Legenda Tombak Halilintar
Sisa dari Pertempuran
Riki dipaksa keluar dari game, dia membuka matanya dan dia sudah berada di dalam kamarnya
Hah! Hah! Hah!
Keringat keluar dari tubuh Riki, dia masih belum memahami apa yang terjadi dan napasnya masih terdengar memburu.
Riki mencoba menenangkan diri, dia mencoba untuk menormalkan pernapasannya. Dia menghirup udara lebih dalam dan menyimpan sejenak, dia menghembuskan napasnya kembali. Sambil berpikir, dia juga memulihkan energinya yang cukup lelah dan dia masih merasa kaget. Riki mulai mendapatkan ketenangan dan jiwanya sudah mulai pulih.
Apa yang sebenarnya terjadi? Dia terlog out dengan sangat cepat! Semua itu tidak diduga sama sekali oleh Riki. Dia masih memikirkan sesuatu yang aneh dalam pertempuran sebelumnya saat semuanya menghilang dalam sekejap.
Kemunculan Lord Guratin dan serangannya yang kuat! Dan, semuanya hilang begitu saja!
Riki menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencoba menyadarkan diri kembali. Apakah ini nyata atau bukan! Riki masih belum bisa memastikan. Riki merasakan seperti baru saja bangun dari tidur panjang. Namun, dia segera menyadari bahwa dirinya kini keluar tanpa izin darinya atau terlog out paksa.
Di dalam Sky Legend. Player tidak bisa keluar kecuali atas kehendak dirinya sendiri. Bahkan, orang lain yang ada di dekat kapsul tak bisa membangunkan Player, kecuali Player itu memang keluar dari game. Itu syarat pertama player kembali ke dunia nyata, dan kedua adalah terbunuh dalam game.
Namun, Riki tidak terbunuh di dalam game. Hanya saja, dia terlog out begitu saja! Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Tombak Halilintar! Dimana dia sekarang? Apakah dia tertinggal di dalam Sky Legend, atau dia dalam kondisi shut down.
”Tombak Halilintar! Tombak Halilintar! Apakah kamu ada di sini?” tanya Riki sambil melihat ke segala arah. Di tangannya, tidak ada gelang di mana biasanya Tombak Halilintar menyamar dalam bentuk gelang di tangannya.
”Tombak Halilintar, jawab aku! Apakah kamu ada di sini!”
Tidak ada sahutan sama sekali. Hening di kamar Riki, dia masih bingung hendak mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
Handphone!
Malam-malam begini! Namun, Riki harus tahu apa yang terjadi. Dia menelpon Suci, cukup lama Suci akhirnya mengangkat telepon Riki setelah tiga kali pangilan. Riki pun hanya salam dan segera bertanya langsung ke poin.
”Apakah kamu juga terlog out dalam peristiwa serangan dari Guratin?” tanya Riki langsung ke tema permasalahan.
”Iya, kamu benar, Riki. Aku langsung keluar begitu saja, sama seperti ketika aku ingin keluar dari game. Hanya saja, ini seperti maintenance, sehingga terjadi error. Setiap player keluar dari game tiba-tiba.”
Penjelasan Suci dicerna dengan baik oleh Riki. Dia pun pamit dan menutup teleponnya. Dia ingat pada Gayatri, dia memiliki nomornya. Riki ingin memastikan, dan malam ini pun Riki menelepon Gayatri.
Dan, Riki mendapatkan informasi yang sama, yaitu bahwa mereka semua terlog out tiba-tiba. Mungkin beberapa orang yang menjadi Player akan menganggap insiden ini sebagai hal lumrah. Kenapa hal lumrah?
Game terkadang mengalami lag saat permainan, atau game sedang ada masalah pada maintenance. Hal itu yang menjadi penjelasan dari Gayatri. Hal itu biasa terjadi pada game, dengan error dan Player keluar sendiri.
Apa yang sebenarnya terjadi? Tombak Halilintar juga tidak terlihat!
[Anda baru saja berada di dua ujung dunia. Player, energi di dalam Sky Legend meningkat pesat dan hampir mengimbangi dunia yang sebenarnya]
Riki tak bisa lepas dari pandangannya pada window yang muncul di depannya. Ujung dari dua dunia, jadi apakah Guratin sudah mempersiapkan penyatuan dua dunia? Apakah sekarang sudah semakin dekat dengan kemustahilan penyatuan dua dunia?
Tidak boleh dibiarkan!
Riki membuka pintu kapsul kembali, dia ingin melihat apa yang terjadi. Jika dia terbunuh dalam game, maka dia akan mendapatkan pinalti dan tidak bisa melakukan akses masuk. Atau, ada sesuatu yang terjadi sehingga dia bisa terlog out tiba-tiba.
Klak!
Riki masuk ke dalam kapsul, memakai helmnya dan memposisikan dirinya dengan baik. Saatnya mencoba memasuki game. Dia harus tahu, dan apa yang terjadi dalam pertempuran besar tersebut.
[Selamat datang di Sky Legend]
[Kota Mercury X Tempat sebelum log out]
Riki tentu memilih tempat terakhir. Jika dia bisa masuk dalam game, artinya dia tidak terbunuh di dalam game. Dia terlog out karena sistem, bisa jadi sistem game sedang lag. Namun, Riki merasakan sesuatu yang berbeda. Dan, Riki harus memeriksanya.
[Memindai, tempat terakhir di pertempuran besar antar lima legenda. Akses diterima]
Splash!
