Legenda Tombak Halilintar

Misi: Penyelamatan di Hutan Zamrud

Hutan Zamrud menjadi hutan pembantaian, monster berdatangan dalam jumlah yang begitu banyak dan menyerang semua player yang mereka temui. Mereka seolah diperintah untuk membunuh manusia yang mereka temukan. Itu merupakan sistem yang tidak bisa mereka tolak dan ada dalam pikiran mereka. Maka, para Player level rendah tak bisa melawan cukup jauh, mereka ada yang lari menjauh dan yang tertinggal, mereka pun terbunuh. Mereka terlog out dari Sky Legend dan terbunuh di tangan para monster.

Ini mirip pembantaian masal di semua sisi, Riki hanya bisa membantu beberapa Player yang ada dalam jangkauannya. Hutan Zamrud terlalu luas, Riki terus menyelamatkan beberapa player sambil melaju untuk menuju tempat sumber pecahan jiwa muncul. Hal itu dikonfirmasi oleh Tombak Halilintar yang sudah menganalisa situasinya.

Player level rendah berlarian masuk lebih dalam Hutan Zamrud, sudah banyak yang terbunuh karena serbuan monster. Di Hutan Zamrud sendiri, juga banyak beast kuat yang langsung memangsa manusia yang kebetulan lewat di sekitarnya. Namun, Para Player terus berlari. Tujuan mereka adalah arah ke Gunung Opus. Mereka ingin mencapai Gunung Opus dan melakukan Simcal atau Logout. Mereka tidak mau mati dalam permainan.

Mereka terus berlari menjauh, tidak sedikit yang segera menjadi santapan monster-monster di dalam Hutan Zamrud.

Beberapa Player yang sudah berlari dan terbang dengan cepat, mereka menemukan nyala cahaya yang sangat kuat, energi yang berpendar. Di sana, ada tiga makhluk besar yang mengitari sebuah senjata bercahaya dan para Player berhenti. Mereka penasaran kenapa tiga makhluk besar itu menjaga sebuah tombak yang bercahaya.

”Apa yang mereka lakukan?” tanya seorang Player yang pertama kali. Player itu melihat ketiga makhluk sekitar 3 meter sedang menjaga sebuah Tombak yang berpendar energi.

Salah satu dari makhluk yang menjaga tombak itu, dia berbalik ke arah para Player yang sedang. Dia menarik pedang dari punggungnya dan bergerak selangkah.

”Samoa, selesaikan mereka dengan cepat! Biarkan sisanya para Beast yang akan menghancurkan mereka!” kata Annuki.

”Tenang saja, Annuki! Malam itu sangat cepat berlalu, mereka tidur dan baru menyadari bahwa pagi sudah datang. Jadi, sebelum mereka mengedipkan matanya, aku akan meyelesaikan mereka semua!” kata Samoa yang berjalan sambil memegang pedangnya.

Woosh!

Tak butuh waktu lama, para Player dengan level rendah itu tak bisa mengikuti kecepatan milik Samoa. Mereka tumbang satu – persatu. Seperti tumbangnya rumput yang dipotong dengan senjata yang tajam.

[Player Terlog out!]

[Player Terlog out!]

[Player Terlog out!]

Puluhan Player dengan cepat langsung terbunuh, tersisa data-data mereka. Mereka berteriak dan hilang berganti energi yang pecah. Beberapa pecahan dari energi tubuh manusia itu, diserap oleh Tombak yang masih dijaga Meria dan Annuki.

Splash!

”Sudah kebereskan, hanya butuh satu detik bukan?” senyum Samoa menyeringai dan dia sudah berada di satu sudut segitiga dengan Annuki dan Meria. Mereka mengelilingi Tombak Jiwa lagi.

”Masih lambat! Itu sudah dua detik yang kamu lakukan!” sanggah Meria.

”Omong kosong!” Samoa tak terima.

”Berhenti! Aku di sini sebagai pemimpin Tim! Kalian harus diam, Tombak Jiwa sudah hampir penuh! Artinya, pembantaian terjadi dengan cepat. Sebentar lagi, Tombak Jiwa akan memiliki kekuatan energi dari manusia! Kita akan segera menjadi penguasa! Ha.. ha.. ha..!” tawa Annuki menggelegar.

***

”Cepat! Masuk ke Hutan Zamrud dan selamatkan para manusia! Hancurkan semua monster!” teriak God of War kepada prajurit Ksatria yang mengikutinya. Dia sudah membawa pasukan Ksatria dalam jumlah cukup banyak, karena merespon pengumuman penting dari Ksatria Riki.

Bertahanlah, Ksatria Riki. Kami para Ksatria akan datang dan membantu membereskan masalah yang terjadi! Suara dalam diri God of War. Dia juga menyadari adanya kekuatan besar yang sedang berkecamuk di dalam Hutan Zamrud. Ada energi besar yang meluap di salah satu sisi di dalam hutan.

