Kisah Semut yang Menawan

Separuh dari Gandum

Nabi Sulaiman as. benar-benar kaget ketika membuka botol, gandum yang diberikannya kini ternyata tidak dihabiskan oleh Semut itu. Melainkan, masih ada separuh gandum. Nabi Sulaiman as. pun heran dan akhirnya memberanikan bertanya pada semut yang bijak itu.

”Wahai Semut,” Nabi Sulaiman pun sebenarnya sudah menyiapkan gandum lainnya untuk diberikan kepada semut sebagai makanan untuk setahun lagi, ”Kenapa engkau hanya memakan sebagian dan tidak menghabiskannya. Padahal, kamu bilang kalau setahun jatah makanmu adalah sebiji gandum bukan?”

Semut pun menatap Nabi Sulaiman as., Dia juga merasa berterimakasih karena utusan Allah swt itu begitu baik memberinya sebiji gandum dan menjaganya dengan baik.

”Wahai Nabi Allah, sungguh jika aku berada di alam liar, bila aku di atas batu aku pasti akan memakan makanan yang aku cari seperti sebiji gandum untuk setahun. Aku yakin pada Allah sehingga aku mencari makanan dimanapun berada karena itu pasti Allah tidak akan pernah lupa pada seluruh hambaNya, termasuk aku yang kecil ini.

Lalu, aku engkau masukkan ke dalam botol wahai Nabi Allah, dan memberiku sebutir gandum. Sungguh, selain pada Allah aku menjadi bergantung kepadamu dan aku tidak bisa percaya kepadamu untuk bisa memelihara aku dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, wahai Nabi Allah aku hanya memakain setengah gandum itu dan aku sisakan lainnya untuk setahun atau dua tahun yang akan datang. Itu karena aku takut engkau lupa karena engkau manusia.”

Penjelasan semut ini membuat Nabi Sulaiman as. sadar, betapa Allah benar-benar mengurus semua makhlukNya tanpa terkecuali. Sedangkan dirinya saja, mengurusi satu semut bisa jadi terlupa dalam memeliharanya.

Sungguh, hanya kepada Allahlah manusia layak menyembah. Semut saja memiliki sifat iman dan tawakkal yang baik sehingga kita sebagai manusia harus lebih bertawakkal dan menyerahkan hidup dan segala hasil yang ingin kita capai hanya kepada Allah swt.

Dimana pun kita berada, Allah swt akan selalu menjaga kita, kesehatan dan juga kebahagiaan kita sesungguhnya semua dari Allah sehingga kita tidak boleh putus asa jika dalam belajar, atau dalam menuntut ilmu atau dalam mencari rezeki, karena pasti Allah menjamin kehidupan yang baik kepada kita, semua yang diberikan Allah kepada hambaNya adalah yang terbaik.

Semut yakin seyakin-yakinnya pada Allah, meskipun di padang tandus sekalipun. Hamparan bumi yang luas semua ada pada kendali Allah swt. Oleh karena itu, tawakkal kita harus mencontoh sikap semut ini, kita harus bisa berusaha semaksimal mungkin dalam berusaha dan belajar kita gunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan Allah pasti akan memberi hasil yang terbaik pula, kita harus yakin soal itu, karena itulah keimanan yang benar kepada Allah swt.

 

 

“(Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. an-Nur:38)

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!