Legenda Tombak Halilintar
Perjuangan Dimulai Kembali
Riki menyadari bahwa sistem sudah dibawanya hingga ke dunia nyata. Kali ini, bahkan sistem menyebutkan kalau energi sistem di dalam tubuh Riki mampu dialirkan ke energi ibunya. Energi jiwa bisa ditransfer di dunia nyata, sama seperti seorang Healer yang memberikan energi pada rekan player lainnya. Hal ini tentu aneh, tapi Riki percaya bahwa sistem tidak akan salah seperti di dalam game.
Riki telah membawa begitu banyak energi jiwa di dalam game, jadi hal itu berpengaruh besar pada perubahan sistem di dunia nyata. Jika itu benar, maka Riki bisa melakukan isu ulang energi pada manusia.
Sendi, sang adik masih tertidur pulas di samping dipan Ibunya.
[Player, energi di dalam tubuh anda memiliki tingkat kecocokan untuk mengisi energi pada fisik manusia di depan anda. Anda bisa memberikan heal energi kepada manusia untuk membuatnya bangun dari tidurnya]
Riki memiliki harapan, itulah yang sebenarnya diharapkan. Berhasil atau tidak itu urusan nanti. Dia menggerakkan tangannya ke depan, persis seperti saat Healer menyalurkan energi mereka. Riki mulai merasakan energi dan mengarahkan energi ke tubuh Ibunya.
[Energi disalurkan, mendapatkan frekuensi yang tepat. Energi diberikan pada tubuh manusia di depan anda, energi miliknya dikembalikan. Energi yang sudah dipinjamkan kepada Anda]
Ada energi tipis yang mengarah pada tubuh ibu Riki, seperti kabut tipis yang bercahaya. Mulai menjalar hingga ke seluruh tubuh sang Ibu hingga bersinar secara samar-samar.
[Penyaluran energi berhasil, porsi dan kecocokan energi sangat cocok]
Wooosh! Wooosh!
Energi terus berpendar di tubuh Ibu dari Riki, Riki pun selesai dan mengangkat tangannya. Riki berharap Ibunya segera membuka matanya, seperti harapan saat seorang Healer menyembuhkan player di dunia game.
[Transfer Energi berhasil]
Riki terus melihat wajah Ibunya, memang terlihat ada perubahan. Wajah ibunya jadi lebih cerah sebagaimana saat biasanya sang Ibu sehat. Apakah hal ini tanda bahwa penyaluran energi berhasil? Riki terus menunggu, hingga belum ada perubahan untuk beberapa menit kemudian.
”Aku mohon, bangunlah Ibu. Aku tidak ingin Ibu sakit, aku melakukan apapun untuk Ibu.”
Srak! Srak!
Suara sebuah gerakan. Riki melihat arah suara dan dia yang masin memejamkan mata kaget, karena lengannya disentuh oleh tangan tua yang lembut. Itu Ibunya, dia sudah tersenyum menatap Riki. Dia sudah bangun.
”Riki, apakah kamu baik-baik saja? Kamu tidak terluka Anakku?” tanya sang Ibu dengan suara masih lemah.
Riki bergetar tubuhnya, dia tak mampu mengatakan apapun karena suara pelan itu telah membuat jiwanya luruh. Tak ada kata yang bisa dia katakan, bibirnya bergetar tak bisa bersuara. Dia kemudian memeluk Ibunya yang masih terbaring, dan sesenggukan.
Riki tak bisa menggambarkan betapa mulianya sang Ibu. Ketika dia bangun, bahkan yang dia tanyakan adalah kabar puteranya, dan bukan kesehatan dirinya sendiri. Irma pun tak berkata apa-apa lagi, dia membiarkan Riki memeluknya. Dia kemudian mengelus rambut Puteranya itu, suara sesenggukan pun terdengar. Dan, mereka larut dalam suasana hening tersebut untuk beberapa lama.
Suara isak tangis terdengar lirih, dan seorang anak kecil yang semula tidur pun ikut bangun. Dia mengucek matanya perlahan, dia kaget karena melihat Ibunya sudah bangun.
”Ibu ...,” Sendi segera menyadari bahwa Ibunya telah sadar. Dia pun berlari dan ikut memeluk Ibu dan kakaknya.
Irma pun hanya tersenyum melihat kedua puteranya selalu di sampingnya. Itu semua sudah cukup menjadi surga bagi seorang Ibu di dunia ini. Melihat keduanya tumbuh dengah sehat dan bahagia. Dia mengelus kedua rambut puteranya yang sudah besar tersebut.
***
Esok harinya, Gayatri meninggalkan adiknya. Virna masih belum sadar, tapi Gayatri harus pergi untuk melakukan karantina, dan pengenalan dengan rekan tim Player yang akan mewakili Indonesia. Dia harus berlatih.