Riki berpindah ke tempat perang sebelumnya, pandangannya kini dengan jelas melihat bekas pertempuran yang terjadi. Tidak ada apapun makhluk di sana, tidak ada pepohonan. Semua musnah dan terlihat hancur. Terdapat cekungan besar di tanah, asap kehancuran masih tersisa. Seperti ada sebuah meteor super besar yang menghantam permukaan bumi. Jika ledakan itu terjadi, maka seluruh benua pasti akan merasakan goncangan kuat tersebut.
Ada energi yang tersisa, letaknya cukup jauh. Apa itu!
[Skill God Speed diaktifkan]
Woosh!
Riki melesat dengan kecepatan penuh, energi apa yang tersisa di sana. Sense dalam tubuhnya mampu merasakan hal itu. Benar-benar tempat itu menjadi hancur. Radius kehancuran yang sangat besar. Bahkan, bisa jadi memiliki diameter atau panjang ledakan beberapa kilo meter. Sangat jauh.
Energi itu semakin dekat, energi itu adalah.
’Tombak Halilintar!’ yang diselimuti energi yang mengurungnya.
”Tombak Halilintar!” Riki tak percaya, Tombak Halilintar terkurung dalam dimensi cermin yang aneh. Riki mendekat dan mencoba memeriksa dinding energi yang menyegel Tombak Halilintar. Riki langsung mengumpulkan energi dan menggunakan pukulan energi.
[Pukulan Gigantik]
Riki menyalurkan energi di tangannya, dia memukul dengan keras dinding energi tersebut. Pukulan yang kuat itu pun menghancurkan dinding yang menahan Tombak Halilinntar. Pantas saja, Tombak Halilintar tak bisa mengikuti Riki. Dia terkunci dengan kekuatan segel yang dibentuk oleh Guratin.
[”Riki, apa kamu baik – baik saja?”] tanya Tombak Halilintar.
”Tentu saja Tombak Halilintar. Aku hanya keluar dari game tiba-tiba. Aku segera kembali untuk melihat hasil dari pertempuran,” Riki melihat Tombak Halilintar mendapatkan kembali energinya. Dia melayang dan berada di depan Riki. Enam Jarum Halilintar berputar kembali di ujung tombak. Mereka sudah aktif kembali dan mengitari ujung tombak.
Woosh!
[”Baiklah, Riki. Aku sudah bebas, kita bisa bertarung kembali. Jadi, kita harus mempersiapkan diri untuk kekuatan kita. Guratin bukanlah lawan yang bisa kita lawan saat ini. Jika kamu ingin tetap bisa melawannya, kamu harus berlatih dengan keras!”]
”Aku tahu, Tombak Halilintar. Selama ini, aku terlalu arogan dan merasa sudah kuat. Namun, setelah kejadian ini, aku baru menyadari bahwa Guratin bisa membalikkan dunia ini seperti kemauannya!” Riki duduk dan memikirkan hal itu.
[”Itu ..., itu tidak benar, Riki! Dia hanya memakai kekuatan pecahan energi dan memperkuat kekuatan dari item. Kamu hanya perlu berlatih kembali dan memperkuat kekuatan energi dalam tubuhmu. Kamu tidak boleh putus asa, Riki!”] suara Tombak Halilintar lebih pelan dari biasanya. Dia sedang menasehati sosok Player yang selalu berjuang bersamanya.
”Kamu ada benarnya, Tombak Halilintar. Aku tidak boleh menyerah di sini. Mimpi kita adalah menjadi legenda dan berada di puncak Sky Legend. Jika kita menyerah di sini, maka kita hanya akan menjadi pecundang!”
[”Itu baru benar, Riki! Kamu bersemangat lagi. Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?”] tanya Tombak Halilintar.
”Kita akan berlatih kembali, menemukan musuh kuat dan bertarung melawan Genos tentunya.”
[”Kalau begitu, ayo kita mulai!”]
”Tidak biasanya kamu tidak marah-marah, Tombak Halilintar? Kamu jadi lebih lembut saja. Aku hanya merasa, kamu tidak seperti biasanya.”
[”Itu ..., Itu ...”] Tombak Halilintar terlihat bingung untuk berkata.
”Apakah Guratin menyerap kekuatanmu?” tanya Riki, dia baru ingat bahwa hanya Tombak Halilintar yang tersisa dari pertempuran besar itu.
”Katakan, Tombak Halilintar. Apa yang sudah terjadi setelah aku terlog out?” tanya Riki penasaran.
[”Riki! Lima Legenda sudah ditahan oleh Guratin. Dan satu lagi, energi kuat di dalam Sky Legend sudah mendekati setara dengan energi yang ada di bumi. Aku takut, bumi dalam bahaya yang sebenarnya!”]
Jadi karena itulah, Tombak Halilintar sedari tadi ragu untuk mengatakan hal itu.
”Lalu, bagaimana kita akan menghentikan Genos, Tombak Halilintar?”
[”Hanya ada satu cara, Riki. Jadilah kuat dan kalahkan Guratin!” mau tidak mau, kamu harus mengambil bagianmu jika ingin duniamu selamat!”]
Apa!
Bagaimana tugas menyelamatkan bumi disandarkan padanya? Ini tidak masuk akal. Bukanlah banyak para Player dan juga pemerintah yang bisa melakukannya? Ada satu jalan lain yang bisa digunakan untuk menghentikan Genos.
Menutup game Sky Legend untuk selamanya! Developer harus mengetahui hal ini!
”Kita harus keluar dari game, Tombak Halilintar!”
Log out!