Aku Datang, Aeera!

Percayalah, Semua Akan Baik-Baik Saja 36

Monster sangat besar muncul ke permukaan, menghancurkan apapun, batu beterbangan. Cyton telah menunjukkan kekuatan terkuatnya. Transformasi pada kemampuan terkuat. Di sisi lainnya, pemimpi beast yang tersisa juga menggunakan kekuatan ultimate mereka. Ramau dan Ruton yang tersisa, sedangkan empat lainnya sudah tewas. Tiga monster raksasa besar itu bagaikan raksasa yang menutupi sebagian langit dengan tubuh besar mereka.

”Para monster siap mempertaruhkan nyawa mereka!” suara Pedang Halilintar yang kini dipegang oleh Kenan.

Kenan sudah turun bersama rekan-rekan setimnya. Mereka melihat, pasukan monster yang tersisa mengikuti pemimpin mereka. Menggunakan ultimate sebagai akhir dari pertarungan, mereka siap bertarung hingga mati.

”Apa kita harus mundur terlebih dahulu?” kata Regas, dia terlihat cukup kelelahan karena cukup banyak menguras energi saat pertarungan sebelumnya.

Hal itu terjadi pada tim Aeera yang lain, mereka sudah bertarung cukup lama menghadapi para Iblis dan kini pasukan monster.

Putri Kalya mendekati Aeera, ”Apa yang harus kita lakukan sekarang, Aeera? Kami akan mengikuti kata-katamu. Kita sudah mendapatkan pedang legendaris itu, mundur terlebih dahulu bukan keputusan yang buruk.”

Aeera melihat rekan-rekannya yang lain, dan terakhir dia melihat bagian belakang Kenan yang berada di depan.

”Tuan Kalandra, apa pendapatmu tentang hal ini? Pertarungan ini tentu akan mengakibatkan kerugian besar bagi kita.”

Kenan melihat ke belakang, melihat rekan-rekan yang lain yang sudah terlihat lelah. Namun, Kenan juga memahami satu hal. Dia tidak tahu, sampai kapan dia bisa bertahan di dunia ini. Misinya tetap sama, melindungi Aeera dan menyelamatkan dunia ini. Jika tetap maju, maka bisa jadi rekan-rekannya yang lain akan menjadi korban.

Satu hal lagi, sebagai seorang makhluk panggilan karena sihir yang digunakan Aeera. Seorang pemanggil yang meminta saran bahkan meminta pendapat makhluk yang dipanggilnya, bukanlah sesuatu yang lazim di dunia ini.

”Apapun keputusan anda, Tuan Kalandra. Aku, Aeera, akan mengikutinya. Semua ini sudah digariskan Tuhan seperti kata anda, jadi andalah yang memutuskannya sekarang!” Aeera mengatakannya dengan tegas. Seorang remaja yang membulatkan tekadnya untuk mengikuti arahan dari Kenan.

Seorang penyihir yang memanggil makhluk panggilannya, mempercayakan keputusan hidup dan mati di tangan makhluk yang dipanggilnya.

Wosh!

Angin aneh tiba-tiba menerpa, Kenan mampu merasakannya. Dan, Kenan seolah berada di tempat aneh yang asing.

”Kenan!”

Suara itu ...

Pedang Halilintar melayang di depan Aeera, itu adalah suara pedang legendaris.

”Kamu ...”

”Benar, aku membuat pembatas yang menghilangkan waktu sejenak. Aku memiliki kemampuan untuk mempertahankan waktu di antara celah waktu. Aku ingin bicara padamu dan tidak ada yang tahu tentang ini.”

”Eh ... apakah ada sesuatu yang penting?” Kenan bingung.

”Kita tak akan bisa menyelamatkan semua rekan-rekanmu jika bertarung melawan para monster dengan kekuatan penuh mereka. Kamu harus bijak memutuskan, jika bertarung artinya kamu mengorbankan mereka. Meskipun, kamu bisa menang.”

”Lalu ... apa yang harus kita lakukan?” tanya Kenan.

”Ada banyak hal yang aku pelajari selama aku dipenjara di dalam inti bumi. Aku tahu semua pergerakan di dunia ini, aku tahu kekuatan besar para monster dan iblis. Bahkan, aku tahu kekuatna raja iblis dan raja monster. Mereka berdua bukanlah musuh yang bisa kamu kalahkan dengan mudah sebagaimana kamu mengalahkan pasukan mereka sebelumnya.”

Kenan terdiam, jadi artinya pedang halilintar itu tahu tentang pertarungan-pertarungan yang sebelumnya Kenan lakukan.

”Katakan semuanya padaku ... apa yang harus aku lakukan.”

Kenan menyadari, kini saatnya dia mendengarkan apa yang ingin dijelaskan Pedang Halilintar. Dan, Kenan mendengarkan dengan seksama. Saat itu, dia benar-benar kaget dengan beberapa hal yang diucapkan Pedang tersebut. Dia tahu banyak hal, tentang sihir pemanggilan, bagaimana memutusnya dan bahkan ada pilihan antara Kenan tinggal di dunia ini atau kembali ke dunia dimana dia berada. Pedang itu tahu banyak hal.

Wosh!

Kenan kembali ke dalam keadaan sebelum dipindahkan ke waktu lainnya oleh Pedang Halilintar.

