Kembalinya Magic Assassin
Hari Ini atau Tidak Sama Sekali
Wosshh!
Bagas melihat semua arah peluru yang mengarah padanya, dia meliuk, tubuhnya bagaikan sebuah karet yang bisa meliuk menghindari semua tembakan dari para ahli pembunuh. Bagas melompat dan memutar tubuhnya, memutar kakinya dan menghentak ke tanah.
Saat jatuh ke tangga, dia memutar tangannya. Membalas rentetan tembakan yang diarahkan padanya.
DOR! DOR!
Dua tembakan dan dua target pembunuh, tembakan pertama di arahkan pada Dekker. Namun, Dekker adalah pembunuh elit. Dia menghindari tembakan dari Bagas dan tembakan itu mengenai salah satu pasukan di belakangnya. Tembakan kedua juga dihindari oleh Nova, dan mengenai salah satu pasukan di belakang Nova. Dua target adalah prajurit biasa dari Black Monster.
Brush!
Dekker melompat ke bawah dari tangga, dia bergulingan dan bersembunyi di balik tiang dan barisal rak almari. Bams dan Nova masih mengarahkan pistolnya ke arah Bagas. Mereka masih beradu tembakan dan bersembunyi di balik tiang.
DOR! DOR! DOR!
Bagas menghindari serangan peluru, dari bawah. Dekker dengan kemampuan pembunuh dan sudah sangat berpengalaman juga mengarahkan peluru pada Bagas. Namun, Bagas mampu menghindari dan meliuk dengan sangat baik. Dekker kaget, ada seorang pemuda dengan kemampuan seorang pembunuh elit. Dia sangat bagus.
[Sense Assassin sistem aktif, anda mampu merasakan serangan yang datang dan menargetkan anda]
Bagas menghindari tembakan dari beberapa pasukan Black Monster. Dia menggunakan kakinya dan menunduk. Mendekati pembunuh dan menendang kakinya, satu terjatuh. Tembakan diarahkan dengan tepat.
DOR!
Satu terjatuh, Bagas memutar tubuhnya sambil menembakkan peluru dan tepat dengan sasaran para pembunuh.
Empat orang jatuh sekaligus karena kecepatan tembakan Bagas.
[Magic Assassin, kecepatan tangan dan ketepatan mata disatukan]
Nova dan Bams mendapatkan kesempatan, saat Bagas memutar tubuhnya di bawah dan mendapatkan beberapa pasukan. Mereka mengincar Bagas yang masih di lantai tangga.
DOR! DOR! DOR!
Bang!
Bagas mendorong lantai tangga dengan kedua tangannya, dia membuat tekanan dan membuat tubuhnya melompat ke atas. Tembakan yang diarahkan padanya meleset, peluru Bagas habis. Dan, saat dia jatuh kembali ke lantai dia melihat pistol pasukan musuh yang terjatuh. Dia mengambil dua sekaligus dan bergulingan sambil menembakkan peluru.
DOR! DOR! DOR!
Mata Bagas begitu jeli, meskipun bergulingan dia sudah membuat prediksi sasaran tembakannya dengan baik. Hal itu bukan karena kebetulan, hal itu karena Bagas dengan kemampuan pembunuh terbaik dan sudah berlatih dari kecil. Seluruh hidupnya hanyalah latihan untuk menjadi pembunuh tercepat.
Gerakan tangan Bagas mampu bergantian menembak, mengenai sasaran dan pasukan Black Monster berjatuhan.
Brak! Bruk!
Ada yang terjatuh dari tangga dan ada yang terjatuh di tangga dan bergulingan. Sekali lagi, kecepatan Bagas dalam menembak dan menjatuhkan lawannya, bukanlah kemampuan seorang amatir. Seluruh hidupnya adalah keahlian untuk menjadi Assassin yang diakui. Sayangnya, dia dihentikan oleh Dark Head dengan menggunakan racun yang akhirnya harus membuatnya terbunuh.
Kesempatan yang diberikan langit padanya kali ini, dia tak akan menyiakannya. Mereka yang sudah menjatuhkannya dalam jurang kegelapan. Mereka harus mendapatkan balasan berkali lipat, dan untuk itulah tujuan hidup Bagas saat ini.
[Ultimate Magic Assassin diaktifkan]
Wooosshh!
DOR!
Satu pembunuh terakhir tertembak saat sedang mengarahkan senapannya pada Bagas, semua sudah dijatuhkan. Jasad berserakan di semua tempat. Tersisa tiga orang dari Black Monster, dan mereka adalah pasukan tertinggi yang menjadi petinggi Black Monster.
Nova dan Bams bersembunyi di balik tiang tangga, sedangkan Dekker di belakang rak di lantai bawah. Mereka bertiga menjadi gemetaran kakinya, baru kali ini, mereka melihat semua pasukan dibunuh oleh satu orang. Dan, dia mengincar kehancuran Black Monster.
Hal ini, tidak pernah terbayangkan dalam pikiran mereka sama sekali. Hari di mana mereka sedang diburu, sedangkan setiap harinya mereka selalu memburu nyawa orang lain untuk mendapatkan uang.
