Cincin Bulan Persahabatan
Surat dari Adik Tercinta
Aku membuka surat yang masih terlipat di amplop.
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Kak Ihsan yang dicintai Allah
Kami tulis kala langit desa tampak sejuk dan sedikit mendung,
Kala Allah menggerakkan matahari mendekati waktu Maghrib, dia tutupkan siangNya sehingga berganti malam untuk menyeimbangkan kehidupan. Ketika tiada lagi cahaya matahari, bulan purnama menerangi kehidupan kami, kehidupan kedua adik Kakak, Fajar dan Yasmin. Kakak-lah pelita Bulan itu, Kakaklah penerang dalam redupnya gelap yang kami lewati, Kakaklah bulan penerang dalam hati-hati kami, Kakaklah yang menantang badai untuk memberi sinarnya pada kami.
Airmata kami memburai saat tulisan ini tergores pada kertas ini,
Kak Ihsan..., pengorbananmu laksana bendungan yang menahan ombak besar, kau korbankan dirimu untuk kami agar menemukan kedamaian. Malam ini tengah malam, kami bersama mengingatmu. Kakak pasti kini sedang kelelahan, jika kami ada di dekatmu akan kami pijit dan usap semua tanda-tanda keletihan Kakak dengan cinta dan rindu kami.
Kami tersenyum rindu dari desa,
Kakak boleh tersenyum kini. Yasmin telah berusaha sekuat tenaga menekuni dunia Jurnalistik seperti yang kakak pesankan sewaktu berangkat lagi ke Depok. Puji dan syukur hanya milik Allah yang Maha Menentukan, Yasmin berusaha keras walau tak bisa sekeras Kakak disana. Yasmin mendapatkan juara I penulisan artikel di Unila khusus pelajar, lalu karya-karya Yasmin berupa cerpen sering dimuat di Lampung Post, terakhir kali novel Yasmin sebentar lagi launching oleh Penerbit sekaliber Nasional. Kakak tahu cerita novel itu?
Novel yang kutulis itu adalah cerita Kakak yang berjuang keras demi menuntut ilmu dan bekerja keras untuk membantu membiayai keluarganya. Kata mereka novel Yasmin banyak membuat mata menjadi menangis dan tersentuh begitu membacanya. Kak, semuanya adalah petunjuk Kakak, kesuksesan Yasmin adalah kesuksesan Kakak, kesenangan Yasmin adalah kesenangan Kakak, kebahagiaan Kakak adalah kebahagiaan Yasmin. Cepatlah Kakak menikah, Yasmin ingin punya kakak Perempuan nih! Ok? Insyaallah Yasmin kini bisa mengurusi biaya kuliah Yasmin walau tidak sepenuhnya. Tapi kebahagiaan Kakak, adalah yang utama. Menikahlah Kak, kami mendukung dengan sepenuh doa.
Eh..., Kak Fajar juga mau cerita. Sudah dulu dari Yasmin, adik Kak Ihsan yang paling cantik. He..he..he..
Dasar Yasmin! Masih bisa-bisanya bercanda. Aku bangga padanya.
Kak Ihsan di selimut kelelahan
Dari desa, aku menatap punggung Kakak yang terasa lelah. Dari desa kupandang Kakak rasanya semua tulangku ikut remuk. Fajar selalu menyusahkan Kakak, kakak menjadi motivasiku yang selalu hidup dalam hatiku, tidak seperti motivasi dalam buku yang hilang setiap saat dan muncul kembali tapi semangat dari Kakak selalu tumbuh setiap saat di hatiku.
Kakak juga harus bangga pada Fajar. Setelah Fajar, ketika hanya bisa berjalan dengan besi penyangga. Fajar berusaha keras agar tidak lagi mengecewakan Kakak. Fajar berjuang, Fajar tidak akan tidur nyenyak jika tidak bisa membuat Kakak tersenyum. Fajar belajar dengan sungguh-sungguh dan akhirnya hasil semester kemarin Fajar mendapatkan peringkat ke-dua di Fakultas Hukum.
