CEO Muda Yang Tampan
Satu Kamar!?
"Hari ini kita ada pertemuan dengan klien di Singapura dadakan memang jadi saya gak ngabarin kamu dulu tapi saya sudah izin sama Sindy kok mau bawa kamu," jelas Kevin pelan-pelan karena menurutnya Bella perlu tahu hal ini.
"Ya ampun saya kaget dengernya karena kemarin gak ada obrolan mengenai keberangkatan ini, pakaian saya juga belum digosok jadi saya bawa hanya 3 baju saja untuk gantinya, untuk berapa hari Tuan?" tanya Bella memandang Kevin yang wajahnya tampak dekat banget hembusan cowok itu pun terasa di kulitnya membuatnya merinding, aroma maskulin cowok itu membuat Bella pengen sekali selalu berada di dekatnya.
Kevin memang sengaja duduk di kursi belakang biar bisa berada di dekat Bella.
"Kamu gak usah khawatir masalah pakaian!" sahut Kevin datar tanpa ekspresi.
"Menyebalkan sekali mukanya," gumam Bella dalam hati melihat wajah ketus Kevin dengan cepat dia palingkan kembali wajahnya menatap jalanan.
"Saya gak tidur dari semalam, jadi bangunkan saya kalau sudah sampai bandara yah!" pinta Kevin sambil menyandarkan kepalanya di bahu Bella dia mencari posisi nyaman untuk bisa bersandar di bahu cewek itu.
Deg, Bella terkejut melihat kelakuan Kevin yang kini membuat jantungnya berdegup kencang.
"Ya ampun kalau kaya gini Kevin bakal dengar detak jantungku," batin Bella menggerutu, dia pun mencoba membetulkan posisi duduknya.
"Maaf Tuan, sepertinya saya tidak nyaman seperti ini." Bella pun akhirnya berkata jujur dia tahu Kevin tidak akan mendengarkannya terbukti cowok itu malah terus tertidur.
Dalam hati Kevin tersenyum dia tahu jika Bella berbohong, cewek itu takut jika detak jantungnya terdengar olehnya dasar, cewek zaman sekarang munafik banget sih, batin Kevin mengoceh.
"Duh keras kepala banget nih cowok," gumam Bella pelan dia masih memfokuskan pandangannya ke luar memperhatikan jalanan yang dilewatinya.
"Tenang saja, saya gak akan dengar detak jantungmu kok," ujar Kevin pelan sambil menarik tangan Bella untuk digenggamnya.
Rasanya Bella ingin menangis mendapatkan perlakuan seperti itu oleh Kevin, tidak bisa dipungkiri dia juga suka dengan Kevin namun dia tidak bisa berharap lebih dari perasaannya yang ada dia akan kembali terluka.
"Oh my God help me please!" jerit batin Bella memohon.
Bella pun memilih pasrah, dia juga merasa kasihan melihat Kevin yang tampak kelelahan, cowok itu seperti banyak beban di pikirannya yang tidak seorang pun mengetahuinya.
Sepanjang perjalanan Bella ikut memejamkan matanya yang mulai mengantuk, dia juga tidak bisa memaksakan matanya untuk tetap terjaga.
"Pak, tolong bangunkan saya jika sebentar lagi sampai yah!" pinta Bella dia ingin bangun lebih dulu dari pada Kevin.
"Siap Neng," sahut Pak Ujang dengan logat sundanya.
Sedikit macet yang disebabkan oleh lampu merah membuat waktunya terasa lebih lama, Kevin terlihat nyaman sekali bersandar di bahu Bella sambil menggenggam tangan cewek itu.
Begitu juga dengan Bella yang tangan kirinya ikut memegangi tangan Kevin, kepalanya juga disandarkan sehingga saling beradu dengan Kevin.
Mobil Kevin terus berjalan melewati perumahan dan perkampungan sampai tidak terasa mobil pun sudah sampai di Bandara.
"Neng Bella bangun, neng!" panggil Pak Ujang sambil menggoyangkan tubuh Bella.
Sengaja Pak Ujang memberhentikan mobilnya di pinggir jalan sebelum memasuki bandara Soekarno Hatta.
Bella pun akhirnya terbangun, "Sudah sampai Pak?" tanyanya dengan suara yang serak.
"Sebentar lagi sampai, nanti bangunkan Tuan juga ya Neng," kata Pak Ujang sambil kembali menjalankan mobilnya.
Melihat Kevin yang masih tidur membuat Bella kesusahan untuk gerak, kepalanya terasa pusing dan dia juga merasa mual.