Kaki Bams gemetar, dia mencoba menenangkan pahanya untuk tidak bergerak. Tangan kanannya bahkan ikut gemetar memegang pistolnya. Baru kali ini, dia merasakan adrenalin seorang pembunuh yang sedang ditargetkan.
Jadi ..., apakah seperti ini perasaan orang yang sedang ditargetkan akan dibunuh? Sedangkan, dia selalu memburu orang lain tanpa peduli bagaimana perasaan orang yang akan dibunuhnya?
Srak!
Srak!
Bagas menjatuhkan salah satu pistolnya, peluru sudah habis. Dia menggerakkan tangannya dan mengambil salah satu pistol yang terjatuh di sebelahnya. Dapat, lima peluru masih tersisa di dalamnya. Dia memiliki dua pistol yang dipegang di masing-masing tangannya. Dia masih merunduk dan berada di balik tiang tangga.
Dia melihat dengan kemampuan eye assassin dari sistem. Hawa energi yang tersisa adalah tiga target. Dan, Bagas sangat paham dengan kemampuan mereka yang tersisa. Mereka adalah pembunuh elit. Jadi, tidak akan mudah membunuh mereka bertiga. Bagas harus memiliki perhitungan yang matang dan tidak boleh salah melangkah.
Tidak ada gerakan untuk sepuluh detik. Keempat orang saling bersembunyi, Bams dan Nova ada dalam satu tiang. Mereka berdua mengambil sisi pandangan berbeda dan saling membelakangi punggung. Mereka siap menghadapi serangan dari Bagas dan mencoba mengambil peluang.
Bagas pun bersiap, dia tak punya banyak waktu untuk berlama-lama di Black Monster. Jika terlalu lama, bisa jadi keributan yang sudah terjadi akan memancing pembunuh lain atau polisi datang.
Jadi, Bagas harus menyelesakan ini dengan cepat.
[Ultimate Magic Assassin, kemampuan digunakan. Seluruh kemampuan indera dan skill diaktifkan]
Srak!
Bagas mengambil inisiatif, dia menarik salah satu jasad di sebelahnya. Mengambil kerah bajunya dan tubuh mayat itu ikut tertarik. Bagas menggunakan kekuatannya, dia menarikan dan melemparkan tubuh itu ke sisi tiang di mana Bams dan Nova bersembunyi.
Brak! Srak!
Nova dan Bams kaget, mereka mundur dari tiang dan mengarahkan tembakan pada sesuatu yang mendekat. Dan, mereka berdua menembaki jasad yang sudah terbujur kaki. Dan, mata mereka membesar. Mereka menyadari bahwa mereka sudah ditipu. Saat itulah, mereka melihat Bagas yang bergulingan di sisi lain dan mengarahkan kedua senapannya dengan cepat ke arah mereka berdua.
Woooshh!
DOR! DOR! DOR!
[Eye Assassin aktif]
Pundak Bams tertembak, dia kesakitan dan segera menghindari tembakan lainnya. Nova melihat hal itu, tembakan dari Bagas mengarah padanya. Dia sulit menghindari, karena dia baru saja mendorong tubuhnya ke belakang.
Tak ada cara lain untuk selamat, dan Nova menarik tubuh Bagas ke arahnya. Dia mengorbankan rekannya sendiri dan peluru menembus kepala Bams.
DOR!
Nova menyadari Bams sudah tertembak, Nova segera melompati pagar tangga dan jatuh ke bawah. Dia meninggalkan Bams yang sudah tertembak, matanya terbuka dan meninggal dalam keadaan kaget karena dikorbankan rekannya sendiri.
Di dunia ini, memang semua kejam. Tak ada yang bisa mengorbankan hidupnya untuk orang lain, yang ada adalah, lari dan menyelamatkan diri sendiri. Hal itu adalah kepentingan paling utama.
Wooossh!
Nova turun dari tangga.
Bruk!
AAAAAAHHH!
Kakinya terkilir karena sulit mengatur keseimbangan. Dia bergulingan dan bersembunyi di balik tiang lantai. Bagas melihat hal itu, dia berusaha untuk melompt ke bawah.
DOR!
Slash!
Mata Bagas melihat arah senapan yang begitu cepat, Dekker sudah menyerangnya. Dekker memang menunggu waktu yang tepat, dia adalah pembunuh terbaik di Black Monster. Dan, dia melihat celah saat Bagas selesai dengan dua pembunuh elit.
AAAAAAHHH!
Meskipun menghindar, Bagas terkena peluru di pundaknya. Peluru itu menggores luka di pundak kanan Bagas, Bagas pun menunduk dan terduduk di tangga atas. Dia menggeser tubuhnya di balik tiang.
Bagas memejamkan matanya, darah keluar dari lengan kanannya.
Rasa sakit! Kemarahan dan kesempatan yang tidak boleh hilang. Lawan mereka adalah pembunuh terlatih.
Namun, Bagas meyakinkan dirinya.
Hari ini, atau tidak sama sekali.
Balas dendam adalah tujuan satu-satunya untuk seluruh hidupnya.
AAAAAAAHHHHHHHHH!!!