Legenda Tombak Halilintar
Lencana Halilintar Milik Riki
Riki membantu Guardian Langit dan berdiri di sebelahnya. Dia menggunakan kekuatan dari Tombak Halilintar. Serangan dari para monster datang, terutama pemimpin dari penyerangan tersebut.
[”Aku sudah bosan, Riki! Sedari tadi aku hanya diam saja. Ayo, kita bertarung dengan segenap kekuatan!”] teriak Tombak Halilintar.
[Magic sword thunder diaktifkan, mengaktifkan kekuatan dari Jarum Halilintar keempat]
Energi tombak magic raksasa memenuhi tempat di sekitar Riki. Semua Player kini melihat perubahan senjata Riki yang menjadi sebuah item yang kuat. Dia adalah ..., seorang Pro Player?
Gayatri dari arah pasukan Genos, dia tak menyangka dan matanya melotot. Seperti yang dia duga sebelumnya, manusia player itu memiliki sesuatu yang istimewa. Dan, itu yang membuat Gayatri ingin melihat sebatas mana, kekuatan Player yang menjadi Ksatria dan tidak pernah terlihat itu.
”Energi penghancur Abyss!” teriak Gayatri dan melepaskan serangan sihir berupa api yang berwarna merah kehitaman. Puluhan api menyerang Guardian Langit dan Riki sekaligus, serangan sihir itu disertai datangnya Zigar dengan pedangnya.
Riki yang memunculkan Magic Spear dalam jumlah banyak dilepaskan dan menghadang serangan Gayatri dengan tepat. Setiap serangan kontrol dari Gayatri saling menyusul. Namun, Magic Spear milik Riki juga terus muncul dan menabrak setiap serangan Gayatri. Tidak ada satupun yang lolos. Kontrol mereka berdua mampu saling bertemu dan meledak.
Keduanya terus mengerahkan energi dan serangan mereka terus berbenturan. Suara ledakan memekakkan telinga, goncangan energi tersebut membuat bumi bergetar.
Di sisi sebelahnya, pedang Guardian Langit dan pedang Zigar bertemu dan ledakan energi juga terjadi.
Brush! Klang!
”Ksatria! Siapa namamu sebenarnya! Maafkan aku karena tidak memberikan penghormatan yang pantas. Aku Guardian Langit, anak dari God of War mengucapkan terima kasih padamu, Ksatria!”
Riki tersenyum sambil terus menahan serangan energi dari Gayatri.
”Aku adalah Riki, Ksatria biasa dan aku pernah bertanding dengan Dasatama di menara ujian Player!”
”Apa!” Guardian Langit bahkan menoleh ke arah Riki, sambil tetap menahan serangan dari Zigar. Sosok yang datang itu adalah Riki, seorang Ksatria yang pernah diceritakan Ayahnya ketika latihan. Apakah itu benar!
”Tunjukkan Lencana dari Ayahku, jika kamu memang benar Ksatria Riki!” kata Guardian Langit.
Riki bingung dengan hal itu, Lencana! Apa maksudnya Lencana yang diberikan God of War saat pertarungan di Menara Ujian?
Riki pun mengeluarkan sesuatu dari balik inventorynya, sebuah lencana kotak persegi panjang dan di tengahnya ada lambang halilintar.
”Apakah ini yang kamu maksud, Guardian Langit?” kata Riki mengeluarkan sebuah lencana yang diberikan God of War padanya.
”Lencana Halilintar! Artinya, kamu benar-benar Ksatria Riki! Ksatria yang dipercaya oleh Dasatama!” kata Guardian Langit tak percaya. Meskipun dia terlihat Player sederhana, tapi jika dia sudah mendapatkan Lencana Halilintar dari Dasatama. Maka, kekuatannya sudah diakui dengan sangat baik.
Guardian Langit tahu sekarang, mereka semakin terdesak sekarang. Maka, dia menyadari bahwa langit mengirimkan seorang Ksatria untuk membantu. Jadi, mencoba untuk percaya pada Langit adalah cara untuk menang untuk saat ini. Itu adalah satu-satunya cara yang disimpulkan Guardian Langit saat ini.
