Legenda Tombak Halilintar

Tombak Jiwa

Hutan Zamrud yang merupakan hutan dalam perburuan Player level menengah ke atas, kini menjadi ajang munculnya para Player dengan level rendah. Riki tidak paham, bagaimana hal itu bisa terjadi. Hutan Zamrud menyimpan rahasia untuk saat ini, ditambah rahasia Bunga Bulan yang masih belum dapat diketahui tempatnya oleh Riki.

Setiap tempat yang dilewati Riki di dalam hutan, bermunculan para Player yang datang dengan simcal. Mereka memasuki hutan Zamrud berkelompok maupun sendiri, dan tetap sama ketika Riki melihatnya. Mereka semua level menengah ke bawah, mereka seharusnya tidak mamasuki hutan terlarang ini. Hal itu karena, beast di dalam hutan ini bukan lawan yang bisa mereka hadapi.

Ini sesuatu di luar nalar, mereka para Player tidak mungkin bisa berburu di tempt ini! Ini area berbahaya, dan apakah sistem tidak memberitahu mereka tentang bahaya dari Hutan Zamrud ini? Jika mereka memiliki sistem dalam game. Maka, mereka akan melihat bahwa ini adalah zona merah yang tidak seharusnya dimasuki oleh player level bawah seperti mereka.

Hutan ini bukan tempat berburu yang tepat untuk mereka. Namun, Riki juga tidak bisa melarang mereka semua, satu hal yang pasti dari Tombak Halilintar yang melakukan analisa. Jutaan player yang memasuki hutan Zamrud, semuanya ada pada posisi level rendah. Dan, mereka seperti disedot oleh sistem game dan diarahkan ke tempat ini.

Ini benar-benar aneh!

Riki masih melihat dan memantau, dia melewati para Player level rendah tersebut. Dia terus menuju ke sisi tujuannya di Gunung Opus. Itu adalah tujuannya. Terlalu ramai, Riki harus melewati para Player yang masih berbincang dengan rekan timnya atau player lainnya yang baru mereka temui. Kini, semua player mulai heran, mereka bertanya kenapa di hutan itu terlalu ramai dan begitu banyak Player lainnya.

Dan, saat mereka mulai ada yang melakukan simcal untuk kembali ke tempat semula. Saat itulah, mereka mulai geger dan suasana menjadi mencekam.

Mereka tak bisa melakukan simcal seperti biasanya, padahal kristal yang mereka miliki masih banyak. Seharusnya, tidak masalah mereka bisa melakukan simcal dengan kristal yang mereka miliki.

Mereka mulai gelisah, seolah mereka dimasukkan ke dalam tempat yang aneh dan mereka tidak memahaminya. Itu semua karena mereka sebelumnya mendapatkan tawaran yang tidak bisa mereka tolak. Tawaran berburu dengan mudah bagi mereka player rendah atau player pemula. Mereka akan ditempatkan pada tempat berburu paling mudah di Sky Legend. Dan, mereka pun menggunakan simcal. Dan, mereka semua dilemparkan di hutan Zamrud.

”Aku tidak bisa melakukan simcal!” terdengar sebuah teriakan dari salah satu player.

Di susul player lainnya, mereka mencobanya dan mereka juga tidak bisa melakukannya.

”Aku tidak bisa melakukan simcal ke tempat kembali!” dia tak bisa melakukan simcal untuk kembali ke tempat yang lain. Simcal gagal bagi semua Player.

Riki masih mengawasi mereka semua. Dia tak peduli tentang simcal, tujuannya memang berbeda dari player di sana. Dia ingin menuju Gunung Opus dan mengungkap misteri Bunga Bulan dan menghadapi naga Kemmin.

”Aku tidak mau di sini!” teriak salah satu player wanita di ujung sana.

”Aku mau pulang, kita terkurung di sini!” suara yang lain. Akhirnya, semua player pun mulai gelisah dan mereka kebingungan untuk kembali pulang.

Namun, bencana sesungguhnya baru saja dimulai.

Dan kini ..., semua Player yang memasuki Hutan Zamrud dihadapkan pada sesuatu yang aneh. Status mereka semua, muncul peringatan. Riki tidak tahu apa yang membuat wajah-wajah para Player itu menjadi pucat dan ketakutan. Riki memberanikan diri bertanya pada salah satu Player di sebelahnya.

”Pemberitahuan apa sebenarnya yang anda dapatkan?” Riki bertanya pada Player yang cemas wajahnya.

