Legenda Tombak Halilintar

Mencari Cara Menyembuhkan Ibu

Riki segera membawa Ibunya ke Rumah Sakit di pusat kota, di sana pelayanannya yang terbaik. Riki harus menyelamatkan Ibunya. Dia melihat Ibunya itu memberinya semangat di dalam game, dan apa yang terjadi dengan Ibunya. Cerita dari Sendi membuat Riki harus mempercayai bahwa energi yang hadir di dalam Sky Legend. Bisa jadi, ibunya benar-benar datang.

Riki segera membawa Ibunya bersama petugas ke IGD untuk langsung ditangani. Riki tak peduli apapun, dia hanya ingin ibunya bangun dan sehat kembali. Apapun akan dilakukan Riki untuk memberikan pengobatan terbaik untuk Ibunya. Cukup lama Riki gelisah di depan ruangan IGD bersama Sendi. Beberapa saat dokter keluar dari ruangan IGD.

Dokter mengatakan bahwa nyonya Irma mengalami kelelahan tingkat tinggi, kondisi tubuhnya drop. Pernapasannya terganggu sehingga harus menggunakan alat bantu pernapasan, ada lonjakan yang tinggi dari mental Ibunya tersebut.

Maka, Dokter menyarankan agar nyonya Irma dirawat intensif di ICU hingga kondisinya membaik. Riki pun menurut dan memberikan izin agar Ibunya dirawat intensif. Sepertinya, Riki dan Sendi harus menunggu di Rumah Sakit.

Mereka harus menunggu Ibu, selama ini hanya Ibu yang selalu  merawat mereka berdua. Ayahnya sudah meninggal sejak Sendi kecil. Jadi, hari ini sudah menjadi tugas bagi Riki untuk menunggu Ibunya pulih dari sakitnya.

Tombak Halilintar ikut bicara tentang sakit sang Ibu.

[”Aku sudah melakukan data pada kesehatan tubuh Ibumu, Riki. Energi kehidupan Ibumu berkurang, sebagaimana player di dalam game ketika kehilangan magic power. Aku meneliti bahwa Ibumu telah menyalurkan energinya hingga ke dalam game, dan energinya berkurang sehingga kondisi Ibumu seperti manusia koma pada umumnya.”]

”Apa kamu sedang bercanda, Tombak Halilintar?” tanya Riki penasaran.

[”Aku tidak sedang bergurau, Riki. Ini benar-benar terjadi pada Ibumu. Dia kehilangan lebih dari delapan puluh persen energi kehidupan saat seorang Player kehilangan Magic Powernya. Aku sudah mencoba menghitung dan menentukan kemiripan dengan Player di dalam game. Dan itu 99 persen sangat mirip.”]

”Tapi ini bukan di dalam game, Tombak Halilintar. Ini adalah dunia nyata!” Riki masih belum percaya. Dia kini memangku Sendi yang tertidur di pangkuannya di kursi lorong Rumah Sakit.

Dan, Tombak Halilintar pun menjelaskan secara detail. Kondisi Ibunya seperti seorang Player yang sedang bermain game, tapi avatarnya di dalam game sedang dalam kondisi pertempuran. Saat player bertempur dan magic powernya terus menurun, hingga mendekati habis, kondisi yang sama terjadi pada Ibu dari Riki.

Kondisi Ibunya, akan bangkit jika tubuh asli player kembali ke tubuhnya. Hal itu adalah kuncinya. Energi milik bu Irma belum kembali atau dalam pengertian sekarang mengalami koma ketika di dunia nyata.

Namun, Tombak Halilintar belum menemukan cara untuk membangunkan Ibu Irma, hal itu karena dia bukan player yang bisa bangun saat melakukan log out. Selanjutnya, bagaimana memulihkan energi kehidupan atau magic power yang dimiliki oleh Ibu dari Riki.

Kondisi berbeda dijelaskan bahwa Ibunya bisa bangun dari tidurnya, jika dia bisa memulihkan energi kehidupan miliknya. Jika energi kehidupan atau magic power bisa kembali, maka dipastikan ibunya akan kembali sadar.

”Sekarang, Ibuku di dunia nyata, Tombak Halilintar. Lalu bagaimana memberikan healing seperti di dalam game?”

”Aku tidak tahu bagaimana hal itu bisa dilakukan, Riki. Aku masih belum bisa menemukan penjelasan. Namun, duniamu dan dunia dari Sky Legend sudah mulai bersinggungan. Satu dengan lainnya, seperti memiliki ikatan yang kuat. Aku belum bisa memastikan, tapi energi di duniamu dan di dalam game, sepertinya mulai bercampur!”]

Dunia yang tercampur?

[”Riki, jika kamu menemukan sesuatu tentang kejadian pertarunganmu melawan naga Kemmin. Mungkin, aku bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi.”]

”Pertarungan dengan Kemmin?” tanya Riki bingung.

[”Benar! Saat kamu bertarung dengan naga Kemmin,  menurutku itu adalah pemicu yang menimbulkan kontak antara duniamu dan dunia game. Hal itu terlihat dari serpihan jiwa yang juga kamu serap dan Kemmin serap.”]

Riki pun mengingat, bahwa saat pertempuran besar itu. Tombak Halilintar sedang mengalami shut down. Imbas pertarungan yang besar itu memang membuat Tombak Halilintar curiga dan belum tahu tentang pertarungan itu. Riki juga belum bicara sejak saat itu dengan Tombak Halilintar bagaimana dirinya mengalahkan Kemmin.

