Legenda Tombak Halilintar
Skill Perisai Basilisk
Riki berada di dalam situasi sulit, jika dia lari maka dia mengorbankan Player Prilly. Maka, dia harus memilih untuk menjadi pengecut atau maju dan melawan tiga Player kuat tersebut.
”Apa yang kamu pilih, Player Pengecut!” suara Rindi terdengar sudah tak sabar. Benar, meskipun dia adalah seorang Player wanita. Namun, dia sangat kejam. Sejak awal, Tombak Halilintar sudah menebak mereka dengan baik. Mereka harus diwaspadai, dan ternyata benar. Mereka adalah para Player sampah, yang suka membully mereka yang Player rendah, bahkan membuat mereka logout dan mati dalam permainan.
”Hentikan Lock targetmu, Player Prilly! Kita harus menghadapi mereka bertiga. Bantu aku dengan memberikan support dari belakangku,” kata Riki pada Prilly.
Prilly tidak percaya apa yang diucapkan oleh Player bernama Riki tersebut. Apakah dia yakin untuk melawan tiga orang Player dengan level yang lebih tinggi dari mereka? Sedangkan dirinya hanyalah level 34. Apakah dia memang sedang mengulur waktu agar dirinya bisa lari.
[Lock Target terlepas]
Prilly tidak bisa menahan lebih lama lagi, dia kehabisan energi mana. Magic energi sudah mulai habis, ditambah dengan Riki yang memintanya menghentikan skill Lock Target.
Riki telah membuang waktu yang diberikan Prilly untuk lari. Sekarang ketiga Player di depan mereka sudah tak sabar, dan mencabut senjata mereka masing-masing. Prilly sudah kehabisan mana energinya.
”Waktu kalian habis! Jadi, siapkan untuk logout dengan keras karena berani mengindahkan kami!” teriak Alpha.
Energi dipersiapkan, ketiga Player kuat itu bersiap menyerang. Hadiah masih ada di belakang mereka, dan satu orang maju. Itu adalah, Rendra.
”Biarkan aku saja yang menyelesaikannya, mereka berdua hanyalah Player lemah! Kita sudah membunuh yang kuat di antara mereka,” kata Rendra.
”Tidak! Biarkan aku saja, aku ingin melihat mereka berteriak meminta ampun!” kata Rindi kini ikut maju.
”Kalian berisik! Biarkan aku saja. Aku ingin melihat wajah memelas dari Player yang memakai tombak itu. Dia sedikit berlagak sejak pertama kita bertemu! ha.. ha.. ha..!” Alpha tak mau kalah dan bersiap untuk maju.
”Tidak! Kita lakukan hom pim pah. Siapa yang menang, dia yang akan mengakhiri mereka berdua!” kata Rendra meremehkan dua lawan level rendah mereka.
”Baik!” Rindi dan Alpha hampir berbarengan. Mereka tidak punya pilihan untuk sekedar menghancurkan mental para Player lemah yang sudah pasti ketakutan, ketika akan di PK oleh Player yang levelnya jauh lebih tinggi.
Mereka bertiga berkumpul dan mempersiapkan tangan mereka untuk melakukan hom pim pah. Tapi, mata Riki sudah terbakar oleh api kemarahan, dia membara. Mereka benar-benar Player sampah yang suka membully orang lain. Sayangnya, mereka tidak tahu sedang menghadapi malaikat maut mereka.
Prilly merasakan energi meluap dari tubuh Riki yang berada di sebelahnya. Dia mengira percuma untuk melawan tiga Player dengan level tinggi tersebut.
”Ada kesempatan untuk lari, ayo kita lari dari sini,” suara Prilly pelan kepada Riki. Namun, Riki terlihat gemeretukan dan matanya benar-benar menyala marah.
Saat ketiga Player itu bersiap mengangkat tangan ke atas untuk mengundi, Riki sudah melompat ke arah mereka bertiga dengan kekuatan tombaknya. Tombak Halilintar sudah berubah ke mode full sistem, Tombak Halilintar dan dua item mengelilingi ujungnya.
Woosh!
[Skill God Speed diaktifkan]
Riki mencoba untuk menggunakan kekuatan tombaknya, tapi bukan Tusukan Halilintar melainkan serangan biasa. Dia ingin melihat sebatas mana perkembangan dari damage yang diberikan dengan serangan biasa. Halilintar di sekitar Riki saling terhubung, dan serangan ayunan tombak datang ke arah tiga Player yang membully tersebut.
