Cinta Kuli dan Misteri

Misteri Mbah Pati

Shift pagi, Aku sudah tiba di pabrik. Keadaan masih cukup ramai, bincang – bincang disana – sini cuma membicarakan soal perampokan gagal semalam. Kejadian tadi malam cukup menyita perhatian banyak orang.

Namun, pahlawannya adalah Fahri dan Bos Tama. Dan, aku hanya sekedar membantu saja. Tak apalah, pahlawan tak harus kelihatan batang hidungnya kan? Tuh lihat kayak di film – film, ada Spiderman, Batman, Iron Man. Lha, semuanya bahkan pakai topeng.

Jadi, aku seperti pahlawan yang tak dikenal. He.. he.. he..

Aku melangkah masuk, masih ada dua polisi di dalam, mereka melakukan olah TKP dan penyelidikan. Disana, aku melihat Fahri sedang duduk dengan salah satu polisi dan menceritakan kronologi kejadian semalam.

Aku melewati polisi dan Fahri yang cerita berapi – api, dia semangat sekali. Saat melihatku lewat dia mengangguk padaku, dia terlihat agak gelisah dan tak enak atau hilang gaya. Namun aku cepat paham gerak – geriknya. Maka, aku mengangkat tanganku dan jempolku mengarah padanya.

Tak apa – apa, lanjutkan! Itulah pesan rahasia dari kodeku. Namun sebenarnya artinya cukup Ok saja sih. He...

Aku menuju ruangan Bos, seperti biasa semalam sudah dikatakan bahwa datang langsung ambil uang untuk membagikan kepada para pegawai di bawah pengawasan mandor masing – masing.

Aku mengetuk pintu, bos Tama sedang ada tamu sepertinya ada suara di dalam. Saat pintu dibuka, di dalamnya ada Jarwo dan Adam. Mereka sudah bersiap keluar dengan membawa uang yang sudah disetorkan jumlahnya pada bos Tama.

Saya mendekat dan merka berdua, Jarwo dan Adam pamitan keluar lebih dulu.

”Duduk dulu Adnan,” bos Tama berbicara pelan ketika kami tinggal berdua. Tak biasanya bos Tama menyuruh orang lain ataupun mandor untuk duduk. Biasanya berdiri terus sampai selesai urusannya.

Bos Tama tidak jadi pergi karena sedikit trauma kejadian semalam, padahal jadwalnya hari ini dia harus pergi.

”Kamu sudah melakukan hal yang baik Adnan. Aku sangat menghargai perbuatanmu. Kamu lanjutkan tugasmu dan terus lakukan yang terbaik!”

Aku jadi terharu, bos Tama yang biasanya hanya diam dan mengatakan sepatah dua patah yang penting saja. Kini, memberi apresiasi padaku.

”Siap Bos!”

Aku menerima bungkusan berisi uang yang sudah dihitung dengan catatan yang aku berikan semalam. Jumlahnya pas ditambah dengan bonus target lebih yang dipenuhi. Aku pamitan pada bos Tama.

”Oya Adnan,” Bos memanggilku lagi dan aku berbalik, ”Kamu memang hebat tak ingin orang lain memujimu. Baiklah, kalau kamu butuh sesuatu apapun itu jangan lupa untuk bilang padaku aku akan memenuhinya untukmu.”

Aku tersenyum, sebuah penghargaan yang besar dari seorang bos Tama, ”Siap Bos!” aku melakukan hormat seperti hormatnya seseorang pada bendera merah putih. Seperti film Warkop, yang ada judulnya Jangkrik itu.

Aku segera pergi dan menemui para pegawai yang berada di bawah pengawasanku. Sebelum kembali bekerja, aku membagikan uang mereka terlebih dahulu. Mreka sangat berterima kasih kepada Tuhan karena menyelamatkan uang mereka. Bagaimana tidak, semalam perampokan digagalkan dan mereka mendapatkan gaji mereka.

Jono, pak Ranu, Bondan dan yang lainnya merasa bahagia mendapatkan bagian mereka dan bahkan bonusnya lebih besar. Ternyata bos Tama menambah bonus kami dan masing – masing pegawai ditambahi di bawah pengawasanku.

Aku yakin, itu atas dasar rasa terima kasihnya kepadaku. Tetap saja ini adalah sebuah kebaikan dari bos Tama. Sekeras – kerasnya hati seseorang tetaplah bisa tersentuh dengan sesuatu yang membuatnya bisa tersentuh.

Hari ini semua bekerja lebih semangat. Aku juga semangat.

@ @ @

Malam ini sehabis Isya’ aku makan di rumah. Sore sudah ada di rumah. Malam ini tentunya aku bahagia karena bisa sejak awal berada dengan Mamak dan Bapak.

Gimana rasanya gitu ya, bisa berkumpul dengan Bapak dan Mamak itu seperti lebaran rasanya. Mungkin, jika aku sudah menikah dan membina rumah tangga nanti, aku akan merindukan masa – masa ini. Masa dimana bisa bercanda dengan kedua orangtua kita, bersama mereka mungkin akan menjadi keindahan terbesar jika nanti kita menyadari bahwa kita pasti akan berpisan dengan mereka di dunia ini.

”Kenapa kamu sedih Adnan?” suara Mamak mengagetkanku. Mamak memasuk sayur nangka dan lauk ikan emas sambal. Rasanya benar – benar menggoyang lidah. Tapi aku hampir meneteskan airmata karena bahagia dan bersyukur karena aku masih bisa berkumpul dengan orangtuaku.

