Kembalinya Magic Assassin
Pembunuh yang Misterius, Assassin Baru?
”Tembak aku kalau berani, Penjahat!” suara Bagas dan matanya menajam pada Daren.
Daren tak percaya, dia sedang ditantang anak kecil di depan semua bawahannya. Dia adalah penguasa militer di kota ini. Dan, dia ditantang untuk melakukan apa yang diinginkan. Sungguh bocah yang berani.
Klik!
Daren bersiap menembak, dia tidak ragu sekarang. Bocah ini harus mati.
”Tuhan pun sekarang, tidak akan bisa membantumu, Bocah!”
”Salah! Beberapa detik lagi, Tuhanlah yang akan menjemputmu dan akan membawamu ke neraka!”
”Bocah sialan!”
DOOR!
Daren tak tahan dan menarik pelatik.
[Magic Exchange, pertukaran tubuh dilakukan. Anda bertukar dengan Ajudan]
Bagas sudah mempersiapan dengan baik, dia melihat ajudan di belakang Daren. Dia sudah memilih target, dan saat Daren menarik pelatuk senapan. Bagas melakukan Magic Exchange, menukar tubuh dengan ajudan.
Ajudan Daren kini terikat di tiang, tembakan sudah menembus dirinya. Daren tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Semua itu mustahil. Dia telah membunuh ajudannya sendiri, dia masih tak percaya dan menggelengkan kepalanya berkali-kali.
Bug! Bug! Bug!
Beberapa orang di belakang Daren terjatuh. Bagas yang sudah berpindah tempat, melakukan serangan cepat dan menjatuhkan beberapa polisi dengan pukulan kuat. Mereka terjatuh dan tak sadarkan diri. Daren kaget. Dia berbalik dan marah.
”Bunuh dia, apapun yang terjadi!”
DOOR! DOOR! DOOR!
Bagas menghindari dengan cepat, melakukan gerakan seorang pembunuh.
[Magic Assassin aktif, kecepatan ditingkatkan]
Bagas menuju dua penembak, mengarahkan serangan kuat dari bawah, serangan kedua tangan mengenai leher depan kedua polisi satuan khusus.
Crak!
Keduanya tak lagi bernapas, beberapa polisi lainnya mengarahkan tembakan.
DOOR! DOOR! DOOR!
[Magic Exchange diaktifkan]
Bagas berpindah, tembakan itu mengenai polisi yang bertukar tubuh dengan Bagas.
[Magic Exchange diaktifkan]
[Magic Exchange diaktifkan]
Bagas berpindah, tembakan mengenai polisi lainnya. dan, saat berpindah Bagas juga menghancurkan mereka semua secara bergantian. Daren kebingungan melihat hal itu, kecepatan tembakan dan satu-persatu pasukan dengan tiga kompi berjatuhan. Tersisa lima orang pasukan satuan khusus. Semua sudah dijatuhkan.
Apakah pemuda itu adalah malaikat pencabut nyawa?
”Daren!” Bagas berdiri, lima satuan khusus mengarahkan senapan mereka pada Bagas. Mereka berhati-hati akan menembak. Mereka takut menembak rekan sendiri. Kekuatan bocah itu seperti memiliki sebuah sihir.
”Aku adalah malaikat pencabut nyawamu!”
Daren ketakutan mendengarnya, ”Tembak dia!”
DOR! DOR! DOR!
Bagas tidak akan menggunakan magic exchange, dia akan mengalahkan mereka semua dengan kecepatan. Bagas melompat ke atas, tembakan terjadi.
Wooossh!
Bagas menerjang, semua tembakan yang diarahkan padanya bagaikan melambat. Dia mampu melihat arah tembakan, sehingga bisa menghindarinya dengan baik. Bagas mendapatkan satu polisi, senapan ditarik paksa. Bagas adalah ahli dalam segala senjata, dia berputar menghindari tembakan dan mengarahkan senapan laras panjang tersebut.
DOR! DOR! DOR!
Bruk! Bruk!
Lima polisi tak tersisa, semuanya berjatuhan. Tersisa satu orang, Bagas yang memegang senapan laras panjang dan Daren memegang senapan biasa. Keduanya saling melihat. Daren gemetaran, baru kali ini dia ketakutan.
Srak!
Bagas menjatuhkan senapan laras panjangnya ke lantai, dia menepuk kedua telapak tangannya.
”Aku memberimu satu kesempatan untuk menembak. Jika kamu berhasil, maka aku akan mati. Namun, jika kamu gagal, maka kamu yang akan mati!”
Bagas berkata tegas, Daren semakin gemetaran. Dia bahkan mengarahkan ujung pistol ke arah Bagas sulit untuk berkonsentrasi. Dia yang seorang jenderal penguasa kota, dia ketakutan di hadapan seorang Bocah?
