Kembalinya Magic Assassin

Penyelidikan untuk Misi Gabungan

Domar, senior pembunuh dari Sky Wing melihat salah satu seniornya, menyerang dengan baik ke arah bocah sekolah itu. Sudah berakhir!

Brush!

Tidak mungkin!

Mata Domar melotot tak percaya, sepersekian detik, saat pisau bawahannya hampir mengenai leher bocah itu. Penyerang itu terdorong ke belakang dengan kekuatan besar, bocah itu mengerakkan pukulannya dan masuk lebih dulu ke perut pasukan Domar.

Bug! Brush!

Tubuh junior itu bergulingan, dia terseret dan berhenti. Dia hendak bangun, tapi masih memegangi perutnya yang remuk. Organnya seperti hancur. Empat orang tersisa, termasuk Domar. Mereka melihat bocah itu. Empat orang bersiap, sepertinya mereka harus bergerak bersama untuk membunuh anak itu dengan cepat.

”Aku tidak punya waktu, majulah kalian bersamaan!”

Benar-benar bocah sombong. Domar kehabisan kesabaran, dia mempersiapkan dua dagger tajam di kedua tangannya.

”Maju dan cabik-cabik dia!”

HIIIIAAAAAAA!

Domar maju, diiringi tiga orang juniornya di sekitarnya. Mereka berlari dengan zig-zag. Semua menyerbu Bagas bersamaan.

[Mata Assassin diaktifkan, Sense pembunuh menyala]

Mata Bagas menangkap semua pergerakan mereka. Kemampuan matanya memang jauh lebih kuat ketimbang saat menjadi assassin. Kali ini, dia melihat pergerakan empat orang itu dapat dilihatnya dengan baik. Bagas tahu kemana arah serangan mereka. Dia pun berlari melesat ke depan.

Domar maju dengan dua dagger, mengarahkan pada Bagas. Bagas melihat pergerakan musuh dengan baik, dia menghentakkan kakinya dan lompat ke atas. Melewati Domar di atas, dan dengan kekuatannya pukulan itu mengenai punggung Domar dengan kuat.

Bug!

Domar terhempas di jalan dengan kuat, kepalanya terbentur dengan aspal jalan. Tiga orang di belakang Domar kaget, mereka langsung menyerang Bagas sekaligus dengan senjata. Bagas memutar tubuhnya, satu tendangan mengenai kepala salah satu pembunuh. Bagas berputar kembali, tendangan kaki satunya juga mengenai leher pembunuh yang lain. Dua jatuh, tersisa satu orang pembunuh.

Pembunuh terakhir, melepaskan senjata dan mengambil senapan di balik bajunya. Namun, mata Bagas melihat hal itu dengan baik. Pistol bergerak, tapi Bagas memutar tubuhnya dan mengambil pergelangan tangan pembunuh itu.

Crak!

Bagas menekuk pergelangan tangan pembunuh ke atas, suara tulang retak terdengar. Si pembunuh kesakitan dan pistolnya terjatuh. Bagas menangkap pistol dengan tangan kirinya. Sangat cepat, dan mengarahkan pistol pada pembunuh itu.

DOOR!

”Nyawa dibalas dengan nyawa!”

Satu orang tumbang, empat orang terluka. Seorang pembunuh lebih baik mati daripada gagal, mereka semua memiliki kesempatan. Habisi!

DOOR! DOOR! DOOR!

Gerakan para pembunuh dihentikan dengan tembakan Bagas yang mengarahkan dengan cepat, semua tepat dan tiga orang terkena tembakan. Tersisa satu orang, dan yang tersisa adalah Domar. Dia menyerang Bagas setelah Bagas menembakkan tiga tembakan. Domar mengira bahwa Bagas lengah.

Setiap orang punya kelemahan, kekuatan bocah itu memang di luar nalar. Namun, dia tetaplah seorang bocah. Domar melihat kelemahan Bagas, senjatanya bersiap menusuk Bagas.

Woooossshh!

[Magic Assassin diaktifkan, memindahkan target. Magic Exchange diaktifkan]

Brush! Brak!

AAAAAAAAHHHHHH!

Tidak mungkin!

Domar tak tahu apapun, dia menyadari sepersekian detik saat akan menyerang bocah itu. Dia seperti kehilangan keseimbangan tubuhnya. Dan, dia menyadari bahwa dia sudah dihantam di belakang lehernya. Tubuhnya jatuh dan kini, bocah itu berada di atasnya. Domar benar-benar dijatuhkan, dia sudah tidak berdaya dan lehernya sangat sakit. Kesadarannya  mulai menghilang.

”Apa yang akan dilakukan para pembunuh dengan misi gabungan?” tanya Bagas.

”Uhuk! Uhuk! Untuk ..., untuk apa kamu tahu Bocah?” suara Domar terbata-bata. Mereka gagal, semua juniornya sudah kalah di hadapan bocah sekolah itu.

”Katakan saja, aku akan memberikanmu kematian yang cepat.”

”Ha.. ha.. ha.., kamu bukan bocah sembarangan. Misi gabungan ini, adalah misi mengusai negara ini. Huekk hueekk!”

Domar kesulitan bernapas, pukulan kuat sudah menghancurkan peredaran darahnya. Dan, Bagas memberinya kematian yang cepat dengan menembakkan peluru pada Domar. Domar menghembuskan napasnya. Itulah jalan seorang pembunuh, mereka akan lebih bahagia ketika mati dengan cepat. Karena, meskipun mereka membunuh orang lain. Kematian itu memang sangat menyakitkan.

