Legenda Tombak Halilintar
Misi Basilisk
Nadya sudah biasa bersama Ratmi untuk menghina Riki, setiap kali mereka bertemu. Namun, Riki sudah biasa mendapatkan bullyian seperti itu. Semua temannya juga tahu, bahwa Riki adalah mahasiswa termiskin. Dan, Dia satu-satunya mahasiswa yang jarang memakai baju mahal. Bajunya hanya itu-itu saja. Riki sudah terbiasa dengan pandangan meremehkan dari rekan-rekannya.
Mungkin, karena hal itulah Nadine juga meninggalkannya. Padahal, Riki dan Nadine sudah berpacaran sejak mereka SMA di kelas tiga.
”Sudah, biarkan saja mereka. Selalu ada orang-orang seperti mereka itu, di manapun tempatnya. Jadi sebenarnya, merekalah yang sebenarnya sampah!” bisik Evans saat Riki sudah duduk di sebelahnya.
Mereka tertawa pelan bersama, selama ini mungkin hanya Evans yang mau berteman secara biasa padanya, tidak membedakan apapun pada Riki.
”Aku tidak memikirkannya, tenang saja Evans!” jawab Riki.
”Bukankah hari ini kita sudah tidak lagi kena pinalty? Aku sudah tidak sabar untuk pulang dan bermain,” kata Evans.
Benar juga! Evans masih menganggap bahwa Riki jika ikut terlogut saat itu. Evans juga menanyakan tentang Ibu Riki yang sakit kemarin. Evans tahu bahwa saat raid kemarin, Riki nekat menjadi agro dan memancing bos monsternya, untuk mendapatkan kristal dan membayar biaya pengobatan ibunya.
”Hari ini aku ada raid, kita main terpisah seperti biasanya. Kamu harus meningkatkan levelmu lagi. Sekarang aku sudah level 40!” cerita Evans bersemangat.
Biasanya raid akan menggunakan syarat Player di atas level 30, untuk memulai raid dalam sebuah dungeon. Namun, Evans tidak tahu kalau Riki sudah level 31. Riki diam saja dan mengiyakan kata-kata Evans, untuk meningkatkan levelnya dan menggunakan kristal untuk menaikkan level dan jangan menjual semuanya.
Saat keluar dari kelas dan mengambil motornya, Riki bertemu dengan Nadine dan juga Marcel. Riki melewati kedua orang itu, mereka sedang memasuki mobil mereka. Marcel adalah pro player di kota mereka, dia seorang Player dengan level 91, dan dia selalu membanggakan dirinya.
”Player sampah!” ucap Nadine lagi di dekat Marcel, dia mengatakan hal itu sambil menggandeng tangan Marcel. Marcel pun menatap remeh pada Riki, dan mereka naik mobil mewah meninggalkan Riki. Evans dari jauh pun, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia sudah ada di mobil, dan berdoa agar Riki bisa sabar dan kuat menghadapi hinaan demi hinaan. Kasihan dia!
Namun, Evans yakin suatu hari Riki akan bangkit. Hal itu karena dulu, Evans ingat yang mengajak dirinya bermain Sky Legend pertama kali, adalah Riki. Dia bahkan berkata akan menjadi Legenda suatu hari nanti. Evans tersenyum dan menjalankan mobilnya. Dia juga sudah tak sabar untuk bermain game kembali.
Di sisi lain, Riki yang hendak menyalakan motornya, Riki melihat wanita berkerudung yang tadi pagi ditabraknya. Wanita itu berjalan dan ada sebuah mobil yang menunggunya. Seorang wanita berumur 40 keluar dan tersenyum, wanita berkerudung diam dan masuk ke mobil. Wanita itu benar-benar aneh, dia tidak memiliki ekspresi sama sekali.
Apakah dia memang tidak suka tersenyum? Entahlah! Sepertinya dia memendam masalah yang rumit. Tapi, kenapa Riki memikirkannya? Sedangkan dirinya memiliki masalah, yang juga pelik. Motor bebeknya pun melaju. Setelah makan, Riki akan kembali menemui Tombak Halilintar lagi. Saatnya untuk memulai debutnya kembali.
