Legenda Tombak Halilintar
Heaven!
Riki menggunakan kekuatan tusukan dan kecepatan sekaligus, tubuh Noktah pun berganti menjadi data-data. Riki telah mengalahkan player Noktah yang merupakan, salah satu pasukan Genos dengan rank teratas di Genos. Noktah terlog out sebagaimana Player yang terbunuh di dalam game, dia tidak akan bisa login ke game untuk satu atau tiga hari ke depan.
Riki melanjutkan pertempurannya, dia melihat rekan Noktah yang juga merupakan pasukan Genos. Gusion yang melihat kemampuan mengerikan dari Riki, dia hanya bisa mencari jalan kembali untuk selamat. Dia menggunakan semua kemampuannya dan dikonsumsi menjadi kecepatan untuk melarikan diri.
Riki tidak bisa membiarkan hal itu, dia menggunakan kekuatan dari God Speed dan langsung menerjang ke arah Gusion.
”Hari ini adalah hari penghakiman untuk kejahatan, tidak ada yang bisa lari setelah membuatku marah!” teriak Riki.
[Booster Orb membara fusion God Speed]
Woosh!
Tidak mungkin! Bagaimana mungkin aku yang seorang assassin super cepat bisa diikuti!
Gusion sudah menggunakan seluruh kecepatannya, tapi tetap saja Riki melewati tubuhnya, dan Gusion tak punya kesempatan untuk sekedar menggunakan defensifnya.
Boomm!
[Player terlog out]
Riki berbalik, dia melihat dari kejauhan. Pasukan Genos masih berdatangan dari semua sisi, mereka semua juga merupakan Player yang mendapatkan misi kejahatan. Mereka memiliki tujuan satu, Tombak Halilintar. Dan, Riki tidak akan mundur sekarang. Dia akan menantang siapa saja yang mencoba merebut Tombak Halilintar dari tangannya.
[”Apa kita akan bertarung hingga menghabisi semua pasukan Genos, Riki?”] tanya Tombak Halilintar.
”Tentu saja, Tombak Halilintar. Kita akan bertarung, selayaknya seorang Legenda. Legenda, tidak akan berhenti atau mundur bukan?”
[”Benar, Riki. Aku tidak tahu, kenapa Genos ingin mengambilku. Aku belum bisa melakukan data analisanya. Apa karena aku adalah kunci untuk membuka sebuah rahasia! Aku masih melakukan analisanya, Riki!”]
”Lakukan analisa itu terus, Tombak Halilintar. Aku akan melawan mereka yang datang untuk mengambilmu. Kita adalah teman, aku tidak akan membiarkan mereka mengambilmu!”
[”Ha.. ha.. ha..! aku senang kamu mengatakan itu, Riki! Benar, kita adalah Teman!”]
Riki tersenyum, peperangan masih berlangsung. Di setiap tempat, pertempuran tak bisa dihindari, energi data di setiap tempat terbang karena kematian Player. Begitu banyak pasukan yang terbunuh dalam perang besar ini. Energi mereka yang terbunuh dan terlog out, melayang dan pergi ke arah barat.
Dan, di salah satu tempat ujung dari pegunungan Himalaya. Thorgus dan Rebecca melihat cahaya yang begitu berpendar, bagaikan cahaya matahari yang menyala sangat terang. Itu adalah tempat di mana portal muncul dan energi dari pecahan jiwa memasuki portal tersebut.
”Setiap kali perang terjadi, maka portal itu selalu terbuka dan menyerap begitu banyak pecahan energi. Sepertinya, Genos sedang mempersiapkan suplai energi yang besar untuk melakukan ekspansi mereka,” kata Legenda Rebecca pada Thorgus.
”Aku tidak tahu, apa yang mereka rencanakan. Namun, bisa jadi mereka sedang mempersiapkan kehancuran besar di seluruh dunia. Kita akan semakin sulit menghentikan mereka, Rebecca. Dunia yang damai ini, mungkin akan hancur. Kita sebagai Legenda, harus bergerak kembali untuk melindungi dunia ini!” kata Legenda Thorgus.
