Legenda Tombak Halilintar
Harapan yang Tersimpan (2)
”Anda akan kehilangan ras naga jika tidak segera memilih, naga Kemmin!” suara utusan dari Genos itu nampak tegas. Dia memang utusan terbaik yang selalu datang pada mereka yang dipilih oleh Guratin. Sosok Dwarf itu tersenyum lagi, ”Jadi, apa keputusanmu, Tuan?”
Naga Kemmin melihat ke arah Dwarf itu, utusan itu seolah sedang menantang dirinya. Semua yang dirahasiakan oleh Guratin, utusan itu mengetahui semuanya. Bahkan, Kemmin tidak tahu rahasia kekuatan besar yang dimiliki Guratin. Dia pernah bertarung dengannya, tapi tak bisa melawannya meskipun hanya satu menit.
Guratin memang sangat kuat, dia bisa memimpin begitu banyak orang-orang hebat. Tujun tentang dunia yang tersembunyi, itu juga merupakan suatu hal yang aneh bagi kebanyakan orang. Kemmin, dia begitu yakin untuk pergi ke tempat rahasia di mana ada dunia yang lebih luas dari tiga benua di Sky Legend.
”Kamu harus tahu, naga Kemmin. Dunia yang kita ketahui dengan tiga benua ini, semuanya adalah ilusi. Semua yang kita rasakan dan pertumpahan darah yang terjadi, semuanya hanyalah rekayasa para manusia. Kita tidak benar-benar hidup, jika para manusia itu menginginkan kita musnah. Maka, mereka hanya tinggal memencet tombol dan kita semua akan musnah. Maka, kami berencana untuk merebut dunia mereka dan mengambil alih dunia mereka. Mereka yang akan menjadi pion dan kita sedang berbalik melawan!”
Samman, sang utusan dari Guratin itu begitu bersemangat menjelaskan tentang keadaan mereka. Kemmin belum bisa mencerna dengan baik apa maksud dari ilusi dan semua hal yang sedang dibicarakan Samman. Bahwa, manusia bisa memusnahkan mereka dengan mudah. Mereka mempermainkan kehidupan para ras di seluruh Sky Legend.
”Dunia yang kamu sebutkan sebagai ilusi, apakah ada dunia nyata yang lain selain dunia ini? Apakah kita bisa masuk ke dunia yang kamu sebutkan itu?” tanya Kemmin.
”Kamu harus mengambil keputusan naga Kemmin, aku memang datang untuk menawarkanmu posisi penting. Tidak semua bisa mendapatkan pesan ini, kamu telah dipercaya oleh Lord Guratin untuk mengawal dan menjadi pasukan istimewa. Guratin akan mendapatkan dunia manusia dan membuat mereka menjadi budak bagi kita semua.”
Sang Utusan juga menyebutkan, Guratin lebih percaya pada Kemmin daripada kedua kakaknya. Kedua kakaknya, disebutkan selalu bertindak gegabah dan kurang berpikir dengan bijak.
Utusan itu juga mengatakan bahwa Naga Kemmin dipilih karena dia adalah Naga yang berpikir sebelum bertindak. Kecerdasan Naga Kemmin mampu membuat rencana mereka akan berjalan, sesuai keinginan Lord Guratin dan seluruh anggota Genos.
Pada akhirnya, Naga Kemmin setuju dan mendapatkan dua item kuat yang dibuat khusus oleh Genos. Tombak Jiwa dan Bunga Bulan. Energi dari penyatuan dengan menyedot energi jiwa dari manusia, akan membuat energi kehidupan menguat pada Naga Kemmin, dan dia akan siap ketika keluar dari ilusi dunia ini.
Dengan kekuatan itu, Naga Kemmin akan bisa keluar dan menuju dunia manusia yang disebut utusan Genos itu dengan, Heaven!
Itu adalah tempat tujuan dan keabadian yang sebenarnya, di sana mereka akan menguasai manusia yang mempermainkan hidup para Naga di tiga benua.
Sejak itulah, Naga Kemmin tahu tujuan Genos dan menyembunyikan hal itu. Seperti kata Ayahnya, Crimson. Dia akan menunggu pahlawan yang akan datang ke dunia ini dan membawa kekuatan serta kedamaian. Bersembunyi dan terus menjadi jahat, agar tidak diketahui keinginan yang sebenarnya.
