Legenda Tombak Halilintar
Tak Ada yang Bisa Menghentikanku!
Kekuatan besar menghantam langsung ke arah pasukan Genos dan para Monster. Kekuatan serangan limit breaker dengan suplai energi yang sudah ditanamkan Riki. Pasukan Genos yang memilih misi untuk mengambil Tombak Halilintar. Mereka semua dihujani dengan energi kuat dari serangan Riki.
Booom!
Player Dareen melihat serangan kuat itu, dia kaget dengan kemampuan Riki. Semua itu di luar prediksinya. Dia menggunakan kekuatan untuk bertahan dan menggunakan seluruh kemampuannya untuk menahan serangan Riki. Namun, banyak pasukan lainnya yang hancur tak tersisa. Hanya mereka yang memiliki kemampuan level tinggi yang bisa menghadang serangan kuat Riki.
Pasukan Genos secara keseluruhan, mereka sudah dipilih oleh Guratin dalam memperkuat organisasi kejahatannya. Mereka memiliki kemampuan yang tinggi karena suplai item dan juga skill yang diberikan sebagai hadiah. Mereka pun mampu menghindari serangan Riki atau membuat penghalang dari serangan kuat Riki tersebut.
Riki mengerti akan hal itu, kekuatan yang sudah dilepaskan dari kekuatan Limit Breaker, setidaknya mampu mengurangi jumlah pasukan musuh.
[Noktah dengan kekuatan sihir, termasuk kekuatan yang besar dari Genos. Dia merupakan karakter yang menguasai kekuatan seorang Support mage]
Wooosh!
Serangan datang dari pasukan yang kuat milik Genos, Noktah mengambil kesempatan dan memajukan kedua tangannya. Akar penjerat muncul berenergi dari bawah tanah, di sekitar Riki.
Crak! Brush! Brush!
Ledakan tanah terjadi di sekitar Riki, Riki tidak khawatir pada Gayatri dan Dark Shadow. Dia telah menutupi keduanya dengan energi yang kuat. Jadi, dia pun mundur ke belakang dengan cepat, menghindari akar penjerat yang jumlahnya sangat banyak.
Salah satu akar besar muncul di belakang Riki, berputar dengan cepat dan berusaha mengikat tubuhnya. Namun, Riki sudah sangat peka dan dapat merasakan dengan kekuatan sense miliknya, kekuatan yang mencoba untuk mengenai dirinya.
[Skill God Speed diaktifkan]
Riki melakukan tolakan dengan energinya, bergerak ke sana dan kemari dengan cepat. Dia menghindari jeratan akar-akar energi tersebut. Noktah menggerakkan semua akar pengikatnya untuk menangkap kecepatan Riki, tapi dia kesulitan karena Riki bergerak begitu cepat dan bahkan matanya sulit mengikuti kecepatan Riki.
Woosh! Woosh! Woosh!
Sial! Kenapa ada Player yang begitu cepat, bahkan mataku tidak bisa mengikutinya dengan baik. Pikir Noktah, apakah dia adalah seorang dewa! Gerutu Noktah, tapi dia mengingat kristal darkness dalam jumlah menggiurkan. Maka, Noktah akan terus berusaha mendapatkan Riki dan akan mendapatkan hadiah besar tentunya.
Tentu saja!
Noktah mengaktifkan kekuatan tambahan yang memang khusus diberikan dari Genos. Energi meledak dari tubuhnya, energi kegelapan menyelimutinya. Dia merasakan energi yang mengalir deras, dan saatnya untuk menangkap tikus yang terus berlari! Noktah begitu semangat, dia mengarahkan sihirnya ke tanah, dan ribuan akar penjerat keluar dari tanah untuk menangkap Riki dari semua sudut.
Crak! Brush! Brush!
Kena kamu Riki!
Slap! Slap! Slap!
Akar-akar penjerat dalam jumlah tak terhitung itu saling mengikat. Naik ke atas begitu banyak dan semua tempat di bawah di sekitar Riki, menjadi akar-akar besar yang saling tersambung. Riki terlihat sudah terkurung di dalam kurungan tersebut. Noktah yakin, Riki tidak akan bisa lepas dari kekuatannya tersebut.
”Riki!” teriak Dark Shadow.
Gayatri yang dijaga oleh Dark Shadow mulai membuka matanya, kepalanya di tahan oleh tangan Dark Shadow. Gayatri membuka dan peperangan masih terjadi, dia melihat ke arah Dark Shadow yang terlihat sangat khawatir saat memanggil player Riki.
”Ada apa, Dark Shadow?” tanya Gayatri sambil berusaha bangkit dan akhirnya, dia melihat apa yang terjadi dalam pertempuran besar tersebut.
”Kamu berhasil, Noktah!” kata Gusion. Dia melayang di sebelah Noktah. Memang, begitu banyak pasukan Genos yang diutus untuk mengambil Tombak Halilintar milik Riki. Mereka semua memiliki satu misi tersebut. Genos tidak ragu untuk menjadikan hal ini sebagai misi terbesar selama Genos muncul di dalam Sky Legend.
”Kamu benar, Gusion. Saatnya kita mengambil tombak itu. Dia pasti sudah tak bisa bergerak karena kekuatan akar penjeratku!”
Brush! Booom!
Apa!
Keduanya kaget karena ada cahaya berpendar-pendar dari dalam jerat-jerat kayu yang saling berhimpitan. Apakah ada sesuatu!
