Legenda Tombak Halilintar

Petualangan Baru, Kristal Bulan

Sibuk di dalam game? Memang benar! Namun, Riki harus adil pada keluarganya. Dia berjanji untuk menemani adik lelakinya, Sendi berjalan-jalan. Tidak hanya Sendi, Riki juga mengajak Ibunya untuk ikut serta. Riki melakukan game dan mendapatkan uang, berusaha di dalam game. Semuanya adalah untuk keluarga. Keluarga memang menjadi yang utama.

Riki tidak mau terlena bermain game sepanjang waktu, dia memiliki keluarga dan kebersamaan dengan mereka. Maka, Riki kali ini ingin membelikan handphone untuk Sendi.

Pusat pertokoan yang ramai, mereka berjalan dan menikmati sebagaimana kebersamaan orang-orang pada umumnya. Riki tak lupa membelikan Ibunya tas dan beberapa pakaian. Ibunya tak pernah merasakan hal itu, hidup mereka dulu susah. Riki begitu semangat untuk membuat ibunya bahagia. Riki menggunakan kartu pembayaran VIP. Uang tak masalah lagi baginya. Pemilik toko awalnya meremehkan Ibu Irma, tapi kemudian meminta maaf setelah melihat kartu pembayaran Riki.

Beginilah hidup di zaman sekarang, uang mungkin menjadi alat ukur yang utama. Uang menjadi hal yang diagungkan. Melihat ada orang berbaju sederhana, mereka pun melihat mereka sebagai orang miskin. Pola pikir di dunia modern memang demikian, mereka melabeli orang miskin dan kurang melayani dengan baik. Sedikit sekali kini yang memperhatikan hati dan kebaikan manusia.

Harusnya, semua tahu bahwa kebahagiaan dan kekayaan tidak dinilai dengan uang. Melainkan, dengan hati dan ketulusan serta kebaikan. Hal itu yang selalu diajarkan bu Irma kepada putera-puteranya.

Mereka pergi ke toko lainnya, toko penjual handphone dan aksesoris. Sendi sudah tidak sabar dan begitu bersemangat melihat semua handphone baru yang dipajang. Dia tak sabar karena kakaknya berjanji untuk membelikan HP baru untuknya.

”Kak Riki, apakah aku boleh memilih HP yang aku inginkan?” Sendi melihat ke arah Riki.

Seorang pelayan wanita berambut panjang melihat ketus ke arah keluarga Riki.

”Pasti kalian akan memilih handphone dengan kelas medium atau di bawahnya bukan?” kata pelayan itu meremehkan.

Riki kehilangan senyumannya, dunia memang sudah berubah. Orang yang terlihat sederhana atau miskin, sudah tidak memiliki wajah bagi orang-orang yang berpikir kapitalis. Uang dan kemewahan adalah tolak ukurnya. Mereka melihat hanya dengan kemewahan saja.

Riki melihat penjual tersebut, ”Berikan padaku hanphone termahal di toko ini!” katanya tegas.

”Apakah anda mampu?” suara penjaga toko tersebut.

Riki mengeluarkan kartu pembayaran VIP, yang dikenal memiliki uang tak terhingga di dalamnya. Penjaga toko itu terdiam dan meminta maaf pada Riki. Mereka memang tak bisa menghargai orang lain, kecuali dari harta dan kekuasaan. Mereka harus dibungkam dengan bukti.

”Baiklah, baiklah Tuna. Maafkan saya,” penjaga toko itu bergegas mengambil handphone paling mahal, dan membawanya ke atas meja kaca. Kartu pembayaran diberikan dan Sendi sangat senang mendapatkan HP yang sangat canggih. Mereka pun pergi, Riki tertahan sejenak dan memberikan pesan menohok pada penjaga itu.

”Ingat pesan saya Nona, hargailah orang lain bukan karena penampilannya. Jika anda tahu, hal itu sangat menyakitkan hati orang yang kamu hinakan!” Riki pun pergi dan penjaga toko itu meminta maaf sekali lagi.

Riki dan keluarganya kembali berkeliling, dan cukup lama mereka akhirnya memutuskan untuk pulang.