Menunggu, Legenda itu datang! Karena, Naga Kemmin tak mungkin bisa mengalahkan Guratin dan Genos dengan segenap kekuatannya sekalipun.
***
”Lindungi Ibumu dan duniamu, Riki! Di pundakmu sebagai Legenda, tugas berat ini dititipkan dari kedamaian di seluruh Benua ini!”
Brush! Splash!
Riki baru menyadari, bahwa Naga Kemmin tidak pernah ingin apapun dan tidak terkontaminasi dengan keserakahan sedikit pun. Dia selama ini hanya mencari sosok yang akan membebaskan klan Naga dari kehancuran. Dia hanya bersembunyi di balik kejahatan, untuk mengetahui dan menunggu sosok yang akan melindungi dunia ini.
”Kemmin!” Riki menggerakkan tangannya dan serpihan jiwa Kemmin seperti cahaya-cahaya kecil. Dia adalah pahlawan yang bersembunyi.
[Item yang ditinggalkan dari Naga Kemmin untuk Legenda yang ditunggu. Energi kekuatan Naga Kemmin menyatu dengan Gelang Penghancur Naga]
[Anda memiliki Gelang Penghancur Naga, kekuatan yang bisa mengguncang Benua]
[Kekuatan Gelang Penghancur Naga bisa dimanipulasi, dan bersatu dengan kemampuan Player]
Riki mengambil item gelang Penghancur Naga.
”Return Skill!”
Splash!
[Anda menonaktifkan segel ketiga dari Mata Light Speed Crimson]
Riki kembali ke armor Black Dragon. Dia melihat Tombak Halilintar yang masih shut down. Kini, dia harus kembali. Dia harus menyelamatkan Ibunya. Dia tahu, jiwa Ibunya yang datang untuk menguatkan Riki. Riki tidak tahu, apakah kedatangan ibunya untuk memberikan dia semangat itu hadir dalam arti sebenarnya atau hanyalah sebuah doa dari sang Ibu.
Dia harus bergegas.
”Tombak Halilintar, On!”
Woosh!
[”Apa yang terjadi, Riki! Bagaimana dengan Naga Kemmin!”]
Data yang masuk dalam Tombak Halilintar membuatnya segera menyadari mereka dalam posisi di kehancuran dahsyat karena kekuatan ledakan Naga Kemmin. Tombak Halilintar mendata semua tempat dan Naga Kemmin sudah tidak ada. Radius kehancuran akibat pertarungan Riki dan Naga Kemmin sudah menghancurkan semua tempat.
”Kita sudah mengalahkannya, Tombak Halilintar. Saatnya kembali, aku harus menolong Ibu!”
[”Tapi ...,”]
”Nanti saja aku ceritakan, Tombak Halilintar. Kita harus pergi sekarang!”
[” ...”]
Riki keluar dari tempat yang hancur tersebut, dia memilih tempat yang tepat untuk melakukan log out.
[”Baiklah, Riki! Apa item di tanganmu itu?”] tanya Tombak Halilintar.
”Item yang ditinggalkan Naga Kemmin,” Riki memang memegang Gelang Penghancur Naga dan juga tombak sabit Naga Kemmin.
Riki paham, dia memberikan Tombak Sabit item senjata kuat itu untuk dimakan oleh Tombak Halilintar. Namun, tidak dengan Gelang Penghancur Naga.
[”Bagaimana dengan item Gelang itu, Riki?”] suara penasaran dari Tombak Halilintar.
Saka berjalan sambil membuka tangannya dan melihat ke arah gelang tersebut.
”Ini hadiah untukmu, Tombak Halilintar!”
[”Hadiah?”]
Riki melihat gelang ukuran naga tersebut. Riki menyalurkan energi miliknya ke dalam Gelang Penghancur Naga.
[Manipulasi energi, mengubah bentuk Gelang Penghancur Naga]
Crak!
Splash!
Riki menggenggam dengan kuat Gelang Penghancur Naga tersebut. Dan, cahaya berpendar dari item gelang tersebut dan cahaya menyilaukan muncul di tangan Riki. Tombak Halilintar tidak percaya dengan hal itu. Riki memegang sebuah senjata mirip belati bercahaya. Dan, itu adalah Jarum Halilintar!
