Dinikahi Calon Ipar

Kedatangan Mertua

Diana baru saja selesai membuat makan malam. Berharap Desta pulang lebih awal malam ini. Sudah berjalan dua Minggu semenjak ia pulang dari rumah sakit waktu itu, Bi Ijah juga sudah nggak menginap lagi di rumah ini. Karena kondisi Diana yang sudah mulai sehat. 

 

Dalam dua minggu ini belum ada perkembangan berarti dengan hubungan mereka. Desta masih bersikap acuh meski tak menolak perhatian Diana. Ya, setiap pagi wanita ini selalu menyiapkan pakaian dan sarapan untuknya. Begitupun setiap malam ia akan menunggunya dan membuatkan makan malam meski terkadang nggak disentuh sedikit pun. Namun Diana tak pernah menyerah. Ia terus berjuang demi bayi yang dikandungnya.

 

Ia tak peduli jika pria itu masih belum bisa membuka pintu hatinya. Karena ia yakin, suatu saat nanti jika bayi mereka lahir, lelaki dingin itu akan luluh. Jangankan hati manusia, batu yang keras saja akan hancur jika ditetesi dengan air terus menerus. 

 

Setelah memastikan semua masakannya tersaji apik di meja makan, Diana merapikan kursi agar enak dipandang. Mengelap meja sampai mengkilat hingga tak ada sebutir debu pun yang terlihat. Senyumnya merekah membayangkan sang imam menikmati masakan yang ia buat dengan sepenuh cinta.

 

Suara mobil terdengar memasuki halaman rumah. Cepat-cepat ia berjalan menuju pintu ruang tamu setelah ia memastikan sekali lagi hidangannya sempurna. 

 

Saat tangannya hendak menarik hendel pintu, suara seorang wanita yang belum dikenalnya terdengar di telinga. Diana mengintip dari balik korden dan terlihat lah seorang wanita paruh baya tapi masih cantik sedang menelepon seseorang.

 

Siapa wanita itu? Kenapa malam-malam begini ada tamu? Dan apa itu? Dia membawa koper? Dalam kondisi yang bertanya-tanya, suara bel bergema di seluruh ruangan. 

 

"Maaf, Nyonya, Anda mencari siapa?"

 

Wanita yang terlihat cantik dan modis di usianya yang sudah tak lagi muda itu bergerak maju dan tidak menjawab pertanyaan Diana. Matanya memindai Diana dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Lalu senyum teduh terukir dari bibirnya yang merah. 

 

 

"Namamu siapa, Nak?" 

 

Diana tersenyum kikuk. Bukannya menjawab pertanyaannya, wanita ini malah bertanya.

 

"Diana. Saya Diana, Nyonya." 

 

"Nama lengkapmu siapa?" Wanita itu masih bertanya. Kali ini tangan kanannya terulur ke wajah Diana dan membingkainya. 

 

"Diana Lestari." Meski terlihat bingung, Diana tetap menjawab pertanyaan itu. 

 

"Kamu cantik sekali, Nak. Nggak salah Desta memilih istri."

 

"Maaf, Nyonya. Sebenarnya Nyonya ini siapa?" 

 

Wanita yang sudah memiliki beberapa keriput di wajahnya ini tersenyum tulus. Lalu menggiring Diana untuk duduk di sofa. 

 

"Momy, panggil aku Momy, sayang."

 

"Jadi, anda ibunya Mas Desta?" 

 

Wanita itu mengangguk. Menggenggam tangan menantunya dan mengubah posisi duduknya sedikit serong menghadap sang menantu. Senyum merekah tak pernah luntur dari wajahnya yang cantik. 

 

Untuk beberapa saat keduanya hanya saling tatap dan melempar senyum. Diana jadi salah tingkah karena ditatap seintens itu oleh mertuanya. Lalu pamit untuk membuatkan teh hangat untuknya. 

 

"Silahkan diminum, Mom. Setelah ini kita makan sama-sama ya. Kebetulan aku masak lumayan banyak malam ini."

 

Marini, wanita setengah baya yang telah melahirkan Desta 28 tahun lalu. Ia diboyong suaminya ke Jepang karena suaminya memiliki bisnis di sana. 

 

Ia kembali setelah mendapat kabar kalau putra tunggalnya telah menikah. Diapa lagi yang memberi tahu kalau bukan ART loyal bi Ijah yang telah mengasuh Desta sejak berusia 7 tahun. 

 

"Sebenarnya Momy kesal karena kalian menikah diam-diam. Desta sering menceritakanmu pada Momy dan Dady. Dia bilang kamu adalah gadis yang sangat cantik dan cerdas. Hanya saja ia tak pernah mengatakan siapa namamu dan apa pekerjaanmu." 

 

Desta sering menceritakan tentang dirinya pada orang tuanya? Kapan? 

 

"Dia bilang akan menikah di villa yang suda ia belikan untukmu sebagai mahar di Lombok. Tapi malah kalian menikah sederhana tanpa mengabari kami." Wanita itu mengerucutkan bibir saat bercerita begitu. 

