Legenda Tombak Halilintar

Merebut Tombak Jiwa

Di Sky Legend, ada cerita mengenai siapa ras terkuat yang ada di sana. Cerita ini tentu sudah diketahui semua player, yang memainkan Sky Legend. Tiga ras terkuat yang ada di seluruh dunia yang dibentuk dalam cerita game. Ras di dalam Sky Legend sendiri sangat banyak, mereka memiliki kelebihan masing–masing.

Namun, secara umum. Ada tiga ras terkuat yang mampu memiliki sosok-sosok legenda atau mereka yang kuat. Sejarah panjang tentang Sky Legend, dan ras yang menempati urutan tertinggi.

Setiap Player yang memainkan game Sky Legend memahami, tentang masing-masing kekuatan setiap ras. Tiga ras yang menjadi ras terkuat, mereka menjadi ancaman bagi ras lainnya.

Ras paling kuat di seluruh benua itu dibagi tiga; Ras Naga, Ras Elf, dan Ras Manusia. Mereka memiliki sosok-sosok kuat yang melegenda, dan menjadi sosok yang memiliki kekuatan besar. Memang, tidak semua dari tiga Ras itu semuanya hebat. Namun, dari ras ketiganya, selalu muncul sosok yang mampu mengubah jalannya dunia ini.

Meskipun begitu, Ketiga Ras itu sering berselisih. Mereka seolah ingin membuktikan kalau ras mereka adalah ras paling kuat. Dan, perang panjang itu selalu terjadi setiap saat. Tidak semua, masih banyak dari mereka yang bersahabat baik. Seperti; Crimson dan Marsen.

Meskipun setiap ras sudah tergabung dalam kekuatan jahat Guratin di organisasi Genos. Mereka tetap saja membanggakan ras mereka.

Perlu diketahui, Tiga Naga terkuat yang menguasai Tiga Benua. Mereka adalah Pasukan kepercayaan khusus yang dimiliki oleh Guratin. Mereka, tiga Naga yang sangat melegenda; Rasson, Kemmin, dan Pagan. Mereka adalah tiga kekuatan khusus milik Genos, selain seratus kekuatan yang dimiliki Guratin.

Maka, pasukan yang dibentuk masing-masing Naga Penguasa itu merupakan pasukan masing-masing. Meski, para Naga tergabung menjadi pasukan Genos. Mereka tetap saja bersaing, Kemmin yang paling lemah di antara para Naga. Dia membuat sebuah senjata yang mampu menyerap energi dalam jumlah besar, item itu memiliki kekuatan menyerap jiwa energi. Item itu adalah Tombak Jiwa.

Secara khusus, Kemmin ingin memperkuat dirinya dengan jalan pintas. Dia tak mau menjadi Naga paling lemah di antara saudaranya. Tombak Jiwa menjadikannya punya peluang. Dia menyebarkan cara untuk mengumpulkan manusia lemah dalam jumlah banyak, untuk diserap energinya dengan Tombak Jiwa.

Setelah itu, naga Kemmin akan menyerap energi dari Tombak Jiwa tersebut. Dia juga memiliki tujuan agar bisa menyaingi kekuatan dua saudaranya. Dia dan dua saudaranya itu telah mengkhianati Ayah mereka, Crimson. Mereka melakukan itu, karena sang Ayah lebih suka menjadi budak bagi manusia. Crimson selalu bercerita bahwa Manusia dan Naga, harus berjalan bersama.

Tidak bagi ketiga puteranya, mereka ingin bahwa manusia adalah budak bagi mereka. Mereka sudah diberikan kekuatan lebih kuat, dan mereka adalah penguasa yang sebenarnya.

***

”Apa yang akan kita lakukan sekarang, Annuki?” tanya Meria pelan, mereka sudah melihat bahwa energi dari Tombak Jiwa hampir mencapai tingkat maksimal. Dan energi Tombak Jiwa hampir penuh, sebentar lagi. Aliran energi menjadi begitu lambat. Di luar sana, pasti sudah datang bantuan dan menyelamatkan para Manusia, sehingga banyak monster yang terbunuh. Dan, manusia banyak yang diselamatkan sehingga serpihan jiwa tidak bertambah seperti sebelumnya.

”Sepertinya, kamu harus melarikan diri, Meria. Aku, dan juga Samoa akan menghadang Sabeq dan Nortas,” kata Annuki mencoba mencari jalan tengah atas situasi yang mereka hadapi saat ini.

