Kembalinya Magic Assassin

Waktu yang Ditunggu, Tiba!

”Tembak dia!” para tentara keluar dari mobil, ada satu orang yang menjaga inspektur Jodi. Empat orang keluar dan mengarahkan pistol.

Bug!

Brush!

Brak!

Pertarungan di luar mobil terjadi, Jodi melihat hal itu. Dia sudah diincar, dan dia pun sudah paham apa yang harus dilakukan. Tentara yang terus melihat ke jendela, Jodi mengalungkan tangannya yang diborgol ke leher tentara itu. 

Bug!

Jodi membenturkan kepala tentara yang tersisa ke besi mobil. Tentara itu pingsan, Jodi keluar dengan tangan masih di borgol. Dia melihat beberapa orang sudah tak bergerak di dekat mobil. Lelaki bertopeng yang selama ini dicari dan menjadi bahan berita, dia datang untuk membebaskan Jodi.

Mereka saling melihat, lelaki bertopeng sudah mengambil kunci dari salah satu tentara yang sudah dijatuhkan. Dia melepaskan borgol inspektur Jodi.

Crak!

”Sudah saatnya bergerak, besok segalanya akan dimulai. Aku sudah memberikan informasi padamu tentang detailnya. Lalu, terserah apa yang akan kamu lakukan!” suara Shadow Eagle. Dia berbalik dan mengarah pada mobilnya.

”Tunggu!” suara Inspektur Jodi menghentikan langkah Shadow Eagle.

”Kenapa kamu menyelamatkanku? Dan untuk apa kamu melakukan ini semua?” tanya Jodi penasaran.

”Kamu polisi yang jujur, Inspektur. Kamu akan menjadi seorang yang akan menceritakan kisahku dan kisah pengkhianat Jenderal Bison. Aku tidak mengenal banyak polisi jujur di negara ini, kecuali aku hanya mengenalmu. Dan, untuk apa aku melakukan ini!”

Klak!

Shadow Eagle membuka pintu mobilnya dan masuk ke mobilnya.

”Aku punya dendam dengan semua pembunuh, aku hanya mengincar mereka!”

Broommm!

Mobil berputar dan meninggalkan Inspektur Jodi.

Jodi memejamkan matanya sejenak, selama ini Jodi sudah mengorbankan segalanya untuk negara ini. Berusaha dan bekerja dengan baik dan jujur, tapi semua itu tidak memiliki pengaruh apapun dengan para petinggi yang serakah dan bahkan mencoba menyingkirkannya.

Jika orang-orang yang jujur disingkirkan dari negera ini, maka yang tersisa adalah mereka yang dipenuhi dengan keserakahan dan para penjahat. Tidak! Jodi tidak bisa membiarkan negara ini hancur.

Inspektur Jodi harus melawan, dia adalah seorang abdi negara. Hidupnya diabadikan untuk menjaga negara ini agar tetap menjunjung keadilan. Maka, Jodi akan mengambil langkah. Ikut dalam arus perjuangan dan perlawanan.

Besok segalanya akan dimulai, perang dan strategi jahat Jenderal Bison. Seperti yang dikatakan oleh Shadow Eagle.

Musuh besar akan dihadapi, Jodi tak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi padanya. Negara ini lebih penting untuk dijaga, dia harus meninggalkan generasi yang merdeka dan jujur.

Aku akan melawan! Jodi pun bergerak, dia menghidupkan mobil itu dan berputar. Dia sudah memutuskan untuk melawan! Terlepas apapun tujuan dari Shadow Eagle untuk dirinya sendiri, dia ingin balas dendam.

Jodi tak peduli, tujuannya adalah menjaga negara ini tetap baik-baik saja. Meskipun, dia akan menghadapi pasukan Bison. Jodi akan melawan!

***

Kekacauan semakin melebar ke seluruh penjuru, suara tembakan hampir terdengar di beberapa tempat. Kebanyak orang takut keluar rumah, mereka bersembunyi untuk beberapa saat. Ini adalah dua hari setelah Operasi yang dilakukan Jenderal Bison untuk menyelesaikan semua kekacauan di negara ini.

Dia menggunakan daftar target yang sudah dimilikinya. Semua orang ketakutan, antara percaya dan tidak. Namun, semua orang lebih memilih untuk bersembunyi di rumah-rumah mereka. Mereka menunggu semua reda dan pemerintah mampu  menyelesaikan krisis ini.

