Legenda Tombak Halilintar

Player Indonesia?

Riki memutuskan untuk keluar lebih dulu dari game, dia teringat makanan Ibunya.

”Log out!”

Splash!

Permainan selesai, sepertinya cukup lama Riki menghabiskan waktunya di dalam kapsul game. Namun, hal itu sepadan. Dia naik level hingga 10 level. Ini gila! Kini, dia sudah di level 31.

Krutuk!

Suara apa itu? Riki membuka helm dan otomatis pintu kapsul terbuka. Suara perut Riki, dia sangat lapar! Dia melihat kotak waktu di meja belajarnya. Apa! Pukul 04.00 pagi. Pantas saja, perut Riki kelaparan karena bermain semalaman di dalam Sky Legend.

Riki pun keluar dari kamarnya, dia ke dapur dan membuka penutup makanan. Di sana, ada lauk dan juga sayur. Sepertinya belum lama dihangatkan, pasti ibunya. Ibunya tahu dirinya sedang bekerja dalam game. Jadi, saat Riki lapar dia pasti mencari makanan.

Oh Ibu! Riki berjanji akan membahagiakan Ibu dan adiknya, mulai sekarang semuanya akan berubah. Riki meneteskan airmatanya sambil makan dengan lahap. Dia makan sambil sesenggukan. Di balik ruangan lainnya, Ibu Irma yang merupakan ibunya melihat dari balik pintu yang sedikit terbuka. Bu Irma terbangun karena ada suara sendok dan piring yang bertemu. dia pun melihat bahwa putera pertamanya sedang makan.

Mereka disibukkan dengan pikiran mereka masing-masing. Bu Irma pun kembali ke kamarnya, dia tersenyum karena melihat puteranya sudah makan. Dia sudah menghangatkan makanan itu tiga kali.

***

Seoul, Kantor Developer Universal Chaos, untuk Korea Selatan.

Persaingan antar Player di seluruh dunia sangat ketat, mereka semua berebut untuk menjadi Player terkuat. Namun, semua Player tahu hal itu sangat sulit. Mungkin, seperti memanjat ke bulan karena harus bersaing dengan dua milyar user yang memainkan Sky Legend.

Seorang lelaki berumur 45an tahun, memakai jas dan berada di depan layar monitor. Dia sedang melihat map dimana Player-Player dari Korea Selatan yang berbakat. Lelaki itu melihat stat dan juga kemampuan skill yang kuat. Olimpiade dua tahunan akan dilaksanakan lagi. Maka, dia harus melihat mana Player menonjol untuk mewakili Korea Selatan.

Selama ini, banyak Player kuat yang naik level karena mereka memiliki banyak uang sehingga menggunakan kristal untuk membeli item kuat untuk senjata mereka. Namun, mereka akan kalah saat battle player dengan Player yang memang memiliki skill khusus. Player yang mereka fokus di dalamnya dan memang mencintai game ini, mereka yang membuat sebuah fokus spesifikasi tinggi.

”Pak ..., Pak Dae Jung!” teriakan dari lelaki yang buru-buru memasuki ruangan lelaki setengah baya yang dipanggl pak Dae Jung.

”Ada apa, Ji Won! Kamu seperti dikejar monster Beast saja. Sudah seperti di dalam game saja kamu ini,” kata Dae Jung, Pemimpin Sky Legend dari Korea Selatan tersebut. Dae Jung adalah salah satu karyawan di bagian Informasi.

”Apakah kamu menemukan Player yang unik dan hebat?” tanya Dae Jung karena sepertinya, Ji Won masih mengatur napasnya. Ji Won terlalu bersemangat untuk mengatakan sesuatu yang penting.

”Bukan, Pak. Namun, apa Bapak ingat tentang Dragon Spear, item Legendary yang belum ditemukan?” mata Ji Won terbuka lebar, giginya terlihat semua dari atas hingga bawah.

”Apa!” kali ini giliran  Dae Jung yang heboh! Senjata itu, senjata yang sangat kuat dan satu dari tiga senjata terkuat yang dirilis saat game Sky Legend, di buat oleh 5 negara besar.

Dae Jung bahkan berdiri dan memegang kedua kerah baju Jiwon, karena tak bisa mengendalikan dirinya. Dae Jung-lah yang mendesain senjata itu dan berharap menjadi legenda dalam Sky Legend.

”Apakah Player yang mendapatkannya adalah salah dari dari 100 Top Player Global?” Dae Jung yang tak lagi muda itu sangat bersemangat, dan bahkan tubuh Ji Won bergoyang maju dan mundur karena kekuatan tangan Dae Jung.

”Bukan, sama sekali bukan top Player!” kata Ji Won.

”Lalu, siapa dia?” Dae Jung melepaskan kedua tangannya dari baju Ji Won.

”Player Sampah!”

”Apa maksudmu Player sampah, Ji Won?”

”Enam tahun bermain, hanya level 21. Keahlian berlari dan hanya mencuri item kristal, dan levelnya tertahan di titik yang sama!”

Mengenaskan!

”Apa!”

”Apa dia dari Korea Selatan?”

”Bukan!”

”Lalu?”

”Dari negara yang memiliki pulau yang banyak dan memiliki penduduk paling ramah di dunia!”