Pertempuran yang akhirnya, membuat Riki paham bahwa Naga Kemmin memiliki tujuan lain. Misinya, adalah untuk menjelaskan tentang bahaya invasi yang akan dilakukan Guratin hingga ke dunia nyata.

Hal ini memang tidak masuk akal bagi orang yang menerimanya. Namun, Riki juga merasakan perbedaan yang kuat. Apakah itu memang hanya adrenalin ketika memasuki game reality, atau benar-benar ada hubungan antara dunia nyata dengan dunia game. Riki masih belum mampu mengambil kesimpulan dengan baik, tapi semua itu terasa nyata.

Bagaimana dengan pesan dari Naga Kemmin tentang niat terselubung dari Guratin. Dia ingin menguasai dunia manusia yaitu dunia yang menciptakan ilusi di Sky Legend! Pada akhirnya, Guratin ingin hidup secara nyata di dalam dunia asli dan keluar dari game.

”Aku tidak tahu, Tombak Halilintar. Aku hanya melihat tentang jiwa para Player yang bisa tersedot di dalam Tombak Jiwa dan dapat mengisi kekuatan Tombak Jiwa, dan akhirnya bisa bersatu dengan Bunga Bulan. Dan, Gelang item Penghancur Naga yang kita ubah menjadi Jarum Halilintar. Apakah memang mungkin menyatukan dua dunia, satu dunia nyata dan satu lagi dunia realitas buatan seperti game?” Riki menjelaskan tentang pecahan jiwa. Siapa tahu, Tombak Halilintar memiliki pengetahuan tentang hal itu.

[”Itu mungkin saja terjadi, Riki. Apa kamu percaya teori teleportasi?”]

”Maksudmu, teori seperti kekuatan mata Crimson segel kedua, Teleportation Speed?” Riki masih memikirkan skillnya di dalam game, yang mampu berpindah dengan sosok makhluk lainnya dengan kekuatan pikirannya.

[”Kamu benar, teori di dalam game sebenarnya juga dikembangkan dari duniamu dengan kekuatan imajinasi. Namun, dalam penjelasannya hal itu bisa dijelaskan secara detail. Dengan menggabungkan antara materi dan anti materi. Kita hidup memiliki bentuk, dan roh dalam tubuh kita atau jiwa tidak memiliki materi. Penyatuan antara tubuh fisik dengan jiwa, maka hal itu membuat manusia dapat hidup dengan energi penyatuan tersebut,”] Tombak Halilintar mencoba menjelaskan analisanya.

Riki berpikir lebih dalam. Apa yang dikatakan Tombak Halilintar memang benar. Tubuh tanpa roh atau jiwa, maka hanya akan menjadi jasad dan kematian akan terjadi.

”Lalu ..., bagaimana kesinambungan antara dunia nyata dan dunia buatan dalam game?”

[”Kamu masih belum mengerti, Riki. Ini adalah dunia nyata dan game realitas adalah dunia buatan. Itu seperti materi nyata dan anti materi, yaitu ilusi buatan. Jadi, apakah kamu tidak berpikir menyatukan dua hal itu dan membentuk dunia ulang?”]

”Tidak mungkin!” Riki kaget mendengar penjelasan Tombak Halilintar yang memiliki dasar teorinya.

[”Aku masih belum tahu secara lebih lanjut, Riki. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa memang ada sosok yang ingin menyatukan dua dunia tersebut. Hal itu ditandai dengan jiwa yang mampu terserap di dalam game seperti kejadian Tombak Jiwa. Dan terakhir, aku melihat tubuh Ibumu yang juga seperti kehilangan energi seperti dalam game.”]

Riki berpikir sejenak, semua penjelasan Tombak Halilintar sangat masuk akal.

”Apa Ibuku bisa disembuhkan, Tombak Halilintar?” tanya Riki.

[”Tentu saja, hal itu sangat mungkin. Hanya saja, butuh energi yang tepat untuk mengisi ulang charge energi Ibumu. Energi itu tidak sembarangan seperti dalam game, harus energi dengan porsi dan ukuran yang tepat.”]

Riki akan berusaha menemukan jawaban atas itu semua. Dia akan berusaha apapun, untuk membuat Ibunya bangun kembali dari komanya.

Saat Riki tengah memikirkan hal lain dan mencoba merangkai semua hal. Dia melihat ada pasien lewat yang didorong beberapa Dokter dan perawat. Pasien itu terlihat kecil, dan dia terlihat tertidur dengan alat lengkap menutupi wajahnya. Sepertinya, dia baru saja dipindahkan.

Namun, bukan hal itu yang membuat Riki terkejut. Benar! Salah satu wanita yang terlihat memegangi tubuh pasien kecil itu dan berjalan mengikutinya. Dia adalah ..., Gayatri! Wanita yang menemuinya dan mengingatkan padanya, agar menjauhi Genos dan berhati-hati karena dia sudah diincar.

[”Dia adalah Gayatri, salah satu prajurit terkuat milik Guratin.”]

”Aku tahu, Tombak Halilintar.”

Apakah itu, keluarganya ...? wajah Gayatri terlihat sangat khawatir dan dia sangat perhatian pada sosok kecil yang sedang dilihatnya.

Dunia ini ..., memang tidak seperti yang dilihat kebanyakan orang. Gayatri yang jahat di dalam game dan terkesan menyebalkan. Dia memiliki keluarga yang harus dilindunginya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!