Aku Datang, Aeera!
Monster Grotai
Wuusshh!
Kenan mulai merasakan jiwa raganya disedot dari atas. Dan bagaikan percepatan yang luar biasa dan tanpa bisa diukur kecepatannya. Dia seperti kehilangan kesadaran dalam waktu yang sangat cepat. Dan dia sudah berada di suatu tempat dan dia mulai memulihkan kesadarannya. Seolah, serpihan jiwanya masih mulai terbentuk dan terkumpul.
Di mana ini?
”Tuan Kalandra, tuan Kalandra!” sayup-sayup terdengar, namun semua seperti agak samar. Suara wanita, suara yang lembut. Dimana ini? Seolah dirinya sedang berenang di dalam air yang sangat tenang, sangat tenang dan seperti kulitnya bersentuhan dengan air yang menyejukkan.
Air? Kenan menggoncangkan kepalanya, sedikit berat. Ini beneran di air? Kenan mulai sadar. Dia menampar wajahnya sendiri dengan telapak tangan kiri. Matanya membuka, di depannya seorang wanita sedang kesulitan bergerak dengan tangan dan kakinya.
Itu adalah ..., Aeera? Dia sedang berusaha naik dari air ini. Dia tenggelam! Kenan sigap, dia melihat Aeera dan segera menggunakan kedua tangannya untuk berenang ke arah Aeera. Energi yang digunakan oleh tangan Kenan seolah sebuah dayung yang kuat. Dia meluncur bagaikan seekor ikan, meliuk dan bagaikan jet.
Ini hebat!
Kenan mendekati Aeera dan menggapai pinggang Aeera, dia mengulangi gerakan kakinya dengan mendorong. Dia seperti pahlawan super hero dalam film, benar seperti Waterman. Itu adalah pahlawan superhero yang mampu menguasai air, dia mampu terbang di dalam air. Ini luar biasa! Apakah ini bagian mimpi season kedua setelah dia mengalahkan Iblis Roksan tempo hari?
Jadi, dia dipanggil lagi oleh Aeera, jadi Aeera benar-benar nyata dan memanggilnya dari dunia mimpi! Ini benar-benar menyenangkan!
Wuusshh!
Tapi kenapa ini benar-benar nyata, Kenan memegang dan memeluk seorang wanita cantik di dalam air. Sungguh romantis! Wajah Aeera terkena air dan ada gelembung air yang keluar dari hidung dan mulutnya yang lembut. Dia melihat Kenan dan tersenyum. Pertolongan sudah datang.
Kenan mengangkat tangan kirinya ke atas dan mengepal, mirip superhero saat menyelamatkan kekasihnya. Dia terbang ke atas dan menuju permukaan air. Dan ...
Bruusshh!
Kenan dan Aeera keluar dari air dan terbang di udara. Benar-benar terbang dan melayang. Aeera terbatuh-batuk. Wajah cantiknya semakin memukai karena basah dan rambutnya tergerai. Di atas air, dan itu adalah lautan. Ada kapal yang terombang-ambing di permukaan air.
Teriakan demi teriakan terdengar, ada tentakel besar yang bergerak-gerak bagaikan ekor ular yang besar dan seolah memiliki mata-mata yang besar di setiap bagian bawah tentakel raksasa yang besarnya sebesar mobil truk tersebut.
”Tolong, tuan Kalandra. Kamu sedang diserang monster,” kata Aeera yang mulai sadar.
Bagaimana bisa menolong dan juga kondisi di atas udara di permukaan lautan yang luas. Bertarung sambil menggendong manusia tentu sulit. Di tangan kiri Kenan, masih ada sebuah sendok.
Sendok? Kenan kaget dan mulai menyadari bahwa dia dipanggil ketika dirinya masih makan. Saat itu, dia baru saja mengambil makanan yang diberikan Ibunya, Ghina saat malam sudah mulai larut.
Jadi, Kenan baru mulai makan dan dia sudah dipanggil sebagai makhluk panggilan lagi dan Aeera tenggelam di dalam lautan? Tidak ada yang bisa dilakukannya selain memanggil dirinya. Benar! Ini kisahnya. Dan, ini bukan mimpi. Ini adalah kenyataan dan dunia yang berbeda. Kenan meyakinkan dirinya.
Dia datang sebagai Makhluk Panggilan Terkuat yang diundang oleh Aeera. Jadi, bersikaplah sebagaimana layaknya seorang pahlawan!