"Ya ampun pusing banget ya?" gumam Bella sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Kevin.
Tiba-tiba Kevin terbangun karena ulah Bella, membuat Bella buru-buru mengusap wajahnya dengan tisu karena merasa kusam setelah tidur.
Kevin mengangkat kepalanya, "Makasih ya, saya nyaman banget tidur di samping kamu," katanya sambil tersenyum.
Terlihat wajah Kevin yang matanya menyipit cowok itu masih terlihat tampan bahkan saat bangun tidur, batin Bella kembali memuji.
"Kita sudah sampai Tuan." Pak Ujang pun melaporkan ketika mobil sudah berhenti di bandara.
Kevin dan Bella turun dari mobil, direnggangkan tubuh Bella yang terasa sakit.
"Makasih Pak, kami akan langsung berangkat dan Pak Ujang boleh pulang yah jaga rumah saya baik-baik selama saya pergi," pinta Kevin sembari tersenyum.
"Baik Tuan, hati-hati dijalan semoga kalian selamat sampai tujuan." Pak Ujang memberikan doa untuk bosnya sebelum masuk ke dalam mobil.
"Yuk kita duduk dulu di sana!" ajak Kevin sambil bermain ponsel memberi kabar jika dia sudah berada di Bandara.
Mereka berdua memilih duduk sambil menunggu pengawal Kevin datang menjemputnya. Cowok itu terlihat sibuk bermain ponsel setelah beberapa jam lalu tidak mengaktifkan data dan Bella pastikan banyak orang yang mengirimkan pesan kepada cowok itu.
"Tuan, kepala saya pusing apa disini ada obat atau minyak kayu putih? Saya takut jika isi dalam perutku akan keluar," lirih Bella sudah merasa tidak tahan.
Kevin melotot mendengarnya, "Astaga, kamu mabokan?" tanyanya tidak percaya begitu Bella menganggukan kepalanya. "Sepertinya gue salah menilai orang," gumam Kevin dalam hati.
Akhirnya Kevin mengeluarkan essential oil Rosemary yang ada di dalam sakunya, dia juga memberikan permen tolak angin kepada Bella.
Bella menatapnya lalu mengambil barang tersebut, "Makasih," katanya datar tanpa ekspresi.
Pengawal Kevin pun datang dan memberitahu pesawat yang akan mereka naiki, Kevin dan Bella mengikuti laki-laki berbadan besar dengan pakaian profesinya.
Ternyata Kevin menggunakan helikopter pribadi dalam penerbangannya kali ini. Mengetahui hal tersebut sekali lagi membuat Bella takjub.
"Sekaya apa cowok ini sampai mempunyai helikopter pribadi?" batin Bella berseru takjub.
Ini adalah untuk kedua kalinya Bella menaiki pesawat terbang, meski begitu dia masih merasa takut akan ketinggian terlihat dari raut wajah Bella yang menegang ketika helikopter sudah terbang ke atas.
Kevin menyadari ketakutan yang dirasakan Bella membuatnya tersenyum, sungguh baru pertama kali dia menemukan wanita seperti Bella yang sangat menggemaskan di matanya dengan tingkah lakunya.
"Nih dengerin lagunya," ujar Kevin sembari memasangkan headset ke telinga Bella.
Mendapat sentuhan dari Kevin membuatnya geli, Bella pun mengambil handset dari tangan Kevin lalu memasangkan sendiri.
Untung saja perjalanannya tidak memakan banyak waktu, sejak diberikan handset Bella jadi asik menikmati lagu yang sedang diputar Kevin, sampai tidak terasa helikopter sudah mendarat di Bandara Singapura.
Kevin dan Bella pun turun dari helikopter, semua barang bawaan mereka dibawakan oleh pengawal Kevin yang entah dari mana asalnya yang pasti membuat Bella merasa tidak nyaman.
"Oke terima kasih kamu boleh kembali," kata Kevin mengusir pengawalnya untuk kembali bekerja.
Cowok itu sibuk bermain ponsel sedangkan Bella sendiri dia asik mengambil gambar pemandangan negara Singapura yang baru pertama kalinya dia lihat.
"Wow, saya gak nyangka bisa pergi ke Singapura," ujar Bella pelan wajahnya penuh dengan kebahagiaan.
Kevin ikut tersenyum melihat Bella yang bahagia, entah kenapa dia merasa Bella berbeda dengan cewek-cewek yang dia kenal, terbukti dari Bella yang selalu menolak daripada semua cewek yang dikenalnya pada mengincar harta Kevin.