”Aku ..., aku tidak bisa melakukan Simcal atau bahkan log out. Kami harus mencapai Gunung Opus terlebih dahulu, baru kemudian Simcal dan pilihan log out akan hidup kembali! Bagaimana hal ini bisa terjadi!” dia adalah Player Solma, dia kebingungan dan tak mengerti kenapa ini seperti permainan kematian?

Riki mulai menyadari, memang ada yang aneh di Hutan Zamrud.

[Gelombang serangan Monster dimulai, Player harus bertahan jika ingin keluar dari Hutan Zamrud hidup-hidup]

Riki baru bisa membaca keterangan sistemnya terbuka. Dia tidak memiliki syarat apapun dalam penggunaan Log out. Dia hanya dibatasi dengan tidak bisa menggunakan Simcal di Hutan Zamrud untuk mencapai Gunung Opus. Namun, bukan berarti tidak bisa Log out.

Player-player ini berbeda. Dan, belum sempat berpikir terlalu dalam. Getaran di tanah sudah terasa begitu kuat. Gempa bumi!

Serbuan monster seperti di dalam keterangan sistem game.

[”Riki! Ribuan monster kuat sedang menuju ke hutan. Sepertinya, ini akan menjadi pembantaian besar-besaran kepada para Player yang masuk ke Hutan Zamrud!”] teriak Tombak Halilintar.

Seorang Player berteriak karena dia melayang di atas, dia melihat kepulan asap dan beberapa monster besar sedang menuju hutan. Monster-monster mengerikan dan kuat. Mereka dari berbagai bentuk beast, dia pun gemetaran.

”Kita semua akan mati di sini! Ayo, lari semua!” teriak Player tersebut dan langsung melarikan diri dengan terbang melayang. Kepanikan mulai terjadi pada semua Player tersebut. Mereka semua lari dari serbuan monster-monster mengerikan. Mereka tidak akan sanggup melawan monster-monster kuat tersebut.

Mereka biasanya melawan Big Rabbit dengan tim maupun sendirian. Kali ini, monster besar dalam berbagai bentuk yang ditemui dalam Dungeon minimal tingkat 3 datang menyerbu. Kini, semua terbalik. Permainan Kucing diserbu Tikus dimulai, biasanya Kucing yang memburu Tikus, tapi kali ini Tikusnya lebih besar.

Brush! Brush! Boom!

Serbuan monster dalam jumlah banyak dimulai! Pepohonan di Hutan Zamrud ditabrak dan roboh. Monster Mamoth Black menghancurkan pohon besar dan menggetarkan seluruh hutan Zamrud. Para Player tak bisa berbuat banyak, mereka berlarian karena paham mereka bukan lawan para beast monster.

”Ada apa ini sebenarnya? Kenapa bermain game jadi mengerikan seperti ini!” teriak Player wanita yang merupakan penyihir. Dia berlari dan di sebelahnya ada tim squad yang datang bersamanya.

Brush! Boom!

Goncangan besar, dan dua rekannya yang tertinggal di belakang, ditabrak oleh monster badak dengan cula 15 dan tubuh monster yang besar.

[Player Terlog out]

[Player Terlog out]

[Player Terlog out]

”AAAAAHHHHHH!”

Brush!

”Tolong!” ”Tolooong!” ”Toloooong!”

Teriakan demi teriakan terdengar seperti pembantaian. Riki melawan beberapa monster dengan pukulan energinya. Dia menolong beberapa Player, tapi tetap saja Riki tak bisa menyelamatkan semua player. Kekacauan besar terjadi, Riki hanya bisa berusaha semampunya dan menyelamatkan beberapa Player yang ada dalam jangkauannya.

Luasnya Hutan Zamrud, dan tersebarnya Player di semua sisi hutan dan begitu banyak monster seperti serbuan di Kota Genzone. Riki tak bisa menyelamatkan mereka semua, dan serpihan data dari para Player terlihat seperti angka-angka bercahaya yang naik ke atas. Itu tanda begitu banyak Player yang terlog out.

Riki memutar tubuhnya, dua Mamoth Black dihempaskan dengan energi tombaknya. Keduanya hancur dan menghantam monster kecil lainnya yang ada di sisi kanannya. Riki menguatkan tombaknya. Pertarungan dimulai kembali.

Brush! Boom!

Para Monster begitu banyak dan mereka melihat Riki.  Mereka menyerbu sekaligus ke arah Riki agar bisa menghancurkannya. Puluhan monster beast sekaligus menyerbu dari berbagai sisi, mereka seperti tak memiliki tujuan apapun kecuali menghancurkan manusia.