[Selamat datang di Sky Legend]
[Selamat datang di kota Mercury]
Seperti biasanya, tempat teleportasi awal masuk ke dalam permainan. Tempat Kota Mercury sangatlah luas, sehingga semua Player masuk bisa dari bagian manapun di kota ini. Milyaran Player memulai petualangan mereka di sini.
Tempat berburu, Riki mengeluarkan Tombak Halilintar dari Inventory.
[”Aku bosan berada di dalam ruang penyimpanan!”] keluh Pedang Halilintar.
”Aku juga harus melakukan tugasku di dunia nyata. Aku tidak bisa selamanya di dalam permainan,” protes Riki. Senjata yang aneh.
[”Baiklah, Riki. Sekarang Kamu harus cek statusku!”]
Apa maksud dari Tombak Halilintar dengan memintanya membuka status senjata? Riki pun melakukannya.
”Status item! Tombak Halilintar!”
[Spesifikasi item Tombak Halilintar, rank Legendary]
[Skill, Penyamaran naik level. Membuka kemampuan baru, Fusion]
[....]
Riki heran, ”Apakah kita memiliki skill baru dengan kata Fusion?”
[”Benar Riki! Aku memverifikasi sendiri perkembanganku. Untuk memperkuat attack dan damagemu, aku membuat skill setelah naik levelmu. Jadi, saat bertarung aku bisa menggabungkan kekuatanku dalam penyamaran dan Fusion.”]
Tombak Halilintar menjelaskan, bahwa Riki bisa menghadapi Beast atau bahkan Player yang ranknya dua kali lipat dari level Riki. Hal itu karena kekuatan Fusion meningkatkan kemampuan Player dalam waktu singkat, seperti buff.
Ini luar biasa! Riki tersenyum gembira.
Satu lagi, pengetahuan dari Tombak Halilintar bahkan sangat luas dan dia seolah tahu tentang semua hal di dalam Sky Legend. Kondisi di dalam game sebenarnya adalah gambaran real dalam dunia nyata. Sebut saja, seorang koki di dalam dunia nyata, maka mereka bisa membuat makanan enak, dan membuat rumah makan sendiri di dalam game. Mereka bisa kaya dari sana dengan kemampuan mereka di dunia.
Ini adalah game yang dibuat secara nyata, banyak orang yang memiliki uang dan berlibur di dalam game Sky Legend. Uang, bagi mereka tak ada artinya, demi petualangan di dalam game.
Benar, Riki juga sudah mengikuti semua informasi Sky Legend, bahkan sebelum dirilis dan masih dalam tahap pengembangan.
”Jadi, apa maksudmu dengan hal itu, Tombak Halilintar?” tanya Riki.
[”Jika kamu ingin menjadi legenda dalam game ini, kamu harus berlatih di dunia aslimu dengan menguatkan kekuatanmu! Kamu akan memiliki skill yang disinkronkan, dengan keahlianmu di dunia nyata.”]
Selama ini, Riki tidak memikirkannya. Artinya, jika Riki ingin menjadi kuat dalam pertarungan. Maka, Riki juga harus berlatih di dunia nyata, dan menguatkan otot-ototnya. Dan, hal itu dibenarkan oleh Tombak Halilintar.
”Apa yang harus kita lakukan sekarang, Tombak Halilintar?” tanya Riki.
[”Melawan musuh yang kuat!”]
Melawan musuh yang kuat! Hal itu bisa dilakukan dengan tiga cara; pertarungan antar Player dan mendapatkan hadiah, mengikuti raid dan menjalankan misi. Bertarung dengan player lain dalam pertandingan itu bagus, hal itu juga bisa mendapatkan kristal dan hadiah. Namun, pilihan Riki tersisa dua yang lain; Misi atau Raid.
Misi Player ada di kotak misi, dan biasanya misi lebih berbahaya dari Raid. Sepertinya, Raid dungeon yang akan dipilih oleh Riki.
”Kita akan melakukan ...”
