Cinta Menyatukan Iman

Hadiah Untuk Seseorang

Tiba-tiba pintu ruangan kembali diketuk oleh seseorang yang tak lain adalah staf official yaitu Cici Lestari.

 

"Maaf Tuan muda saya mau memberikan laporan pemasukan tolong diperiksa!" kata Cici dengan memberikan map kepada David.

David pun mengambilnya dan langsung membacanya sebentar lalu dia kembali menyerahkannya kepada Cici.

 

"Tidak ada masalah lain kan? Penghasilan pun lumayan meningkat karena penjualan dilakukan lewat online," seru David dia tetap bersyukur karena perusahaannya ini selalu meningkat dan penjualan produknya pun meningkat.

 

"Iya benar Tuan muda alhamdulillah perusahaan kita dipercaya dalam mengeluarkan produk kesehatan untuk masyarakat harga pun terjangkau jadi orang-orang yang biasa bisa menggunakan produk kita juga saya sendiri pun sudah mencoba hasilnya," ungkap Cici dengan tersenyum ada keuntungan bagi dirinya sendiri bisa gabung dengan perusahaan ini yaitu mencoba produk sebelum dipasarkan.

 

Harus David akui semua pekerja di perusahannya ini memiliki wajah yang cantik dan tampil menawan, untung saja hatinya sudah ada yang isi jika tidak sifat playboynya akan kembali lagi.

 

"Bagus kalau begitu," sahut David ikut senang mendengar laporan dari kariawannya.

"Kalau begitu boleh saya keluar tuan?" pamit Cici seraya menatap wajah David.

 

"Tunggu! Saya ada kerjaan lain untuk kamu yaitu mencari asal usul perusahaan industri yang dikelola pak Devan serta sejarahnya perusahaan itu karena kita akan bekerjasama dengan perusahaan itu maka dari itu kita harus tahu asal usul perusahaan tersebut," ujar David seraya menatap Cici.

 

Cici menganggukan kepalanya mengingat tugas yang diberikan oleh David untuknya, "Baik tuan akan saya kerjakan sesuai permintaan Tuan, apa ada lagi?"

"Tidak ada hanya itu saja kok," kata David seraya duduk di bangkunya.

 

"Kalau begitu saya pamit keluar Tuan." Cici akhirnya keluar dari ruangan David setelah mendapat izin.

Disela-sela kosong dari pekerjaan David menyempatkan diri untuk mengirim pesan kepada Dinda dan sahabat-sahabatnya.

 

"Hallo Dav? Gimana kerjaan di kantor lo udah selesai?" tanya Alex saat mengangkat telepon dari David.

 

"Alhamdulillah baru saja selesai nih, gimana kabar Lo?" Sudah lama David jarang kumpul dengan sahabatnya rasanya kangen banget.

 

"Gue sehat kok, btw Lo udah ngerjain tugas kalkulus belum?" tanya Alex dia ingin mengingatkan kepada David akan tugas kuliah.

 

David menepuk jidatnya dia memang belum mengerjakan tugas kuliah sejak balik ke Jakarta, "Belum Lex, hayu kapan kumpulan lagi biar sambil bantuin gue ngerjain tugas," ujarnya.

 

"Nanti malam bisa, tapi ada acara di masjid sama ustad Syakir," kata Alex saat mengingat Hamdan tadi pagi bilang.

 

Sudah lama David tidak hadir di majis dia tidak mau melewatkan kesempatan ini, "Oke deh nanti malam gue usahain, thanks ya Lex gue tutup dulu nih telponnya mau ngechek yang lain biar nanti malam bisa ikut."

 

"Iya Dav, lo barkabar aja sama Hamdan yah takut gue nanti malam gak aktif ponselnya," ujar Alex memberitahu.

"Oke, assalamualaikum." David memutuskan sambungan teleponnya lalu mengcharger ponselnya dan pergi menghampiri sekretarisnya.

 

Hari ini David akan berkeliling ke mall yang menjadi tempat karyawanya menjual produk kecantikan dari perusahaan sambil mendengarkan penjelasan dari sekretaris cantiknya, tiba-tiba David jadi ingin memberikan Dinda produknya ini namun dia tidak tahu mana produk yang pas untuk Dinda.