Saat meninggalkan Adiknya, seorang petugas kesehatan yang memang sudah dibayar oleh pemerintah secara khusus menjaga adiknya 24 jam. Menjaga kesehatan dan memeriksa kondisi Virna. Dia bertugas khusus untuk mengawasi Virna. Gayatri pun dapat pergi dengan tenang.
Dia sendiri merasa belum lama ini dia menjadi bagian dari kejahatan di dalam game. Namun, sekarang dia dibutuhkan negara ini untuk berjuang membawa nama baik negara. Ini adalah tugas berat, dan beban pahlawan kini dipikulnya. Namanya belum diumumkan, tapi dia yakin sebentar lagi dia akan menjadi bahan pembicaraan media dan berita.
Gayatri tak peduli, tugasnya hanyalah melindungi kehidupan adiknya. Seperti kata-kata Riki, melindungi keluarga dan orang yang kita cintai, adalah cara kita hidup di dunia ini.
Saatnya untuk pergi ...
***
Kastil tersembunyi di dalam Sky Legend.
Lord Guratin masih duduk di singgasananya, semua pasukan terkuatnya sedang mengumpulkan energi atau mereka melakukan invasi. Dia masih santai duduk di singgasananya, hingga satu sosok datang dan menghadapnya.
Dia adalah Samman, utusan penting yang paham tentang Genos. Di adalah salah satu dari klan Dwarf yang kini sudah banyak hilang dalam peradaban di Sky Legend. Ras Dwarf hanya tersisa sedikit, sebenarnya mereka merupakan kelompok ras yang cerdas. Namun, mereka mengalami genosida yang menghancurkan kebanyakan dari klan Dwarf.
Samman berdiri di lantai bawah, ada undakan cukup tinggi hingga ke singgasana Lord Guratin. Samman baru saja datang, dan dia sudah menyaksikan apa yang terjadi dalam pertempuran yang menggemparkan Benua Igris, dan bahkan dua benua lainnya. Pertarungan itu tersembunyi, tapi Samman melihatnya dari kejauhan.
Mungkin, hanya dia saksi mata yang melihat pertempuran dahsyat antara Riki dan Naga Kemmin waktu itu.
”Lord Guratin, aku tidak menduga jika manusia bernama Riki itu jauh melebihi ekspektasiku dalam hal kekuatan. Aku mengira, nyawanya pasti hilang ketika berhadapan dengan Naga Kemmin yang sudah mendapatkan kekuatan dari Gelang Penghancur Naga. Pada akhirnya, Kemmin bahkan dihancurkan begitu saja oleh Manusia itu.”
Samman memberikan laporan secara detail, kekuatan manusia yang membawa Tombak Halilintar itu sudah berkembang sangat cepat. Dia bisa menjadi ancaman bagi Genos untuk mencapai tujuan mereka. Mungkin, Riki juga menjadi ancaman yang tidak kalah berbahaya disandingkan dengan Legenda Dasatama, atau bahkan Legenda Lotus.
”Tidak usah khawatir, Samman. Dia hanya satu bagian dari karakter game saja. Aku sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Jalan menuju Heaven, sebentar lagi akan menjadi lebih mudah. Aku juga sudah mempersiapkan balasan untuknya, dan biarkan saja dia bersenang-senang dulu.”
Samman hanya mengangguk, ”Baiklah, Lord Guratin.”
”Samman, bagaimana perkembangan energi yang sudah kita siapkan untuk mencoba menembus dimensi Heaven?”
”Kita hanya tinggal menunggu waktu, Lord Guratin. Ketika energi sudah berimbang maka kita akan bisa membuka dimensi Heaven tersebut.”
”Bagus, Samman. Aku sudah tidak sabar lagi keluar dari dunia sempit ini. Aku ingin hidup abadi dan nyata! Ha.. ha.. ha..!”
Tawa Guratin memenuhi ruang rahasia tersebut.
***
Kantor Developer game Sky Legend, Jerman.
Lelaki paling terkenal dari Jerman, Edmon baru saja menerima tamu dari pemerintah bagian Olahraga. Tentu saja, hal itu untuk mempersiapkan Player yang akan mewakili Jerman dalam ajang persiapan kualifikasi pertandingan dunia untuk game Sky Legend.
Mereka selalu saja seperti itu, meminta bantuan Edmon atas nama negara. Mereka selalu menggunakan senjata kebanggaan negara dan seluruh penduduk. Padahal, seyogianya hanya untuk kebanggaan mereka sendiri.
Dasar mereka itu!
Hufft!
Edmon menghembuskan napasnya cukup berat. Sekali lagi, mereka meminta bantuannya untuk memberikan item kuat di dalam game. Item yang bisa menguatkan kekuatan tambahan bagi Player yang akan mewakili turnamen global nanti.
Mau tidak mau, Edmon pun mempersiapkan senjata atau item tersebut dalam waktu dekat.
