Aku Datang, Aeera!
Serangan! Bertahan! Keputusan! 39
”Berhenti!” teriak Helios, cengkeraman energi yang mengurung tubuh Aeera diperkuat.
Syut!
Kenan berhenti, melayang di udara. Tangannya yang memegang Pedang Halilintar gemetar, dia tak bisa melakukan serangan. Aeera dalam bahaya, jika dia menyerang, bisa jadi Helios akan menghancurkan tubuh Aeera.
”Serang aku, Makhluk Panggilan! Cepat, serang aku! Jika kamu menyerang, tubuh gadis ini akan hancur!”
Kenan tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Aeera, jika dia nekat untuk maju. Kenan tak bisa berbuat apapun sekarang. Tubuh Kenan gemetar menahan amarah, kenapa dia harus memiliki kelemahan? Menjadi manusia atau bahkan menjadi seorang pahlawan, tak ada bedanya. Kelemahannya adalah sesuatu yang membuatnya dipermainkan oleh musuh.
”Kenan!” suara Pedang Halilintar, dan hanya Kenan yang bisa mendengar hal itu.
”Aku tak bisa melakukan fusion dan mengontrol kekuatanku sekarang. Aku butuh waktu untuk memulihkan diri, membalikkan waktu menghabiskan seluruh kekuatanku.”
”Apa yang harus kulakukan, tuan Pedang?”
”Bertahanlah, sampai aku pulih.”
Bertahan, hanya itu?
”Makhluk Panggilan, aku dengar kau sangat kuat. Namun, jika kau berani bergerak, aku akan membunuh penyihir ini.”
Helios tahu kelemahan makhluk panggilan itu.
”Jangan bergerak, dan terima seranganku! Jika kamu bisa bertahan hidup dari tiga seranganku, aku akan melepaskan penyihir ini!”
Kenan memejamkan matanya sejenak, dia membayangkan wajah ibunya. Ibu, jika aku bisa bertemu ibu kembali. Aku akan membuatnya tersenyum, hanya itu harapanku. Namun, jika aku tidak bisa selamat dalam peperangan ini. Maka, aku harap ibu baik-baik saja.
”Lakukanlah, Raja Iblis! Mana serangan pertamamu!” teriak Kenan.
Helios marah, dia mengangkat tangan kanannya ke atas, tangan itu membesar dan menghantam dengan keras ke tubuh kecil Kenan.
”TIDAAAAKK!” teriakan Aeera dan tetesan airmatanya menjadi saksi tubuh Kenan dihantam energi tangan Helios. Tubuh Kenan terpental dengan kuat, bergulingan dan menghantam permukaan tanah. Tubuh itu menghantam dinding kerajaan dan bahkan menghantam beberapa pasukan monster dan iblis.
BRUSH!
Ledakan terjadi saat tubuh Kenan terhenti.
Sakit sekali! Namun, aku harus bertahan. Aeera sedang menunggu.
Tubuh Kenan mulai bergerak, jemarinya bergerak perlahan, mencengkeram tanah dan berusaha bangkit. Beberapa luka terlihat, tapi Kenan bangkit. Dia melihat dari kejauhan kearah raja iblis dan raja monster menahan para pembesar kerajaan. Kenan melayang lagi dengan tubuh kepayahan. Dia terbang kembali mendekati Helios perlahan.
Aeera sudah tak bisa lagi bertahan, airmatanya menetes. Tuan Kalandra telah mengorbankan seluruh hidupnya untuk bertarung bersamanya.
Tidak tuan Kalandra, jangan lakukan pengorbanan lagi.
Kenan menegakkan tubuhnya, semua orang melihat Kenan dan ikut meneteskan airmatanya. Dia yang bukan berasal dari dunia ini dan hanya seorang makhluk panggilan dari kekuatan sihir. Namun, dia tak takut dan mengorbankan dirinya.
”Mana serangan keduamu, Helios!” teriak Kenan.
Helios mendengus, dia mengarahkan tangannya ke depan. Tangan raksasa itu terbuka, energi api hitam mulai terbentuk. Sepertinya, Helios akan mengeluarkan energi kosmik api yang sangat kuat. Energi Helios mengalir dan terpusat pada tangannya, energi lingkaran terus memadat dan membesar. Serangan siap ditembakkan.
”Jangan menghindari serangan ini, Makhluk Panggilan! Aku bertaruh, tubuhmu akan hancur dengan serangan ini!”
”Berisik, dasar makhluk jelek. Lakukan saja dan jangan banyak bicara!”
”Sialan!” Helios marah. Dia melepaskan energi itu dan semburan energi menghantam tubuh Kenan dengan kekuatan ledakan yang mengerikan, menggetarkan bumi dan langit.
SYUUUTTTT!
BOOOOMM! BRUSH!
Semua mata manusia dan elf tak bisa menahan dirinya, mereka tak bisa berbuat apa-apa sekarang. Mereka menyaksikan pengorbanan luar biasa dari seorang makhluk panggilan kepada penyihirnya meskipun harus mengorbankan nyawanya.
Energi terus mendorong, memanjang dan ledakan seperti gunung berapi yang meledak di kejauhan. Membentuk energi jamur raksasa yang mengembang ke atas.
BOOOOOOOMMM!
Tidak! Apakah ini sudah berakhir?
***
Ah! AAAHHHH!
Kenan merasakan seluruh tubuhnya terbakar. Tubuhnya tak lagi kuasa menahan serangan kosmik besar itu. Di antara ledakan yang membara, Kenan menancapkan pedang halilintar yang dipegangnya ke tanah. Dia berusaha bangun dengan bantuan Pedang Halilintar, menopang pedang itu dan berusaha bangkit berdiri.