Kali ini, takdir seperti tidak bisa melepaskan mereka dari kepastian. Ras Naga dan Ras Elf akan bertarung. Namun, satu hal yang mereka semua lupakan. Dia adalah ras Manusia, Riki ada di antara mereka. Namun, mereka semua tidak menganggap hal itu sebagai sebuah ancaman. Bahkan, mereka seolah menganggap bahwa Riki tidak ada di sana.

”Kalian berpikir untuk melarikan diri dari Kami, itu percuma saja!” teriak Nortas. Dia langsung mengeluarkan senjata dua cakram dari balik armor di belakang punggungnya. Cakram Pengikat.

Annuki bersiap, dia juga tahu kekuatan dari Cakram Pengikat milik Nortas. Mereka dahulu selalu berperang bersama saat menghadapi Crimson. Mereka telah merebut kekuasaan di seluruh penjuru dunia bersama karena mereka ingin menguasai seluruh benua. Sayangnya, setelah membagi wilayah masing-masing. Mereka mulai serakah dan ingin menguasai seluruh benua di tangan masing-masing pemimpin.

”Jangan memaksaku untuk mengeluarkan senjataku, Nortas!” teriak Annuki dan mengeluarkan pedang dengan ukiran naga kuat dari punggungnya, ”Meria, bersiaplah untuk lari. Serahkan Tombak Jiwa pada Raja Kemmin. Untuk itulah tujuan kita hidup!”

Pertempuran tak bisa dihindari. Di sisi lain, Riki menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak dianggap. Namun, dia bersantai saja dan tetap tenang. Semakin mudah jika tidak dianggap, kejutan akan diberikan dengan cepat tanpa disadari lawan. Riki masih bersantai menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya dalam pertikaian dua kekuatan tersebut.

”Sekarang, Meria! Lari!” teriak Annuki. Meria memahami hal itu dan menggunakan energinya untuk mundur dengan cepat.

Nortas tak bisa membiarkan hal itu, armor yang serasi dengan ras Elf dapat dengan mudah membuat pergerakannya sangat cepat. Dia melompat, memutar dan melemparkan dua cakramnya.

”Jangan berpikir bisa lari dari Cakram Pengikatku!” teriak Nortas.

Woosh!

Kedua Cakram dilemparkan bergantian dari masing-masing tangan Nortas, sambil memutar tubuhnya. Dua cakram melesat dari dua sisi, dikontrol dengan kekuatan yang tersambung dengan pikiran Nortas. Cakram melesat membentuk lesatan energi cembung dan ke arah Meria yang sedang mundur.

Klang! Klang!

Annuki dan Samoa segera bertindak, mereka dengan kecepatan penuh. Masing-masing menghadang satu cakram dengan pedang mereka. Cakram pun kembali. Sabeq melihat situasi itu, dia melesat ke tengah dan mencoba mencapai Meria.

Woosh!

Kecepatan Sabeq harus berhenti, karena Samoa dikenal memiliki kecepatan tinggi. Dia sudah menghadang Sabeq, bahkan langsung menyabetkan pedangnya dengan energi kuat langsung meghadang Sabeq.

Woosh!

Sabeq tersenyum dan menggunakan pedang melengkungnya. Long Sword dan melengkung adalah senjata Sabeq. Saat energi pedang milik Samoa datang, Sabeq membelah energi serangan itu dengan Long Swordnya.

Brush!

”Cukup merepotkan! Kita harus menghadapi para budak Kemmin ini terlebih dahulu!” teriak Sabeq dan maju dengan pedangnya. Benturan terjadi antara Sabeq dan Samoa, pedang bertemu pedang dan mereka saling menekan.

Di sisi lain, Nortas dengan dua cakramnya terus membombardir serangannya kepada Annuki. Sangat cepat dan bergantian dari Cakram Pengikat yang terus bergantian maju dan mundur menyerang Annuki. Namun, Nortas juga paham kekuatan dari Annuki yang memiliki kemampuan energi kuat, dia mampu menghadang semua serangan Nortas dari kejauhan.

Empat orang yang bertarung, fokus pada pertarungan mereka. Meria yang mundur cepat merasa aman dan membawa lari Tombak Jiwa di tangannya. Namun ..., sesosok bayangan dengan kecepatan penuh mengambil bagian dari semua pertempuran yang sedang terjadi.

[Skill God Speed diaktifkan]

Seorang manusia dengan kecepatan tinggi sudah berada di depan Meria, sosok yang memegang tombak yang menyala di ujungnya. Benar-benar manusia yang bodoh, sosok yang mengganggu mereka sebelumnya. Dia kini berlagak seolah-olah ingin merebut tombak yang dibawa Meria. Dia tidak menyadari betapa tingginya langit. Mungkin, dia hidup di bawah tempurung atau hidup di dasar sumur. Sungguh manusia bodoh!