Mereka pun memasuki Hutan Zamrud, serpihan jiwa terlalu banyak. Bekas pertempuran besar pun terlihat. Pepohonann hancur dimana-mana. Serpihan jiwa dari ribuan manusia masih terlihat membekas di seluruh tempat. Dasatama mampu merasakan hal itu. Saat mereka mulai masuk ke Hutan Zamrud cukup jauh, mereka bertemu dengan para Manusia yang sedang bertarung dengan beast monster.

Para Ksatria yang datang segera membantu para manusia yang kewalahan melawan monster beast. Pertempuran dimulai, Dasatama merasakan bahwa di sepanjang hutan itu, pertempuran sedang terjadi di semua tempat. Seperti ada jutaan manusia dan monster yang sedang bertarung.

Dasatama yang terkenal sebagai dewa perang, dia menerjang dengan pedangnya. Para Ksatria yang mengikutinya, jumlahnya ribuan. Pasukan yang mengikuti Dasatama selalu tak bisa berkata apapun, kecuali selalu takjub dengan kemampuan Tuan Dasatama. Dia membelah monster-monster kuat dengan sekali ayunan pedangnya.

Kekuatan yang dahsyat!

Dasatama mengerahkan kecepatan tinggi, seperti kecepatan cahaya. Dan, monster apapun yang dilewatinya sudah terbelah dan hancur. Banyak manusia yang bisa diselamatkan oleh Dasatama. Mereka pun selamat, dan segera bergabung dalam pasukan Ksatria di belakang Dasatama.

Monster besar dengan ekor panjang, bentuknya mirip dengan kadal raksasa. Dia melompat ke arah Dasatama dan mencoba menginjak Dasatama.

”Matilah kamu, Manusia sombong!” teriak Ligar, monster besar itu menggunakan dua kaki depannya yang besar. Dia menginjak Dasatama dengan kuat, ledakan terjadi dan pecahan tanah berhamburan.

Brush!

Semua Ksatria tidak perlu khawatir dengan hal itu, itu hanyalah monster kelas lima yang biasa berada di Dungeon tingkat 5. Hal itu, tidak akan bisa menghentikan Dasatama. Bahkan, Dasatama pernah bertarung imbang melawan Naga Rasson. Salah satu, dari tiga penguasa benua di seluruh ras. Mereka bertarung imbang, tidak ada yang menang maupun kalah. Dan kali ini, Monster Ligar mencoba melawan God of War. Maka, itu percuma!

HIIIIAAAA!

Benar saja, ketika energi kuat dari kaki Ligar mencoba menginjak Dasatama. Sekilas cahaya menerjang ke atas. Dasatama menggunakan kekuatannya untuk mendorong Ligar dengan kuat ke atas. Ligar tak bisa menyeimbangkan tubuhnya, dia terdorong terbang ke atas. Saat itu, kilauan cahaya dari Dasatama yang menerjang tubuh Ligar, dan menembus tubuh itu dengan sabetan energi pedang yang kuat.

Crak! Boom! Brush!

Ligar hancur berkeping-keping, serpihan data pecah dan Dasatama turun kembali. Dia menyabetkan pedangnya lagi ke segala arah dengan kecepatannya. Dan, satu-persatu Beast Monster terbelah di semua tempat. Ksatria yang mengikuti Dasatama dalam setiap pertempuran, mereka tahu bahwa kekuatan Dasatama, memang merupakan perwujudan dari dewa perang yang hidup dengan legendanya.

Pasukan Ksatria Dasatama terus marangsek maju lebih jauh ke arah hutan, semakin banyak manusia yang mereka selamatkan. Setiap kali mereka menyelamatkan manusia yang sedang diincar monster Beast. Mereka bergabung dan minta tolong agar diantarkan keluar dari Hutan Zamrud.

Dasatama terus menuntun mereka, dia harus bisa membawa mereka semua keluar dari jalur Hutan Zamrud. Mereka harus bisa menggunakan Simcal kembali atau bahkan logout dan pergi.

***

Di sisi terdalam Hutan Zamrud. Ketiga pasukan terkuat yang dimiliki Naga Kemmin, mereka masih menunggu Tombak Jiwa.

”Sebentar lagi, sudah 99 persen. Tugas kita hampir selesai!” kata Meria.

”Namun, pengumpulan energi ini semakin lama. Aku merasakan bahwa ada kekuatan besar yang datang ke Hutan Zamrud dan membantu para manusia yang datang ke Zamrud,” kata Annuki yang mulai heran. Energi yang diserap Tombak Jiwa semakin lama semakin pelan jumlah kenaikannya.