Fajar berjuang lagi, sekarang yang bisa Fajar lakukan adalah menyanyi. Fajar berlatih dan belajar hingga kukurangi waktu tidur Fajar, karena kutahu Kakak juga jarang tidur nyenyak disana. Wajah Kakak selalu hidup di hatiku, itu yang membuat semangatku berkobar. Kau tahu Kak..., walau kakiku masih lumpuh kini Fajar selalu dapat order untuk melantunkan Nasheed di acara walimatul Ursy, atau acara kajian-kajian Islam.
Kata mereka suara Fajar lembut dan meneduhkan hati, dan merasa lebih dekat kepada Sang Pencipta. Fajar hanya mau melantunkan lagu-lagu yang bermuara pada Allah, Fajar tidak akan pernah mau bernyanyi jika muaranya pada syahwat dan dunia. Seorang pemilik studio musik menawari membuat album, dan alhamdulillah berhasil lancar. Nilai penjualannya tinggi untuk kategori pemula Kak. Kau yang membuat kami bangkit Kak, pengorbananmu tidak akan pernah kami sia-siakan.
Bersama ini, Insyaallah menyusul kaset lagu Fajar dan buku yang ditulis Yasmin. Tunggu ya Kak, dan Menikahlah Kak. Kami sangat bahagia jika Kakak menikah. Aku ingin segera punya ponakan yang akan aku ajari menyanyi dan akan kubuat dia menggemparkan musuh-musuh Allah dengan musik pengobar jihadnya.
Eh..., anak Kakak nanti aku ajari dia menulis agar menjadi penulis seperti ibnu Qayyim al Jauziyah. Yasmin.
Ini nomor telepon keluarga, Kakak bisa langsung kasih kabar jika ada apa-apa. Aku membelinya untuk mempermudah berkomunikasi, apalagi kalau nikahnya tiba-tiba. He..he..08xxxxxxxxxx
Salam dari keluargamu di Gedung Dalam Baru
Yang mencintaimu dengan sepenuh hati, di jalan Allah.
Aku sujud syukur, betapa agung Engkau ya Allah. Kau berikan kenikmatan yang luar biasa pada hambaMu yang tidak mampu sempurna mencintaiMu. Kau begitu sayang kepada hambaMu, walau Kau tahu ibadahku kepadaMu tidak akan pernah dapat mengganti satu nikmat biji mata saja. Allah, kenapa manusia sering ingkar? Jangan jadikan hambaMu sedikitpun ingkar, jadikan hati hamba selalu menetapi cintaMu dan bersyukur dengan kesungguhan. Amiin.
Tiada kubahagia sebahagia malam ini. Adik-adikku telah berusaha keras untuk membuktikan kepadaku, mereka tidak mau kalah pada kakaknya. Aku pun akan berusaha keras untuk tidak kalah, aku harus segera menyelesaikan skripsiku, sekarang aku sudah tidak bekerja di ’Zahra Corporation’, mungkin besok aku akan meneliti usaha apa yang mempunyai potensi, lalu untuk menutupi biaya aku masih harus menjadi kuli lagi. Aku juga telah mempelajari banyak hal ketika menjadi kuli, usaha-usaha telah aku teliti, tinggal memilih mana yang cocok untukku.
Satu hal yang paling penting untuk memenuhi kebahagiaan Ibu dan adik-adikku, terutama diriku. Mencari bidadari yang Allah masih menutupkan tabirnya untukku. Akan kujemput segera. Aku tidak akan mencari dengan kriteria yang meninggi, aku hanya mencari yang sholihah dan menerima aku apa adanya. Hatiku berucap doa berulang-ulang. Syahid telah tidur, aku mengambil wudhu, shalat dua rekaat dan tidur dengan senyuman terindah untuk Allah, untuk menjemput sang bidadari.