”Apa yang kamu katakan benar, Thorgus. Sepertinya, sudah saatnya bagi Lima Legenda untuk bertarung bersama kembali. Meskipun kita tidak tahu, apakah kita bisa pulang dengan selamat dalam perang ini!”
Keduanya menatap ke arah timur, di sana energi peperangan sedang terjadi. Bencana semakin dekat, para Legenda memiliki sense yang kuat untuk merasakan adanya ancaman besar tersebut.
***
Menara Sky Legend.
Di puncak menara, Kamish menaruh minuman tehnya di meja kembali. Dia melihat ke arah jauh di jendela tempatnya berada. Sudah sangat lama rasanya, tugasnya menjaga menara Sky Legend dan membuat para Player menjadi lebih kuat dengan memasuki menara.
Dan ...,
Kini saatnya untuk meninggalkan menara. Panggilan dari empat rekannya sudah datang, belum pernah empat Legenda langsung menghubunginya. Lima Legenda akan berkumpul kembali utuk menjaga perdamaian seluruh benua. Ini adalah panggilan Legenda, sudah saatnya mereka semua hadir untuk bertarung karena ancaman kehancuran dunia.
Ah! Biarkan aku menyelesaikan minuman tehku dulu! Begitu pikir Legenda Kamish. Setidaknya, ini teh terakhir saat dia meminumnya di puncak menara. Sudah sangat lama, dia tak lagi dipanggil legenda. Dia sudah pensiun dan mengabdikan dirinya menjadi penjaga menara Sky Legend.
Namun, panggilan itu datang dari Legenda Rebecca. Sosok yang selama ini bersembunyi. Sosok Legenda dari ras Phoenix. Jika dia yang memanggil, maka ancaman bagi Sky Legend sangat mengerikan.
Kamish mengangkat gelas tehnya kembali, dia meminumnya. Dan, itu adalah satu tegukan terakhir dan cangkirnya pun kosong kembali.
Kamish jadi teringat dengan ksatria Riki. Apakah dia kini juga sedang bertarung melawan pasukan Genos? Dia adalah ksatria yang hebat! Bahkan, Dasatama sudah mengakuinya. Jika pertempuran besar ini benar-benar terjadi. Bisa jadi, Kamish akan berhadapan dengan mereka lagi. Mereka adalah; Naga Pagan, Naga Rasson, dan Naga Kemmin. Ketiganya adalah putera dari legenda Crimson, guru satu-satunya bagi Kamish. Gurunya itu, selalu menanamkan kebaikan dan persatuan antar ras di seluruh benua.
Sudah saatnya bergerak, jika harus bertarung dengan putera-putera dari gurunya. Maka, Kamish sudah bersiap.
”Nimo!” teriak Naga Kamish.
Satu sosok muncul dan masuk ke ruangan Kamish, ”Ada apa tuan, Kamish?” tanya sosok yang dipanggil Nimo. Dia adalah salah satu asisten Kamish di menara, tubuhnya tinggi dan dia memiliki sayap yang masih turun dan menekuk.
”Aku akan pergi, jaga Menara untukku. Aku akan kembali bertarung bersama rekan-rekanku.”
Nimo sedikit heran, sudah puluhan tahun tuan Kamish tidak keluar dari menara sama sekali. Dan kini, dia akan keluar untuk berperang bersama para Legenda lainnya. Tentu saja, itu pasti karena begitu pentingnya bahaya yang mengancam seluruh benua.
”Iya Tuan, saya akan menjaga menara. Dan, saya akan selalu menunggu kepulangan anda.”
”Tentu saja, Nimo!” Kamish melewati tubuh Nimo dan menepuk pundaknya pelan, ”Aku tidak tahu, apakah aku bisa kembali atau tidak. Namun yang jelas, kamu harus menjaga menara ini. Tugas menara ini sangat penting untuk mencetak para Legenda, yang akan membawa kedamaian di seluruh benua.”
