Kembalinya Magic Assassin

Solam dan Peter

Solam bergerak, dia melangkah penuh senyuman. Tak masalah untuk mengorbankan Katherine, dalam misi semua hal bisa terjadi. Seorang pembunuh memang memiliki resiko kematian, dan itu sudah biasa.

Srak!

Solam mendekat dan melihat punggung Katherine yang menimpa tubuh pemuda itu. Dia mempersiapkan trisulanya, memastikan bahwa pemuda itu sudah dibereskan. Malam dingin dan kondisi ruangan yang temaram.

Bagas membuka matanya, dia sudah melihat bagaimana Solam mengorbankan Katherine. Dunia Assassin memang kejam. Tak peduli apapun, tugas membunuh dan menyelesaikan misi adalah segalanya. Mereka tak peduli dengan nasib orang lain, atau keluarga yang menjadi target mereka. Bagas akan mengakhiri Dark Head dan para pembunuh. Dia memiliki kesempatan hidup untuk kedua kalinya. Dia sudah memutuskan, dia akan menghabisi semua organisasi pembunuh dengan tangannya sendiri.

[Ultimate magic assassin. Healing diaktifkan. Tekad yang kuat untuk berbuat kebaikan dan menghapus kejahatan para pembunuh. Tekad anda, melahirkan kekuatan dari keteguhan mental anda]

Tidak mungkin!

Bagas menyadari sesuatu, luka tusukan yang terasa sakit sebelumnya kini mulai hilang rasa sakitnya. Tubuhnya melakukan regenerasi seperti menyembuhkan luka dengan sendirinya. Ini adalah berkah dari langit. Bagas pun akan melakukan apa yang sudah menjadi misinya.

[Anda memiliki perubahan title, Anda adalah Mesin Pembunuh para Assassin]

Woooossshh!

”Apa yang terjadi?” Solam kaget, tubuh Katherine bergerak. Ada sesuatu yang bergerak dari bawah tubuh Katherine. Apakah pemuda itu bisa bangun dari tusukan senjatanya?

Solam mundur, tubuh Katherine terangkat dan terlempar ke arahnya.

Wooossh!

”Sialan!” teriak Solam dan menggunakan kakinya, kecepatan digunakan dan menendang tubuh Katherine yang mengarah padanya.

Brush! Bug!

Tubuh Katherine terhempas ke samping kiri, dan saat Solam baru saja memutar kakinya. Satu sosok tubuh dengan serangan cepat berada di samping kanannya. Bagas menyerang dengan kecepatan penuh, dia menggunakan belatinya.

”Aku adalah pembunuh terkuat!” teriak Solam, dia masih bisa menggunakan kakinya dan memutar trisula untuk menangkis serangan Bagas.

Klang!

”Tidak untuk hari ini, Solam!”

Woooshh!

Trisula milik Solam terpental ke atas, itu adalah kekuatan Bagas menyabet dengan kuat. Trisula terpelanting ke atas, Solam berusaha mundur. Dia memutar tubuhnya, memutar kakinya dan mengarah pada Bagas  yang terus mendesaknya.

Slash!

AAAAAAHHHHHH!

Bagas sudah memahami dengan baik, dia menekan kakinya ke lantai, menerjang dan mengores kaki Solam. Solam terluka di kakinya, dan saat dia jatuh ke lantai. Bersamaan dengan itu, Bagas melompat dengan cepat ke arahnya. Dan, tubuhnya sudah ditembus dengan belati yang menusuk tubuhnya.

AAAAAAHHHHH!

Uhuk! Uhuk!

Bagas terduduk di atas tubuh Solam yang tak bisa bergerak lagi, Solam ingin melawan balik. Namun, pandangan Solam mulai buyar. Apakah ini akhir dari perjuangannya sebagai seorang Assassin?

***

Beberapa tahun yang lalu.

Malam itu, di puncak gedung tinggi. Dua orang tengah berada di atas gedung yang megah. Seorang sedang berada di ujung gedung dan melihat bulan sabit yang sedikit tertutup mendung.

”Solam, apakah hidup kita sebagai Assassin hanya akan menjadi budak selamanya?” pandangan James melihat di kegelapan. Rambutnya yang sedikit panjang, tergerai oleh angin malam di puncak gedung.

Solam melihat punggung James, mereka berdua baru saja menyelesaikan misi rahasia. Mereka mendapatkan misi membunuh target yang sama. Target itu adalah pemimpin suatu kota, dia pemimpin kota yang suka meminta upah dari bawahannya. Bahkan, dia meminta upeti dari para pengusaha. Dia juga banyak melakukan kejahatan di dalam bisnis gelapnya.