Aku mengusap airmata yang hampir keluar dari mataku, aku takut ketahuan sehingga segera aku usap.

”Mana mungkin Adnan sedih?” suara Bapak menyela, ”Adnan itu kalau sedih pasti karena sampai sekarang dia belum laku – laku. Awas jadi bujang lapuk nanti, ha.. ha..”

Bapak pun dipukul dengan tangan oleh Mamak, aku tersenyum saja. Bujang lapuk, aku malah ketawa mendengar hal itu, tapi benar juga sih. Tapi, di atas semua itu aku bahagia karena bisa bercanda dengan mereka. Orang – orang yang amat berarti bagiku.

”Oya Mak, Pak,” aku mengalihkan pembicaraan, ”Sebenarnya, desas – desus bahwa ada arwah yang selalu menakuti kampung kita terutama di rumah tua peninggalan dari mbah Pati. Lalu, orang – orang mengaitkan hantu itu dengan arwah mbah Pati. Bukankah Mamak dan Bapak dulu dekat dengan mbah Pati, dan bagaimana orangnya?”

Karena penasaran, aku pun berkata dan bertanya soal mbah Pati semoga hal itu dapat memberikan penjelasan dan membuatku tak penasaran lagi. Karena, mbah Pati aku sempat bertemu dan dia adalah orang yang baik dan bahkan sempat menjadi guru mengaji.

Hufff! Bapak menghembuskan napasnya agak dalam.

”Jangan kau percaya cerita dusta seperti itu Adnan! Mbah Pati semasa hidup adalah orang yang sangat baik. Jika dia meninggal, maka pasti dia akan masuk ke surga karena dia tak pernah berbuat salah pada siapapun dan selalu berbuat baik pada siapapun.”

Bapak menatap langit – langit di atap, seolah memikirkan sesuatu, ”Bahkan, almarhum mbah Pati selalu menolong siapa saja yang membutuhkan tanpa pamrih. Dia juga guru ngaji yang begitu lembut dan bahkan dia sempat mengajari dirimu ngaji.”

Aku menganggukkan kepalaku, benar saja. Jika mbah Pati semasa hidup adalah orang yang baik, maka tidak ada alasan apapun baginya menjadi arwah penasaran. Dan juga, semua manusia yang mati akan berbeda alam dengan kita sehingga dia dijaga oleh malaikat dan berada di alam kubur tanpa bisa keluar seenaknya saja ke dunia manusia yang masih hidup.

Mungkinkah ini konspirasi?

Soal hantu, bahkan saat perampokan di pabrik, orang – orang lebih suka menakuti orang lain dengan menyamar sebagai hantu. Itu semua ide yang muncul karena banyak orang yang takut dengan adanya hantu sehingga menyamar menjadi hantu adalah cara terbaik untuk mengambil harta orang lain.

”Apakah kamu tahu Adnan?” Mamak berkata dan bertanya menatapku.

”Apa itu Mak?” aku masih bingung.

”Ini masih soal almarhum mbah Pati. Dia adalah orang yang menolong keluarga kita dan juga menolongmu Nak.”

”Menolongku?” aku bertanya penasaran, adakah sesuatu yang belum aku ketahui soal almarhum mbah Pati dimana dia adalah orang yang pernah menolongku. Demikianlah penjelasan dari Mamakku.

Mamak sekarang mendesah napas agak dalam, ”Mbah Pati semasa hidup pernah membantu Bapakmu untuk melunasi hutang – hutang bapakmu karena dulu sempat tertipu dengan pinjaman berbunga atau rentenir. Saat itu, Bapak berhutang karena saking butuhnya.”

Aku mendengar cerita dari Mamak dengan seksama. Bahkan, cerita lagi dari Mamak cukup membuatku terkejut.

”Kamu bisa menjadi sarjana adalah karena biaya dari almarhum mbah Pati, Adnan.”

Aku benar – benar kaget, dan kenapa bisa begitu? Mamak menceritakan malam itu bahwa selama dulu waktu SMA. Bapakku terhimpit urusan hutang piutang karena tertipu dengan rentenir.

Saat itu, mbah Pati membantu Bapak menyelesaikan hutang – hutangnya. Selain itu, biaya sekolahku tak bisa terbayar dan mbah Pati menyekolahkanku dengan membiayai sekolahku dan memberikan uang kepada Mamakku untuk diberikan kepada biaya sekolahku hingga lulus kuliah.

Artinya, orang sebaik mbah Pati yang selalu berkorban untuk orang lain difitnah dengan menjadi arwah gentayangan dan menakuti orang – orang.

Ini tak bisa dibiarkan. Rahasia soal hantu dan setan ini harus bisa diselesaikan agar semuanya jelas. Apalagi soal nama baik almarhum mbah Pati yang tak memiliki keluarga, tak memiliki anak maupun cucu.

Dia mau membiayai sekolahku dan baru kali ini aku mengetahuinya. Kali ini aku bertekad untuk mencari tahu misteri apa yang terkandung dalam rumah tau itu dan juga kenapa orang – orang memfitnah buruk pada almarhum mbah Pati.

Aku harus bisa mengetahui dan membongkarnya. Aku semangat, tak takut pada hantu dan setan. Aku hanya ingin membersihkan nama baik mbah Pati dan juga rumah yang ditinggalkannya tersebut agar tak dijadikan klenik atau tempat angker.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!