CEO Muda Yang Tampan

Cemburu Tanda Cinta

"Arabella Salsabila adalah salah satu pelayan di restoran ini, apa nama itu yang dimaksud oleh Tuan muda?" Haris memberikan laporan data yang ada di layar komputernya.

Mendengar namanya disebut Arabella langsung memegang tangan Kevin, "Oke saya bersedia menandatangani kontrak perjanjian itu, jangan keluarkan saya dari sana." Ya Arabella akhirnya luluh tidak ada pilihan lain, dia sudah cinta kepada restoran itu tempatnya bisa mendapatkan uang untuk biaya hidupnya selama di Jakarta.

 

"Okey kamu pastikan bahwa dia mendapatkan gaji tepat waktu selamanya dia bekerja di sana, laporkan kepada saya jika dia bersikap genit kepada para pembeli." Kevin memutuskan sambungannya secara sepihak ya dia hanya bercanda gak mungkin dia tega mengeluarkan pekerja seperti Arabella yang pastinya membawa keuntungan banyak di restorannya.

Kevin tersenyum puas akhirnya dia bisa membuat Arabella masuk ke dalam perangkapnya. 

 

Cowok itu melangkah menuju meja kerjanya dan mengambil surat kontrak untuk Arabella, "Kemarilah, duduk di sini dan tanda tangani surat kontraknya!" 

 

Dengan langkah gontai Arabella berjalan menghampiri meja Kevin dan duduk di depan cowok itu, sebelum menandatangani surat kontraknya Arabella membaca ulang apa saja yang akan dia lakukan. 

Pintu diketuk oleh Sindy, "Maaf Tuan, saya permisi pulang orangtua saya kembali sakit dan tidak sadarkan diri," ujarnya dengan panik.

 

Ya Sindy habis mendapatkan telepon dari tetangganya yang memberitahu keadaan orang tuanya yang batuk-batuk berdarah sehingga jatuh pingsan. 

Mendengar itu Arabella ikut terkejut, Kevin yang melihat kekhawatiran Sindy langsung mengizinkan sekretarisnya itu untuk pulang.

 

"Ya segeralah pulang!" sahut Kevin tidak tega melihat Sindy bukan hanya itu dia juga tidak ingin menjadi bos yang arogan tidak memikirkan karyawannya sendiri dan lagipula kini ada Arabella yang bisa menggantikan Sindy di kantor.

"Aku ikut kak," teriak Arabella sambil berdiri dari duduknya.

 

"Tidak perlu, kamu harus menggantikan Sindy di kantor, biarkan dia yang mengurus Ibunya," sergah Kevin cepat.

"Benar Bella, kamu disini ajh yah gantikan posisi kakak urusan Ibu biar kakak yang merawatnya kamu jangan khawatir, terima kasih Tuan." Sindy keluar dari ruangan Kevin setelah mendapat izin.

 

"Apa maksudnya aku harus menggantikan kerjaannya kak Sindy? Bagaimana dengan pekerjaanku di restoran?" Arabella protes tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh cowok itu.

Kevin tersenyum melihat cewek di depannya ini yang terus mengomel. "Kalau kamu gak bisa diam saya cium nih!" katanya tanpa ragu.

 

Seketika Arabella bungkam dia tidak mau mendapat ciuman dari cowok itu, akhirnya dia kembali duduk di depan Kevin.

"Kamu saya persilahkan menjadi sekretaris di kantor saya lagi pula saya mendengar kamu sedang kuliah dengan mengambil jurusan manajemen bisnis, cowok kamu pasti tahu apa saja yang harus dilakukan seorang sekretaris. Dan ya untuk hari ini kamu berhenti bekerja di restoran saya akan katakan kepada Haris nanti," jelas Kevin sambil tersenyum melihat dirinya berhasil membuat Arabella berada di dekatnya.

 

Seseorang masuk ke dalam ruangan Kevin yang tentu saja atas perintah cowok itu.

"Dan gantilah pakaianmu bersamanya, berikan dia pakaian yang pas okey." Kevin tersenyum kepada Arabella yang kini patuh untuk mengganti pakaiannya itu artinya cewek itu memang mau bekerja di kantor ini meski tanpa paksaan.

 

Arabella menatap pakaian yang diberikan oleh cewek itu, "Apa gak ada pakaian lain yang tidak terlalu terbuka seperti ini?" Dia tidak habis pikir Kevin menyediakan pakaian rok mini yang mana sebelah kirinya terbuka sedikit dengan baju ketat yang mana belahan dadanya pasti akan terlihat apalagi dia memiliki dua gunung yang lumayan besar. 