”Maksudmu, Indonesia?”

”Benar!”

Dae Jung menurunkan kedua tangannya, dia lemas. Senjata yang dia desain, apakah akan menjadi sampah? Indonesia! Bahkan, mereka adalah negara yang masuk dalam negara dengan Player 10 Top dunia, tapi Top terendah dari rank dunia. Apakah senjatanya akan berakhir dan tak menunjukkan kemampuan terkuatnya?

”Ji Won, awasi Player dari Indonesia itu padaku. Laporkan berkala tiap dua hari, dan rahasiakan hal ini dari siapapun!”

”Baik, Pak!” Ji Won undur diri.

Di tempat kerjanya, Dae Jung terlihat lemas. Tidak mungkin! Kenapa bukan Pro Player atau seorang Player dari Korea Selatan?

Tidak! Itu adalah senjata yang bisa menggoncang seluruh Sky Legend!

***

”Pak Reynald!” suara dari Alice.

Reynald adalah salah satu pendiri dan developer dari Amerika Serikat. Dia salah satu orang terkaya di dunia. Alice baru saja melaporkan semua Player di Amerika Serikat yang dilirik untuk ikut Champion sebentar lagi. Mereka harus menimbang skill Player untuk dibawa dalam battle player Sky Legend.

”Apa ada yang tertinggal, Alice?” tanya Reynald yang mengernyitkan dahinya.

”Ehm, kemarin ada laporan bahwa ada salah satu Player yang naik level dalam waktu 1 hari dan naik 10 level secara langsung. Dan, dia mendapatkan title baru dengan membunuh Big Rabbit dalam waktu yang singkat. Itu title membunuh Big Rabbit yang belum pernah ada sebelumya,” kata Alice, dia juga ragu apakah hal itu penting atau tidak.

Reynald terlihat berpikir sejenak, ”Mungkinkah dia Player lama, dan kembali bermain karena mungkin itu hal yang biasa!”

”Tidak, dia sudah bermain enam tahun lamanya. Player tersebut naik level dengan berburu seharian!”

”Sepertinya, dia hanya Player maniak saja! Level berapa dia sekarang?”

”Level 30,” jawab Alice.

”Itu biasa, mungkin saja itu adalah Player yang memiliki uang banyak sehingga dia membeli item kuat. Bisa jadi, ada skill sihir sehingga memudahkan dia naik level di level-level rendah di bawah 40. Player darimana dia?”

”Indonesia!”

”Indonesia?” Reynald bahkan mendelikkan matanya lebar-lebar. Negara yang selalu payah dalam kompetisi awal Battle Player. Tidak akan pernah lolos babak penyisihan.

”Alice, lupakan dia! Dia hanya Player sampah! Apalagi, dia dari Indonesia!”

Benar juga! Alice mengangguk, mungkin dia yang hanya terlalu khawatir. Alice pun meminta undur diri.

***

Brak!

Kertas berserakan di koridor kampus. Tabrakan dua orang yang membuat mereka berdua jatuh.

”Maafkan saya, saya tidak konsentrasi ...,” Riki tak sengaja menabrak seorang wanita, yang memegang beberapa buku. Riki jatuh dan wanita itu jatuh juga, bukunya berserakan. Mereka berada di lorong kampus.

Sibuk solo leveling di Sky Legend, Riki sangat mengantuk pagi ini. Untung saja hari ini hanya ada dua mata kuliah.

”Tidak apa-apa,” wanita berkerudung itu tidak ada ekspresi, dia mengambil bukunya. Riki mengambilkan satu dan menyerahkan pada wanita itu.

”Sekali lagi, maafkan saya.”

Mereka berdua pun berdiri, tidak ada ekspresi dari wajah datar wanita itu. Namun, dia sangat cantik dan anggun.

”Tidak masalah,” wanita itu berlalu begitu saja. Wanita yang aneh, tapi sepertinya dia juga seorang mahasiswa dari bukunya yang sempat Riki baca. Buku itu adalah, buku Sastra. Mungkin, dia kuliah di Sastra Bahasa Indonesia atau English. Ah sudahlah! Saatnya masuk ke kelas. Riki masih mengantuk, tapi wajah wanita itu masih terbayang.

Riki masuk ke kelas, Evans terlihat sudah duduk di sana. Evans seperti biasa, dia sangat suka permen sehingga dia sedang mengunyah permen. Dia selalu bosan untuk kuliah, dan ingin segera pulang dan bermain Sky Legend kembali.

”Player sampah baru datang!” teriak Nadya, seperti biasa. Itu hanya ejekan karena memang begitu kenyataannya. Orang-orang di dalam game Sky Legend sudah biasa membully player lainnya, dan itu dianggap biasa. Namun, terkadang mereka membawanya ke dunia nyata seolah-olah hal itu tidak menyinggung.

Ucapan itu ditujukan pada Riki, dan dia tak mempedulikan hal itu. Semua ejekan hanya akan menjadi sesuatu yang lewat jika mereka melihat yang sebenarnya. Riki tersenyum, ejekan hanya akan membuatnya semakin berkembang. Itu saja, Riki akan membuktikan dengan kemampuannya. Riki yakin akan hal itu, perjalanan hanya tinggal menunggu waktu saja.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!