Dia yang Tertinggal

KEBENARAN 1

Linda menarik nafas panjang. Mencari kekuatan untuk tetap bisa tenang saat harus menggali cerita yang sebenarnya ingin tetap dia simpan rapat-rapat di hatinya.

Keputusan Tamri menikahi Linda membuat orang tua Tamri marah besar dan mengusirnya dari rumah megah itu. Tamri tidak berkecil hati. Baginya, Linda sudah lebih dari cukup untuk membuatnya bertahan menjalani hidup. Keluarga Tamri menolak Linda hanya karena alasan yang tidak pernah bisa Tamri terima.

“Dia yatim piatu. Keluarganya tidak sepadan dengan kita.”

“Cari jodoh itu nggak bisa sembarangan. Harus jelas bibit bobot bebetnya. Apa kata orang kalau kamu menikah sama perempuan yang nggak sederajat?”

“Kamu dikenalin sama anak Pak Haris yang walikota itu nggak mau, malah sekarang mau nikah sama perempuan nggak jelas.”

“Ingat, ya, Tam, kamu itu anak laki-laki tertua di keluarga besar kita. Apa jadinya kalau kamu memilih istri asal-asalan gini.”

“Inilah kenapa Tante nggak setuju kamu kuliah di Yogya. Coba kalau kamu nurut dan mau disekolahin ke luar negeri, pasti bakalan dapat yang sepadan. Bukan kayak sekarang dapat calon istri malah perempuan nggak jelas asal usulnya.”

Bukan hanya orang tuanya, bahkan tante, om, dan saudara-saudara Tamri yang lain ikut sibuk berkomentar, seolah mereka yang paling tahu masa depan seperti apa yang akan Tamri hadapi.

Tidak bisa dipungkiri, lahir sebagai sulung laki-laki yang menyandang nama besar Arkan Rasyid membuat hidup Tamri Rasyid seakan bukan miliknya lagi. Adat sudah menentukan kalau secara turun temurun peran anak lelaki tertua di keluarga itu memang sangat penting untuk keberlangsungan keluarga besar mereka.

Posisi Rajo Punyimbang diperankan dengan baik oleh Arkan Rasyid – ayah Tamri. Bukan saja berhasil mempertahankan bisnis keluarganya, Arkan juga mampu membuat nama Rasyid semakin besar dan harum.

Arkan menerapkan pendidikan yang keras dan disiplin tinggi tanpa pengecualian terhadap keempatnya. Khusus untuk si sulung Tamri, Arkan memberikan tanggung jawab yang lebih besar sejak dini. Tak ada kemewahan apalagi kemudahan di keluarga mereka.

Sejak kecil, Tamri sudah memperlihatkan sifat kepemimpinannya yang menonjol. Darah Rasyid sepertinya menurun tanpa cela kepada Tamri. Selain langganan menjadi ketua kelas di sekolahnya, Tamri juga terpilih sebagai ketua OSIS di SMP dan SMA. Riska pernah berucap kalau Tamri sepertinya memang dilahirkan untuk jadi pemimpin di mana pun dia berada.

Lulus SMA, Tamri memilih kuliah di Yogya. Dia mengambil jurusan ekonomi di salah satu kampus ternama. Tamri sadar, sejauh apa pun dia melangkah, bisnis keluarga sudah menantinya. Hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum semuanya berada di pundak Tamri.

Semua prahara dimulai saat Tamri memutuskan menikahi Linda Anita. Perempuan dari keluarga sederhana asal Yogya teman kuliahnya. Kedua orang tua Linda sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil ketika dia masih kelas 2 SMA. Setelah itu, Linda tinggal dengan pamannya yang membuka usaha rumah makan kecil-kecilan.

Beruntung, Linda memiliki kecerdasan di atas rata-rata hingga membuatnya bisa meneruskan kuliah dengan beasiswa. Setiap hari Linda bangun jam dua pagi untuk membantu paman dan bibinya menyiapkan bahan-bahan masakan yang akan mereka jual. Sorenya, Linda juga akan langsung ke warung makan jika kuliahnya sudah selesai. Aktivitas Linda tidak pernah beranjak dari warung makan dan kampus.

Linda sadar kalau paman dan bibinya bukan orang mampu. Mereka memiliki tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Paman dan bibinya sangat baik. Bahkan tidak pernah sekali pun keduanya meminta Linda membantu pekerjaan mereka di warung. Namun, Linda tahu diri. Dia bersyukur bisa tinggal di rumah pamannya yang tidak jauh dari kampus.

Perkenalan Linda dengan Tamri juga terjadi di rumah makan itu. Tamri, yang tidak mau memperlihatkan kalau dia berasal dari salah satu keluarga terkaya di Lampung, memang menjadi langganan di warung makan paman Linda yang buka sejak pukul enam pagi. Meski Tamri dan Linda satu kelas, tetapi Tamri hanya tahu wajah Linda saja. Linda terlalu pendiam dan jarang berinteraksi dengan teman-teman lainnya.

