Cinta Menyatukan Iman

Bersilaturahmi Dengan Ustad Syakir

"Nih es teh manisnya!" seru si Abang pecel lele dengan membawakan segelas es teh manis pesanan David.

 

David menoleh dan langsung meraih gelas tersebut dari tangan si Abang, "Makasih Bang," katanya.

 

Si Abang hanya tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan David dan teman-temannya.

 

"Alhamdulillahil ladzi ath-amanaa wa saqaana waja'alanaa minal muslimiin," ujar Hamdan setelah menghabiskan makanannya, di piringnya hanya tersisa tulang-tulang dari ikan lele saja.

 

Mata Alex melirik piring Hamdan yang sudah habis tak tersisa, "Mantap banget ya emang makan pecel lele itu," serunya masih menggigit kepala lelenya.

 

"Dav, sekali-kali lo ajak Dinda makan di sini dia kan suka pecel lele juga loh," terang Hamdan dia pernah makan bersama dengan teman-teman rohis dan di situ ada Dinda juga tidak sengaja telinganya merekam apa yang dikatakan oleh Dinda waktu itu.

 

"Uhff." Alex menahan tawanya mendengar ucapan Hamdan lalu matanya melirik ke arah David.

 

"Sue banget lo Dan bikin gue pengen aja deh," kesal David selama ini dia sudah menahan diri untuk tidak mengajak Dinda jalan padahal hatinya sangat menginginkannya.

 

"Hahaha tahan Dav tahan!" sahut Alex dengan terkekeh.

 

Hamdan hanya tersenyum ucapannya berhasil memancing David namun dari sana juga dia bisa melihat ketaatan David.

 

"Ya apa salahnya kan ngajak makan doang," celetuk Hamdan lagi.

 

Seketika itu juga David melemparkan tatapan tajam ke arah Hamdan teman satunya ini selalu saja menggoda dirinya, "Lo tahu sendiri kan apa hukumnya berdua-duan? Lo tahu kan gimana gue dulu kalau pacaran? Gak bisa gue kalau gak jalan sama cewek dan sekarang gue harus patuh dengan ajaran agama gue."

 

Dalam kehidupan bermasyarakat, interaksi antara laki-laki dan perempuan tidak akan terhindarkan. Syariat tidak melarang interaksi antara laki-laki dan perempuan, seperti saling mengucap salam serta berbincang untuk keperluan tertentu selama aman dari fitnah.

 

"Haram, sebagaimana dalam hadits rasul saw orang yang berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahram ketiganya adalah setan," jawab Hamdan santai tanpa rasa bersalah sama sekali telah memancing hawa nafsu David.

 

"Wkwkwkwk mantan playboy sih ya," celetuk Alex sembari menutup mulutnya, "Up sorry canda playboy," katanya dengan tersenyum jahil.

 

"Gue jadi ingat perkataan Imam Al-Ghazali saat bertanya kepada murid-muridnya, "Apa yang paling besar di dunia ini?” Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar,” kata Imam Al Ghazali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah nafsu. (Al-A’raf :179). Maka kita harus menjaga hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka." Hamdan pun mulai berbagi ilmu pengetahuannya kepada kedua temannya tentang menahan hawa nafsu.

 

"Subhanallah gue dapat pengetahuan baru lagi," pekik David seraya menepuk bahu Hamdan pelan yang benar saja teman satunya ini selalu saja menggodanya yang akhirnya dia berbagi ilmunya.

 

Hamdan tersenyum. "Biar berkah ilmunya dibagi-bagi siapa tahu bermanfaatkan."

 

"Iya bermanfaat banget Dan, kalau udah cerita kaya gini nih yang gue suka deket sama orang pinter," tukas Alex merasa bangga mempunyai teman yang memiliki pengetahuan luas.

 

"Ya sudah buruan habiskan nanti kita silaturahmi ke rumahnya ustad Syakir sekalian ngobrol di sana pasti beliau juga bakal berbagi ilmunya," ujar David dia sudah menghabiskan nasinya serta minumannya dan siap untuk bertemu dengan Gurunya.

 

Hamdan dan Alex pun bangkit dari duduknya untuk mencuci tangannya ketika Hamdan kembali dia pun menghabiskan minumannya yang tersisa setengah.