 

Namun Diana hanya menjadi pendengar yang baik. Sekaligus berpikir tentang apa yang dikatakan ibu mertuanya. Ia bahkan tak tahu dengan impian suaminya yang akan menikah di villa Lombok. Ah iya, pasti yang diceritakan Desta adalah Meta. Dan impian pernikahan itu tentu saja dengannya. Bukan dirinya. Karena ia sempat mendengar jika pernikahan adiknya itu akan berlangsung sangat mewah di Lombok.

 

Seketika hatinya meringis mengingat ia memang bukan istri yang diharapkan suaminya. 

 

"Sayang, kamu nggak perlu merasa bersalah begitu. Momy nggak marah kok. Justru Momy senang karena Desta pintar memilih istri." 

 

Perubahan raut wajah Diana membuat sang mertua jadi tak enak. Ia khawatir menantunya mengira bahwa dirinya tak merestui pernikahan mereka. 

 

"Kamu nggak perlu khawatir begitu dan jangan sungkan sama Momy. Dulu waktu ayah Desta memboyong Momy ke Jepang untuk beremu mertua Momy pertama kali, Momy sangat takut. Kamu tahu apa yang Momy pikirkan?" tanya wanita itu sambil nyengir. 

 

Diana hanya menggeleng sebagai jawaban. 

 

"Momy mengira mertua Momy akan memperlakukan Momy seperti anak tiri seperti yang ada di film-film. Ternyata Momy salah. Belau justru mempermalukan Momy layaknya putri kandung sendiri hingga Momy tak ada jarak dengannya. Kamu mau kan menganggap Momy seperti Momymu sendiri, Diana?"

 

"Tentu, Mom. Diana akan menganggap Momy seperti Momy kandung Diana." Senyum Diana merekah. Kegalauan yang sempat menghinggapi hatinya perlahan terkikis. Ia mulai menikmati kasing sayang mertua yang baru dikenalnya. 

 

"Apa Desta sering pulang larut malam, Sayang?" 

 

"Ti--tidak, Mom." jawab Diana gugup. 

 

Ia berusaha menyembunyikan sikapnya yang mulai tak nyaman ketika sang mertua mulai bertanya tentang Desta. Pria dingin yang akhir-akhir ini mengabaikannya. 

 

"Diana, Momy dengar dari bibik kamu sedang hamil sekarang?" 

 

Diana yang sedang menunduk sambil menormalkan degub jantungnya akibat memikirkan nasib pernikahannya, mendongak hingga tatapannya jatuh pada manik cokelat mertuanya. 

 

"Iya, Mom. Alhamdulillah sudah berusia tiga bulan sekarang." 

 

"Ah, benarkah? Jadi sebentar lagi Momy mau dapat cucu?" Wanita itu bereaksi berlebihan. Ia langsung mengulurkan tangannya ke perut Diana yang sudah tak rata. 

 

"Apa dia baik-baik saja? Kamu sering mual muntah? Atau ngidam sesuatu? Apa putraku menuruti semua keinginanmu?" 

 

Pertanyaan beruntun sang mertua membuat Diana meringis. Pasalnya hingga saat ini suaminya belum tahu jika dia sedang hamil. Ia merutuki bik Ijah yang mengatakan hal ini pada mertuanya. Bukan apa-apa, ia hanya takut nanti Desta marah karena hal ini. 

 

"Momy, kenapa nggak bilang kalau mau datang? Desta kan bisa jemput di bandara?" ucap Desta yang entah sejak kapan sudah masuk ke rumah. Diana yang fokus melamun sampai tak mendengar bunyi kendaraan suaminya. 

 

"Kamu ini, dasar anak nakal!" Marini memukul kepala anaknya seperti anak kecil. 

 

Hati Diana menghangat menyaksikan kedekatan ibu dan anak itu. Semenjak kedatangan suaminya, ua hanya bisa duduk kaku di samping mertuanya. 

 

"Apa kamu sering pulang malam seperti ini? Kasihan mantu Momy sendirian di rumah." 

 

Desta melirik istrinya yang menunduk melalui ekor matanya. Entah apa yang dipikirkan pria itu padanya. Apa ia mengira dirinya mengadu pada Momy? 

 

"Momy sudah makan?" tanya Desta mencairkan suasana yang tiba-tiba hening. "Apa mantu Momy nggsk masak sesuatu?"

 

"Aku masak banyak kok, Mas. Tadi Momy sudah kuminta mskan. Tapi katanya menunggu Mas datang," ucap Diana lembut. 

 

Interaksi anak dan menantunya ini tak luput dari pengamatan Marini. Hatinya mengatakan ada sesuatu yang disembunyikan mereka. Namun ia tak mau bertanya. 

 

"Ayo kita makan. Kasihan calon cucu Momy kelaparan nanti." 

 

"Cucu?" tanya Desta bingung.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!