Aku Datang, Aeera!

Apa Kamu Memilihku? 34

Dimana aku?

[Anda dikutuk, kamu bisa lepas dari kutukan jika kamu bisa membebaskan dunia ini dari iblis dan monster]

Apa-apaan ini! Aku tidak terima. Kenapa aku dikutuk?

Lelaki itu menggerutu, tapi dia tak bisa bergerak sama sekali. Semua ini tidak adil! Apa yang terjadi padaku! Dia terus menggerutu. Namun, saat dia berada dalam kegelapan itu, dia melihat dunia yang hancur dan hanya perbudakan yang terjadi. Perbudakan atas ras manusia dan ras lainnya. Dunia ini dikuasai oleh monster dan iblis.

Lalu ... kenapa aku dikurung di sini?

[Kamu harus menunggu seorang pahlawan dan membebaskan dunia ini. Tak peduli berapa lamu kamu bisa bebas. Kamu memiliki tugas untuk menyelesaikan misi menyelamatkan dunia ini. Jika kamu ingin kembali, maka selesaikan misinya]

Tidak! Tidak! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Teriak lelaki itu.

Namun. Berjalannya waktu, lelaki itu tak bisa bergerak, hanya memperhatikan apa pun yang terjadi di sekitarnya. Dia berada di kedalaman tanah dan mampu melihat semua hal penindasan, kehancuran dan perbudakan manusia.

Setelah seribu tahun lebih dia dipenjara dalam tanah, barulah dia mulai mengumpulkan energi dan mengetahui tentang hakikat dirinya sendiri. Dia dikutuk karena kesalahannya, dia sudah menyadarinya. Namun, dia tak bisa kembali dan harus menyelesaikan misinya. Tugasnya, menyelamatkan dunia ini, menunggu seorang pahlawan yang akan bersamanya untuk menyelesaikan misinya.

Satu lagi masalah yang dia pahami setelah merenung lebih dari seribu tahun.

Dia dikutuk menjadi sebuah senjata, Pedang Halilintar. Menunggu adalah sesuatu yang sangat membosankan, dia tak sabar pada awalnya. Namun, pada akhirnya dia menyerah dan menggunakan waktunya untuk menyadari semua kesalahannya.

Hingga ... pertempuran yang terjadi di Pegunungan Raktus membuatnya menyadari sesuatu. Benturan keras dan pertempuran dahsyat manusia melawan monster dan iblis. Mereka semua tak mau menyerah dan terus melawan. Sembilan sosok yang melawan ribuan pasukan musuh, mereka saling membela dan membuat lelaki yang dikutuk itu bisa merasakan perasaan yang dalam dalam perjuangan mereka.

Dan ... energi yang besar saat seorang lelaki gondrong dihempaskan ke bumi, tepat di atas dirinya dikutuk dan dipenjara. Energi itu menetes ke tanah dan mengenai rantai yang membelenggu dirinya. Rantai itu putus, dan lelaki yang dikutuk menjadi senjata Pedang Halilintar itu akhirnya terbebas.

Dia bebas, apakah misinya setelah menunggu lebih dari seribu tahun akan bisa diselesaikan?

Akhirnya .... Aku bebas. Aku harus segera menyelesaikan misi dan kembali pada kehidupanku!

***

Senjata berbentuk pedang itu tertawa?

”Akhirnya aku bebas, sudah seribu tahun lebih aku terkurung. Aku bebas, akhirnya aku bebas!”

Suara pedang menggelegar, semua tak percaya melihatnya. Jadi ... mitos itu bukanlah sekedar rumor. Itu adalah sungguhan, ramalan tentang Pedang Halilintar yang mampu membunuh raja iblis dan raja monster.

Pedang itu masih melayang di atas tanah, bersinar berkilauan bagaikan matahari kecil yang dipenuhi cahaya berpendar-pendar. Pedang yang gagah dan kuat.

”Rabies! Cepat ambil pedang itu!” teriak Cyton pada salah satu komandan perangnya, Rabies adalah salah satu dari tujuh pemimpin beast yang memiliki kecepatan paling tinggi di antara semua monster. Kecepatannya, mirip dengan kecepatan cahaya dan saat diperintah, Rabies dengan cepat melesat dan sudah berada di dekat pedang menyala itu dalam waktu sekejap.

Semua orang melihat hal itu, tim Aeera kaget karena Rabies yang memiliki telinga runcing dan memiliki tiga ekor yang bergerak meliuk ke atas sudah berada di dekat senjata legendaris. Apakah dia akan mengambil pedang itu?

Bahaya!

Sudah terlambat, Kenan bahkan tak menduga reaksi cepat dari Rabies yang sudah memegang pedang legendaris itu dengan kedua tangannya.

Klap!

Rabies tersenyum, dia menang dalam hal kecepatan meskipun saat bertarung dengan putri dari Elf dia masih kesulitan untuk mengalahkan putri elf itu. Namun sekarang, dia mendapatkan pedang yang selama ini menjadi mitos sebagai pedang terkuat yang pernah ada di seluruh dunia. Rabies mendapatkannya, dia sangat antusias.

Dia memegangnya dengan erat.

Di dalam pikiran Rabies, bahkan dia berpikir jahat. Jika pedang itu menjadi miliknya, apakah kekuatannya bisa setara dengan raja monster, Horus? Jika memang dirinya bisa menjadi kuat dan setara dengan raja Horus, maka dia lebih kuat dari pemimpinnya, Cyton.