***
”Ayo bertarung lagi Guardian Langit! Buat aku terdorong lima langkah dari tempatku!” teriak Dasatama yang masih berdiri di tempatnya. Selama ini, dia hanya bisa terdorong satu hingga tiga langkah saja ke belakang.
”Sulit bagiku Ayah! Aku sudah mencobanya berulang kali. Setiap aku berlatih dan bertambah kuat, Ayah juga selalu bertambah kuat setiap saatnya. Aku selalu merasa tertinggal dari Ayah!” Guardian Langit duduk dan sudah putus asa. Setengah hari ini, dia mencoba mendorong God of War yang merupakan ayahnya. Namun, dia belum juga bisa mendorongnya hingga lima langkah meninggalkan tempatnya berdiri.
”Jangan pernah menyerah, Guardian Langit! Kamu adalah Ksatria. Jangan pernah menyerah hingga akhir, itu adalah Prinsip seorang Ksatria!” kata Dasatama terus memotivasi puteranya.
”Percuma Ayah! Kamu sudah berlatih sangat lama dan berpengalaman dalam medan perang. Aku tidak akan pernah bisa mendorongmu lebih jauh lagi!” Guadian Langit sepertinya sudah menyerah dan meluruskan kakinya ke depan seluruhnya. Angin berhempus mengenai wajahnya.
Dasatama menggelengkan kepalanya.
”Apa kamu pikir. Bertarung denganku, kamu tidak akan mungkin menang, Guardian Langit?” tanya Dasatama.
”Tentu saja, Ayah! Jika bukan melawanmu, tentu akan berjuang sampai akhir dan tidak akan menyerah. Namun, jika menghadapi Ayah, aku tidak akan pernah bisa menang!” tegas Guardian Langit sambil menunduk.
Dasatama merasa perlu menasehati puteranya. Dia baru saja pulang dari medan perang, dan dia ingin berlatih bersama puteranya tersebut. Dia pun duduk di sebelah Guardian Langit, ikut memandang langit bersama.
”Dengarlah, Puteraku! Di seluruh benua ini, masih banyak yang lebih kuat dariku! Jika kamu menyerah di sini dan merasa Ayah adalah yang terkuat. Kamu salah, Puteraku! Mereka sedang bersembunyi dan menyembunyikan kekuatannya, masih banyak yang lebih kuat dariku. Di atas langit masih ada langit, kamu harus bersemangat untuk mengejar ketertinggalan dengan berlatih lebih keras!”
Guardian Langit mendengarkan pengajaran dari Ayahnya.
”Aku ingat sesuatu, jika kamu nanti suatu saat bertemu dengan sosok Ksatria yang memegang Lencana kedua setelahmu. Maka, cobalah percaya padanya. Dia orang yang aku berikan rasa percaya sebagai Ksatria yang akan menjadi kuat di kemudian hari.”
”Benarkah, Ayah! Siapa namanya?” tanya Guardian Langit.
”Namanya, Ksatria Riki. Dia memakai tombak dan seorang Ksatria yang kuat, aku yakin suatu hari dia akan mengguncang Langit di seluruh benua ini!”
”Aku tidak sabar untuk bertemu dan bertanding dengannya, Ayah!”
God or War tersenyum, ”Jika kamu bertemu dengannya dalam pertempuran besar. Maka, berilah kepercayaan padanya untuk memimpin perang. Dia akan mengubah segalanya, aku yakin itu!”
Dan ..., Guardian Langit menunggu hari itu, hari di mana dia bisa bertemu dengan Ksatria Riki yang membawa Lencana Halilintar. Dia ingin membuktikan, seberapa hebat ekspektasi ayahnya tentang Ksatria Riki tersebut.
***
Mungkin ini saatnya ...
Kekuatan Guardian Langit dan kekuatan Zigar berbenturan, Guardian Langit sengaja meledakkan energi keduanya yang saling menekan tersebut.
Duaaarr! Booom!
Keduanya terpental. Guardian Langit melakukan itu, setelah melihat Lencana Halilintar yang diperlihatkan Ksatria yang mengaku sebagai Riki tersebut. Dia benar orangnya, orang yang dipercaya God of War memiliki takdir langit.
”Dengarkah kata-kataku, seluruh Ksatria yang berjuang di Kota Genzone! Aku memberikan ultimatum atas perintahku, sebagai Guardian Langit!”
