Kembalinya Magic Assassin

Memulai Pemusnahan Organisasi Pembunuh

Presiden dan para Menterinya berkumpul, mereka sedang melakukan rapat penting untuk mengatasi semua masalah yang terjadi di negara ini. Kekacauan yang sudah menjalar ke semua tempat. Buruh dan hingga para pengusaha, mereka semua sudah menyuarakan untuk pemerintah secara tegas mengambil kebijakan.

Kriminalitas meningkat drastis, ekonomi masyarakat sangat buruk. Presiden Losara memanggil semua menteri di kabinetnya untuk hadir dalam rapat penting.

Para menteri sudah berkumpul, dan saat itu seorang datang dengan memakai jas. Dia memberikan kode bahwa Presiden sudah datang.

Losara memakai jas, berjalan cukup cepat dan memasuki ruangan rapat. Pertemuan itu tertutup, meskipun di luar banyak wartawan yang hadir. Namun, di dalam rapat, Presiden ingin meminta pendapat dari semua Menteri, tentang apa yang harus mereka putuskan untuk mengakhiri krisis negara.

Rakyat, sebagian besar menginginkan siaga satu. Itu adalah operasi khusus yang memberikan wewenang kepada kepolisian dan pasukan pertahanan, untuk menyelesaikan konflik dengan berbagai amunisi lengkap. Artinya, operaasi siaga satu adalah wewenang tunggal untuk jenderal tertinggi menyelesaikan konflik dan penyelesaian tindakan kriminalitas.

Apakah hal itu tidak akan menodai demokrasi yang sudah berjalan puluhan tahun di negera ini?

Presiden memulai rapat terbatas tersebut, desakan untuk melakukan operasi seperti yang diinginkan jenderal tertinggi, semakin kuat.

”Kita tidak bisa mengelak lagi, pak Presiden,” suara dari Menteri Pemberdayaan Ekonomi.

Pak Losara berpikir lagi, ”Apakah negara kita sekacau itu, sehingga kita harus memutuskan surat perintah siaga satu. Aku takut demokrasi kita hancur, dan tentu saja. Aku takut terjadi salah sasaran dan banyak rakyat yang terkena operasi padahal dia tidak bersalah!”

Semua menteri diam, mereka tahu ini keputusan yang sangat sulit untuk mereka putuskan. Buah simalakama, dimakan salah dan dibiarkan juga salah. Namun, mereka adalah para pemimpin dari negara ini. Mereka harus memutuskan.

Setelah diam cukup lama, para Menteri menyampaikan pendapat mereka lagi. Ini keadaan darurat, jika pemerintah diam. Bisa jadi, terjadi pemberontakan dan kudeta dari rakyat. Pemimpin bisa dijatukan dan diminta mundur. Gelombang demonstrasi akan merebak di semua kota dan bahkan istana negara.

”Baiklah ..., sepertinya kita tidak punya pilihan lain. Kita harus mampu mengatasi kehancuran negera ini dengan sedikit pengorbanan. Jadi ...”

”Tunggu Presiden!” Seorang menteri mengangkat tangannya, dia adalah Menteri dalam negeri. Dia melihat handphone miliknya, ada pesan yang dia dapatkan.

”Ada apa Pak Menteri?” tanya presiden Losara.

”Bisakah saya bicara empat mata sebentar, ini sangat penting!”

Presiden akhirnya mengangguk, dia ingin mendengar ada apa sehingga menteri dalam negeri harus bicara khusus padanya. Presiden mengajak menteri untuk berdiri dan bergerak di sisi lain, mereka masih di ruangan rapat itu hanya saja berbincang pelan di ujung ruangan. Mereka tidak ingin meninggalkan para menteri lainnya.

Pembicaraan mereka sangat dekat, ada sesuatu rahasia yang disampaikan oleh sang menteri. Setelah melakukan percakapan, pak Losara kembali ke tempat duduknya. Dan, Menteri dalam negeri juga kembali ke tempatnya.

”Ehm...” suara presiden, semua menteri kemudian menunggu apa yang akan disampaikan oleh pak Presiden.

”Kita akan menunda Operasi Siaga Satu, bukan berarti kita tidak akan melakukan operasi tersebut. Namun, pemerintah akan mencoba menyelesaikan semua krisis ini dengan baik. Pemerintah akan meminta waktu selama lima belas hari untuk memperbaiki kondisi negara yang kacau.”

Pada intinya, pak Presiden meminta waktu untuk menyelesaikan masalah krisis negara ini dengan meminta tenggat waktu. Presiden tidak ingin rakyat dijadikan korban dalam operasi siaga satu, yang bisa saja salah sasaran. Presiden ingin menjaga nama baik bangsa, menyelamatkan rakyat dan menyelesaikan kekacauan dengan manajemen bernegara yang baik.