”Siap, tuan Kamish!” kata Nimo menekuk satu lututnya. Dia pun berdiri kembali.
Kamish melangkah di arah jendela di ujung menara lantai 100. Jendela itu terbuka, Kamish melangkahkan kaki satunya keluar dari jendela. Angin yang sejuk, sudah lama rasanya tidak keluar dari menara. Saatnya, Legenda untuk kembali bersinar.
Wooosh!
Sayap Kamish terbuka dan dia melompat keluar. Dia terbang dengan kecepatan tinggi, dan dia sedang menuju ke arah panggilan dari empat rekannya.
Woooshh!
***
Seorang lelaki dengan tinggi sekitar hampir tiga meter, dan telinganya sedikit meruncing ke atas. Dia nampak mengikuti satu sosok yang jauh lebih pendek darinya.
”Apakah kamu sudah memastikannya, Samman?” tanya lelaki besar tersebut, dia berjalan lebih pelan, karena Samman berjalan lebih pendek darinya. Hal itu karena kaki Samman memang pendek darinya. Samman yang merupakan bagian dari Ras Dwarf.
”Rajaku, aku sudah memastikannya. Tinggal sebentar lagi, keabadian itu akan menjadi milik kita. Biarkan saja perang berlalu, kita tidak perlu khawatir. Semua pasukan yang kita miliki, semua itu bisa dibentuk ulang!” kata Samman.
”Pasukan kita! Apa maksudmu dengan pasukan kita. Mereka adalah pasukanku!”
”Maaf Rajaku,” Samman berbalik dan menundukkan kepalanya lebih rendah, ”Saya salah bicara, Rajaku.”
”Bagus, Samman. Maafkan aku, aku terlalu bersemangat kali ini,” kata Guratin kembali, ”Aku terlalu bersemangat karena keabadian akan segera kita dapatkan. Aku sudah merindukan Heaven. Aku ingin membalas dendam pada mereka yang selalu mempermainkan kehidupan kita. Mereka pikir, kita adalah fana dan selalu bisa mereka permainkan!”
”Benar, Rajaku.”
Sebuah pintu bercahaya tipis terlihat. Samman memasukkan tangannya ke pintu tersebut, energi muncul dari tangan Samman. Itu adalah kunci menuju ruang rahasia yang dimiliki Genos selama ini. Ruangan yang hanya Lord Guratin dan Samman yang mengetahuinya.
Klak! Woosh!
Pintu ganda itu bergerak dan terbuka, menyamping ke kanan dan ke kiri. Mereka pun masuk ke dalam. Sebuah ruangan yang cukup besar, dan ada beberapa tabung penelitian di sekitarnya. Dan, mereka akhirnya melihat sesuatu yang besar di depan mereka, sebagai pusat dari penyerapan energi.
Sebuah lingkaran yang bercahaya, beberapa lingkaran saling berputar dan membentuk konfigurasi energi. Seperti Jupiter yang dikelilingi lebih dari beberapa lingkaran cincin, dan lingkaran itu berputar terus-menerus.
”Kita sudah mempersiapkan energi gamma sebanyak delapan puluh persen, Rajaku. Kita akan menjadi abadi setelah energi gamma mencapai seratus persen,” kata Samman.
”Bagus, Samman! Ha.. ha.. ha..! tidak ada lagi yang akan bisa menghentikanku. Dan kita akan menuju Heaven yang nyata, dan meruntuhkan kesombongan para manusia itu! Ha.. ha.. ha..!”
Tawa Guratin membahana memenuhi ruangan itu.
Senyum Samman terukir, tak peduli betapa menang atau kalah pasukan Genos dalam pertarungan itu. Semakin kuat pertempuran dan kehancuran, energi gamma akan semakin meningkat. Penyatuan dua dunia yang mustahil pun akan terjadi.
Dan ..., balas dendam akan dimulai!