Cinta Menyatukan Iman

Wellcome to Jakarta

Sudah lama rasanya David berpisah dengan ke dua temannya ini kini akhirnya dia bisa bertemu kembali.

 

"Apa kabar bro!" sapa Alex sambil melakukan tos high five dengan David.

 

"Alhamdulillah gue baik, lo sendiri bagaimana kabarnya?" tanya David kembali.

 

Dari penampilan Alex David melihat ada perubahan di sana teman satunya ini tetlihat nambah keren dengan potongan dan gaya rambutya yang baru.

 

"Gila lo nambah ganteng aja ya Dav," seru Hamdan dengan tertawa kecil, dia tidak percaya melihat David yang ganteng wajahnya yang putih bersih menambah aura itu terlihat.

 

David memukul bahu Hamdan, "Ah lo bisa aja Dan, kalian berdua juga nambah keren aja deh seriusan," balasnya.

 

"Alhamdulillah Dav gue sehat wal afiyah, sumpah gue kangen banget sama lo Dav gak ada yang bisa gue usilin kalau gak ada lo," kata Alex sambil terkekeh.

 

Yang benar saja Alex merindukan David hanya karena tidak ada yang bisa dia jahili dan kini David telah kembali membuatnya senang dan bisa kembali berbuat usil lagi dengan teman satunya ini.

 

"Sue banget lo," ancam David dia melemparkan tatapan tajam ke arah Alex. "Nih gue bawa oleh-oleh buat kalian berdua," ujar David seraya memberikan plastik hitam kepada ke dua temannya agar mereka sendiri yang membukanya.

 

Hamdan dan Alex langsung mendekat dan membuka plastik tersebut masing-masing. ada rasa senang yang tergambar pada wajahnya mereka membuat David ikut senang.

 

"Bagaimana kalian suka enggak?" tanya David dengan sebelah alis yang terangkat.

 

Sibuk dengan hadiah masing-masing sehingga pembicaraan David diabaikan.

 

"Wih lo bagus tuh!" seru Hamdan sambil menunjukan baju yang Alex pegang. "Kalau gue cocok gak?" tanyanya minta pendapat.

 

"Bagus kok cocok badan lo kan sedikit gemuk jadi pas gitu," ujar Hamdan dia memincingkan matanya untuk bisa melihat dengan jelas.

 

David hanya mengembuskan napasnya saat ucapannya diabaikan begitu saja.

 

"Eh sorry bro lo tadi ngomong apa?" kata Alex akhirnya dia melepaskan kembali pakaiannya lalu duduk lagi di tempat yang sama.

 

Baru saja David ingin mengambek jika mereka sampe tidak mendengarnya sama sekali, "Tadi gue nanya kalian suka enggak dengan hadiahnya?" katanya dengan nada yang sedikit ditinggikan.

 

"Suka banget Dav thanks sumpah ini tuh bakal jadi baju berharga yang gue punya soalnya beli langsung dari Eropa," sahut Hamdan sembari melipat bajunya.

 

"Iya thanks ya bro!" Alex sangat berterima kasih kepada David karena telah mengingatnya sehingga membelikannya oleh-oleh.

 

"Syukur deh kalau kalian suka dan senang ini baju sebenarnya gue beli samaan bertiga buat nanti jalan-jalan tapi sengaja gue belinya dengan motif yang berbeda agar lebih menarik saja saat disatukan nanti apalagi nanti kita jalan bertiga pasti keren deh percaya sama gue," ungkap David dia tersenyum manis kepada ke dua temannya.

 

"Iya pas banget kalau buat jalan-jalan nanti kita percaya lo mahir dalam memilih baju stayle lo saja gak pernah mengecewakan," kata Hamdan dengan tersenyum bangga dan dia memang senang.

 

"Iya kan model masa gak bisaa sih milih baju ya pasti bisalah ya kan?" tukas Alex dengan mengerlingkan sebelah matanya.

 

Bi Yuli datang membawa es teh manis untuk mereka semua dia juga membawa cemilan.

 

"Nih silahkan dicicipi dihabiskan juga boleh," katanya setengah bercanda.

 

Hamdan yang langsung membantu Bi Yuli meletakan minumannya, "Makasih banyak Bi."