[”Benar, kita akan melakukan Misi!”] suara Tombak Halilintar. Padahal, Riki hampir saja mengatakan Raid. Tapi, dia sudah didahului oleh Tombak Halilintar.
”Kenapa Misi?” tanya Riki penasaran.
[”Kita akan melakukan tes pada skill Fusion. Aku sudah menganalisanya, dan kita harus mencobanya untuk melawan musuh yang kuat!]
Jadi itu alasannya. Melawan musuh yang kuat akan membuat Riki semakin belajar dengan cepat, serta untuk meningkatkan kekuatannya.
Mereka melihat di layar misi di kota Mercury. Misi yang sangat banyak, semua misi setidaknya harus diselesaikan oleh mereka Player dengan level 30 ke atas. Riki sudah memenuhi syarat.
[Misi membebaskan penduduk yang diculik kawanan Orc, hadiah 50.000 kristal]
Dan Riki berpikir hal itu bagus. Meskipun para Orc kuat, tapi jika kekuatannya kini sudah semakin besar. Riki akan bisa mengalahkan mereka, dan tentunya ada Tombak Halilintar bukan?
Riki melihat misi lainnnya;
[Misi mengusir Beast Gunor yang menjadi hama tanaman petani, hadiah 20.000 kristal]
[Misi mengusir ribuan Big Rabbit yang merusak tanaman petani, hadiah 10.000 kristal]
[Misi mencari bulu Phoenix, hadiah 50.000 kristal]
[Misi mencari ikan untuk pedagang makanan, hadiah 5.000 kristal]
[Misi mengawal saudagar dan melindungi mereka dari perampok, hadiah 50.000 kristal]
Ternyata, setiap misi jika semakin sulit, maka hadiahnya juga semakin tinggi. Jadi, misi apa yang harus diambil oleh Riki?
[”Kita ambil misi Basilisk!”]
”Basilisk?” Riki bingung, sedari tadi dia melihat misi pada level satu dan level dua. Namun, Tombak Halilintar mengarahkannya pada papan yang lain, dan di sana ada beberapa Player yang sedang memilih misi yang akan mereka selesaikan.
Riki kaget karena diminta beralih ke papan misi lainnya, di sana banyak Player kuat yang sedang melihat misi.
[Misi mengalahkan Basilisk, Beast Ular yang menghantui Hutan Norak. Hadiah penyelesaian 100.000 kristal]
Ini gila! Tombak Halilintar pasti sedang bercanda, dan ini tidak lucu sama sekali. Untuk menyelesaikan misi, para Player membentuk tim untuk mempermudah penyelesaikan misi. Terkadang, mereka juga gagal dalam menyelesaikan misi, dan tidak mendapatkan apapun kecuali pengalaman yang meningkat.
”Apakah kamu bercanda?” tanya Riki pelan, ada banyak Player di sana.
[”Legenda tidak pernah bercanda!”]
”Jadi ..., kita akan membentuk tim? Siapa timnya?” Riki semakin penarasan.
[”Tidak ada! Hanya kita, karena kita akan menggunakan skill baru, Fusion. Aku sudah menghitungnya dengan baik. Jadi, kita harus mencobanya.”]
Mencoba untuk mati! Riki hanya bisa mengglengkan kepalanya lagi. Basilisk adalah Beast ular raksasa yang sulit ditembus kulitnya oleh senjata, dan sudah banyak Player menyerah untuk mengalahkannya. Padahal, mereka sudah di level 50 ke atas, dan juga dengan tim raid yang banyak jumlahnya.
[”Kamu masih ragu?’] tanya Tombak Halilintar.
Riki diam saja, jujur dia merasa bahwa ini bunuh diri di dalam game.
[”Dengar Riki, aku hanya membantumu untuk menjadi Legenda, jika kamu tidak percaya pada dirimu sendiri, maka jual saja kapsul gamemu!”]
Mata Riki melotot dan melihat ke arah tombak yang dipegangnya. Tombak Halilintar masih kamuflase menjadi tombak biasa, tapi senjatanya ini adalah sosok mentor baginya. Dan, dia bahkan menantang Riki dengan sangat tegas.
