Legenda Tombak Halilintar
Pertarungan Para Ksatria
Dasatama terus mencari Riki, dan beberapa menit sebelum bertemu. God of War mampu merasakan pertempuran dahsyat di depan sana.
”Kita harus cepat, aku merasakan pertarungan hebat terjadi di depan sana!” perintah God of War kepada para prajuritnya. Dia sudah merasakan pertempuran dan benturan energi besar yang terjadi. Insting energi miliknya tersambung. Bisa dibilang, Dasatama mampu merasakan adanya kehadiran energi di areal beberapa jarak dengannya.
Dasatama memberikan perintah kepada sebagian ksatria untuk menyebar, menyelamatkan banyak manusia yang tersesat di hutan Zamrud. Sementara, Dasatama membawa sebagian prajurit yang lain menuju tempat pertempuran yang dirasakan Dasatama.
Hutan yang lebat, Dasatama mampu merasakan adanya pertarungan dahsyat di depan sana. Dia melesat dengan cepat, pasukan Ksatria yang bersamanya mengikuti dari belakang. Saat dia melihat cahaya berpendar-pendar di kedalaman Hutan Zamrud. Dia melihat, Ksatria Riki sedang mengalahkan salah satu pasukan terkuat milik Naga Rasson.
Dasatama tersenyum melihat Riki yang menghancurkan tubuh Sabeq dengan kekuatan tombaknya. Dasatama tahu, dia tidak salah menilai Ksatria Riki. Dia sudah menjadi bekali-kali lipat lebih kuat, dari saat mereka bertemu di ujung menara. Namun, hal itu tak bertahan lama. Rekan dari Sabeq, yaitu Nortas segera mengambil peluang dengan menggunakan cakramnya dan mampu mengikat tubuh ksatria Riki. Itu adalah Cakram Pengikat.
Woosh!
Dasatama mencapai tempat pertarungan tersebut. Riki sudah terkena jeratan Cakram Pengikat, yang mampu mengikat dan mengekang kekuatan sosok yang terkena jeratan cakram tersebut. Itu adalah efek dari kekuatan magic pengikat. Riki dalam bahaya, sepertinya Dasatama datang di saat yang tepat.
”Ksatria Riki, aku akan membantumu!” kata God of War yang sudah tiba di lokasi pertempuran tersebut.
Riki tersenyum, ”Tidak Tuan Dasatama, Tugasmu menyelamatkan para manusia yang terjebak di Hutan Zamrud. Aku belum kalah, aku akan mengalahkan mereka!”
”Ha.. ha.. ha..!” tawa Nortas menggelegar, ”Kamu tidak akan bisa keluar dari Cakram Pengikat khusus milikku. Tidak ada yang pernah bisa keluar dari Cakram Pengikat milikku tersebut. Bahkan, aku sendiri akan kesulitan keluar dari Cakram Pengikat jika tubuhku yang terkena jeratannya!” Nortas sesumbar, dia merasa bahwa manusia itu hanya banyak bicara. Bahkan, dia mengaku bisa melawan dirinya dan rekan-rekannya yang lain. Padahal, dia sedang terkena efek dari jeratan dua cakramnya.
HIIAAAAAA!
Nortas memberikan energi pada tangannya untuk mengontrol Cakram Pengikat, Cakram itu mulai mengecil dan akan menghimpit tubuh manusia itu. Kehancuran energi dan Manusia itu akan terpotong dengan cakram tersebut. Nortas mendapatkan fokusnya, dia akan menggenggam tangannya sebagai kode untuk memotong Riki hingga berkeping-keping.
”Ksatria Riki!” teriak Dasatama, bertepatan dengan itu pasukan Ksatria di belakang Dasatama sudah datang. Para Ksatria hendak bergerak untuk membantu manusia yang sedang dihimpit oleh Cakram Pengikat. Namun, Dasatama mencegah hal itu.
”Ksatria Riki belum kalah, dia yakin bisa menang. Jadi, kita lihat saja dari sini!” Dasatama mencegah hal itu, karena melihat kode tangan dari Riki yang bergerak dengan telapak tangannya. Itu adalah kode ke kanan dan kiri, pertanda jangan ikut campur.
”Matilah kamu Manusia! HIAAAAAAAA!”
Brush! Slash! Slash! Booom!
Semua mata terbelalak tidak percaya, benarkah tubuh manusia atau Riki itu terpotong dan hancur? Dalam waktu singkat, tubuh yang terjerat dengan cakram kuat itu pecah. Kehancuran tubuh itu membuat mata silau karena hancur dengan ledakan energi yang kuat.
[Mata Light Speed diaktifkan! Kekuatan segel kedua diaktifkan, Teleportation Speed]
[Teleportation Speed, memindahkan objek tujuan dan diri sendiri dalam waktu yang super cepat]
Riki segera mengingat apa yang dikatakan Nortas sebelum menghimpit tubuhnya, hal itu seolah menjadi sinyal untuk Riki, menggunakan skill dari segel kedua mata Crimson. Nortas mengatakan bahwa dia sendiri akan kesulitan jika ingin melepaskan diri dari jeratan Cakram Pengikat tersebut. Maka, Riki menggunakan kemampuan Teleportation Speed, untuk memindahkan posisi dirinya dan Nortas dalam waktu super cepat.
Dan, keduanya bertukar tempat. Tepat setelah energi dari cakram menghancurkan tubuh sosok yang terjerat Cakram Pengikat. Jadi, bukan Riki yang hancur melainkan Nortas. Senjatanya menghancurkan dirinya sendiri.
Brush!