Kenan menggenggam sendok di tangan kirinya. Dia berusaha berkonsentrasi dan menggunakan energi. Dia merasakan bahwa di dunia ini, dia bisa menggunakan kekuatannya. Benar saja! Ada aliran energi yang menjalar hingga ke sendok yang dipegangnya.
Kekuatan difokuskan, jadilah sebuah kapal dan sendok itu pun membesar dengan kekuatan Kenan. Mata Kenan membesar karena senang, meskipun bukan seperti kapal namun sendoknya menjadi bentuk yang sama tetapi menjadi sangat besar. Dalam cekungan sendok itu, Kenan menurunkan Aeera di sana.
”Bantu teman-temanku, tuan Kalandra. Kalahkan monster Grotai itu!”
”Grotai?” tanya Kenan sedikit aneh mendengar nama Grotai. Jadi, di dunia Kenan itu bernama Gurita dan di dunia asing ini, dia memiliki nama Grotai? Ah! Tak peduli, tugas Kenan adalah mengalahkannya dan menjadi seorang pahlawan.
”Tunggu di sini, jangan pergi kemanapun. Perahu ini akan menjagamu.”
Kenan melihat bahwa sendok yang membesar sebagaimana perahu kecil yang mampu menampung lima orang. Aeera yang berada di atasnya tidak membuat sendok raksasa itu tenggelam. Jadi, Kenan bisa fokus untuk mengalahkan monster Grotai dan menyelamatkan teman-teman Aeera yang masih berteriak di dalam kapal tersebut.
”Baiklah, Tuan Kalandra. Anda memang Roh yang kuat!”
Senyuman Aeera lagi-lagi membuat Kenan terpana untuk sejenak, wajah yang cantik dan masih menyisa basah di wajahnya. Wajah itu sangat imut dan cantik. Kenan pun tersenyum dan dia melayang lagi di atas air. Dia bersiap menuju ke kapal yang cukup besar yang sedang diapit oleh enam tentakel raksasa yang berusaha menenggelamkan kapal tersebut.
”Aku lapar! Ha.. ha.. ha.., aku akan memakan manusia dan seluruh kapalnya. Ini adalah makanan lezat setelah cukup lama aku tidak menemukan manusia!” sebuah suara yang muncul dari dalam air. Ada gelembung yang tercipta, besar dan banyak. Sebuah kepala besar muncul di belakang kapal yang sedang diikatnya dengan tentakel-tentakelnya yang besar.
Kenan melihat raksasa besar itu, kepalanya seperti kepala botak yang sangat besar, dan gigi-giginya baru saja keluar dan bersiap menelan kapal yang sudah didekatkan dengan tentakel-tentakelnya. Kapal itu didekatkan pada mulutnya yang sudah terbuka dan bersiap menelan kapal itu.
Teriakan minta tolong terdengar, ada beberapa suara remaja dan juga ada yang sudah dewasa. Mereka semua berteriak dan berpegangan pada apa saja yang bisa mereka pegang di seluruh besi yang ada di kapal tersebut.
Makhluk yang sungguh besar!
”Hei Grotai!” teriakan Kenan menggelegar seperti halilintar, Grotai kaget dan menghentikan gerakannya. Dia melihat ke arah suara itu dan terlihat manusia yang mengambang di udara.
”Kamu siapa Manusia! Sepertinya, kamu bukan berasal dari dunia ini. Aku merasakan bahwa kamu adalah roh yang berbeda.”
Kenan sendiri kaget mendengar hal itu, Grotai besar dan dia adalah Monster. Dia bisa bicara dan bahkan mengatakan bahwa dirinya adalah roh yang berbeda dengan manusia! Apakah itu hal yang lucu? Tidak lucu sama sekali! Dirinya benar-benar adalah manusia, bahkan dia merasakan semua hal, termasuk rasa tak berdaya ketika mendapatkan perundungan dari teman-teman sekolahnya.
Benar!
Tapi, itu semua harus berakhir! Kenan adalah manusia yang kuat, di dalam dunia mimpi dan aneh ini. Kenan bukanlah seorang yang lemah.
”Lepaskan kapal itu, Grotai! Itu pun, jika kamu masih ingin hidup!”