”Riki ..., apa kamu tidak menghabiskan uang banyak dengan membeli banyak hal seperti ini?” tanya bu Irma di perjalanan. Mereka menaiki mobil taksi dan menuju perjalanan pulang.

”Aku masih memiliki cukup uang, Ibu. Uang itu tidak akan dibawa mati bukan? jadi aku membelikan sedikit barang untuk kita!”

”Baiklah kalau begitu, kamu sudah dewasa. Kamu sudah bisa memilih jalan yang benar. Ibu percaya padamu,” kata Irma lagi.

”Terima kasih, Ibu.”

Perjalanan mereka menjadi bermakna, tidak pernah dalam hidup mereka jalan-jalan seperti saat ini.

”Brother Riki, terima kasih untuk Handphonenya. Aku akan menjaganya, aku juga berjanji tidak akan mengecewakan Ibu dan Kakak!” kata Sendi.

Riki meraih kepala Sendi dan memeluknya, ”Kamu harus menjadi orang besar di kemudian hari, jaga Ibu baik-baik. Kita ini adalah keluarga, harus saling membantu dan mengingatkan!”

”Memangnya ..., kalau aku menjaga Ibu. Kakak akan pergi kemana?” tanya Sendi.

”Ha.. ha.. ha..! Tentu saja, Kakak akan pergi lagi ke dunia game. Kakak harus mencari uang, kamu jaga Ibu.”

”Ha.. ha.. ha..!” keduanya tertawa, bu Irma tak bisa membayangkan bagaimana kalau kedua puteranya itu nanti menikah. Apakah dia akan bisa merasakan kebersamaan seperti ini lagi, atau tidak. Dia juga sakit, dia hanya berdoa untuk kebahagian dua puteranya tersebut. Melihat kebahagiaan keduanya adalah kebahagiaan tertinggi bagi seorang Ibu.

***

[Selamat datang di permainan Sky Legend]

[”Apakah kamu siap berpetualang lagi, Riki?”]

”Tentu saja, Tombak Halilintar. Perjalanan menjadi Legenda akan dimulai kembali.”

Tombak Halilintar tahu, perasaan Riki sedang bahagia. Dia sudah melakukan kebaikan untuk keluarganya. Kali ini, gilirannya untuk beraksi di dalam permainan kembali. Menyelesaikan misi dan juga menjadi kuat.

[”Apa yang akan kita lakukan, Riki?”]

”Menyelesaikan Misi yang tertunda. Kita akan menyelesaikan salah satu misi dari Crimson. Kita menuju Benua Igris!”

[”Siapa yang akan kamu target dalam misi kali ini? Apakah kamu ingin menyelesaikan Naga Kemmin?”] tanya Tombak Halilintar.

”Benar! Aku sudah mempelajari beberapa hal tentangnya. Kita akan memulai untuk melawan Naga terkuat yang ada di Benua Igris. Dia adalah Naga yang sangat menyusahkan seluruh dataran Igris. Dia sangat ditakuti di sana dan selalu berbuat kerusakan!”

[”Baiklah, aku akan selalu menemanimu!”] kata Tombak Halilintar.

[Simcal! Benua Igris – Kota Bodrex]

Splash!

Riki memakai pakaian armor biasa, seperti Player yang umum. Dia juga menyamarkan Tombak Halilintar dengan memasukkannya dalam item Jarum Halilintar dalam ujung tombak. Dia tidak mau menjadi pusat perhatian, karena tombaknya yang dikelilingi dengan Jarum Halilintar. Riki menyembunyikan kekuatan dari Jarum Halilintar.

Kota Bodrex adalah kota pertama yang dimasuki di Benua Igris. Dari sana, Riki bisa mencari informasi dan juga misi yang ada di Benua Igris. Tujuan utamanya adalah mencari keberadaan dari Ksatria Naga, Kemmin. Dia adalah sosok kuat yang telah mengkhianati Crimson dan selalu membuat kerusakan.

Saatnya untuk pertarungan kembali.