Srak!
Hampir saja tubuh Kenan jatuh, tapi ada energi dari pedang yang membantunya berdiri.
”Kenapa sampai sejauh ini, Kenan Kalandra!” kata Pedang Halilintar.
Kenan sempat kaget, darimana pedang itu tahu nama lengkapnya. Namun, Kenan kini baru menyadari bahwa saat fusion terjadi, mereka berbagi kenangan masa lalu.
”Aku tidak akan berhenti, tuan Pedang. Aku sudah hidup dengan payah di duniaku, aku tidak ingin di dunia ini dikenang sebagai pengecut. Setidaknya, di dunia aneh ini, aku akan dikenang sebagai seorang pemberani.”
”Meskipun kamu harus mati!” teriak Pedang Halilintar.
Kenan tersenyum, ”Sebelum kepergianku terakhir kali, aku melihat ibuku tersenyum. Dan, hal itu sudah cukup bagiku. Meskipun aku hancur, jika ibuku tersenyum, maka duniaku sedang baik-baik saja.”
”Dasar bocah gila!”
Kenan tak peduli dengan teriakan Pedang Halilintar.
”Bantu aku terbang lagi, tuan Pedang. Aku harus menerima serangan terakhir dari Helios. Aku mohon!”
”Bodoh! Apa kamu pikir raja Iblis itu makhluk yang menepati janjinya? Bukankah kamu tahu bahwa dia sedang berbohong agar kamu menjadi mainannya! Bukankah kamu tahu apa yang dilakukan Cyton untuk menipumu dengan menawan gadis penyihir itu!”
”Aku tahu, tuan Pedang.”
Pedang Halilintar terdiam sejenak, ”Jika kamu tahu, kenapa kamu masih tetap ingin menerima serangannya! Dasar bodoh!”
”Tolong bantu aku mendekat pada Aeera, tuan Pedang.”
”Kenapa kamu melakukan itu?” tanya Pedang Halilintar. Namun, energi tipis menyelubungi tubuh Kenan dan membantunya terbang. Mereka menuju serangan terakhir dari Helios.
”Kamu harus tahu, Pedang Halilintar. Aku melakukan ini untuk memberikan waktu padamu memulihkan diri. Setelah itu, aku punya kesempatan untuk melakukan fusion sekali lagi dan mengakhiri perang ini!”
Pedang Halilintar terdiam. Rencana yang bodoh, dengan mengorbankan nyawanya sendiri. Pemuda ini benar-benar ...
Pedang Halilintar tak habis pikir, selain itu dia punya pilihan untuk mengakhiri hukumannya. Jika dia mau, dia bisa meninggalkan Kenan dan bebas dari hukumannya. Namun, Pedang Halilintar sudah mengalami masa yang sulit selama lebih dari seribu tahun dipenjara dalam bumi. Dia penasaran dan ingin tahu, alasan sebenarnya kenapa dia dihukum, jadi dia pun ingin mencari jawabannya.
SYUUUUNNG!
Semua mata melihat satu energi kecil dari kejauhan, mereka sudah mengira bahwa makhluk panggilan itu musnah. Namun, energi itu semakin mendekat dan makhluk panggilan itu melayang dengan pedangnya. Lukanya cukup parah. Raja Iblis dan Raja Monster kaget, mereka tak menyangka bahwa makhluk itu masih hidup.
”Ingat janjimu, Helios! Lanjutkan serangan ketigamu!” teriak Kenan.
Aeera tak bisa lagi melihat tuan Kalandra menerima serangan terakhir, mungkin dia akan hancur setelah ini. Dia sudah mendengar sesuatu rahasia dari Blacksmith Kai tentang hubungan penyihir dirinya dan makhluk panggilannya itu. Jika tak ada jalan lain, Aeera akan melakukannya.
”Bersiaplah untuk mati, Makhluk rendahan!”
Helios mengeluarkan pedangnya, pedang energi muncul dan bersiap menyerang Kenan yang melayang di udara.
Pedang bersiap diarahkan, energi membara dan pedang itu bersiap menghancurkan tubuh Kenan.
Aeera melihat ke arah Kenan.
”Tuan Kalandra!” Aeera berteriak.
Kenan melihat Aeera di saat pedang Helios bersiap menyerangnya.
”Terima kasih sudah menemaniku, aku tak akan melupakan anda Tuan Kalandra! Tetaplah hidup dan lupakan Aeera!”
Apa maksudnya? Kenan bingung.
Aeera menggerakkan tangannya, meskipun energi masih mengekangnya. Namun, Aeera tak menyerah dan mengambil kalungnya. Mutiara di kalung Aeera adalah berlian sihir di tongkat sihirnya. Aeera sudah menyimpannya. Dia menggenggam manik-manik sihir peninggalkan ibunya itu. Energi terlihat di tangan Aeera, dia memecahkan manik-manik sihir itu dengan kekuatannya.
”Selamat tinggal, tuan Kalandra. Hiduplah dengan baik! Kamu bukan lagi makhluk panggilanku. Kembalilah ke asalmu!”
BRUSH! PRAK!
Kenan kaget, saat pedang raksasa milik Helios mendekatinya. Tubuh Kenan disedot dengan cepat ke langit, dia ditarik dari dunia ini. Jadi, Aeera memutus ikatan makhluk panggilannya! Ini tidak mungkin.
Jangan lakukan itu, AEERAAAAA!
JEGLAARRR!
Cahaya serba putih menghantam tubuh Kenan dengan cepat.
WOOOSHHHH!