Para menteri tidak berani membantah. Presiden mengumumkan, bahwa dia meminta waktu 15 hari untuk meredakan krisis. Bahkan, dia ingin memperbaiki semuanya dari akar masalah. Losara ini rakyat memberikannya kesempatan untuk memperbaiki kondisi krisis bangsa.

Semua sudah diputuskan, Menteri dalam negeri melihat handphone di tangannya. Dia berdoa semoga keputusannya benar dalam mencegah operasi siaga satu. Karena, nomor tertentu yang merupakan keluarganya. Dia melaporkan persoalan pelik yang terjadi jika presiden mengambil keputusan perintah operasi siaga satu. Tulisan dalam ponsel itu adalah tentang rencana kudeta dari pihak pasukan pertahanan, mereka ingin menghancurkan presiden dan para menteri dengan label buruk karena tak bisa mengurus negara.

Jadi, keluarga dari menteri dalam negeri meminta penangguhan waktu untuk keputusan operasi. Hal itu, sebagai ujung dari perjuangan. Dan, pemerintah akan mencoba menyelesaikan masalah krisis di negara ini dalam waktu yang cepat. Pemerintah akan berusaha untuk menyelesaikannya dan mengundang banyak pakar politik dan ekonomi.

Dan, presiden menerima usulan tersebut. Meskipun, persoalan kudeta yang dipersiapkan oleh oknum tak diberitahukan Presiden. Hal itu karena hal itu sangat sensitif, Presiden tak peduli akan hal itu. Dia hanya ingin mengembalikan kondisi krisis di negara ini menjadi normal kembali.

Lelaki yang merupakan menteri dalam negeri, dan dia adalah kakak dari Irjen Polisi Jodi. Dia kini hanya berharap bahwa waktu yang diberikan oleh presiden. Mampu untuk dapat menyelesaikan banyak kasus krisis di negara ini.

Jika kondisi tak bisa diubah, maka pemerintah tak akan dipercaya lagi. Dan pada akhirnya, pelengeseran presiden bisa saja terjadi.

Semoa saja, Jodi akan mampu melakukan tugasnya selama waktu tenggang waktu yang diputuskan presiden.

Semoga saja ...

***

Rumah pembunuh, Black Rose.

Bangunan itu terkesan seperti tempat apartemen hunian biasa, gedung bertingkat tiga dan di depannya tertulis rumah penginapan. Nama dari penginapan itu adalah Bunga Merah, itu merupakan kamuflase dari organisasi pembunuh Black Rose.

Dua penjaga sedang menunggu posko di gerbang masuk penginapan. Mereka berdua sedang bermain catur. Mereka sesekali melihat layar di samping, itu adalah layar untuk melihat CCTV dari berbagai sudut di sekitar penginapan. Terkadang, nampak beberapa pengunjung yang keluar masuk dari penginapan itu.

Namun, penginapan Bunga Merah selalu saja penuh. Ada orang yang datang dan menanyakan kamar kosong. Semua sudah terisi.

Seorang lelaki  memakai kacamata, malam itu sangat temaram. Sosok lelaki itu berjalan dan mendekati gerbang. Dia melihat dua penjaga.

”Apakah ada kamar yang kosong?” tanya pemuda itu, dia melihat dua penjaga dan tetap tenang di depan gerbang.

”Pergilah, Tuan. Semua kamar untuk malam ini sudah penuh.”

”Kenapa sudah penuh, apakah para pembunuh sedang beristirahat?” tanya pemuda itu.

Kedua orang penjaga yang sedang bermain catur kaget. Mereka segera menghentikan permainannya dan berusaha untuk mengambil sesuatu dari pinggang mereka.

Slap!

Slap!

Mereka berdua sudah jatuh lebih dahulu, mereka tidak sempat mengambil senjata. Ternyata, itu adalah penyusup. Lelaki itu melompati pagar, dia berjalan  masuk dan melewati ruang penjagaan para security tersebut. Dia mengambil sesuatu dari balik jaketnya, topeng burung berwarna hitam.

Itu adalah Bagas, dia berjalan dan memakai topengnya. Dia bergerak maju ke arah penginapan bertingkat tersebut. Beberapa orang terlihat akan keluar dari penginapan, mereka me lihat Bagas. Mereka semua mengambil senjata dan bersiap menembak Bagas, mereka paham siapa yang datang dengan topeng burung itu.

Benar!

Beberapa rumah pembunuh sudah dibersihkan oleh seorang lelaki yang memakai topeng burung, menyebut dirinya Shadow Eagle.

[Title anda; Mesin Pembunuh para Assassin]

DOR!

DOR!

DOR!

Wosh!