[”Jarum Halilintar ke enam?”] Tombak Halilintar tampak kaget.
Tombak Halilintar tak percaya, dia masih belum bisa mendeteksi sebatas apa jumlah Jarum Halilintar yang bisa dimiliki. Berapa kepastian jumlah Jarum Halilintar yang akan menjadi kekuatan terkuat dari Tombak Halilintar? Tombak Halilintar juga belum menemukannya batasannya.
[”Bagaimana kamu bisa melakukannya, Riki?”] Tombak Halilintar heran, dia sendiri memang mendata bahwa kekuatan Jarum Halilintar akan terus berkembang dengan level player. Namun, butuh kekuatan yang besar untuk menciptakan Jarum Halilintar yang baru, dan tentu saja butuh item kuat untuk membentuk Jarum Halilintar yang sinkron dengan Tombak Halilintar.
”Aku hanya tahu bahwa item itu sangat kuat dan cocok untuk menjadi Jarum Halilintar ke enam, Tombak Halilintar. Itu adalah penyatuan dari kekuatan Tombak Jiwa dan Bunga Bulan.”
[”Benar, item itu sangat kuat. Setidaknya, kamu akan mendapatkan skill baru lagi, Riki. Dan, kita akan memulai pertarungan demi pertarungan di masa depan.”]
Benar! Riki pun mempercepat langkahnya, membuka inventory dan ... dia harus menyelamatkan Ibunya.
”Log out!”
Splash!
***
Klak!
[Player kembali, anda keluar dari Sky Legend]
Riki membuka helm gamenya, kapsul sudah terbuka. Riki keluar dari kapsul tersebut, dia benar-benar khawatir pada Ibunya. Dan, saat dia melepas helm game Sky Legend. Dia melihat Adiknya, Sendi sedang menjaga Ibunya yang pingsan. Ibunya sedang bersandarkan pada bantal yang sudah dipasang oleh Sendi, di bawah kepala Ibunya.
”Ibu! Ibu!” Riki melompat dan melihat wajah ibunya yang teduh. Riki pun melihat ke arah Sendi, ”Apakah Ibu ...!”
”Iya kak Riki, Ibu berlari dan masuk ke kamar dan aku tidak tahu, dia menangis dan tiba-tiba pingsan, Kak,” Sendi menjelaskan sambil meneteskan airmatanya.
Riki memeriksa Ibunya, denyut nadi dan napasnya normal. Riki tak punya banyak waktu. Dia segera membopong Ibunya dan bergerak cepat menuju ke luar. Dia sudah membeli sebuah mobil, tapi dia belum belajar menyetir. Riki sudah menyewa satpam yang juga bisa untuk menyetir mobil. Riki menekan tombol dan satpam tersebut segera datang.
Dia mengambil kunci mobil, dan mereka bergegas ke Rumah Sakit.
Ibu! Kamu harus sembuh! Aku tidak mau terjadi apapun padamu. Jadi saat itu, Ibunya benar-benar datang dalam bentuk energi untuk menguatkan Riki. Riki menyadari hal itu.
Brooomm!
***
Sebuah rumah yang cukup bagus terlihat, mobil dengan plat merah datang dari arah jalan dan memasuki halaman rumah itu. Seorang wanita bersama dengan seorang lelaki memakai jas yang mengawal wanita itu turun. Dia menuju rumah tersebut, dan membuka Laptop tipis, layar sentuhnya. Dia melihat titik koordinasinya, dan dia mendapatkan tempat yang tepat.
Bel rumah dibunyikan, dan saat itu. Sosok wanita berkerudung keluar. Dia cukup kaget dengan kedatangan dua sosok tamu asing yang datang ke rumahnya.
”Kalian dari pemerintah, kalian sedang mencari siapa?” tanya wanita itu.
”Apakah kamu ..., Gayatri? Kami membutuhkanmu!” dia adalah Dita, asisten ahli dalam Kementarian Olahraga. Dia tak punya pilihan lain, untuk mencari Player kuat dalam persiapan Champion Player Sky Legend yang sudah di ambang pintu.
Gayatri cukup kaget, dan dia pun mempersilakan tamunya untuk masuk.
Sky Legend, akan kembali membara ...