 

"Sama-sama Den," balas Bi Yuli sambil menundukan tubuhnya.

 

Kini Hamdan dan Alex berada di rumah David cowok itu sengaja mengajak ke dua temannya untuk datang di rumahnya sebab malam ini dia tidak ingin pergi ke mana-mana terlebih dahulu.

 

Mereka asik mengobrol mengenai pekerjaan Alex yang kini sudah berhenti cowok itu ingin beristihat terlebih dahulu lagi pula gajinya masih bemum habis saat ini sehingga dia memilih untuk berhenti bekerja sampai mereka membahas tentang Ratih dan Asep teman kampusnya yang sering digopiskan menjalin hubungan namun sering bertengkar ke dua orang itu adalah teman satu kelas dengan Dinda.

 

"Lo mana ceweknya Lex diumpetin mulu nih orang ya!" celetuk Hamdan dia sering sekali menaruh curiga dengan Alex yang sering bilang habis nganterin orang yang entah siapa itu.

 

Pandangan David pun seketika mengarah kepada Alex yang menjadi topik pembicaraan kali ini.

 

"Wih seriusan lo sudah punya cewek berarti tinggal berdua doang dong yang jomblo," kata David dengan memasang wajah nelangsa.

 

"Lo gak usah ngaku-ngaku jomblo segitu ada Dindanya juga," sahut Hamdan emosi dia tidak terima mendengar ucapan David barusan.

 

"Wkwkwkwk kan gak ada hubungan apa-apa gue sama dia jelas dong namanya masih jomblo," ujar David lagi. "Siapa Lex cewek lo kasih tahu ke kita dong kenalin masa sama teman sendiri main rahasia-rahasiaan."

 

"Gue takut diambil sama lo pada udah sabar saja akan ada waktunya kalian juga tahu," sahut Alex dia memang tidak berniat untuk memberitahunya kepada siapapun untuk saat ini.

 

Jika dilihat-lihat di antara ke tiganya memang cuma Hamdan yang anti dengan cewek dia selalu taat pada ajaran agama yang melarang untuk mendekati zina dan berbuat maksiat.

 

"Ya elah Lex gaya lo biarin nanti gue tikung di sepertiga malam doa gue," cibir David.

 

"Doa gue lebih kuat dari pada lo lagi pula gue yakin jodoh gak bakal tertukar Dav jadi silahkan saja kalau mau nikung," balas Alex tidak mau kalah.

 

David terkekeh sendiri dia akui kini dia kalah dalam berdebat dengan Alex yang pintar dalam berbicara dan agama.

 

"Tuh kan Dav jodoh gak akan tertukar udah gak usah main tikung menikung lagian lo sih sudah ada Dinda juga masih mau nikung jodoh orang," timpal Hamdan sambil menepuk lengan David.

 

"Ini ini yang buat gue ragu sebenarnya bagaimana kalau Dinda bukan jodoh gue?" kata David hal ini memang sering menghantui pikirannya.

 

Bagaimana jika Dinda bukan jodohnya? Apa yang harus dia lakukan kalau Dinda tidak ditakdikan untuknya? Pertanyaan itu kerap kali hadir dalam pikirannya.

 

"Iya benar juga sih jodoh kan tidak ada yang tahu semuanya sudah di atur sama yang maha kuasa," sahut Alex akhirnya dia juga berpikir sama dengan David.

 

"Dari pada mikirin jodoh yang gak pasti mending kita karokean yuk sudah lama kita gak sholawatan bareng!" ajak Hamdan mengalihkan topik pembicaraan dari mengenai jodoh dan cewek.

 

Tangan David pun dipetikan menimbulkan bunyi suara dari tangannya itu, "Nah ide bagus tuh di Eropa juga gue gak pernah nyayi lagi tuh yuk ke ruang latihan."

 

David bangkit dari duduknya mengajak ke dua temannya untuk ikut bersamanya ke ruang latihan dirinya di mana ada alat musik di sana yang biasa dia gunakan untuk latihan bernyayi.

 

Papah dan Mamah David juga kadang suka bermain piano atau gitar di ruangan latihan ini untuk menghibur diri makanya ruangan ini ada yang tetap terjaga.