”Baiklah!” Riki belum pernah mengambil misi, kali ini tangannya langsung maju ke depan di kotak misi. Dia terbakar mental motivasinya, lebih baik maju dan Riki tidak mau menjadi pecundang lagi!
”Konfirmasi Misi, Memburu Basilisk. Misi diterima!”
Semua Player di sekitar Riki menjadi heran. Seorang Player yang nampak biasa dengan armor biasa. Player miskin dan lemah mengambil misi kelas tiga. Misi memburu Basilisk, setidaknya semua Player tahu. Harus ada minimal 10 Player dengan level di atas lima puluh. Dan, pemuda di depan mereka, adalah solo player yang lemah dan berani mengambil misi kelas tiga?
[Konfirmasi tim raid, Solo Mision]
Semua Player benar-benar menggelengkan kepalanya melihat hal itu. Riki pun pergi dari mereka, dan berjalan sambil memegang tombaknya dengan langkah tegap.
Para Player yang melihat kepergian Riki, semuanya bergumam sama.
Player yang selalu menjadi tumbal, feeder dan hanya menyerahkan nyawa energi pada beast Basilisk. Mungkin, nasibnya di dunia nyata sangat menyedihkan, sehingga dia tak berani bunuh diri dan hanya berani bunuh diri di dalam game.
Sungguh mengenaskan! Mati ditelan oleh Basilisk. Semua Player di sana hanya bisa membayangkan bagaimana Player itu akan dimakan sekali gerak oleh Basilisk. Player itu dipastikan akan mati dalam hitungan detik, begitu bertemu dengan Basilisk. Kasihan!
[Simcal di gunakan, Hutan Norak. Hutan yang ditempati oleh Basilisk. Dia selalu keluar dan memangsa manusia di pemukiman. Selamatkann penduduk dengan membunuh Basilisk. Hadiah penyelesaikan 100.000 kristal]
Jika misi ini berhasil! Maka, Riki akan langsung kaya dan mendapatkan uang 100 juta rupiah. Hal itu bisa untuk dikumpulkan, dan digunakan membeli rumah sendiri untuk keluarganya.
Namun! Sepertinya, Riki yang akan mati. Riki sedikit kehilangan kepercayaan dirinya. Bukan tanpa alasan, hal itu karena musuhnya adalah Beast Basilisk, yang tidak akan pernah setara secara logis dihadapi Riki dengan levelnya sekarang.
[”Riki! Seorang manusia itu ditentukan dari mentalnya. Itu adalah sesuatu yang aku pelajari dari dunia selama aku diciptakan. Jika mental seseorang yakin dan percaya untuk menyelesaikan tugasnya. Maka, dia akan memiliki kekuatan yang melebihi batas dari kemampuan dirinya sendiri!”]
Motivasi dari Tombak Halilintar menyadarkan Riki. Dia teringat wajah ringkih Ibunya yang sakit. Dia ingat wajah adik lelakinya, Sendi. Sendi yang hampir kehilangan mimpinya untuk bersekolah!
Tidak lagi! Tidak boleh menyerah sebelum bertarung, dan saat semangat Riki kembali. Tanah yang dipijak Riki bergetar, gempa bumi dahsyat terjadi.
[Basilisk merasakan kehadiran anda. Dia datang! Kalahkan dia untuk menyelesaikan misi]
Pepohonan tumbang, gerakan besar meliuk dan kepala ular sudah terlihat mendekati Riki dengan menjulurkan lidahnya.
Pertarungan dipersiapkan, serangan Basilisk sangat cepat. Bahkan, banyak Player yang bercerita mereka ditelan langsung oleh Basilisk sebelum mata mereka berkedip.
[”Transform!” teriak Tombak Halilintar, dan saat itu gerakan cepat Basilisk langsung menyergap Riki dengan kecepatan tinggi. Kepala Basilisk seperti roket yang sangat cepat dan ingin menelan Riki dengan kecepatannya.
Wuusshh!
Brushh!