!” suara dari arah lain.

Kalya melihat di balik kekacauan energi kekuatan Regius, suara itu dari manusia yang merupakan makhluk panggilan Aeera. Dia adalah manusia berambut panjang itu.

”Aku mohon, serahkan Regius padaku. Aku akan membuktikan kalau kami memiliki kesempatan untuk mendapatkan Pedang Halilintar!”

Kenan mengepalkan tangannya, dia harus mendapatkan kepercayaan dari bangsa Elf. Mereka harus mendapatkan artefak Kompas Emas dan menemukan senjata terkuat itu. Energi mengelilingi tangan Kenan yang bercahaya, di kedua tangannya gelang-gelang energi menyala dan menciptakan energi kebiruan.

***

Beberapa detik sebelumnya.

”Aeera ..., Percayalah padaku,” Kenan mengusap airmata Aeera sambil tersenyum.

Aeera pun tersenyum dan membiarkan airmatanya diusap tuan Kalandra.

”Selama ini, aku tidak pernah percaya pada siapapun. Namun ..., setelah bertemu tuan Kalandra. Aku percaya, bahwa Tuhan yang anda ceritakan. Dia telah mengirim anda kepadaku. Jika aku hanya hidup sekali di dunia ini, biarkan harapanku hanya untuk percaya padamu, Tuan Kalandra.”

Senyuman keduanya bertemu, mata mereka saling melihat. Ada rasa saling percaya di antara mereka. Mereka sama-sama kesepian, dan mereka menemukan muara dari segala kesepian dan ketidakberdayaan yang sudah memenuhi seluruh hidup mereka.

BOOOOMMMM!

Dan, ledakan energi terjadi. Regius mengamuk. Dia mengeluarkan kekuatan puncaknya. Kenan segera melindungi Aeera dengan membuat shield dari kekuatan kedua tangannya.

”Aku akan mengalahkannya, Aeera. Berlindunglah di belakang Yuhas.”

”Baik, Tuan Kalandra!”

Kenan melihat ke depan, tepat saat Regius mengamuk.

”Aku akan mengalahkan dia dengan satu pukulan, Aeera!”

Kenan melihat di bawah, tasnya masih tergeletak. Saatnya menunjukkan kekuatannya. Dia menuju tasnya. Aeera tahu bahwa Tuan Kalandra, membawa banyak senjata yang sudah dipersiapkan dalam bekal perjalanan mereka. Kenan merunduk dan membuka tasnya. Dia mengambil sesuatu.

Dapat!

Enam gelang kecil, dan itu adalah gelang magnet yang sudah dipesannya. Magnet, adalah kekuatan tarikan dan dorongan, dua kutub magnet yang selalu berlawanan. Namun, mereka bisa menjadi kekuatan yang saling menempel jika dua kutub disatukan. Dan, Kenan memiliki keyakinan. Magnet itu akan menjadi kekuatan mana yang sangat besar ketika bertarung di dunia Aeera.

Woooosshhh!

Enam gelang magnet menyala, menjadi besar dan masing-masing pergelangan tangan Kenan mengenakan tiga gelang magnet. Kenan teringat film terkenal yang pernah dia tonton, seorang pahlawan yang memakai gelang semesta dan mampu menggunakan kekuatan alam yang kuat dari enam gelang itu. Film itu judulnya apa ya, Kenan mengingat lagi. Benar, Sin Chan! The Power of Ring! Ha.. ha.. ha.. Kenan ingat.

***

”Putri Elf, Serahkan Regius padaku! Kamu fokus untuk menjaga ras Elf!” teriak Kenan dan dia terbang ke arah putri Kalya dan Genio. Kenan berdiri di depan mereka dan menghadap ke Regius yang sudah bersiap.

Gelang-gelang di kedua tangan Kenan menyala.

”Kenapa ..., kenapa kamu ingin membela ras Elf?” tanya Kalya heran.

Kenan masih melihat ke arah Regius, ”Tidak masalah! Karena aku, sudah diminta oleh Aeera untuk melindungi kehidupan ini. Dan, aku akan melakukan apapun yang dimintanya!”

HUUUUAAAAA!

”Berharaplah untuk bertemu raja neraka, dan katakan padanya salam dariku. Regius, sang penguasa dunia!” teriak Regius. Dia melesat dengan cepat ke arah Kenan dan para Elf.

Woooossh!

”Omong besar!” teriak Kenan.

Woooossshh!