Seseorang meminta izin masuk ruangan, Edmon mempersilakannya masuk. Itu adalah Jennifer, dia pasti akan melaporkan perkembangan terbaru dari Sky Legend.
”Bencana besar terjadi di Benua Igris, ini seperti pertempuran besar antara Player atau karakter NPC di Sky Legend.”
Luasnya map menjadi masalah yang sulit dipecahkan secara keseluruhan, perkembangan Sky Legend memang luar biasa dalam segi luasnya tempat yang dirancang di dalam game. Tidak semua rahasia dan tempat bahkan bisa diakses.
”Apakah kamu mengetahui pertempuran siapa itu, Jeny?” tanya Edmon kurang semangat, hal itu karena utusan yang barusan datang padanya, dan meminta bantuannya.
”Ada pelindung array yang dibuat mengelilingi area pertempuran. Sulit melihat siapa yang bertarung, Pak Edmon.”
Hal itu memang bisa terjadi, sihir yang kuat atau Player yang mampu membuat sihir area agar tak terlihat. Terkadang, developer yang menciptakan itu tapi tak bisa membukanya sendiri. Kemampuan Player sudah sangat tinggi dalam mengakali algoritma game.
”Tapi pak Edmon ..., karakter Naga Kemmin sudah dikalahkan!” Jennifer cukup hati-hati mengatakannya.
”Apa!” Edmon langsung berdiri dari duduknya, dia benar-benar kaget.
***
Riki langsung pulang dan membawa Ibunya ke rumah, mereka pulang di pagi harinya. Sejak malam kejadian itu, Ibunya sudah langsung pulih. Butuh sedikit pemulihan saja, dan paginya mereka langsung pulang.
Bahkan, para Dokter begitu heran karena Ibu Irma bisa langsung sadar, dan sehat seperti semula. Mereka pun terpaksa mengizinkan Irma untuk pulang.
Sampai di rumah, Sendi bersiap sekolah. Riki masih libur karena hanya tinggal membuat tugas akhir kuliahnya. Saat itu, Ibunya duduk di ruang tamu. Riki mengambilkan minuman air hangat pada Ibunya. Irma pun tersenyum pada puteranya.
Sang Ibu meminum air putih tersebut, lalu menaruh gelasnya di meja.
”Riki ...,” suara Irma pelan, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu.
”Ada apa, Ibu?” tanya Riki melihat wajah Ibunya, wajah Ibunya sudah cerah kembali. Dia sudah cukup sehat sekarang.
Irma menyentuh pundak puteranya pelan, ”Berhati-hatilah dalam dunia game, Ibu mungkin tidak bisa membantumu lain waktu.”
Mata Riki membesar, ”Apa maksud Ibu? Apakah Ibu melihat semuanya di dalam game?” Riki bertanya penasaran.
Ibunya menunduk pelan, ”Ibu tidak tahu, tapi Ibu merasakan bahwa Ibu menarikmu dari dunia hitam yang gelap, dan kamu berteriak minta tolong pada Ibu. Ibu kemudian berusaha menarik tanganmu dari kegelapan.”
[Jiwa manusia telah menolong Anda dari kegelapan Bunga Bulan, dan efek dari Gelang Penghancur Naga milik Naga Kemmin yang dibuat oleh Blacksmith Genos]
Riki tidak menjawab apapun, dia juga melihat sistem window di depannya. Itu artinya, jiwa Ibunya benar-benar terserap masuk ke dalam game dan menolongnya. Saat menarik tangannya dalam kegelapan skill musuh. Riki melihat Ibunya menarik tangannya.
”Ibu ..., apakah jika dunia ini membutuhkan kita dan kita dalam bahaya, lalu apakah aku tetap harus menyelamatkan dunia?” Riki bertanya pada Ibunya.
Senyum Ibunya terukir, ”Apapun yang terjadi, Ibumu sudah mengajarkan arti kebaikan sejak kamu kecil, Riki. Kamu sudah besar, Tuhan menciptakan kita untuk menjadi pemimpin. Jadi, jika untuk menyelamatkan kehidupan. Maka, kamu harus maju, Riki. Tak peduli apapun yang akan menghadangmu!”
Saka mendengarkan nasehat Ibunya.
”Terima kasih Ibu ..., kalau begitu Ibu istirahat. Riki akan kembali bekerja, masih ada beberapa hal yang harus Riki selesaikan.”
”Baiklah, Riki. Pergilah.”
[”Sungguh! Aku tak bisa menahan perasaanku, aku benar-benar terharu, Riki!”]
Suara Tombak Halilintar, dan itu hanya bisa didengar oleh Riki. Riki pun berpamitan pada Ibunya untuk masuk ke kamar.
Saatnya untuk mencari tahu, semua hal yang harus diketahui Riki. Dia meminum air putih dan memasuki kapsul gamenya.
[Selamat datang di Sky Legend]
Kepahlawanan akan dimulai kembali ...