”Sialan!”
DOOR! DOOR! DOOR!
Bagas tersenyum, berlari menerjang ke arah peluru yang dilepaskan. Satu peluru dihindari sambil terus berlari. Dua peluru menerjang, Bagas melompat ke atas, dan peluru ketiga datang. Bagas menghindarinya, tapi dia sengaja membuat dirinya lambat dan peluru itu menyerempet pundaknya.
Wooosh!
Apakah berhasil? Daren mengira itu berhasil. Namun, Bagas masih terus melaju dan sudah berada di depan Daren, satu meter jaraknya.
BUG!
[Power Assassin diaktifkan]
Bruk!
Tubuh Daren jatuh ke lantai, bahkan dia hanya bergerak sekali dan napasnya berhembus untuk terakir kalinya. Kekuatan pukulan kuat memukul tepat di arah jantung Daren. Detak jantung Daren langsung berhenti. Itu adalah pukulan dari dewa kematian. Bagas paham benar, titik pukulan yang tepat mengenai luar jantung. Jika pukulan itu kuat dengan tekanan tinggi, maka efeknya adalah menghancurkan jantung dan membuatnya berhenti berdetak karena kerusakan.
[Anda berhasil membunuh target, hadiah penyelesaian didapatkan. Skill baru didapatkan, Ultimate Magic Assassin]
Saat Bagas menyelesaikan misinya membunuh Daren, dia segera menutupi semua bukti dengan baik. Dia sudah memperhitungkan, dia melihat dengan kekuatan eye assassin. Ada beberapa orang di luar yang siap masuk, termasuk di sana ada kakeknya. Jadi, dia sudah membuat rencana.
Brak! Pintu rolling terbuka ke atas, sepertinya tombol pintu ditekan dari luar.
”Cucuku!” teriak Mahmud kaget, dia melihat Bagas yang masih berdiri tapi terlihat sempoyongan. Bagas memegangi pundaknya, ada darah yang mengalir. Itu adalah luka, Bagas terluka!
Semua polisi yang merangsek masuk tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Semua polisi yang merupakan rekan mereka, semua terjatuh di lantai. Mereka segera bergerak, melihat apakah masih ada yang bisa ditolong. Beberapa personil hanya pingsan karena pukulan, sedangkan yang lain sudah meninggal karena peluru yang mengenainya.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Inspektur Jodi menyipitkan matanya, dia masih mencoba menerka, apa yang sebenarnya terjadi. Baku tembak terjadi, artinya ada pertempuran sengit. Tapi, pertempuran antara polisi dengan siapa? Dan, Jodi kemudian hanya melihat satu orang, yaitu Bagas yang sudah berada di dekat tuan Mahmud.
Mata mereka bertemu, Jodi mendekati Bagas.
”Apakah Shadow Eagle datang?” tanya inspektur Jodi. Khalid yang berada di belakang tuan Mahmud juga mendengar hal itu.
Bagas menggerakkan tangannya ke atas, jari telunjuknya mengarah pada salah satu dinding. Telunjuk itu naik ke atas, dan tepat di sana. Sebuah lubang di atap, sepertinya itu adalah lubang baru yang dibuat. Sebuah pukulan keras menghantam atap tersebut, pembunuh itu telah pergi dengan cepat.
”Cepat periksa di luar!” teriak Jodi, polisi unit yang ada di sana sigap. Mereka melihat lubang di atap, mereka segera keluar dan mencari keberadaan sang pembunuh. Ada jejak seorang yang naik ke atas dengan menggunakan kursi, melompat ke tiang dan memasuki atap. Jasad jenderal Daren segera diangkat dan dipindahkan.
Mahmud membawa Bagas, beberapa pengawal Mahmud mengikuti. Jodi masih berdiri, dia tidak menyangka bahwa kasus seperti ini terjadi di depan matanya. Dia hampir tidak percaya dengan apa yang terjadi. Kasus ini, akan menjadi kasus paling besar yang pernah ada. Kematian seorang kepala polisi kota, bukanlah kasus biasa.
”Bagas!”
Suara Jodi menghentikan Bagas dan kakeknya.
”Sepertinya, kamu akan tetap menjadi salah satu saksi. Jadi, mohon kerjasamanya. Ini akan menjadi sorotan berita untuk waktu yang lama.”
”Baiklah, Inspektur. Saya akan meminta Bagas secara khusus untuk mengikuti semua prosedur dari polisi. Untuk sekarang, kami akan membawa Bagas untuk diobati.”
”Baiklah, terima kasih tuan Mahmud,” kata Jodi.