Gerakan tak terlihat, seperti slow motion bagi semua orang. Kecepatan Regius dan Kenan seperti tak lagi memiliki dimensi waktu yang sama dengan para Elf dan Aeera. Mereka seperti terpisah dari waktu itu. Kecepatan ultimate serangan yang memuncak. Keduanya bersiap berbenturan dengan kekuatan terkuat mereka.

”Matilah, makhluk panggilan sombong!”

Energi pukulan Regius mengarah dengan cepat, menghadang Kenan. Regius yakin, kekuatannya kali ini akan menghancurkan tubuh makhluk panggilan itu. Tak ada yang bisa selamat dari kekuatan energi ultimate serangannya yang membara.

Serangan itu semakin dekat, pukulan dengan kekuatan energi yang menghancurkan tanah di bawahnya.

Booom! Booom! Booom! Woooossh!

Dan, Kenan tersenyum. Senyumlah seperti seorang pahlawan yang datang untuk membawa perdamaian penuh cahaya. Tangan kiri Kenan bersiap, tiga gelang magnet bergetar luar biasa. Saling menyatu dan membentuk kekuatan warna campuran antara merah dan biru. Persatuan antara dua kutub magnet, api dan air. Energi mana yang melimpah.

Klap!

Tidak mungkin!

Pukulan tangan kanan Regius ditahan dan ditangkap oleh tangan kecil Kenan. Kenan mampu menahan pukulan terhebat yang legendaris dari serangan Regius.

Regius mencoba menarik tangannya, tapi dia tak berhasil. Kekuatan itu seperti kekuatan langit yang begitu kokoh. Regius gemetaran dan tak bisa bergerak. Dia masih memiliki tangan kirinya. Dia masih bisa melawan!

Saat tangan kiri Regius ingin menghantam Kenan. Kenan meremas tangan kanan Regius dengan kekuatan alam yang melimpah. Tiga gelang di tangan kiri berputar begitu cepat. Perputaran hole energi. Kekuatan yang mampu menyerap mana energi alam.

Crak! Brush!

”TIDAAAAAAAKK! AAAAAAAAHHHHH!”

Lengan kanan Regius hancur, itu adalah sesuatu kemustahilan terjadi padanya yang merupakan pasukan tingkat satu dari kekuatan Iblis.

Kenan melepas tiga gelang di tangan kiri, terlepat dan menyatu dengan gelang di tangan kanan. Enam gelang pun keluar dari tangan Kenan, berputar dan membesar. Membentuk lingkaran besar di punggung Kenan. Berputar dan berotasi dengan cepat, seperti gear-gear yang berputar berirama.

Energi masuk ke tubuh Kenan, berpusat ke tangan kanan Kenan. Energi melimpah, dan saat Regius hendak berlari menjauh. Regius tahu, dia dalam bahaya. Namun, dia sudah terlambat.

”Satu pukulan yang aku janjikan pada Aeera, One Punch Man!”

BOOOOOOOOMMMM!

Ledakan besar, pukulan tangan Kenan menghancurkan tubuh Regius dan pendar cahaya meledak. Menyebar, penuh keindahan. Hujan salju energi dari kepingan energi api yang musnah dari tubuh Regius. Semua melihat langit cerah, awan mendung menghilang. Semua orang tak menyangka. Mereka melihat kekuatan Kenan yang mampu menghancurkan Regius dengan satu pukulan.

Aeera tersenyum dari bawah.

”Dia berhasil, Tuan Kalandra memang hebat!”

”Benar, Putri,” Suara Yuhas. Bahkan, Yuhas menekuk salah satu lututnya di tanah. Itu adalah sebuah penghormatan pada seorang yang memiliki kekuatan kuat. Dia mengakui bahwa tuan Kalandra, adalah makhluk yang sangat kuat.

Langit terlihat cerah. Dan, Kenan masih melayang di udara di antara pecahan tubuh Regius yang hancur.

Wooooosssh!

Dan tiba-tiba, Kenan merasakan pandangannya buyar. Matanya terasa sulit melihat, semua serba bercahaya. Dia kehilangan kontrol energinya. Apa yang terjadi? Tubuh Kenan begitu lemas. Tubuhnya tak berdaya.

Dia terjatuh dari udara, tangannya mencoba menggapai langit. Dia tak kuasa.

Woooosssh!

”Tuan Kalandra ....!” teriak Aeera dari bawah.

Apa yang terjadi?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!