[Nortas, satu dari sepuluh kekuatan terkuat yang dimiliki Rasson sudah dikalahkan. Experience anda meningkat]
Perpindahan fisik secara instan terjadi tanpa jeda waktu. Riki kini berada di posisi Nortas sebelumnya, dan semua mata kaget melihat hal itu. Pasukan Ksatria Naga yang mengikuti Naga Kemmin bahkan kaget dengan apa yang terjadi. Mata mereka tidak bisa mengikuti apa yang terjadi. Itu seperti ilusi yang menghilangkan kesadaran mereka untuk sepersekian detik.
Barulah semua orang menyadari, bahwa Nortas sudah terbelah dan hancur dengan kekuatan Cakram Pengikat miliknya sendiri.
Pasukan Ksatria yang baru datang juga tidak menyadari kejadian apa yang terjadi bagitu cepat. Kecuali, Dasatama yang paham bahwa dalam waktu yang seper cepat. Kedua energi dari jiwa Ksatria Riki dan Nortas sudah saling berpindah posisi. Dan itu terjadi sangat cepat seperti tidak ada jeda waktu.
Sungguh luar biasa! Dasatama menyadari bahwa Ksatria Riki sudah berkembang sangat cepat, bahkan beberapa waktu ke depan. Mungkin saja, kekuatan Ksatria Riki akan jauh melampaui dirinya. Hal itu tentu lebih baik, mempercayakan tugas berat pada mereka para pemuda, adalah jalan terbaik untuk mewariskan masa depan yang lebih baik kepada mereka.
Riki melihat ke arah Dasatama, ”Tuan Dasatama, lebih baik Tuan menyelamatkan banyak manusia yang terjebak di dalam Hutan Zamrud. Mereka berpencar dalam posisi yang berbeda-beda. Sedangkan, tiga pasukan kuat milik Naga Kemmin ini. Serahkan mereka padaku!” kata Riki meminta pengertian dari Dasatama.
Dasatama langsung memahami hal itu, Ksatria Riki pasti bisa menyelesaikan tiga Naga kuat yang ada di depan mereka.
”Baiklah, aku akan pergi dan menyelamatkan manusia lainnya. Cepatlah bergabung ketika kamu sudah menyelesaikan para Naga itu!” kata Dasatama. Dan, dia memerintahkan para Ksatria untuk mengikutinya dan menyebar maju ke dalam hutan lebih dalam lagi.
Mereka yang tersisa di sana hanya empat orang, dan Riki melawan tiga dari Ras Naga yang menjadi bawahan terkuat dari 12 pasukan milik Kemmin. Naga melawan Naga.
”Hidup dan mati, mari bertarung seperti Ksatria wahai para Naga pengkhianat! Kalian telah mengkhianati Naga Crimson. Kalian punya dua pilihan sekarang; mengikuti Leluhur kalian yaitu Legenda Crimson, atau mati di sini!” kata Riki mengacungkan ujung tombaknya ke arah Tiga keturunan Naga tersebut.
Wooosh!
Annuki, Meria, dan Samoa. Ketiganya kaget dengan kata-kata Crimson. Mereka telah mengambil jalan yang berbeda, mereka mengikuti Tuan Kemmin untuk mengambil jalan berbeda. Jalan, di mana Ras Naga adalah ras terkuat dan harus menjadi Raja atas manusia. Mereka mengkhianati Crimson dan mengambil alih kekuasaan Crimson.
”Kami siap mati demi keyakinan kami, Manusia! Karena kami mengikuti Tuan Kemmin dengan setia!” teriak Annuki.
”Kamu akan mati di sini, Manusia sombong!” lanjut Samoa.
”Mari kita akhiri partarungan ini dengan jalan Ksatria!” Meria menambahkan.
Para Naga memiliki sejarah panjang di seluruh dunia. Mereka dikenal memiliki kekuatan besar sebagai Ksatria Naga. Mereka memiliki darah yang mengalir dalam diri mereka, untuk menggunakan kekuatan terbesar yang mereka miliki. Mereka akan mengaktifkan kekuatan Ksatria Naga ketika mereka bertarung sebagai Ksatria.
Woosh!
Dan kini, tiga Naga itu mengeluarkan kekuatan mereka sebagai Ksatria Naga, karena lawan mereka sudah mengalahkan dua kekuatan kuat dari Ras Elf.
Tiga Naga itu telah mengubah bentuk mereka menjadi Ksatria Naga, Form terkuat yang dimiliki seorang keturunan Naga. Mereka memaksimalkan kekuatan mereka dengan taruhan sebagai petarung Ksatria. Jika sudah menggunakan kekuatan Naga, maka mereka siap untuk hidup atau mati dalam pertarungan.
”Majulah bersama-sama! Itu lebih mudah untukku!” teriak Riki.
”Jangan sombong Manusia, meskipun kamu memiliki bagian dari kekuatan Naga. Tetap saja, itu bukan kekuatan Ksatria Naga yang sesungguhnya. Kamilah keturunan Naga yang asli!” teriak Annuki maju terlebih dahulu dengan Armor Naga.
[Annuki, Naga yang memiliki kekuatan tempur dan kecepatan tinggi. Bagian dari pasukan terkuat milik Kemmin]
Annuki menggunakan pedangnya, kecepatannya meningkat drastis setelah dia menggunakan kekuatan Form terkuat sebagai Ksatria Naga.
Klang! Brush!
Pertempuran akhir antara keturunan naga dan ksatria Naga. Riki akan membuktikan kemampuannya. Dia adalah ksatria naga yang dipilih Crimson.
Wooosh!