 

Sedangkan David bangun dari duduknya dan menghampiri si Abang tukang pecel lele untuk membayar makanannya.

 

"Berapa jadinya Bang?" tanya David kepada si Abang pecel lele.

 

"55 total semuanya Dek," sahut si Abang pecel lele setelah melakukan penjumlahan.

 

David pun membuka dompetnya lalu membayarnya dengan uang Rp. 100.000 ribu rupiah.

 

"Ini Dek kembalinya!" ujar si Abang pecel lele seraya mengulurkan kembalian kepada David.

 

Tangan David menahannya, "Tidak usah dikembalikan ambil saja semuanya buat Abang," katanya.

 

"Alhamdulillah terima kasih banyak Dek kalau begitu, tapi beneran ini Dek untuk saya?" Si Abang pun ragu dengan kebaikan David.

 

"Iya Bang seriusan anggap saja ini rezeki Abang dari Allah yang diperantarakan melalui saya," terang David dengan tersenyum hangat.

 

"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih banyak semoga Allah membalas kebaikan kamu Dek." Si Abang pun tidak berhenti untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh sang kuasa kepadanya.

 

"Dan, Lex sudah selesaikan yuk langsung pulang!" ujar David mengalihkan pembicaraan saat melihat kedua temannya yang sudah berada di sampingnya.

 

"Kami pamit pulang dulu Bang kapan-kapan nanti mampir lagi ke sini," ujar David sebelum berlalu pergi.

 

"Terima kasih Bang pecel lelenya enak banget," timpal Alex dengan menjulurkan lidahnya ke luar serta menunjukan ibu jarinya kepada si Abang penjual pecel lele.

 

Mendengar ucapan itu si Abang berseru, "Alhamdulillah semoga bisa ke sini lagi Dek," katanya seraya berteriak karena ke tiga anak muda itu sudah berjalan menjauh.

 

Tidak sengaja Hamdan dan Alex menyaksikan kebaikan David kepada si tukang pecel lele tersebut membuat mereka kagum dan bangga mempunyai teman sebaik dan seroyal David.

 

"Allah telah menunjukan David ke jalan yang benar membuat dia menjadi sosok sempurna dengan kekayaan yang dia miliki serta hati yang tulus," gumam Hamdan dalam hatinya.

 

Tiba-tiba Alex merangkul bahu David, "Dav gimana hubungan lo sama Dinda?" tanyanya.

 

David menoleh mendengar pertanyaan Alex, "Alhamdulillah baik selama ini doain ya bro biar gue bisa terus sama dia," ujar David dengan penuh harap.

 

"Dav, kalian berdua kan gak mau pacaran lantas kenapa lo gak nikahin Dinda saja," celetuk Hamdan sambil menatap David dalam.

 

Lagi-lagi David terkejut mendengar ucapan kedua temannya ini yang membahas soal hubungannya dengan Dinda.

 

"Iya Dav, masa depan lo kan udah mapan nih Dinda juga sepertinya tidak mau punya hubungan yang hanya main-main saja dia itu pengen diseriusin, bagaimana dengan lo sendiri?" timpal Alex.

 

David mengembuskan napasnya hatinya berdetak seketika saat mendengar pernikahan, "Gue belum siap buat nikahin Dinda dengan cepat gue masih butuh belajar untuk bisa menjadi calon imam dia yang baik," jelas David dengan tegas.

 

Kedua temannya pun akhirnya mengangguk mengerti apa yang David katakan.

 

Mereka pun akhirnya sampai di masjid ketika melihat ke dalam untung saja ustad Syakir masih berada di sana dengan ustad Hambali.

 

"Masuk aja yuk sekalian bersilaturahmi dengan ustad Hambali juga?" usul Hamdan mengajak kedua temannya untuk langsung menghampiri ke dua Guru ngajinya itu.

 

Usulan Hamdan akhirnya disetujui oleh Alex dan David mereka pun melangkah masuk ke dalam masjid.

 

"Assalamualaikum," ujar mereka bertiga dengan serempak.

 

Kedua ustad tersebut langsung menoleh mendapati ketiga muridnya.

 

"Waalaikumsalam, Hamdan, Alex dan David kalian belum pulang?"

 

"Iya kenapa kalian masih di sini?"

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!