Jika itu terjadi! Bukankah dirinya yang layak sebagai pemimpin para monster di bawah kepemimpinan raja Horus? Benar! Selama ini, dia selalu saja diperintah oleh Cyton. Rasanya sungguh, tidak menyenangkan.

Benar!

Dialah penguasa yang seharusnya menjadi pemimpin tujuh beast! Jika dia lebih kuat dari Cyton pasti itu akan terjadi. Seharusnya dialah pemimpinnya! Pedang ini, pedang yang sangat kuat dan sekarang sudah berada di tangan Rabies.

Rabies gemetaran, dia merasakan energi yang meluap dari pedang mitos tersebut. Rabies yakin sekarang, kekuatannya menjadi berkali lipat.

”Rabies! Rabies!” Cyton berteriak beberapa kali, hal itu karena Rabies terdiam lama memegang pedang legendaris itu. Tak bergerak, tak melakukan apa pun dan melayang di udara sambil memegangi pedang itu. Cyton penasaran dengan apa yang terjadi pada Rabies.

Semua orang masih melihat Rabies memegang pedang itu, mereka belum berani bergerak karena Rabies juga tidak bergerak.

Apa yang terjadi?

”Rabies!” teriak Cyton lagi, tak ada sahutan.

Namun, energi dari pedang itu mulai memasuki tangan Rabies, terus masuk dan perlahan Rabies merasakan energi yang meluap-luap dari tubuhnya.

”Aku sekarang jadi monster terkuat! Aku adalah pemimpin yang sebenarnya! Aku adalah Rabies sang pemimpin tujuh beast!” teriak Rabies sambil mempertahankan energi yang terus masuk ke dalam tubuhnya. Dia merasakan energi itu semakin membesar dan terus membesar, kekuatan yan melimpah dan saatnya menjadi yang terkuat.

”Apa yang kamu  katakan, Rabies! Apa kamu sudah gila! Cepat berikan pedang itu padaku!” teriak Cyton.

Ha.. ha.. ha..

Tawa Rabies membuat Cyton mengerutkan keningnya.

”Apa yang kamu tertawakan, Rabies!”

”Aku sudah bosan selalu diperintah. Kamu tidak pantas menjadi ketua tujuh beast, akulah sang pemimpin yang sebenarnya. Dengan pedang ini, aku akan menjadi yang terkuat dan akan selalu berada di dekat raja Horus karena kekuatanku. Ha.. ha.. ha..!”

Cyton dan monster yang lain menjadi heran, jadi Rabies memang benar-benar sudah menjadi gila sekarang!

”Kamu sudah gila, Rabies! Cepat serahkan pedang itu!” teriak Ramau di belakang Cyton.

”Aku tidak mau! Akulah pemimpin beast yang sebenarnya!”

Ha.. ha.. ha..!

Rabies tertawa dan menyerap energi yang terus membesar ke dalam tubuhnya. Energi melimpah dan tiba-tiba saja.

BOOOOOOOOOMMMMM!

Ledakan besar, semua mata menjadi silau.

Saat ledakan besar sudah selesai, pedang legendaris itu masih melayang di udara. Namun, Rabies telah hilang. Hawa keberadaannya bahkan sudah hilang sepenuhnya. Dia mati!

Ha.. ha.. ha..

Kini, tawa pedang legendari, Pedang Halilintar membahana menembus langit.

”Mencoba untuk menjadi tuanku! Tidak mungkin! Siapa yang berani sembarangan memegangku, aku akan menghancurkannya. Kekuatanku bukan kekuatan rendahan yang bisa dipegang sembarangan orang!”

Cyton dan pasukan monster kaget, Cyton pun segera memberi kode kepada pasukan yang tersisa.

”Jika kita tak bisa memegang pedang itu, cukup kurung dengan energi dan bawa kepada Raja Horus. Sebelum terlambat, segera lakukan!”

Semua paham dan segera melesat ke arah pedang legendaris itu.

WHOOOSSSH!

Lagi-lagi, mata mereka menjadi silau karena ada seseorang yang tiba-tiba sudah berada di depan pedang halilintar. Mereka adalah, sembilan orang dan Kenan sudah berada di depan untuk menghadang mereka semua. Para monster sudah kalah cepat.

Kenan tersenyum, ”Mau mengambil pedang legendari itu, Cyton pengecut! Bahkan, beraninya menyandera seorang gadis untuk membuatku harus bersandiwara seolah-olah aku mati. Sungguh, rasa sakitnya benar-benar membuat kepalaku sakit!”

Kenan bersiap dengan energi di tangannya.

”Para monster serang bersama dan dapatkan pedangnya!”

Serangan para monster datang, semua bersiap. Aeera lebih hati-hati dan tidak mau terperangkap lagi. Saat benturan energi mulai terjadi, Pedang Halilintar menerjang dari belakang dan energi pedangnya menghancurkan hampir separuh pasukan monster dengan tebasan pedangnya.

BOOOOOMMM!

Kuat sekali!

BOOOOOOOMM!

Pedang itu berhenti tepat di depan Kenan.

”Ayo satukan kekuatan dan hancurkan semua kekuatan monster dan iblis. Kamu sudah memanggilku, jadi kita tak punya pilihan selain bekerjasama.”

Kenan tersenyum, ”Apa kamu memilihku?”

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!