"Hanya ini yang Tuan sediakan untuk Nona," sahut wanita itu dia mengerti kebingungan Arabella namun dia juga hanya mengikuti perintah bos nya. 

 

Tidak ada penolak lagi Arabella mencoba mengganti pakaiannya dan memantulkan dirinya di depan cermin, ya meski roknya mini setidaknya bajunya tidak terlalu kecil.

"Cantik sekali anda nona, Tuan pasti sangat suka melihatnya," seru wanita itu terpukau melihat penampilan Arabella.

 

Jujur saja Arabella sangat sensitif dengan pakaian yang digunakannya saat ini, "Benarkah aku cantik memakai baju ini? Tapi aku kurang menyukainya," keluh Arabella sambil terus berputar-putar di depan cermin.

"Anda begitu cocok menggunakannya, mari aku harus antar Nona bertemu kembali dengan Tuan." Wanita itu menuntun Arabella untuk kembali ke ruangan Kevin dia tidak mau kena marah bos nya karena lama.

 

"Tuan, tugas saya sudah selesai saya permisi keluar," pamit wanita itu begitu telah menyelesaikan tugasnya.

"Terima kasih," ujar Kevin dia begitu terkejut melihat Arabella yang begitu cantik dari biasanya. 

 

Mata Kevin menyapu bersih tubuh Arabella dari atas hingga bawah, ya pakaian itu begitu pas di tubuh Arabella membuat Kevin bergairah saat mengetahui Arabella mempunyai paha yang putih mulus seperti kain sutra ingin rasanya dia menyentuhnya sesekali, batinnya tertawa mengejek dirinya sendiri yang harus menahan hawa nafsunya.

"Kevin!" teriak Arabella dengan keras saat beberapa kali panggilannya tidak menyadarkan cowok itu.

"Iya," sahut Kevin terbata-bata saat kembali sadar dari lamunannya.

 

"Apa yang harus aku lakukan di kantor ini?" tanya Arabella bingung harus mulai bekerja dari mana.

"Layani aku," batin Kevin menyahut. Ditepisnya pikiran negatif itu jauh-jauh, "Silahkan ikut denganku!" Kevin bangkit dari duduknya menghampiri gagang pintu dan memperkenalkan Arabella kepada para karyawannya serta staff-staff lainnya jika Arabella akan menggantikan posisi Sindy untuk sementara. 

 

"Duduklah di sana dan bekerjalah! Dan yah jangan izinkan siapapun masuk ke ruangan saya tanpa ada keperluan bisnis," jelas Kevin dan kembali ke dalam ruangannya setelah menjelaskan kepada gadis itu.

Di dalam ruangan Kevin menghubungi Haris untuk mengabarkan jika Arabella diambil oleh perusahaan untuk sementara.

 

"Apa Tuan muda yang memintanya?" tanya Haris tidak begitu yakin jika memang ada alasan dibalik maksud cowok itu.

"Sudah kukatakan jika Arabella menggantikan posisi Sindy kakaknya Arabella sendiri yang harus merawat Ibunya, kau ini berpikir negatif terus," pekik Kevin sambil terkekeh mengetahui jika Haris begitu tahu dirinya.

 

"Haha aku hanya ingin tahu alasannya saja, awas dia begitu cantik di sini pun banyak pembeli yang menggodanya, ah apa mungkin Tuan muda juga sudah tergoda kepadanya?" Haris tertawa bagaimana tidak cowok seperti Kevin tidak tergoda dengan wanita cantik.

"Jika iya kenapa? Apa kau mau melaporkannya kepada Tasya? Silahkan aku tidak takut, sudahlah aku harus menyelesaikan pekerjaanku." Kevin memutuskan sambungannya secara sepihak. 

 

Sedangkan hari ini Tasya datang ke kantor Kevin, dia mendengar jika ada karyawan baru yang menjadi sekretaris kekasihnya itu. 

"Siapa namamu?" tanya Tasya sambil memukul meja membuat Arabella terkejut, cewek itu duduk di meja samping komputer.

 

"Maaf siapa anda beraninya anda datang-datang dengan tidak sopan seperti ini," gerutu Arabella dia bangkit dari duduknya menatap wanita yang dianggap nya tidak punya tatakrama.

Tasya menyilangkan kedua tangannya didepan dada, membuang muka mendengar ocehan karyawan baru yang sudah berani melawan dirinya, "Saya peringatkan kepada kamu yah jangan pernah coba-coba untuk mendekati Kevin! Jika hal itu terjadi kamu akan kehilangan pekerjaan kamu, mengerti?" 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!