CEO Muda Yang Tampan
The First Kiss
Tasya pergi setelah memberikan peringatan kepada sekretaris baru di kantornya Kevin, tatapan karyawan lainnya yang sejak tadi memperhatikan perdebatan kedua wanita cantik itu kembali beralih fokus pada layar komputernya masing-masing.
"Siapa sih dia? Berani-beraninya mengancam saya, siapa juga lagian yang mau sama tuh cowok orang sombong kaya gitu." Arabella mencibir tanpa rasa takut namun perkataannya terpotong begitu dia menoleh melihat sebagian karyawan sedang menatap dirinya dengan tajam ada pula yang melongo membuatnya kembali duduk di kursi kerjanya.
Hati Arabella masih menyimpan rasa benci, yang entah buat siapa itu. Dia heran kenapa semua orang mengancam dirinya akan kehilangan pekerjaan jika tidak menuruti perintahnya.
"Arabella, kemarilah ikut denganku!" seru seorang laki-laki yang menurut Arabella dia juga seorang pekerja di kantor ini.
Arabella bangun dari duduknya dan ikut dengan laki-laki itu, "Ada apa? Siapa namamu? Kau mengenalku namun aku tidak."
"Oh baiklah, saya Devano bagian marketing di kantor ini, saya tadi mendengar keributan yang terjadi di antara kamu dan Tasya itu lumayan mengundang perhatian banyak orang makanya saya berniat mengajak kamu ke sini, ini minumlah! Saya akan beritahu siapa Tasya."
Arabella mengambil gelas coffee tersebut lalu duduk disamping Devano, "Oh jadi cewek tadi itu namanya Tasya, siapa dia beraninya dia mengancam saya padahal saya sekretaris di kantor ini, cantik-cantik tapi tidak punya tatakrama datang-datang langsung marah-marah gak jelas," seru Arabella masih menyimpan kekesalannya pada cewek itu.
Mendengar ocehan Arabella membuat Devano tertawa, cewek ini benar-benar berani memaki Tasya meski di belakangnya.
"Kenapa tertawa? Memangnya ada yang lucu." Arabella menatap Devano heran bisa-bisa cowok itu tertawa saat dia sedang kesal.
"Kamu harus tahu kalau Tasya itu adalah tunangannya Kevin," terang Devano dengan sisa tawanya.
Ukhukkk … ukhukk ….
Arabella tersedak dan langsung meletakan gelas coffe yang dipegangnya. "Kamu seriusan Devano?"
"Ya aku serius, makanya dia bersikap seperti itu hampir semua sekretaris di kantor ini mendapat ancaman dari dia karena dia khawatir Kevin akan tertarik dengan sekretarisnya sendiri," jelas Devano memberitahu sikap Tasya yang posesif.
Tunangannya Kevin? Arabella masih tidak percaya entah kenapa tiba-tiba hatinya merasa sakit mengetahui fakta ini, apakah dia cemburu? Jika iya, bukankah cemburu adalah tanda cinta?
"Permisi Tuan," ujar Arabella begitu telah masuk ke dalam ruangannya Kevin.
Cowok itu terlihat fokus dengan layar komputer, dengan kesal Arabella langsung menghampiri cowok itu.
"Ini Tuan, ada laporan yang harus ditanda tangani," seru Arabella, wajahnya masih terlihat kesal.
"Okey letakan saja di sana nanti saya baca-baca dulu laporannya," sahut Kevin tanpa menoleh, ya cowok itu terlihat begitu sibuk. Ada banyak tumpukan kertas di mejanya.
"Baiklah saya permisi keluar." Merasa tugasnya sudah selesai Arabella memilih kembali ke ruangannya kerjanya.
"Tunggu! Kamu lupa untuk menyiapkan saya sarapan?" Kevin menatap Arabella yang berdiri di sana.
"Tuan, bagaimana saya bisa menyiapkan makanan di kantor ini pun tidak ada ruangan untuk memasak dan ya saya sekretaris anda sekarang bukan sebagai pelayan restoran lagi," keluh Arabella bisa-bisa cowok itu memintanya untuk memasak.