”Kamu mau kemana, Bagas?” tanya Mahmud yang berada di ruang tamu. Dia melihat Bagas mengenakan baju kemeja untuk keluar rumah.

”Aku harus pergi, Kakek. Aku mau menemui temanku.”

”Ini berbahaya, Bagas. Di luar sana, kekacauan sedang terjadi dan para polisi sedang melakukan penangkapan pada semua separatis dan juga mereka yang memicu kerusuhan.”

Bagas tersenyum.

”Percayalah padaku, Kakek. Aku harus menemui temanku, ini adalah sesuatu yang penting.”

Mata Bagas menatap kakeknya, dia tersenyum dan meyakinkan dengan pandangan matanya.

”Apakah kamu memang harus pergi?” tuan Mahmud berdiri dan mendekati Bagas. Dia menyadari sesuatu yang sangat berbeda dari cucunya itu. Namun, dia sudah tak sadarkan diri lebih dari lima tahun. Sejak itu, mungkin banyak hal terjadi pada anak itu.

Benar! Dia telah tegar, meskipun ditinggalkan kedua orangtuanya secara bergantian. Dan, belum lama ibunya juga meninggal dalam kecelakaan. Namun, Bagas tegar dan bahkan dia yang sudah menyelesaikan masalah keluarga dengan baik.

Mahmud memegang kedua pundak cucunya itu.

”Pergilah, Cucuku. Namun, ingatlah untuk kembali ke rumah. Ini adalah rumah dan keluargamu.”

Bagas tersenyum, ”Tentu saja, Kakek. Ini adalah satu-satunya rumah dimana aku harus kembali. Aku tidak punya siapapun lagi, kecuali Kakek.”

”Apakah kamu perlu diantar para pengawal?” tanya Mahmud.

”Tidak perlu, Kakek. Aku akan pergi sendiri.”

Mahmud pun mencoba percaya pada cucunya tersebut, dia sudah bisa menentukan garis takdir dan kemauannya sendiri. Dan, menurut beberapa laporan tentang cucunya itu. Dia telah menolong Nadia beberapa kali dari para preman. Dia bisa bertarung dengan baik melawan beberapa orang sekaligus.

Jadi, dia pasti sudah belajar bela diri dengan baik. Mungkin, selama Mahmud tak sadarkan diri, Bagas sudah menemukan jati dirinya dan berlatih untuk menjaga dirinya. Dia telah menjadi sosok yang dewasa. Mahmud teringat putera pertamanya, dia sangat mirip dengan Bagas yang pemberani.

”Pergilah!”

Kata-kata kakek Mahmud, membuat Bagas berbalik untuk pergi.

[Waktu kesempatan hidup anda, 01/60 hari]

Hari ini, adalah hari yang ditunggu oleh Bagas. Hari terakhir, hari dimana semua kesempatan yang diberikan untuk bertarung melawan Dark Head. Jika memang Dark Head bergabung dengan enam organisasi pembunuh lainnya. Maka, Bagas tak peduli. Dia akan menghancurkan mereka semua.

[Titel untuk anda, Mesin Pembunuh para Assassin]

[Sistem hadiah menunggu anda untuk penyelesaian misi. Jika gagal, maka anda akan menghilang dari dunia ini]

Saatnya berangkat!

”Bagas!”

Langkah Bagas terhenti, dia menoleh ke samping. Dadanya berdegup kencang, lagi-lagi wanita itu. Nadia. Dia bersama dengan ayahnya, Morgan. Mereka sekeluarga bersembunyi di rumah tuan Mahmud selama kekacauan terjadi.

Keduanya tersenyum.

”Kamu harus janji untuk kembali.”

”Tentu saja, Nadia. Bagas akan selalu ada menjagamu, bahkan dengan nyawanya sekalipun!”

Klap! Klap! Klap!

Nadia berlari dan memeluk Bagas, semua orang melihat hal itu. Nadia meneteskan airmatanya, entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang aneh dalam pikirannya. Dia merasa bahwa Bagas akan pergi jauh.

”Kamu sudah berjanji untuk menjagaku, pulanglah dengan selamat!”

”Tentu saja.”

Bagas melepasan pelukan Nadia, ”Aku harus pergi.”

Bagas pun meninggalkan semua orang yang mencintainya, dia keluar rumah dan menghirup udara. Dia tersenyum.

Perang akan dimulai! Tujuannya selama ini, ada di depan matanya!

Ha.. ha.. ha..!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!