Bagas meliuk dalam keremangan malam, pergerakannya sangat cepat dan dia pun melewati para penjaga tersebut. Mereka berjatuhan satu-persatu. Bagas terus masuk ke dalam penginapan, dia menemui banyak pembunuh di sana.

Ruang rahasia di lantai teratas. Bagas terus naik dan menembaki para pembunuh, itu adalah keahliannya. Matanya begitu tajam, dan sensenya sebagai pembunuh membantunya untuk mengidentifikasi setiap pergerakan.

Ruang rahasia, Bagas menggunakan peledak waktu. Dia menempelkan pada ruang rahasia itu.

BOOOOOMM!

Asap menebal, dan Bagas melesat dengan cepat. Beberapa orang sudah berkumpul di sana, mereka melihat bahwa Bagas sudah datang dari CCTV yang ada di sana. Mereka tidak menyangka, Bagas paham ruang rahasia yang digunakan pemimpin Black Rose.

Pertempuran terjadi dengan cepat, hingga akhirnya sang pemimpin harus terbunuh oleh Bagas. Misi penghancuran Black Rose sudah selesai, mereka adalah salah satu rumah assassin yang mengirim utusan untuk membunuh tuan Mahmud dan dibayar oleh Romi. Bagas menghapuskan organisasi pembunuh yang berada di bawah tujuh organisasi pembunuh terkuat di negara ini.

Hal itu tentu saja, mengurangi kekuatan gabungan yang dibentuk oleh Jenderal Bison yang sebentar lagi akan menggunakan siasatnya, untuk mengambil alih negara.

Tujuan Bagas adalah Dark Head, tapi dia melihat bahwa tujuh organisasi pembunuh harus dimusnahkan seluruhnya.

Bagas naik ke atap tertinggi di gedung tersebut, tugasnya sudah selesai sekarang. Semua organisasi pembunuh di bawah tujuh terkuat sudah dihapuskan. Angin berhembus menerpa rambut Bagas, ini adalah organisasi terakhir yang tersisa selain tujuh organisasi pembunuh terkuat.

Di ujung gedung yang lain, dua orang melihat Bagas. Mereka sudah mengetahui alur pemusnahan organisasi pembunuh. Mereka berdua menunggu Bagas keluar dari Black Rose. Dan, Bagas pun melihat kedua orang tersebut.

Mereka berada di sisi gedung yang berbeda.

Salah seorang di antara dua orang itu mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya pada Bagas. Namun, salah satu dari mereka menghentikannya dan meminta untuk menurunkan senjata. Mereka saling berhadapan dengan Bagas.

”Apa yang kamu inginkan, Shadow Eagle?” tanya salah satu dari dua orang tersebut.

Bagas tersenyum di balik topengnya, ”Aku akan membersihkan semua organisasi pembunuh.”

Dua orang di ujung gedung yang lain itu kaget, bagaimana ada seorang pembunuh yang ingin menghilangkan semua organisasi pembunuh.

”Cukup Ricky, tidak perlu banyak bicara dengannya!” teriak Nicon.

Nicon dan Ricky sudah menyelidiki cukup lama tentang Shadow Eagle, mereka diperintah oleh Jenderal Bison. Mereka berdua adalah bagian dari tiga orang yang menjadi orang kepercayaan Jenderal Bison. Mereka menyelidiki semua organisasi pembunuh yang sudah dimusnahkan, dan malam ini mereka menemukan Shadow Eagle beraksi.

”Aku sudah menyadari ada yang mengawasi. Dan, kalian berdua benar-benar menungguku. Katakan pada pemimpin kalian. Aku akan menghapus semua organisasi pembunuh. Dan, membersihkan mereka semua!”

”Menarik!” suara Ricky dari seberang gedung, ”Seorang pembunuh yang bertujuan menghapus para pembunuh. Mulai sekarang, kamu akan ditargetkan oleh semua pembunuh.”

”Aku sudah siap, apapun yang terjadi. Dan ..., selamat tinggal!”

Woosshh!

Angin malam bertiup, dan dalam sekejap Bagas menghilang dari pandangan kedua orang tersebut. Ricky dan Nicon tahu, Shadow Eagle melompat dari gedung. Nicon masih ingin mengarahkan senjatanya dan mencoba menembak Bagas yang melompat dan menuruni gedung itu dengan berayun. Ricky menahan tangan Nicon.

”Kenapa, Ricky?” tanya Nicon.

”Kamu tidak akan bisa mengenainya, dia sangat profesional. Kita haru menyusun rencana.”

Ricky menepuk punggung Nicon, ”Untuk sekarang, ayo kembali!”

Nicon kesal, tapi dia tak bisa berbuat banyak. Ricky adalah seniornya, dan tentu saja sebenarnya Nicon tahu kalau dia tak akan bisa mengenai Shadow Eagle. Dia terlalu cepat.

Woosshh!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!