Teriakan Kenan membahana dan membuat langit seolah bergetar. Suaranya lantang dan dia tak merasa takut sama sekali. Di sisi lain, Aeera yang masih berada di atas sendok raksasa tersenyum dan yakin bahwa Tuan Kalandra akan bisa mengusir Monster Grotai tersebut.
”Tuan Kalandra! Kamu pasti bisa mengalahkannya, kamu adalah Makhluk Panggilan Terkuat dan aku percaya akan hal itu!” teriak Aeera. Kenan dapat mendengarnya dan dia tersenyum.
Namun, tidak bagi Grotai. Dia tersulut amarahnya, dia mengangkat salah satu tentakel besarnya, meliuk ke atas dan ujung tentakelnya yang besar menjulur dan seolah sebuah cambuk yang mengayun ke belakang dan ujung dari tentakelnya melesat sangat cepat, maju dan akan menghantam jatuh sondok raksasa di mana Aeera berada.
Tentakel raksasa dan dikeliling mata yang menyeramkan itu, terangkat sangat kuat dan menghentak jatuh ke arah sendok raksasa. Energi yang mengitarnya bagaikan hempasan angin beliung yang sangat kencang.
Aeera melihat hal itu, tentakel yang sangat besar dan dia pasrah dengan menetupi kepalanya dengan kedua tangannya sebagai bentuk pasrah pada keadaan.
Bang!
Byur!
Tentakel besar itu jatuh ke sisi yang lain, cukup jauh dari Aeera yang masih berada di atas sendok raksasa. Dia hanya merasakan goyangan karena jatuhnya tentakel raksasa itu ke air. Ada sesuatu yang terjadi, pikir Aeera.
Sebelum tentakel itu jatuh, Kenan langsung melesat dan terbang dengan cepat. Dia memukul salah satu tentakel raksasa di dekat kepalanya. Itu adalah tentakel yang sedang mengarahkan serangannya pada Aeera.
Jadi, satu tentakel itu langsung terkulai ke sisi yang lain karena hempasan pukulan kuat dari Kenan. Dia memukul dengan kepalan tangannya karena tidak memiliki senjata. Namun, pukulannya sudah sangat kuat.
Aeera lagi-lagi tersenyum, dia sudah diselamatkan oleh Makhluk Panggilannya.
Monster Grotai marah, salah satu tentakelnya seperti terputus dan dia kesakitan. Saking marahnya, dia melempar kapal besar yang sedang dililitnya dan tidak jadi memakaannya. Dia melempar kapal itu ke atas dan siap untuk jatuh ke lautan.
Teriakan orang minta tolong dari kapal itu terdengar dan mereka ada yang terlihat jatuh dari kapal dan masih ada yang berpegangan pada tiang di kapal.
”Tuan Kalandra, aku mohon tolong mereka semua!” mata Aeera nampak memohon. Tak ada yang bisa meluruhkan hati Kenan, kecuali sorot mata yang meminta bantuan padanya dengan tulus.
Dan, Kenan pun mengangguk. Dia tersenyum dan terbang bagaikan pahlawan super yang bisa terbang, dia melesat bagaikan peluru yang dipenuhi energi besar. Dia menangkap satu persatu orang yang sudah terjatuh dari kapal dan ada tiga orang.
Syung! Wuussh! Klap!
Satu persatu ditangkap dan diturunkan di sendok besar yang menampung Aeera karen mengapung di air. Tersisa kapal dan Kenan melesat dengan kecepatan penuh sebelum sedikit lagi kapal itu akan jatuh ke air.
Masih sempat!
Kenan meraih sisi kiri kapal karena kapal sudah terbalik.
Dapat!
HIIAAAAAA!
Kenan menahan kapal itu dan kakinya membuat tekanan di atas permukaan air sehingga kapal itu dapat ditahan untuk tidak hancur terhempas air. Perlahan semua orang di kapal itu melihat Kenan dan Kenan menurunkannya dengan baik dan akhirnya kapal itu dalam posisi yang benar dan dapat mengapung lagi di atas permukaan air.
”Matilah kalian semua!”
Teriakan dari Grotai dan dia mengangkat tujuh tentakel besarnya yang tercipta. Semua ketakutan karena tentakel raksasa dan besar itu mengarah pada sendok besar dan juga kapal besar. Mereka semua akan dihancurkan.
Para menusia di dalam kapal dan juga di atas sendok, termasuk Aeera sudah ketakutan dan pasrah.
Brusshh!