***

”Apapun keputusan anda, Tuan Kalandra. Aku, Aeera, akan mengikutinya. Semua ini sudah digariskan Tuhan seperti kata anda, jadi andalah yang memutuskannya sekarang!” Aeera mengatakannya dengan tegas. Seorang remaja yang membulatkan tekadnya untuk mengikuti arahan dari Kenan.

Kenan tersadar, seperti kata-kata itu terulang kembali. Aeera mengatakan hal yang sama sebelum Kenan pergi bersama Pedang Halilintar.

Kenan menggerakkan tangannya ke arah Aeera, seperti ingin membelai rambut gadis itu. Aeera kaget, tapi energi halus menyelimuti tubuh Aeera.

”Maafkan aku, Aeera!”

Apa yang terjadi? Aeera tak bisa bergerak.

”Sera, jaga Aeera dan bawa kembali ke kerajaan. Mohon untuk yang lain melindungi Aeera dan pergi dari sini. Laporkan kepada semua raja di Saranjana. Katakan bahwa aku segera kembali dan Pedang Halilintar sudah kita dapatkan!”

”Apa ... apa yang anda katakan?” Aeera tak bisa bersuara lebih banyak, energinya tertutup.

”Aku akan menghadapi semua monster ini bersama Pedang Halilintar. Aku bisa mengatasinya sendiri, tapi kalian semua butuh istirahat. Jadi kembalilah semuanya. Aku mohon.”

Tim yang ada di belakang Aeera paham, mereka hanya akan menjadi pengganggu untuk pertarungan kali ini. Seperti sebelumnya saat Aeera ditahan oleh Cyton. Sera paham dan memegang Aeera dengan energi sihir. Memunculkan makhluk panggilan, di sisi lainnya semuanya paham untuk pergi.

Aeera dibawa pergi, tim menggunakan energi masing-masing menjauhi Kenan. Dari kejauhan, mata Aeera meneteskan airmatanya tapi tak bisa berbuat apapun. Bahkan, dia tak bisa menggunakan sihirnya sama sekali. Dia hanya melihat senyuman Kenan saat dirinya menjauh dibawa oleh Sera.

Kenan tersenyum dan mengarahkan jempol kirinya.

”Semuanya akan baik-baik saja, Aeera!”

Saat Kenan tak lagi melihat Aeera, dia berbalik dan mempersiapkan pedangnya.

”Jadi ... kamu ingin mati tanpa dilihat oleh rekan-rekanmu, manusia? Tenang saja, setelah membunuhmu. Kami akan menyerbu seluruh kerajaan manusia dan membunuh mereka semua! Ha.. ha.. ha...!”

Tawa Cyton diiringi tawa pengikutnya tertawa lepas. Kenan tersenyum.

”Apa kamu siap untuk pertarungan dahsyat ini, Kenan?” suara Pedang Halilintar.

”Tentu saja, kita akan bertarung dengan sangat bersemangat!”

Tap! Tap! Tap!

Kenan berjalan menuju pasukan monster raksasa, tapi seseorang menyusulnya di samping Kenan. Itu adalah Putri Kalya.

”Eh, apa kamu pikir aku tidak bisa mengalahkan mereka semua, Putri? Dan kenapa kamu kembali?” Kenan heran.

”Aku tidak ingin melihat kamu menjadi sok jagoan, kamu pikir bisa bergaya seorang diri bertarung melawan para monster?”

”Ha.. ha.. ha.. pasangan yang serasi!” suara Pedang Halilintar membuat kedua mata Kenan dan Putri Kalya menyipit.

Senjata aneh!

”Jadi ... sisakan satu untukku, kamu bisa mengalahkan sisanya yang lain.”

”Kamu tidak takut mati?” tanya Kenan heran pada putri Kalya.

”Kamu sudah membangungkan ibuku dari tidurnya yang panjang, melihatnya tersenyum sekali saja sudah menjadi kebahagiaan seumur hidupku. Mati pun aku tidak akan menyesal berjuang bersamamu sebagai balas budi.”

”Ibu ...” Kenan teringat ibunya.

”Benar, ibu adalah segalanya. Jika kamu melihat senyumannya, maka kamu melihat dunia sedang baik-baik saja.”

Kenan berhenti, serangan para monster berdatangan. Putri Kalya berjalan mendahului Kenan, Kenan teringat Ibunya. Saat ibu tersenyum, dunia sedang baik-baik saja? Jadi itu makna segalanya tentang hidup. Ibu adalah segalanya.

”Kamu benar, Kalya!”

Kenan melesat melewati putri Kalya, keduanya tersenyum dan menghadang para monster.

”Kenan, saatnya menyatukan kekuatan seperti yang aku katakan. Keuntungan dan resikonya, kamu juga tahu. Namun, misi kita sama, hancurkan semua monster dan iblis!”

”Aku tahu!”

Kenan menghunuskan pedangnya, saat percakapan dengan pedang itu. Kenan tahu, kekuatannya akan melimpah ketika mampu bergabung dengan kekuatan pedang halilintar. Namun, resikonya ada dua; mereka akan berbagi kekuatan mereka, dan juga mereka terhubung secara emosional. Ini adalah kekuatan fusion yang menyatukan semua elemen dan juga menghubungkan jiwa dan raga mereka.

FUSION BREAK!

IRON SWORD MAN, Kenan ingat sebuah film seorang manusia yang menjadi robot dan disebut Ironbot, seorang kaya raya yang hidup sebagai manusia robot.

Hmmm... sepertinya keren! Pikir Kenan.

BOOOOM!

HIIIAAAAA!

BRUSHH!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!