 

****

 

"Huwaaaa!!!" David menguap begitu lebar sambil merentangkan ke dua tangannya.

 

Bunyi alarm telah membuatnya terbangun begitu cepat ditambah lagi hordeng jendela telah disibak oleh seseorang yang pasti itu perbuatan pembantunya sendiri.

 

Jam sudah menunjukan pukul 07:25 WIB seketika David kelabakan rasanya dia baru banget tertidur setelah menunaikan ibadah salat subuh tapi mengapa jam bergerak dengan begitu cepatnya?

 

"Huhf bisa-bisa gue telat nih masuk kampus," gerutu David sambil berjalan ke kamar mandinya.

 

Dengan asal David melemparkan selimutnya untuk bergegas mandi.

 

"Gila ini air kenapa jadi dingin banget sih!!" gerutu David ketika tubuhnya telah tersentuh oleh air shower.

 

Sejak kepulangannya dari Eropa dia jarang mandi dengan air yang dingin biasanya Oppah dan Ommahnya sudah menyediakan air hangat untuk mandi.

 

Bi Yuli yang hendak masuk ke kamar David tidak sengaja mendengar teriakan David dari dalam kamar mandi.

 

"Den David ada apa? apa terjadi sesuatu?" tanya Bi Yuli sembari meletakan pakaian David di atas kasur.

 

"Bi tolong nyalakan air hangat!" pinta David pelan.

 

Akhirnya Bi Yuli langsung menekan tombol untuk air hangat dinyalakan dia sendiri pun lupa tidak menyediakan air hangat untuk David setelah selesai dia pun keluar dari kamar David.

 

Sedangkan Bi Minah masih sibuk di dapur, menyiapkan nasi goreng kesukaan bos mudanya ini.

 

"Nih Den nasinya sudah siap," ujar Bi Yuli saat melihat David sudah berpakaian rapi.

 

David pun duduk di meja makan dia akan akan jika pembantunya ini sudah memasaknya untuknya jika tidak dia tidak akan makan takut merepotkan.

 

Baik sekali David sebagai seorang bos muda, dengan lahap David menghabiskan nasinya.

 

"Maaf Den minggu ini belum bayar air nanti jika belum dibayar sampai besok air di rumah ini tidak akan menyala kan biasanya saya selalu minta ke Ibu tapi kini mereka sedang tidak ada," ungkap Bi Yuli dengan lirih dia bingung harus minta uang ke siapa selain David sebagai anak majikannya kini.

 

Mendengar laporan yang diberikan Bi Yuli membuat David menepuk jidatnya dia baru sadar bahwa di rumah ini tersisa hanya dirinya seorang.

 

"Sudah sejak dari kepergian Tuan sana Ibu belum bayar air takutnya jika besok belum dibayar juga akan dimatikan airnya," ujar Bi Yuli saat David belum memberikan jawaban.

 

"Baiklah sebentar," sahut David sambil merogo kantong celananya dan membuka dompet miliknya, "Butuh berapa emangnya Bi?" tanya David kemudian.

 

"Satu juta Den," sahut Bi Yuli sambil kagum melihat David.

 

"Nih Bi ambil sisanya untuk belanja dapur atau ada keperluan lain lagi katakan saja kalau begitu agar kita tidak telat membayar lagi," kata David lugas dia tidak ingin terjadi kesalahan lagi sebab telat membayar apalagi air itu kan sangat penting.

 

"Sudah Den minggu depan baru bayar listrik, terima kasih Den." Bi Yuli tersenyum hangat kepada David.

 

David menganggukan kepalanya ketika mendengar ucapan Bi Yuli setelah selesai semuanya dia akhirnya bisa pergi kuliah.

 

Sambil berjalan David menggunakan almamaternya terlihat aura keren yang terpancar di sana, tidak lupa dia juga membawa kaca mata kesayangannya itu.

 

"Den David tadi dapat laporan kalau setelah kuliah Den David harus langsung ke kantor jadi saya membawa jas setelan ini untuk ganti jika ada keperluan lainnya akan saya ambilkan," ujar Pak Bayu dengan tersenyum.

 

"Ya sudah urus saja Pak hari ini saya ada prestasi di kampus jadi harus segera berangkat pagi," seru David sembari menyelonong masuk ke dalam mobilnya.