Semua Player dan Ksatria kaget dengan perintah tersebut, Guardian Langit mengangkat pedangnya ke langit. Semuanya mendengarkan apa yang akan diumumkannya, apakah mungkin dia akan menyerah atau bertarung hingga akhir! Hal itulah yang dipikirkan para Player dan Ksatria, mereka melihat pasukan Ksatria sudah terpojok semuanya. Pasukan Monster semakin banyak.
[Pengumuman penting untuk para Ksatria, keputusan Guardian Langit adalah keputusan dari misi darurat penyelamatan Kota Genzone dari serbuan Organisasi Genos]
”Aku, Guardian Langit memutuskan. Menyerahkan kepemimpinan selama perang di Kota Genzone kepada Ksatria Riki! Semua keputusannya harus diikuti untuk meneruskan misi penyelamatan kota Genzone! Aku menyerahkan keputusan padanya, dan aku akan mengikuti komandonya sepenuh hati!”
Semua Player tak percaya, Ksatria Riki! Siapa dia? Para Ksatria pun sedikit bingung, apakah Guardian Langit sedang putus asa? Bahkan, para Monster tak mengerti. Mereka penasaran, siapa Ksatria Riki dan tanda cahaya langsung muncul di tubuh Riki.
[Segel pemimpin diberikan! Player Riki, Komando penyelamatan Kota Genzone]
”Apa! Kenapa aku harus memimpin, Guardian Langit!” Riki tidak percaya.
”Putuskan apapun, untuk pertarungan ini. Kita harus mengusir dan mengalahkan Pasukan Genos untuk menciptakan perdamaian di Kota Genzone, Ksatria Riki. Beri kami perintah!” teriak Guardian Langit.
Riki masih tidak percaya, dan status windownya kembali menyala.
[Misi khusus diberikan, selamatkan Kota Genzone dan pimpin semua Ksatria di Kota Genzone. Ksatria dan Player akan mematuhi anda, jika menolak mereka keluar dari misi darurat Kota Genzone. Hadiah tambahan jika berhasil, 5.000.000 kristal Justice. Tambahan hadiah; popularity Ksatria akan menyebar ke seluruh benua]
[Pilihan Player, Menerima X Menolak]
[”Ayo ambil saja misinya, Riki! Kamu akan menjadi Legenda mulai sekarang!”] Tombak Halilintar ikut menyemangati.
Riki tak punya pilihan lain.
”Baiklah, Menerima!”
Lagian! Uangnya cukup banyak, ha.. ha.. ha.. tawa Riki dalam hati. Meskipun begitu, Riki juga ingin menyelamatkan kota Genzone dari kehancuran.
[Misi dibuat, Player Riki pemimpin Ksatria penyelamatan Kota Genzone. Jalankan tugas anda sebagai komando perang]
[”Baiklah Riki, saatnya untuk membantai!”]
”Berisik kamu, Tombak Halilintar!”
Para Ksatria menekuk satu lutut kanannya. Mereka kompak sebagai Ksatria dalam bersiap menerima perintah.
”Beri kami perintah, Ksatria Riki!”
Para Player kini mengetahui, siapa Player Riki yang memiliki level rendah tapi mendapatkan kepercayaan dari Guardian Langit. Mereka pun terpaksa harus mengikuti perintahnya untuk memenuhi misi darurat ini.
Apa yang akan dilakukan Riki dalam kondisi seperti ini, dia merasakan jiwa Ksatrianya menjadi membara. Begitu banyak para Ksatria yang menunggu komandonya. Kini, dia dipercaya dan dengan kekuatannya, Riki akan berusaha yang terbaik.
”Baiklah semuanya, sekarang! Kita yang akan membantai para monster dan pasukan Genos itu!”
”Hidup Ksatria!”
”Hidup Ksatria!”
Dan, Guardian Langit ingin melihat. Apakah God of War memang memiliki firasat yang kuat tentang kekuatan dari Ksatria Riki. Dia akan melihat dan menyaksikan sendiri, seberapa kuat Ksatria yang dipercayai oleh Ayahnya tersebut! Selama ini, Guardian Langit tak pernah meragukan apapun dari perkataan Ayahnya.
Brush!