Mahmud dan rombongannya pergi, di sisi belakang. Khalid tersenyum kecil. Lelaki itu, yang merupakan guru baginya. Dia masih hidup! Dia benar-benar datang. Kekuatan dan keahliannya tidak berubah. Ini menjadi bukti bahwa Shadow Eagle masih hidup. Tidak ada yang bisa melakukan penghakiman dengan kecepatan dan rapi, tanpa meninggalkan jejak. Kecuali dia, James yang merupakan pembunuh tercepat.
***
”Khalid, apakah kamu tahu siapa yang membunuh kepala polisi Daren?” tanya Aulus saat tugas Khalid berakhir untuk menjaga tuan Mahmud. Dia sedang duduk dan melapor. Saat menyelesaikan laporan, Aulus bertemu dengannya.
”Aku tidak bisa mengkonfirmasi dengan jelas. Hanya saja, dia sangat cepat. Waktu yang singkat, dan pembunuh itu menghabisi tiga kompi pasukan bersama dengan polisi Daren.”
Aulus mengerutkan dahinya, Khalid tidak bisa menemukan sosok itu karena ketika dia masuk. Semua sudah dijatuhkan, lubang atap yang terbuka. pembunuh itu pergi begitu saja. Pembunuh itu memiliki beberapa alternatif motif dalam aksinya; pertama, dia memang menargetkan Daren sang pemimpin polisi kota yang suka dengan uang, kedua dia punya dendam pribadi dengan Daren. Atau ketiga, dia dibayar untuk menyelamatkan bocah bernama Bagas yang sedang ditangkap oleh Daren.
Saksi dari pihak unit polisi, mereka tidak bisa memberi keterangan dengan jelas. Hal itu karena, mereka yang selamat sudah dijatuhkan sejak awal. Saksi mata yang lain, semua sudah mati. Dan terakhir adalah, Bagas, anak sekolah yang terkena peluru di bagian tangannya.
Penyelidikan juga dilakukan, terjadi baku tembak. Dan anehnya, tidak ada senjata yang membunuh dari milik pembunuh. Semua senjata yang digunakan adalah senjata yang dimiliki polisi. Jadi, pembunuh sejak awal tidak menggunakan senjata pribadi.
Ini sungguh aneh.
”Apakah ada pembunuh kuat yang belum terkuak informasinya?” suara Aulus sambil berpikir.
”Apakah kamu percaya, Mr. Aulus. Apakah mungkin itu adalah Shadow Eagle?” Khalid berkata sambil memelankan suaranya. Dan, hal itu membuat Aulus melotot tak percaya.
”Itu tidak mungkin, Khalid. Aku adalah orang yang menjadi saksi kalau James sudah tidak ada. Aku bersumpah membuang jasadnya ke laut bersama beberapa pembunuh lainnya.”
Suasana hening, keduanya diam.
”Entahlah Ketua, aku hanya tahu. Bahwa, cara pembunuh itu menghabisi Daren dan pasukannya. Sangat mirip dengan gaya, Shadow Eagle.”
Kini, mata Aulus tak percaya mendengar penjelasan Khalid. Selama ini, Khalid adalah orang yang paling dekat dengan James. Hal itu karena, James secara khusus melatih Khalid. James, pembunuh paling cepat dan rapi. Kematiannya mendadak dan itu memang sangat aneh. Namun, Aulus benar-benar melihat jasadnya. Dan dia memastikan bahwa itu asli.
Khalid berpamitan, dia mau istirahat untuk sementara waktu. Hal itu karena dia sudah lebih dari seminggu menjaga tuan Mahmud. Seperginya Khalid, Aulus masih termenung. Dia mengingat kebersamaannya dengan James, mereka pernah melakukan misi bersama. Bahkan, mereka membunuh penjahat paling hebat di negara lain. Mereka melakukan misi dengan baik, dan itu semua karena kepiawaian dan kecerdikan James.
Aulus mengakui hal itu, bahkan Aulus banyak belajar dari James.
Apakah ..., reinkarnasi itu benar? Atau bisakah, James memalsukan kematiannya?
Ah sial! Aulus merasa kepalanya sakit. Biarlah nanti semua akan terungkap, sekarang saatnya untuk mempersiapkan misi gabungan. Misi ini akan disampaikan ketua pengganti, yaitu Peter. Pertemuan lima petinggi, tersisa empat elit dan juga pemimpin baru, Peter.
Detailnya belum diketahui, Aulus juga penasaran. Apa detail dari rencana misi gabungan tersebut. Aulus meninggalkan ruangannya, dia pun menantikan, akan ada masa di mana akan terjadi sesuatu yang menarik. Aulus menantikan hal itu.