 

"Oh baiklah Den kalau memang begitu." Pak Bayu pun langsung ikut masuk ke dalam mobilnya dan mulai menyalakan mesin mobil.

 

Mobil sport yang dinaiki David sudah meninggalkan kediaman rumahnya membelah kota Jakarta yang tiap harinya tidak lepas dari kemacetan dan polusi udara hawa tak sedang tiba-tiba masuk ke dalam mobil David lewat kaca mobil yang tidak ditutup.

 

"Pak kacanya tutup saja!" kata David sambil memegangi hidungnya dia mencium bau amat menganggu indra penciumannya serta konsenstrasi dalam membaca makalahnya.

 

"Baik Den," sahut Pak Bayu yang langsung menekan tombolnya. "Sudah biasa kalau sudah masuk kawasan pasar pasti bau jadi sabar aja Den."

 

"Iya Pak saya tahu kok dan memakluminya tapi menurut saya setidaknya sampah-sampah langsung dibuang tidak dibiarkan begitu saja seperti ini." David memberikan argumennya rasa peduli akan lingkungan sekitarnya masih melekat dalam dirinya.

 

Pak Bayu tersenyum, "Den David tahukah jika pasar itu adalah milik Tuan Nathan, Papah Den David membeli sebagian ruko yang ada di sini."

 

Mendengar itu David kembali teringat akan perkataan Tante Dahlia Mamahnya Hamdan saat dulu pernah bilang jika orangtuanya adalah pemilik pasar ternyata itu benar.

 

"Pak Bayu tahu kenapa Papah beli ruko di pasar ini?" tanya David penasaran.

 

"Tidak tahu pasti Den tapi ini tuh pasar baru Tuan Nathan menyumbangkan sebagian hartanya untuk pembangunan pasar ini, dan sebagian ruko yang ada di sini konon katanya milik Tuan Den," jelas Pak Bayu sesuai dengan informasi yang dia dapatkan mengenai semuanya.

 

David diam dia yang sedang membaca makalah telah tertarik dengan bisnis sang Papahnya yang diam-diam sehingga dia tidak tahu apa-apa namun setelah dia terjun dia harus tahu dan akan mencaritahunya.

 

Mobil pun sudah sampai di Universitas Indonesia Jakarta David dengan segera langsung turun dari mobilnya dia kenakan kaca mata hitamnya sembari membetulkan almamater yang dia kenakan.

 

Tanpa David sadari tingkah lakunya itu telah mengundang perhatian dari sebagian mahasiswi yang lewat di sekitarnya dan yang baru datang ke kampus langsung diberikan pemandangan yang menyegarkan matanya.

 

"Den David kalau sudah selesai tolong kabarkan ya!" pinta Pak Bayu sebelum kembali menjalankan mobilnya dia takut akan terlambat menjemput David.

 

"Baik Pak nanti akan saya beritahu jika sudah pulang nanti hati-hati di jalan Pak."

 

Setelah mobilnya sudah berjalan David pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam gerbang kampusnya untuk menemui teman sekelompoknya.

 

Ketika berjalan menuju kelasnya David langsung dipanggil oleh Indra dan Siska mereka berdua adalah teman sekelompoknya.

 

"David!!" panggil Siska seraya melambaikan tangannya kepada David yang sudah menoleh.

 

David pun melangkah mendekat ke arah dua orang teman sekelompoknya itu yang sedang duduk di bangku panjang.

 

"Ke marilah Dav, kita sudah menunggumu sejak tadi." Indra berseru ketika David sudah berada di depannya. "Bagaimana kabarnya bro?"

 

"Alhamdulillah gue baik Dra oh ya kelas dimulainya jam berapa?" kata David sambil melihat jam tangannya.

 

"Sebentar lagi Dav bagaimana lo sudah siapkan apa yang semalam gue katakan," ujar Siska dia semalam telah memberi kabar kepada David bahwasanya David yang akan menjelaskan beserta dirinya.

 

"Iya tenang aja gue sudah siap kok ya sudah yuk masuk tunggu apa lagi," ajak David dia ingin menunggu bel masuk di kelasnya saja.

 

"Baiklah ya sudah yuk masuk!" Akhirnya mereka berjalan menuju kelasnya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!