Kevin terkekeh melihat ekspresi lucu Arabella, dia bangkit dari duduknya menghampiri cewek itu. "Baiklah saya mengerti posisi kamu sekarang, kalau begitu ikut dengan saya!" Kevin menarik tangan Arabella keluar.
"Hey, pelan-pelan aku tidak bisa berjalan dengan cepat dengan rok dan sepatu tinggi seperti ini," gerutu Arabella merasa kesusahan untuk berjalan cepat.
"Perlu aku gendong?" tanya Kevin begitu sampai di parkiran.
Seketika Arabella melotot wajahnya langsung memerah seperti kepiting rebus.
Tanpa aba-aba Kevin langsung membawa Arabella dalam pelukannya. "Diam jangan teriak nanti semua orang akan melihatnya!"
Okey Arabella memilih diam dan melingkarkan tangannya di leher cowok itu, dia tahu posisi Kevin sebagai seorang bos apalagi cowok ini sudah mempunyai tunangan jika ada orang yang tahu pasti akan kena masalah.
"Cepat masuk!" titah Kevin setelah menurunkan Arabella di depan mobilnya.
Sekali lagi Arabella menurut dan masuk ke dalam mobil Kevin dia duduk di kursi depan.
Mobil pun berjalan meninggalkan gedung yang menjulang tinggi itu, entah mau ke mana Kevin akan membawa Arabella sesekali Kevin melirik Arabella yang membetulkan roknya yang terlihat kecil.
"Kalau gue bawa nih cewek ke cafe pasti banyak yang lirik bahaya, gue ajak ke mall dulu deh." Tentu saja Kevin tidak akan terima jika miliknya menjadi pusat perhatian para buaya di luar sana.
"Tuan, saya kurang nyaman dengan pakaian ini," celetuk Arabella.
"Jangan panggil aku Tuan! Sebut nama saja," pinta Kevin panggilan Tuan yang keluar dari mulut Arabella membuatnya sedikit emosi.
Arabella melirik ke arah Kevin yang tampak serius mengendarai mobil, "Kevin, aku tidak suka dengan pakaian ini apa bisa aku pulang terlebih dahulu lalu mengambil pakaianku di rumah," ujarnya.
"Tidak perlu!" sergah Kevin.
"Aku tidak nyaman memakai pakaian ini, kenapa di kantor kamu hanya menyediakan pakaian seperti ini? Aku pikir kamu bukan CEO mesum yang sering kudengar."
Kevin menoleh, "Memangnya seperti apa CEO yang kamu dengar?"
"Aku mendengar jika seorang CEO hanya mau menerima wanita sexy untuk menjadi sekretarisnya, bukan hanya itu aku juga mendengar kalau CEO itu selalu menjadikan wanita itu mainannya atau tempat mereka istirahat dikala lelah dari pekerjaannya."
Kevin terkekeh, "Lalu bagaimana pandanganmu tentang diriku?"
"Aku tidak tahu karena kamu bersikap dingin meski kadang menakutkan," jujur Arabella dia memang belum mengetahui sifat asli CEO muda ini meski dari raut wajahnya dia sudah bisa nebak kalau banyak wanita yang jatuh hati kepada cowok ini.
"Hahaha kamu lucu sekali Arabella, baiklah mulai saat ini jadilah wanitaku agar kamu tahu seperti apa diriku," ujar Kevin tampak serius dengan perkataannya.
"Kamu kan sudah punya tunangan Kevin, kenapa berkata seperti itu dasar Playboy," teriak Arabella kesal.
"Siapa tunangan saya? Tasya maksud kamu?"
"Ya siapa lagi memangnya, dia yang tadi pagi marah-marah gak jelas pakai ngancam segala." Sekali lagi Arabella keceplosan berkata dengan jujur.
"Tasya tadi pagi ke kantor? Kenapa kamu baru bilang sekarang?" Kevin terkejut mendengarnya, cewek itu datang ke kantornya tanpa memberitahu dirinya.