Tiga Player yang akan melakukan hom pim pah kaget, dan serangan datang. Sebagai Tank, Alpha sangat peka dan segera berbalik badan, serta menggunakan kekuatan pelindung dengan pedangnya.
[Perisai Terkuat]
Brush!
Alpha menghadang serangan itu dengan pedangnya, shield tercipta. Dia merasakan serangan itu mungkin adalah serangan terkuat dari Player Riki. Dia pasti sudah mengerahkan semua kekuatannya, karena melihat peluang dan mencoba menyerang saat mereka sedang lengah. Dia benar-benar punya inisiatif yang bagus sehingga melihat peluang tersebut.
Klang!
Perisai dari pedang Alpha yang dibentuknya, bertemu dengan ayunan pedang energi Riki. Energi tekanan dari keduanya saling bertemu, dan menciptakan tekanan energi yang pecah ke semua sisi.
Boom!
Riki terus menekan dan Alpha terus menahan serangan itu. Alpha cukup kaget karena serangan sebesar itu biasanya dimiliki oleh Player dengan level di atas 45, tapi laporan sebelumnya Riki baru di level 34, dan mereka juga sudah ditunjukkan hal tersebut. Jadi, bagaimana bisa dia memiliki serangan sekuat itu? Dan, pandangan Alpha langsung tertuju pada tombak milik Riki. Tombak dengan dua item itulah kuncinya, senjata tingkat tinggi! Tidak salah lagi.
Kaki Alpha yang menghentak ke tanah terdorong ke belakang, tidak mungkin! Dia bahkan terdorong dan merasa tidak bisa bertahan lama.
Rindi yang merupakan penyihir dengan damage terkuat, dia melihat hal itu. Dia segera memberi bantuan pada Alpha yang mulai terdesak.
[Flame Phoenix]
Woosh!
Kedua tangan Rindi dimajukan dan energi kosmik menyebar dari kedua tangannya. Energi itu pecah dan menyebar ke semua tempat. Serangannya itu melengkung semuanya, ada 10 pecahan energi dan semuanya melewati Alpha dan menyerang Riki secara bersamaan. Energi yang sangat kuat.
Riki terpaksa melepaskan serangan tombaknya pada Alpha, lalu melompat mundur. Energi meledak, dan Riki mundur beberapa langkah ke belakang. Asap belum selesai menghilang, dari balik asap Rendra yang merupakan Player Fighter sudah menebaskan pedangnya, dengan menembus asap ledakan dan langsung menyerang Riki.
”Matilah bocah sialan!” teriak Rendra dan mengayunkan pedangnya. Kekuatan ultimate yang membuat musuh terkena efek slow, dan dia hanya tinggal menebas Player yang ditargetkan. Pasti dia akan berakhir, begitu pikir Alpha dan Rindi.
”Awas Riki!” teriak Prilly yang merasakan energi kuat dari serangan Rendra yang merupakan Fighter dengan level 47. Itu pasti akan menghancurkan avatar Player Riki, dan dia akan terlog out dalam waktu sekejap setelah menerima damage dari serangan tersebut.
Brush! Klang!
[Skill baru Tombak Halilintar, Perisai Basilisk dibuat]
Skill baru? Bahkan Riki kaget karena dia diminta untuk menghentakkan pangkal tombak ke tanah oleh Tombak Halilintar. Dia pun melakukannya, dan skill baru telah didapatkan. Dinding energi yang kokoh dan tebal terbetuk dengan energi diagonal yang saling terhubung. Ledakan dari serangan kuat Rendra meledak di luar penghalang yang terbentuk dari skill baru Riki.
Rendra kaget, bagaimana bisa? Seorang Player lemah dengan level rendah bisa menahan serangan terkuatnya? Rendra kaget dan melompat ke belakang. Dinding energi diagonal menghilang, dan kini Riki berdiri tegak dengan memegang tombaknya.
”Saatnya untuk penghakiman bagi kalian, Player sampah!” teriak Riki dan bersiap menyerang dengan tombaknya.
[Tusukan Halilintar diaktifkan]
Mereka bertiga sudah keterlaluan, Riki akan menghukum ketiganya.
Wooosh! Brush!