Kembalinya Magic Assassin
Pertarungan Keyakinan antar Prajurit
Pusaran angin yang menutupi Bagas menghilang, dan tubuh Bagas sudah tidak ada. Dia menghindari serangan dari Nicon dengan sangat baik. Dan, dari arah lain. Bagas dengan memakai topeng berputar dan menusuk salah satu prajurit.
Cukup main-mainnya!
Bagas mengambil senapan prajurit dan menggunakannya dengan tepat. Tembak-tembakan terjadi, Bagas mampu menggunakan senapan laras panjang dengan baik sambil menghindari tembakan prajurit musuh.
DOR! DOR! DOR!
Ketepatan dan presisi yang baik, lelaki bertopeng itu menembakkan peluru dengan tepat. Satu peluru untuk menembak kepala satu prajurit. Dia benar-benar terlatih dengan baik.
[Magic assassin ultimate, sense dan akurasi maksimal]
Bagas terus bergerak, menghindari tembakan yang diarahkan padanya. Dia menggunakan kemampuannya sebagai assassin dan menghancurkan begitu banyak prajurit elit. Mereka semua adalah para pemberontak yang sebenarnya.
Kecepatan digunakan, Bagas harus bergegas karena anggota Dark Head sudah pasti berada di dalam dan bersiap menghabisi para Eksekutif negara ini. Misi Bagas adalah menghabisi semua Assassin pembunuh, dan mereka semua sedang berkumpul di satu tempat. Mereka semua memiliki misi menghabisi presiden dan para Menteri. Itu adalah kesempatan yang baik bagi Bagas untuk menghabisi mereka semua.
Nicon dan Ricky harus bekerjasama untuk menghabisi monster tersebut. Dia memiliki kemampuan yang sangat komplek. Lelaki dengan topeng burung itu, dia seperti memiliki kecepatan yang cepat. Menghilangnya assassin itu menurut mereka adalah kecepatan yang dicapai dari latihan Assassin tanpa henti. Dia adalah seorang pembunuh terlatih.
Sementara itu Harold memilih jalur berbeda, dia mendekati Inspektur Jodi dan membawa pasukannya. Kedua penyusup itu harus dihabisi sebelum membuat rencana Jenderal Bison terbongkar dan gagal.
Harold bersama puluhan prajurit berlari dan mencoba mengepung, mengarahkan senapan mereka.
Tap! Tap! Tap!
Mereka semua mengarahkan senapan, bersiap menembak. Namun, tidak ada seorang pun di balik dinding tersebut. Mereka segera mencari, kemana polisi Jodi itu berada. Dan, dari sisi lain, rentetan tembakan sudah menghujani para pasukan elit yang dibawa Harold.
DOR! DOR! DOR!
Inspektur Jodi sudah merayap lebih dahulu dan mencapai sebuah mobil, tepat ketika para pasukan Bison fokus pada kedatangan Shadow Eagle. Dia bersembunyi di balik mobil dan menembaki pasukan Bison itu saat tepat.
”Sial! Serang dia!” Harold baru menyadari hal itu, mereka terlalu fokus sebelumnya pada Shadow Eagle.
Jodi mampu bersembunyi dan menembaki pasukan elit tersebut, baku tembak terus terjadi. Jodi sudah mengalahkan sebagian besar dari pasukan Harold. Jodi sudah berlatih dengan baik, dia mendapatkan gelarnya sebagai inspektur bukan karena sekedar hiasan. Dia sudah bertarung dengan baik sebagai seorang polisi negara.
Namun, musuh yang dihadapi Jodi juga tidak sedikit. Serangan peluru terus menembaki mobil yang menutupi Jodi. Sulit untuk mencari celah keluar dan membalas tembakan.
”Serahkan Basoka!” teriak Harold meminta salah satu pasukan untuk mengambilkan basoka. Ledakan akan membuat polisi itu terluka atau keluar dari persembunyiannya.
Basoka dipersiapkan, Jodi sudah melihat dari celah. Saat tembakan datang, Inspektur Jodi berlari ke arah lain sambil menembakkan tembakan. Beberapa pasukan Harold terjatuh lagi, dan Jodi harus bergulingan. Rentetan tembakan terjadi lagi, basoka dipersiapkan. Namun, serangan dari tempat lain tidak ada yang menduga dan itu adalah serangan ledakan dari tembakan basoka ke arah pasukan Harold.
BOOOOMM!
Ledakan besar terjadi. Seorang lelaki sudah membantu Inspektur Jodi dari sisi jalan, dia membuat tembakan basoka melengkung dan meledakkan pasukan di belakang Harold. Lelaki itu memakai masker, dan dia adalah Khalid.
Khalid melihat pertempuran di sana, dua orang yang bertarung melawan pasukan khusus Jenderal Bison. Salah satu darinya, memakai topeng burung hitam. Dia adalah Shadow Eagle? Sudah lebih dari beberapa bulan, Khalid tak bertemu James dengan kemampuan yang sama. Apakah dia benar-benar James?