 

"Semua produk ini cocok kok di semua kulit tuan jadi tidak perlu khawatir," ujar sekretaris David sambil tersenyum.

 

"Nanti tolong bungkus ya 5 produk kecantikan kita dan bawa ke ruangan saya," pinta David dengan raut wajah sumringah, dia tidak sabar untuk memberikannya kepada Dinda pasti cewek itu akan merasa senang.

 

"Baik tuan, maaf kalau lancang produknya buat kekasih tuan David ya?" tanya sekretarisnya sambil tersenyum kagum.

 

David jadi malu sendiri karena niatnya diketahui oleh sekretarisnya, "Syutt aku hanya mempercayaimu saja yang lain jangan sampai tahu, nanti bungkus yang rapi ya," pintanya.

 

"Baik tuan, akan saya percantik bungkusnya tuan tenang saja pasti kekasihnya akan senang karena dibelikan skincare ini," ujar sekretarisnya sambil tersenyum.

Ketika selesai rapat David langsung membuka ponselnya yang sudah tidak dipegangnya sejak tadi.

 

"Tuan David tunggu sebentar!" seru Pak Dimas menghentikan langkah David.

 

"Iya ada apa Pak?" tanya David dengan mengerutkan keningnya.

 

"Tuan David mahasiswa semester berapa kalau boleh tahu?" ujar Pak Dimas yang sempat mendengar bahwa David sedang disibukan dengan tugas kuliahnya.

 

David tersenyum pasalnya dia sedikit merasa tidak enak saat orang lain mengetahui dirinya. "Alhamdulillah udah semester lima Pak hehe."

 

"Wahh hebat ya, tadi saya sempat kagum dengan pola pikir Nak David dan cara bicaranya pun jelas Nathan memang keren punya anak macam kau ini," seru Pak Dimas memuji kecerdasan David.

 

Diberikan pujian seperti itu David hanya bisa tersenyum dan bilang terima kasih, sudah ada beberapa orang yang memuji cara kerja David yang super aktif dan cekatan terhadap semuanya.

 

"Hehehe alhamdulillah berarti pendidikanku tidak sia-sia," sahut David dengan santai, begitulah pentingnya pendidikan.

 

Untung saja ke dua orangtua David sangat mementingkan pendidikan ke dua kakaknya saja pada sukses itu membuat David merasa iri dan tidak mau tersaingi oleh kakak-kakak ceweknya ya meskipun dia sedikit nakal dengan pergaulannya yang bebas tapi tetap saja dia selalu menginginkan yang terbaik di sekolahnya apalagi dia anak laki-laki sendiri di dalam keluarganya.

 

Pak Dimas pun pamit untuk segera pulang membuat David bisa kembali bersantai tinggal nunggu laporan dari seketarisnya saja.

 

Saat membuka pesan David kaget mendapat balasan dari Dinda, oh my god kata-kata Dinda membuat dia tersentuh sendiri.

 

"Ya Allah jaga dia untukku," gumam David seraya melantunkan doa untuk Dinda.

 

Saat adzan berkumandang David segera pergi untuk mencari masjid di sekitar kantornya di temani dengan supir dari kantornya yaitu Pak Asep dengan mobil kantor yang memang digunakan untuk keperluan bos atau seketaris.

 

"Mau ke mana Tuan muda?" tanya Pak Asep sambil terkekeh.

 

"Ke masjid At-takwa Pak aku mau salat dulu," sahut David santai.

 

Pas awal mengantarkan David ke masjid Pak Asep kaget karena anak bosnya adalah seorang muslim padahal keluarganya menganut agama katholik pas David menjelaskan semuanya Pak Asep akhirnya mengerti dan berharap bos juga bisa memeluk agama islam seperti anaknya ini.

 

"Oh baik Tuan muda saya siap antarkan ke mana pun anda mau."

 

David mengenal baik Pak Asep dari cerita Pak Hartono dan Papahnya, supir kantornya ini adalah orang yang baik serta ramah kepada orang.

 

Selama perjalanan David gunakan waktunya untuk membaca buku islami yang berada di dalam tasnya, akhir-akhir ini David selalu menyempatkan diri untuk belajar ilmu agama secara otodidak sebab dia sedang sibuk untuk bulan-bulan ini jadi dia hanya bisa belajar secara otodidak atau bertanya kepada ustad Syakir lewat pesan.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!