Tidak mungkin!
[Skill Pusaran Badai diaktifkan!]
Wooossh! Brak! Booom!
Ledakan kuat terjadi, energi besar keluar dari akar-akar energi tersebut. Dan, semua energi dari jeratan akar energi itu pecah bagaikan debu.
Riki melayang ke atas dengan mengayunkan tombaknya. Pasukan Genos kaget, mereka juga sudah mulai berdatangan kembali. Misi mereka tetap sama, tombak yang dipegang Riki.
”Jangan pernah menganggapku sebagai Player biasa lagi! Aku adalah Legenda! Tidak ada yang bisa menahanku meskipun hanya satu detik!”
Energi dari pecahan jiwa berpendar dalam tubuh Riki.
[Double Black Knife diaktifkan]
[Armor Black Dragon, ketika musuh menyerang maka mereka akan terkena efek pengembalian dari seranngannya sendiri sebanyak 10 persen. Dan, serangan lawan dikurangi sebanyak 90 persen]
Benar - benar cheat yang bagus! Riki pun tersenyum. Pasukan sebanyak apapun yang datang, Riki tidak akan pernah mundur lagi. Dia mengarahkan tombaknya maju ke depan, ujungnya diarahkan ke pasukan musuh.
[Tusukan Halilintar diaktifkan]
Fokus, konsetrasi dan gunakan kekuatan energi yang sudah memenuhi kekuatan Riki.
[Orb Booster Full rotasi]
Orb bercahaya di punggung Riki menyala dan berputar kencang, mengalirkan energi alam dan Riki tersenyum seketika.
”Jangan pernah meremehkan seorang pecundang dan sampah! Aku adalah legenda!”
”Tusukan Halilintar!”
Wooosh! Wooosh! Booom!
Riki menarik tombaknya, energi besar dari tombak pun tercipta.
[Tusukan Halilintar fusion God Speed]
Kekuatan dan kecepatan disatukan!
Dan ..., Dark Shadow yang berada bersama Gayatri. Mereka hanya bisa membuka mata mereka lebar-lebar. Mereka masih berada di dalam kurungan energi untuk melindungi mereka. Gayatri sudah melihat tanda di tangannya yang menghilang. Dia yakin, itu semua karena Riki. Dan kini, mereka tak bisa mengedipkan matanya lagi melihat kekuatan serangan dari Riki.
Apakah Riki adalah jelmaan dari seorang Dewa? Pasukan Genos dalam jumlah banyak bukan lagi halangan berarti baginya. Mereka semua seperti semut yang diinjak satu-persatu dan mereka tidak berdaya.
Ini bukan lagi pertarungan imbang, tapi Riki membantai mereka semua dengan kecepatan tinggi. Di manapun musuh berada, di sana ada Riki. Seperti ada ribuan bayangan Riki yang ada di kanan dan di kiri, di atas dan di bawah. Riki muncul di semua tempat, dan menghancurkan pasukan Genos satu-persatu dengan kekutan tusukan halilintarnya.
Dia seperti kilatan meteor yang menghantam musuh, menghilang lagi dan menghantam musuh kembali.
AAAAHHHH!
Brush! Brush! Booom!
Giliran Noktah dan Gusion. Mereka diserang dari arah depan, dan Riki sudah muncul dengan serangan tusukan halilintar yang mengarah pada mereka berdua.
Noktah tidak bisa melarikan diri, dia memiliki kecepatan yang kurang bagus. Dia adalah penyihir. Maka, dia pun menggunakan kekuatan ultimate dari kekuatan sihirnya.
[Akar defensif, ultimate form. Dinding Kegelepan diaktifkan]
Akar-akar energi hitam, tambahan dari kekuatan yang sudah disuplai oleh Genos dikeluarkan sepenuhnya. Energi akar hitam keluar dari tubuh Noktah dan membentuk gumpalan besar yang menghadang serangan tusukan tombak energi Riki.
Gusion berbeda, dia tahu kekuatan Riki sangat kuat. Dia pun melesat dengan kecepatan tinggi, dia tidak mau mati konyol di sini. Meskipun di adalah pasukan Genos, tapi kehidupan lebih penting dari apapun. Hanya mereka yang bodoh yang mau mati konyol.
Wuuushh!
Di serangan tusukan halilitar yang mengarah pada dinding energi kegelapan milik Noktah. Benturan besar pun terjadi.
Brush! Klang!
”Hancurlah!” Riki menguatkan tusukannya, Orb Booster menyala semakin kuat dan dinding defensif tebal itu pun hancur.
Krak! Brush! Boom!
Cahaya berpendar ditandai dengan Riki yang menembus tubuh Noktah. Noktah tak menyangka dan hanya melihat sekelebat tubuh Riki yang melewatinya. Semua terasa dingin, dia tak menyangka bahwa semua yang sudah dilatihnya menjadi great mage pasukan Genos. Dikalahkan, hanya dengan satu serangan saja.
Tubuh Noktah pecah, menjadi serpihan data.
”Apakah kamu seorang dewa?”
Riki yang masih di belakang tubuh Noktah yang buyar, dia menatap ke langit sejenak. Menikmati angin yang cukup sejuk.
”Aku bukan dewa, aku adalah Legenda Riki!”
[Noktah dikalahkan, experience meningkat]