”Apakah kamu tahu, Raja Kejahatan Kemmin sudah memberikan pengumuman terbaru untuk seluruh pemimpin Kota di seluruh Igris?” kata seorang NPC yang sedang makan Mie di pinggir jalan. Telinga Riki dengan sense tinggi langsung mendegarkan segala sesuatu informasi tentang Kemmin.

”Apa yang diumumkannya, apakah hal itu berhubungan dengan kita semua?” tanya rekannya, mereka terlihat seperti pekerja tambang atau sejenisnya.

”Kamu harus hati-hati berbicara, jangan terlalu keras. Kemmin memeritahkan kepada seluruh pasukannya. Mereka tidak boleh memiliki hubungan dengan para Ksatria atau pendatang. Para Pendatang yang berusaha untuk berburu di Igris, bahkan sudah banyak yang ditangkap dan dibunuh!” kata salah satunya yang memberi jawaban.

”Bagaimana bisa itu terjadi? Apakah terjadi krisis di benua Igris?”

”Aku tidak tahu, tapi semua itu aku dengar. Ada hubunganya dengan Kristal Bulan.”

”Kristal Bulan?” tanya salah satunya penasaran.

”Jangan keras-keras! Kristal Bulan itu akan muncul dalam beberapa hari ini. Kekuatan yang dimiliki Kristal Bulan, mampu menghancurkan sebuah benua. Jangan sembarangan membicarakan Kristal Bulan!”

”Jadi begitu, orang luar akan datang ke Igris untuk memperebutkan Kristal Bulan. Sedangkan, Naga Kemmin menginginkan Kristal Bulan itu!”

”Diam! Jangan sembarangan Bicara!”

Brak!

Dua prajurit kuat tahu hal itu, dan menggebrak meja kedua orang yang makan tersebut.

”Kalian bicara apa! Kalian ditangkap karena membicarakan masalah rahasia Kota Bodrex!”

”Jangan ..., kami tidak bicara apapun!”

Brak! Brush!

Kedua penjaga itu bahkan memukul meja makan itu, dengan tombak yang mereka pegang. Meja itu hancur dan apa yang ada di atasnya berhamburan. Keduanya segera memegang baju kedua pekerja yang sedang makan tersebut.

Riki harus bertindak!

”Lepaskan mereka!” Riki berdiri melihat kedua penjaga yang menangkap kedua Pekerja tersebut.

”Kamu orang Asing! Untuk apa datang ke Kota Bodrex!”

”Aku datang untuk bermain, ini adalah Benua Igris. Siapapun boleh masuk dan tidak boleh ada yang melarangnya!”

”Kurang Ajar!” salah satu prajurit melepaskan pekerja, dan menyerang Riki dengan tombaknya.

Woossh!

Apa yang terjadi?

Mata Riki melihat dengan tajam, tangan kirinya memegang ujung tombak dari prajurit yang mengarah padanya. Penjaga itu tidak bisa menggerakkan tombaknya, energi kuat mengekang tombaknya. Prajurit itu menekan tombaknya lagi dengan kuat dan mencoba menekan Riki.

Crak!

Bug!

Tombak itu pecah, lalu Riki dengan kecepatan tinggi memukul perut penjaga itu. Penjaga itu terjatuh. Penjaga satunya gemetar, dia tetap maju dan memukulkan tombaknya, meskipun gemetaran.

Brush!

Riki melewati penjaga itu dan memukul bagian leher belakang. Penjaga itu pun jatuh. Kedua pekerja yang bercerita itu mengucapkan terima kasih pada Riki. Mereka hendak pamit untuk melarikan diri ke hutan, tempat di mana tambang tempat mereka bekerja.

Riki meminta mereka untuk menjelaskan beberapa hal sambil mengantar mereka.

[Anda mendapatkan kepercayaan dari NPC pekerja, anda mendapatkan informasi berharga berupa kekacauan di Igris. Anda mendapatkan informasi, keterlibatan Naga Kemmin dalam semua hal yang berhubungan dengan Kristal Bulan]

Petualangan baru, akan dimulai! Riki sudah bersiap untuk pertarungan selanjutnya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!