Suatu sore, ketika sedang makan, Tamri kaget melihat Linda yang mengantarkan pesanannya.

“Kamu bukannya Linda, ya?” Tamri memberanikan diri bertanya.

“Iya.” Linda menjawab singkat.

“Kok, kamu bisa di sini?” Tamri kembali bertanya.

“Ini warung pamanku.” Setelah itu Linda pergi meninggalkan Tamri.

Tentu saja, Tamri heran melihat tingkah Linda yang sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan terhadapnya. Walaupun tidak terlalu tampan, Tamri memiliki pesona sendiri untuk memikat teman-teman perempuannya. Dia dikaruniai perpaduan wajah yang sangat enak dipandang. Rahang tegas khas orang Sumatera membuat orang-orang menyebut penampilan Tamri itu laki banget.

Tapi Linda seolah tidak melihat semua itu. Tamri merasa tertantang. Baru kali ini ada perempuan yang dia dekati malah menolaknya. Bahkan sekedar basa basi menyapa pun tidak.

Sejak itu, Tamri semakin rajin datang ke warung makan milik paman Linda. Butuh waktu hampir setahun untuk Tamri bisa dekat dengan Linda. Ya, setelah perjuangan tanpa lelah selama setahun mengajak Linda bicara, akhirnya Tamri berhasil mencuri perhatian Linda. Walaupun keduanya hanya bisa dekat saat di warung makan saja. Di luar itu, sikap Linda tetap biasa-biasa saja, malah cenderung dingin. Linda tidak mau dipandang dengan sorot penuh kebencian oleh para pengagum Tamri.

Linda tidak pernah tahu kalau Tamri adalah pewaris Rasyid Grup. Selama bersamanya, Tamri hanya mengaku kalau orang tuanya adalah petani kopi di Lampung. Tamri juga nyaris tidak pernah memakai nama Rasyid di belakang namanya. Tamri memilih menuliskan namanya sebagai Tamri Akmal.

Hal ini juga yang membuat Tamri jatuh cinta kepada Linda. Gadis itu mengenal Tamri sebagai anak seorang petani biasa. Jika tidak ada jadwal kuliah, mereka pasti menghabiskan waktu di warung makan. Tidak ada acara nonton, jalan-jalan di mal, apalagi belanja menghabiskan uang. Linda selalu berkata kalau baginya menabung itu jauh lebih penting daripada sekedar mengikuti keinginan untuk menghambur-hamburkan uang.

Setelah selesai kuliah, Tamri pulang ke Lampung. Sedangkan Linda menerima tawaran pekerjaan di salah satu perusahaan besar di Jakarta. Sebulan sekali, Tamri ke Jakarta menemui Linda. Bukannya Tamri tidak sanggup jika harus lebih sering ke Jakarta. Inginnya Tamri, dia bertemu Linda seminggu sekali. Namun, Linda melarang keras dengan mengatakan uang yang dipakai untuk ongkos ke Jakarta lebih baik disimpan saja untuk masa depan mereka kelak. Berulangkali Tamri dibuat takjub dengan segala kesederhanaan Linda.

Lalu, hari itu pun tiba. Tamri memberanikan diri bicara kepada Arkan bahwa dia ingin menikah dengan Linda. Awalnya, Arkan sempat terkejut. Apalagi ketika Tamri mengatakan Linda hanya orang biasa yang secara materi sangat jauh dari mereka.

“Kamu tahu, Papa bukan orang yang gila harta. Bagi Papa, siapa pun Linda tentu akan Papa terima. Papa tidak pernah meragukan kamu sebagai anak sulung keluarga ini. Namun, kamu juga pasti tahu konsekuensi menyandang nama Rasyid. Tidak sembarang perempuan bisa menjadi istri kamu. Keluarga besar kita sudah pasti akan menolak pilihan kamu ini.” Arkan memberikan peringatan.

“Aku tidak takut, Pa. Aku yakin dengan keputusanku ini.” Tamri bersikukuh.

“Jangan kamu lupakan, sejak dulu kamu sudah dijodohkan sama keluarga Pagar Alam. Kakekmu sendiri yang menuliskannya dalam surat wasiat.” Arkan mencoba mengingatkan Tamri tentang perjodohannya.

“Aku nggak bisa menerima perjodohan itu Pa. Apa pun risikonya akan aku terima.”

Arkan tahu, sifat keras kepala Tamri tidak mudah untuk ditaklukkan. Semakin ditentang, Tamri akan semakin melawan.

“Papa tidak bisa memberikan solusi apa pun. Kamu sudah tahu semua risikonya. Kemungkinan terburuk, kamu akan diusir dari keluarga.”

Tidak apa-apa, Pa. Aku pasti akan menghadapi semuanya.”

***

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!