Cincin Bulan Persahabatan

Hadiah untuk Ibu Tercinta

Hari yang benar-benar secerah matahari, yang tersenyum dengan bara panasnya, menyengat. Sudah beberapa hari ini, Ibunya hanya berdagang di rumah, tidak mengajaknya berdagang keliling karena masih repot mengurusi Yasmin dan Fajar. Ihsan telah meminta izin.

Ihsan baru saja pulang dari pasar bersama Mbak Ningsih karena hafalan surat An-Naas-nya telah lulus, dan hadiah yang dimintanya bukanlah jajanan seperti yang biasa dibelikan mbak ningsih, tapi kali ini dia meminta beberapa hadiah. Dua buah jilbab untuk ibunya, karena Ihsan ingin melihat ibunya cantik seperti Fatimah.

Tidak ada kebahagiaan yang terasai kecuali hari ini, apalagi tadi pagi juga penjelasannya mengenai terjadinya hujan mengagetkan bu Lastri, teman-temannya berterima kasih karena berkat dia, ancaman hukuman untuk mereka terbatalkan. Dan hadiah yang dimintanya adalah sepatu baru, karena sepatunya telah berlubang dan setiap kali berjalan terlihatlah jari-jari kakinya menyembul keluar. Ejekan teman-teman membuatnya memilih sepatu, sebagai hadiah dari bu Lastri.

Mungkin hari ini. Orang terbahagia sedunia yang bisa terlihat dari senyumnya adalah Ihsan. Kakinya berjalan menari seperti mengikuti lagu bahagia hari ini. Langit, bumi, serta semesta Gedung Dalam Baru menganggukkan kepalanya, mesra meyakinkan.

Minggu, Mushola Miftahul Jannah

Mentari beranjak ke peraduan, mendekati garis cakrawala. Warnanya merah kekuning-kuningan, menyala layaknya lampu yang dihidupkan sang Peronda di kala malam gelap gulita. Burung-burung dengan nalurinya, mulai berinisiatif pulang ke sarangnya masing-masing. Ayam dan itik mulai tergopoh-gopoh mencari kandangnya, karena jatah mereka sebentar lagi akan dihidangkan di baskom atau manci yang telah usang, dedak plus merang ditambah sedikit menir, membuat mereka harus segera pulang, jika tidak ingin kehabisan oleh yang lain. Capung sudah tinggal menyisa di angkasa, terapung-apung. Entah berapa lama lagi mereka akan betah.

Kini saatnya giliran binatang-binatang malam, yang telah bersiap-siap untuk terjun mencari santapan kesukaan mereka, mereka masih bersembunyi di sarangnya masing-masing, hingga matahari benar-benar menghilang di kaki langit sebelah barat. Seekor Kampret betina di ketiak pohon kelapa sedang kewalahan menenangkan tiga anaknya, yang sedari tadi berteriak mencericit, membuka mulutnya terus-menerus. Kelaparan, waktunya belum tiba. Kalong, Kelelawar, Codot, dan Burung Hantu sudah terlihat tidak sabar, mereka benar-benar telah mencengkeramkan kakinya kuat-kuat, mirip pelari estafet yang menunggu start, start dari Allah Azza Wa Jalla, ketika menimbun matahari dari pandangan.

Mushola Miftahul Jannah masih terlihat ramai, Fatimah dan Ningsih terlihat ceria menghadapi anak-anak binaan mereka. Mereka tahu, waktu mereka tinggal dua bulan lagi. Mereka pasti akan selalu merindukan anak-anak Gedung Dalam Baru.

Roni masih betah mengganggu Ratna yang sedari tadi sibuk, menyalin huruf-huruf hijaiyah dari papan board hitam, tulisan dengan menggunakan kapur. Roni paling terkenal dengan jahilnya, mengagetkan, melempar dengan lipatan kertas, atau merobek anyaman tikar tempat mereka duduk, untuk mengelitiki hingga membuat tulisan Ratna tercoret dan pasti Roni akan tertawa terkekeh, Ihsan hanya tersenyum sambil geleng-geleng. Dasar gak ada kerjaan.

Fatimah biasanya memberikan hukuman ringan ketika Roni ketahuan, tapi dasar bandel. Besok pasti diulangin lagi jahilnya.

Setelah Muraja’ah satu-persatu membaca, dan waktu menunjukkan 17.30. Saatnya pulang dan berpamitan pada guru-guru ngaji, bersalam-salaman antara laki-laki dan perempuan terpisah. Saatnya anak-anak Gedung Dalam Baru membantu orang tua di rumah. Respon masyarakat besar ketika Fatimah mengusulkan mengajar ngaji, walaupun hanya empat bulan. Sekitar 31 anak mengikutinya setiap sore.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!