Beberapa jam lalu, ingatan Khalid terngiang. Saat itu, Khalid sedang bertugas di kota lain. Dan itu adalah misi menghabisi seorang bos tanah yang memiliki cukup banyak pasukan. Dia mendapatkan telepon tepat setelah tugasnya berhasil.
Nomor baru, telepon umum. Khalid menduga bahwa itu adalah Shadow Eagle.
”Khalid, pertempuran tak bisa dihindari. Aku sudah memutuskan untuk menghapus Dark Head dan seluruh organisasi pembunuh. Kamu bisa memilih, ikut bersamaku atau bertarung melawanku.”
Dan, Khalid mendengarkan semuanya dari Shadow Eagle sebelum peperangan puncak di Istana Negara. Khalid pun harus memutuskan keputusannya. Apakah dia akan tetap bersama Dark Head atau membantu Shadow Eagle yang merupakan guru dan penolongnya sewaktu dulu. Dan, Khalid pun harus memutuskan. Dia adalah seorang pembunuh, dan kini dia ingin mengakhiri semuanya.
Dia akan berada di sisi Shadow Eagle, bahkan jika dia harus mati sekalipun. Dia memutuskan untuk melawan Dark Head, dan membersihkan negara ini dari para pembunuh.
Ledakan kuat terjadi, pasukan Harold kocar-kacir dan banyak yang terkena ledakan dari serangan Khalid. Inspektur Jodi memanfaatkan hal itu, ada bantuan datang. Dan, dia segera menembakkan pelurunya, mengambil senapan yang terjatuh di sisi di dekatnya. Dan memberondong pasukan Harold yang tersisa.
DOR! DOR! BOOOM!
Kini, semua terbalik. Awalnya, Harold dan pasukannya mampu mendesak Jodi. Sekarang, mereka semua ditembaki dari dua arah berlainan. Harold pun marah, dia mengambil senjatanya dan menembak ke arah Jodi dan Khalid. Pasukan Harold berguguran dan hanya tersisa sepuluhan orang. Mereka dikepung dua orang dan menembaki mereka.
Sial!
Kenapa jumlah tidak bisa melawan dua orang biasa! Ini buruk. Mereka harus bisa menjaga tempat ini sebelum Jenderal Bison datang. Harold siap mempersembahkan kematiannya untuk hal itu. Dia tak ingin membuat Jenderal Bison kecewa.
”Habisi mereka, meskipun kita mempertaruhkan nyawa!” teriak Harold menembaki Jodi dan Khalid. Baku tembak terus terjadi, tapi pasukan Harold yang berjatuhan dan tersisa lima orang saja dari mereka.
”Menyerah saja kalian! Kalian hanya budak dari keserakahan Bison!” teriak Khalid, dia melompat di atas mobil di sisi jalan.
Harold geram, ”Kamu pasti pembunuh di salah satu organisasi pembunuh. Bukankah kamu sudah mendapatkan bayaran untuk bekerja di dalam? Kenapa kamu membela pemerintah!”
”Aku memang pembunuh, tapi sekarang negara dalam kekacauan. Aku tidak ingin negara ini hancur!” jawab Khalid.
Dari sisi lain, Inspektur Jodi keluar dari persembunyian.
”Benar, Harold. Aku tahu siapa kamu sebenarnya, kamu adalah pasukan khusus milik pemerintah. Negara ini diambang kehancuran, kamu harus membela negara ini!” teriak inspektur Jodi. Mereka adalah sama-sama pasukan negara yang harus melindungi negara ini.
”Negara ini harus ditata ulang, Inspektur. Orang-orang di atas sana, mereka semua memimpin dengan serakah dan hanya mengisi kantung-kantung mereka sendiri. Banyak kemiskinan dan ketidakadilan di semua tempat. Jadi, kami akan melakukan pengaturan ulang. Dan, Jenderal Bison telah berjanji. Dia akan membuat rakyat seluruhnya merasa adil dan mendapatkan hak mereka!”
”Itu bohong, prajurit!” teriak Jodi.
”Kamu yang bodoh, Inspektur!” balas Harold, ”Kamu terlalu lugu dan selalu menutup matamu dari ketidakadilan!”
”Kamu memang susah untuk dinasehati, Prajurit!” Jodi sulit meyakinkan Harold.
”Pertarungan adil sebagai sesama prajurit!” kata Harold. Dia meletakkan senjatanya di tanah. Itu artinya, pertarungan fisik. Tantangan prajurit untuk melihat siapa yang merasa paling benar setiap perbedaan pendapat.
Jodi menganggukkan kepalanya, dia melemparkan senjatanya.
”Majulah, Prajurit!”
Harold meminta lima pasukan yang tersisa tidak ikut campur, tapi mereka bersiap melawan Khalid karena pembunuh itu juga melemparkan senjatanya. Pertarungan fisik, Harol melawan Jodi. Dan, lima pasukan elit Harold melawan pembunuh Khalid.
HIIAAAAAAA!
Mereka tak peduli dengan pertarungan Shadow Eagle di sisi lain melawan pasukan Nicon dan Ricky. Pertarungan untuk menentukan siapa yang paling benar dari masing-masing persepsi. Ini adalah pertarungan keyakinan.