”Apakah aku harus turun tangan dan membantu para Monster itu, untuk membunuh para manusia dalam jumlah banyak? Tentu saja, hal itu akan lebih mempercepat proses pengisian Tombak Jiwa hingga penuh 100 persen!” kata Samoa.

”Tidak perlu! Kita lebih penting untuk menjaga Tombak ini! Ini adalah tugas kita!” tegas Annuki. Dia bahkan menyadari bahwa semua pasukan kegelapan sedang mengumpulkan kekuatan mereka, untuk kepentingan masing-masing. Annuki takut, jika ada utusan dari Naga lain selain Kemmin tuan mereka yang akan mengambil kekuatan itu.

”Benar kata pemimpin kalian, si Annuki itu! Tugas kalian adalah menjaga Tombak Jiwa itu, jadi energi itu bisa jadi akan direbut orang lain!”

Seseorang bicara dari atas dahan pohon, ketiga prajurit terkuat dari 12 pasukan terkuat kuat melihat ke atas. Mereka bertiga melihat dua sosok dua Elf yang melihat mereka sejak lama.

”Sabeq! Nortas!”

Keduanya adalah pasukan khusus yang dimiliki Naga Rasson. Keduanya sudah ditugaskan Rasson untuk menyelidiki Kemmin. Kali ini, mereka sudah menemukan Gelombang energi dalam jumlah besar. Jika mampu mengambil Tombak Jiwa itu dan memberikannya pada Tuan Rasson. Mereka berdua akan mendapatkan kemulyaan dari Pemimpin mereka.

Ini adalah perseteruan antar Tiga Naga dalam memperebutkan kekuasaan seluruh benua.

”Kamu mau mati, Sabeq! Jangan bermimpi untuk mengambil Tombak Jiwa yang ditakdirkan untuk raja kami, Kemmin!” teriak Annuki dan bersiaga menghadapi dua utusan dari Naga Rasson.

”Serahkan saja Tombak itu! Kalian akan kami biarkan pergi dengan utuh! Namun, jika melawan, maka bersiaplah untuk meninggalkan jasad-jasad kalian di sini!” teriak Nortas.

Mereka berlima saling bersiap, mempersiapkan energi mereka masing-masing.

”Kalian tidak perlu Ribut!” sebuah suara dari sudut yang lain, lima orang itu melihat ke sumber suara. Dan, seorang manusia terlihat dari balik bayangan pepohonan dan mendekati mereka dengan berjalan. Dia semakin terlihat dengan jelas dan sedang memegang sebuah tombak. Seorang Manusia!

”Tidak perlu memperebutkan tombak energi itu! Karena kalian, akan aku musnahkan sekaligus bersama-sama!” teriak manusia itu, matanya menyala dan dia mempersiapkan kekuatan energi pada tombaknya. Tombak Halilintar sudah mengarahkan Riki untuk menuju titik yang sudah ditentukan.

Lima orang yang sedang mengepung Tombak Jiwa, kini mereka penasaran. Ada seorang manusia yang sudah bosan pada hidupnya. Sepertinya, dia datang untuk mengantarkan nyawanya.

Riki telah datang, dia sudah muak melihat para Pasukan Naga itu mempermainkan kematian para Manusia untuk mengambil energi mereka. Memenuhi Tombak Jiwa agar energi penuh, tombak tersebut mengambil energi untuk diserap oleh pemimpin mereka.

[Serpihan jiwa dari kematian manusia, 25 persen dari rasa sakit itu merupakan sekumpulan energi yang pecahan energi itu diserap oleh Tombak Jiwa]

[Artefak Tombak Jiwa, mampu menyerap energi dari Dunia yang berbeda. Energi yang dikumpulkan, mampu disatukan menjadi energi kuat yang bisa dicerna oleh makhluk kuat yang memiliki daya tahan tubuh yang besar. Tidak sembarangan ras mampu menyerap energi kuat. Penyerapan yang gagal memiliki resiko kehancuran organ tubuh]

”Siapa kamu, Manusia rendahan!” teriak Samoa.

Riki berjalan dan melihat tiga Sosok keturunan Naga, dan juga dua lainnya ras Elf yang akan bertikai tersebut.

”Aku adalah, Dragon Slayer! Aku akan memusnahkan Naga yang membuat kekacauan di seluruh Sky Legend!”

Kata-kata tegas Riki, bukan mendapatkan tanggapan waspada. Mereka berlima malah tertawa terbahak-bahak. Mereka menghina Riki, mereka semua tak percaya ada manusia bodoh yang datang dan berlagak. Bahkan, dia terlihat sangat lemah dan hanya datang untuk menyerahkan nyawa semata.

Ha.. ha.. ha.. tawa para Naga kuat itu, begitu meremehkan Riki!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!