”Menyingkirlah, Manusia! Aku sudah memberimu waktu untuk pergi. Namun, kamu memilih jalan yang sulit. Aku tidak akan mengampunimu!” teriak Meria sambil kerutan di wajahnya tercipta.

”Berisik! Serahkan saja Tombak yang kamu bawa. Dan, pergilah dari sini. Aku akan membiarkanmu hidup karena kamu adalah seorang Ksatria Naga wanita!” kata Riki dengan tenang, ”Aku tidak membunuh wanita, kecuali terpaksa!”

”Manusia Bodoh! Matilah kamu di sini!” teriak Meria, dia menggunakan kekuatan tangan kanannya. Energi kosmik kuat, Tombak Jiwa dipegang dengan tangan kiri. Meria melesat, cakar-cakar tajam keluar dari tangan kanannya. Dia melesat dan dengan sekali serang, dia akan menghancurkan tubuh manusia bodoh tersebut.

Wooosh!

Klang!

Apa!

Meria kaget, serangannya cakar kuatnya ditahan dengan ujung tombak manusia tersebut. Dia mampu melihat dengan baik meskipun Meria sudah menggunakan kecepatan pada serangannya. Riki tidak mau bermain-main. Riki menghidupkan empat Jarum Halilintar, dan langsung menahan serangan cakar kuat Meria. Riki mampu dengan fokus dan memajukan tombaknya dan tepat menahan cakar Meria.

[Transform, Tombak Halilintar!]

Brush!

Riki mengoptimalkan kemampuan Tombak Halilintar. Lima item menyala karena memang kekuatan dari Jarum Halilintar tak akan disembunyikan Riki. Dia harus bertarung, Riki harus berjaga-jaga karena kekuatan dari Kemmin sangat kuat. Dia harus menghemat energi dan segera menghabisi para pengikutnya.

Energi kuat meledak dari tombak milik Riki, bertransformasi menjadi Tombak Legendaris. Lima Jarum Halilintar muncul dan mengelilingi ujung tombaknya tersebut.

”Siapa ..., Siapa kamu sebenarnya?” Meria kaget melihat hal itu. Namun, belum sempat dia bergerak mundur. Sebuah tendangan bersarang di perutnya. Riki sudah memutar kakinya dengan cepat untuk membuat Meria yang tinggi itu terpental mundur ke belakang.

Bug!

Brush!

Meria terdorong cukup jauh, terseret ke tanah dan dia bergulingan. Meria membentur sebuah pohon besar sehingga dia berhenti terseret.

Dia bukan manusia sembarangan! Mereka sudah salah karena meremehkan manusia itu.

Meria mencoba bangun, tapi ada sesuatu yang janggal. Apa itu! Tombaknya, Tombak Jiwa kemana? Meria kehilangan tombaknya. Dan, saat dia melihat ke depan. Manusia itu memegang Tombak Jiwa di tangan kirinya. Senjata item itu sudah direbut manusia itu dengan gerakan yang sangat cepat.

”Bagaimana ..., bagaimana kamu melakukannya?” Meria nampak marah, dia mengatur napasnnya dan mempersiapkan kekuatannya lagi. Dia akan mengubah dirinya menjadi kekuatan Ksatria Naga. Itu adalah kekuatan Naga terkuat.

”Annuki! Samoa! Tombak Jiwa dicuri!” teriak Meria.

Annuki dan Samoa tidak menyadari karena fokus pada pertempuran. Mereka baru menyadari bahwa Meria sudah dihadang manusia dan tombaknya direbut. Mereka tak punya alasan bertarung lagi dengan para Elf itu dan segera melesat di sisi Meria. Mereka melihat manusia yang berdiri tenang tersebut. Dua Elf menyusul dan naik di dahan pohon ikut melihat Riki.

”Dia bukan manusia biasa!” teriak Meria.

”Sudah kubilang dari tadi bukan!” kata Riki, ”Kalian bahkan tidak menganggapku ada. Aku akan memusnahkan kalian semua! Jadi, tidak perlu repot-repot saling bertarung. Majulah kalian semua melawanku!”

Riki mengarahkan ujung Tombak Halilintarnya.

[Jarum keempat diaktifkan, Armor Black Dragon diaktifkan]

Brush! Wooossh! Saatnya serius dalam pertempuran.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!