”KRRUUUAAAK!” ”GROOOAR!”

”Jangan pernah mencoba melawan Legenda!”

Riki menyambut mereka semua, Pusaran Badai diaktifkan dan gelombang energi menghempaskan para monster yang menyerangnya. Bahkan, monster lainnya ikut hancur dengan pusaran badai yang dikeluarkan Riki, melalui kekuatan Tombak Halilintar.

Ratusan Monster musnah dengan kekuatan Riki. Para Monster lainnya masih mengejar Para Player yang sibuk melarikan diri atau bertahan.

[”Riki! Aku melihat serpihan jiwa para Player yang terbunuh. Serpihan jiwa itu seperti dikumpulkan dalam sebuah item jiwa! Aku melihat bahwa ada kumpulan dari energi para Player Player yang terpusat di suatu titik!”]

Riki kaget mendengarkan penjelasan dari Tombak Halilintar. Bersamaan dengan itu, para monster masih terus menyerangnya, dan Riki menyambut dengan ayunan tombaknya. Para Monster itu masih belum bisa menghentikan Riki, dan Riki menghancurkan mereka semua.

Brush!

”Apakah ada sesuatu yang aneh seperti ini di dalam Sky Legend! Bagaimana ada serpihan jiwa, jika para Player yang terbunuh maka akan kembali ke dunia nyata!” Riki masih kebingungan sambil menghempaskan monster Orc besar.

[”Aku tidak tahu, Riki! Namun, energi seperti terkumpul di titik tertentu di depan sana. Tepatnya, ke arah Gunung Opus tapi masih di dalam Hutan Zamrud!”]

Riki harus tahu apa yang sebenarnya disembunyikan di Hutan Zamrud, dan juga Gunung Opus yang misterius.

[Anda akan menemukan rahasia Kemmin, jika menaklukkan Gunung Opus]

Sistem baru muncul, jadi ini semua adalah ujung dari misinya. Semakin dekat ke arah naga Kemmin, tapi kenapa harus melibatkan sebanyak ini Player yang masuk ke Hutan Zamrud? Mereka sedang dikorbankan untuk apa!

Riki harus berbuat sesuatu! Dia memiliki Lencana Halilintar dan juga gelar Ksatria.

[Menggunakan item Lencana Halilintar]

[Memberikan pengumuman dipilih, anda bisa memberikan pengumuman pada Ksatria di seluruh Benua. Pesan khusus diberikan untuk memberikan pesan pada Dasatama, dan Guardian Langit]

[Pengumuman dibuat]

[Aku, Ksatria Riki. Gelar Ksatria Kota Genzone dan Raja Menara. Aku mengumumkan, pembantaian besar terjadi di Hutan Zamrud. Banyak Manusia terbunuh dalam jumlah jutaan. Selamatkan mereka!]

Pesan sudah diberikan, hanya itu yang bisa diperbuat Riki. Para Ksatria harus bisa menyelamatkan para Player level rendah, yang terjebak dalam Hutan Zamrud. Riki bertarung lagi dan menuju ke arah titik koordinat yang disebutkan Tombak Halilintar. Tempat yang disebutkan itu sebagai tempat terkumpulnya serpihan jiwa para Player.

***

Di tengah kedalaman Hutan Zamrud.

Tiga orang prajurit kuat sedang mengelilingi sebuah tombak yang bercahaya di bagian ujungnya. Tombak itu terbalik dan bagian tajamnya di bawah. Serpihan jiwa energi terus masuk ke dalam ujung tombak di bawah tersebut.

”Masih belum cukup!” kata Annuki, prajurit terkuat milik Naga Kemmin. Dia ditugaskan untuk menjaga Tombak Jiwa, penyerapan jiwa Player rendah sudah mulai masuk ke Tombak Jiwa. Apa yang direncanakan Kemmin sudah dimulai, pembantaian manusia sedang terjadi.

”Aku bosan di sini!” kata Meria, prajurit terkuat yang ditugaskan menemani Annuki.

”Jangan bicara sembarangan, Meria! Kita harus menunggu hingga energi Tombak Jiwa ini mencapai 100%, maka kita akan memberikan Tombak Jiwa ini pada Tuan Kemmin. Kita akan menjaganya dengan nyawa kita!” kata Samoa tegas.

Mereka bertiga, ditugaskan untuk menjaga Tombak Jiwa hingga terisi penuh, dengan serpihan jiwa manusia yang terbunuh di Hutan Zamrud.

Dan ..., Riki sedang menuju arah titik tersebut.

Pertarungan besar menanti sang Legenda!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!