”Apa yang kamu maksud dengan budak, James? Kamu tahu kita adalah pembunuh, tugas kita adalah menerima bayaran dan membunuh. Kita dilahirkan untuk menjadi pembunuh terbaik, tercepat dan mendapatkan penghargaan.”

Angin berhembus.

”Itu dia masalahnya, Solam. Kita adalah budak, apapun alasannya. Alangkah tenang jika kita hanya menjadi petani dan setiap hari melihat tanaman yang kita tanam. Kita akan menikmati hidup dan tidak akan sibuk dengan pertarungan.”

”Itu tidak mungkin, James. Kita adalah pembunuh, dan kita sudah berlumuran darah.”

James berbalik dan bergerak ke arah Solam. James tersenyum, ”Aku hanya berandai, jika saja itu bisa terjadi. Aku ingin di dunia ini, tidak ada pembunuh seperti kita. Kita bukan malaikat, jadi kenapa kita sibuk mengurusi nyawa orang lain.”

James menepuk pundak kanan Solam, ”Ayo pergi, sebentar lagi polisi akan datang!”

James berjalan terus dan meninggalkan Solam, dia mencapai ujung gedung dan melompat dari sana.

Wooosshh!

Solam pun berbalik dan mengikuti James, sang Shadow Eagle. Dia sangat ditakuti oleh semua pembunuh. Dan, Solam mendapatkan tugas bersamanya. Solam mengerti kenapa dia dijuluki pembunuh tercepat. Solam sudah membuktikan kecepatannya dalam membunuh target.

***

Tiga bulan yang lalu.

”Solam, aku berencana untuk mengambil alih Dark Head.”

Solam kaget mendengar pengakuan Peter, mereka sedang duduk di ruang rahasia.

”Apa yang kamu pikirkan, Peter? Apa yang kamu inginkan dengan hal itu?” Solam tak percaya dengan kata-kata Peter.

”Pemimpin Thomas terlalu lambat, dia tidak akan membawa kemajuan apapun untuk Dark Head. Aku akan ambil alih.”

”Itu tidak mungkin, Peter. Aku tahu kamu memang berbakat dan kamu seimbang dengan Shadow Eagle. Namun, kamu tak akan bisa mengambil alih Dark Head selama masih ada James.”

”Ha.. ha.. ha..! aku akan menyinkirkannya dengan cepat, Solam. Dan, kamu akan aku jadikan tangan kananku.”

Peter menepuk pundak Solam, matanya tajam menatap Solam. Peter mengangguk sebagai isyarat agar Solam menyetujuinya.

***

Saat ini.

”Selamat tinggal, Solam. Matilah dengan tenang, dan kamu sudah bebas dari menjadi budak. Kamu bisa menjadi seorang petani dan melihat tanamanmu yang hijau. Kamu sudah bebas sekarang!”

Bagas memegang pundak Solam yang masih gemetar dan terbaring di lantai.

Klap!

Tangan Solam yang terdapat bercak darah memegang pergelangan tangan Bagas. Matanya sudah mulai tak berdaya terbuka. dia gemetar.

”James, aku ..., percaya sekarang! Langit tidak diam saja ..., ini karma yang harus kita dapatkan. Aku ..., minta maaf atas segalanya. Kamu memang Shadow Eagle. Dan ..., hati-hatilah pada Peter!”

Srak!

Tepat saat mengatakan pesan terakhir pada Bagas, tangan Solam terkulai ke lantai. Bagas sudah tahu segalanya. Peter adalah otak dari segala hal di Dark Head. Dia juga yang merencanakan untuk membunuh James. James membahayakan bagi Peter, dia ingin menguasai Dark Head.

Bagas berdiri, dia sudah membulatkan tekadnya. Selama memiliki waktu dan kesempatan di dunia ini, dia akan menghabisi semua pembunuh di Dark Head, bahkan semua organisasi pembunuh akan dihapuskan.

[Kesempatan langit untuk James, 27 hari tersisa]

Itu sudah cukup.

”Cepat bergerak! Periksa di dalam!”

Teriakan terdengar dari luar kediaman tuan Mahmud. Bagas pun menajamkan matanya, dia mengambil dua pistol yang terjatuh di lantai.

Siapa yang datang? Bagas tak peduli, siapapun yang datang, dia akan menghabisinya!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!