DOOORR!

Suara terakhir dari tembakan itu. Bagas berdiri, membersikan darah yang menempel. Dia mengambil teleponnya. Sambungan ke Khalid dan Khalid mengangkatnya.

”Khalid, aku mendapatkan pesan dari Shadow Eagle. Di pinggir jalan yang akan aku tunjukkan lokasinya. Dia baru saja menghabisi lima anggota pembunuh dari Sky Wing. Misi gabungan itu akan diungkap oleh Shadow Eagle. Dia memintamu membersihkan kekacauan yang dilakukannya.”

Klik!

Bagas menutup teleponnya, Khalid akan membersihkan sisa pertempurannya. Khalid adalah seorang senior khusus yang direkrut dan diajari oleh James. Dia pasti akan menuruti permintaan Bagas. Saatnya bersiap, Bagas mengambil sebuah lencana dari mayat Domar. Itu adalah lencana kecil, lambang dari Sky Wing. Bagas harus menyelidikinya.

[Kekuatan anda bertambah dengan pertarungan, waktu tersisa dari kesempatan hidup anda. 46 hari]

Waktu tidak lagi lama. Saatnya untuk ikut bersama kakeknya, Mahmud. Dia akan menyelidiki tentang misi gabungan yang akan melakukan pertemuan di pertemuan antar pengusaha. Mereka memang pintar untuk berkamuflase agar tidak dicurigai.

Lalu, apa misi gabungan itu sebenarnya? Mengambil alih negara? Apakah hal itu mungkin?

Bagas pergi dari sana, menyelinap dengan cepat setelah sebelumnya  mengumpulkan jasad-jasad pembunuh itu dan menutupinya dengan beberapa penutup. Khalid akan membereskan sisanya.

***

Bagas memakai setelan jasnya, itu sangat cocok dan dia terlihat dewasa. Bagas melihat wajahnya di cermin, setidaknya, itu seperti dirinya sebagai James di waktu muda. Hehehe..., Bagas tersenyum melihat wajahnya yang masih muda. James yang terkurung di dalam tubuh Bagas.

Saatnya berangkat, kakeknya sudah menunggu di ruang tamu.

Bagas bertemu kakeknya, mereka pun berangkat. Mereka bersama dengan para pengawal, dan ada satu pengawal khusus yang menyamar dalam pengawalan. Itu adalah Khalid. Bagas meminta khusus pada kakeknya untuk menyewa seorang pembunuh untuk menjaga nyawa kakeknya. Jaringan yang sudah dipahami oleh Bagas, membuat kakek mengeluarkan uangnya untuk menyewa seorang pembunuh untuk melindunginya.

Dan, rekomendasi dari Bagas meminta secara khusus pada organisasi gelap, melalui perwakilan terselubung. Mereka ingin Khalid dengan menyewanya. Hal ini, diperbolehkan oleh Dark Head karena mereka sudah tidak memiliki kontrak lagi dengan Romi yang memesan sebelumnya. Rumah pembunuh adalah mereka yang bergerak karena uang.

Di mana ada uang, mereka akan bergerak. Meski begitu, mereka memiliki etika untuk hal ini. Alasan dari Mahmud adalah, mereka sedang diburu untuk dibunuh. Dan, mereka tak tahu, siapa yang menyuruh pembunuh sebelumnya. Rahasia mereka terjaga dengan baik.

Bagas dan kakeknya keluar rumah, mereka bertemu dengan Nadia yang datang dengan menggunakan motor.

”Kamu sudah besar sekarang, Nadia,” kata Mahmud, ”Sudah lama kita tak bertemu sejak aku sakit. Ternyata kamu menjadi wanita yang cantik.”

”Tuan bisa saja memuji saya,” suara Nadia sambil memberikan hormat dengan menunduk. Dia datang untuk menjemput ayahnya.

Bagas dan Nadia bertemu, mereka saling tersenyum. Mahmud paham akan keduanya, mereka memiliki perasaan yang sama.

”Hati-hati di sana, Bagas,” kata Nadia lagi. Seperti biasanya, Nadia selalu memberikan pesan agar Bagas selalu berhati-hati.

”Tentu saja, Nadia.”

Mereka berpisah, menaiki mobilnya. Bagas satu mobil dengan kakeknya, dan ada Khalid yang duduk di belakang bersama Bagas. Bagas meminta untuk duduk di belakang.

”Jadi ..., apakah dia harus terus bersembunyi?” tanya Khalid pelan pada Bagas. Meskipun Bagas masih kecil, ada banyak rahasia yang masih membingungkan bagi Khalid. Intinya, sejak kapan James bekerjasama dengan seorang anak pengusaha mewah di kota ini?

”Benar,” Bagas memasang earphone, dia seolah mendengarkan musik, ”Dia akan bergerak setelah mengetahui semuanya. Dia tak akan berhenti sampai Dark Head musnah!”

Mata Khalid terbuka lebar, jadi dia merasakan sesuatu hawa membunuh yang sangat kuat dari anak itu. Dia berkata, seolah James yang sedang bicara. Khalid sudah dilatih secara khusus oleh James, dan dia paham betul bahwa jika James sudah menginginkan sesuatu. Maka, dia pasti akan mencapainya.

”Menarik!” kata Khalid, ”Sampaikan padanya, aku akan mendukungnya hingga akhir. Bahkan, jika nyawaku menjadi taruhannya.”

Bagas tersenyum, benar-benar Khalid yang dia kenal.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!