Legenda Tombak Halilintar

Hanya Dia Harapan Kita!

Dua Player bertemu, mereka akan saling bertukar serangan. Chul Moo dari player perwakilan Korea Selatan dan Lufi yang merupakan warrior dari Indonesia. Keduanya memasuki kapsul game dan melangsungkan pertarungan, sekaligus pertaruhan.

Semua orang di ruang pelatihan itu melihat pertandingan mereka dari layar. Pertarungan yang dipenuhi adrenalisn. Satu hal yang menjadi kekhawatiran Dita, dia paham betul bagaimana kekuatan dari Chul Moo. Namun, dia tak bisa melarang Lufi karena terkadang, begitulah para Player yang tak bisa mengendalikan dirinya. Dita hanya berharap kalau Lufi mampu bertahan dari tiga serangan Chul Moo. Hal itu akan berimbas bagi berlangsungnya tim yang akan maju dalam turnamen global nantinya.

Woosh!

Serangan pertama, bukan dimulai dari Chul Moo. Lufi berinisiatif untuk menyerang dulu dengan kemampuannya sebagai warrior. Dia percaya diri dengan semua pelatihan dan kekuatannya. Dia mengarahkan pedangnya, kecepatan tingkat tinggi digunakan. Lufi berpikir bahwa Chul Moo tak akan mengira dia menyerang, Lufi berpikir bahwa Chul Moo pasti akan mengira dia hanya akan bertahan.

Tidak bagi Lufi, dia menyerang dan mendapatkan dirinya sudah berada di atas Chul Moo. Dia menyerang dari arah belakang, kecepatan digunakan. Chul Moo terlihat belum siap. Dengan armor dan kekuatan kuat, Lufi menghempaskan serangannya pada Chul Moo.

”Kena kamu!”

Brush!

Booom!

Asap mengepul, serangan kuat itu pasti mengenai Chul Moo. Namun, Lufi kaget. Serangan kuatnya seperti membentur dinding kokoh yang tidak bergerak sama sekali. Dan, tangan kuat disertai armor yang melindunginya. Tangan kiri Chul Moo menghadang serangan pedang Lufi dengan satu tangan saja. Pedang itu tak bisa bergerak karena berada dalam cengkeraman tangan Lufi.

Saat itu, beberapa player Korea Selatan yang melihat pertandingan itu dari layar monitor. Mereka begitu tenang, dan memastikan kemenangan bagi rekan mereka.

Lufi terlihat kesulitan menarik pedangnya, pedangnya tak bergerak sama sekali. Saat Lufi hendak menarik pedangnya lagi. Chul Moo dengan kecepatan penuh mengalirkan kekuatan energi di tangan kanannya, dan bergerak menghantam tubuh Lufi. Lufi paham dan melepaskan pegangan tangannya pada pedang. Dia mundur dan menghindari pukulan dari Chul Moo tersebut.

”Ini serangan pertama untukmu, Player lemah!” teriakan Chul Moo ditandai dengan serangan kuat pada energi damage pukulannya.

Wooosh!

Lufi mundur, tapi efek serangan itu terlalu besar dan jauh.

Brush!

Damage energi dari pukulan Chul Moo dirasakan Lufi. Kekuatan pukulan yang kuat, bahkan dari jauh membuat Lufi menerima damage yang besar. Lufi tak bisa mengendalikan keseimbangan tubuhnya. Dia terhempas kuat dan menerima damage yang besar.

Brush!

Lufi terhempas kuat pada dinding di belakang mereka. Sebuah arena tempat mereka bertanding pun berguncang kuat. Chul Moo bersiap kembali, dan melihat ke arah Lufi yang terlempar. Dia ingin melihat, apakah Lufi masih bisa berdiri kembali. Setelah berdiri lagi, maka Chul Moo akan menggunakan kekuatan besar untuk menjatuhkannya pada serangan kedua.

Dinding arena hancur tertimpa Lufi, Menteri Olahraga pak Johan bahkan kaget. Kekuatan serangan lawan memang sangat kuat. Top global memang memiliki kekuatan dan pengalaman yang jauh berbeda!

Lufi masih berusaha untuk bangkit, dia berpikir satu serangan. Dia harus melewati dua serangan lagi. Dia pasti bisa! Serangan pertama, efek dari serangan cukup membuatnya terhempas. Kali ini, Lufi menyadari bahwa dia hanya perlu bertahan. Energi defensif segera dipersiapkan Lufi, dia hanya perlu menghindari serangan dan menahan serangan dari Chul Moo.

”Jadi ..., kamu sudah menyadari perbedaan kekuatan kita dengan baik, player lemah!” Chul Moo mempersiapkan energi pada pedangnya. Dia bersiap menyerang.

Lufi mempersiapkan energi defensif tingkat tertinggi.

”Serangan kedua!” Chul Moo melesat dengan kecepatan tinggi, pedang diayunkan, energi menggulung kuat pada pedangnya. Chul Moo seperti memegang angin topan yang berputar begitu kuat.

Lufi menyadari serangan kuat itu, defensif diciptakan dengan energi pedangnya. Dia membuat dinding energi kuat, dan serangan itu datang.

Brush!

Crak! Crak!

Tidak mungkin, perisai kuat milik Lufi hanya bertahan satu detik saja! Dinding defensif itu hancur dan serangan pedang mengakhirnya.

Brush! Booom!

Tubuh player Lufi terhempas dan terbelah dengan cepat. Chul Moo tidak mau mengambil ampunan. Dia menghantam tubuh warior Lufi hingga terlog out.

[Player terlog out]

Chul Moo tersenyum, melihat serpihan tubuh Lufi yang berubah menjadi data yang tersisa.

”Player lemah! Bagaimana mungkin negara sebesar ini hanya mengirim sampah warrior dalam kompetisi global!”

Chul Moo melakukan log out pada Sky Legend, dia sebenarnya berharap mendapatkan lawan yang menantang di kunjungan ini. Nyatanya, dia tak mendapatkannya. Sudahlah! Lebih asyik jika bertanding dan membuat rekornya nanti di saat turnamen berlangsung.

***

Sehari sebelum pertandingan global di mulai.

Seluruh Player di Indonesia kaget dengan pengunduran diri Player Lufi dari tim Indonesia, yang akan bertanding di turnamen global. Masyarakat dan Player bertanya ada apa gerangan, Lufi mengundurkan diri. Padahal mereka yang sudah fans dengan Lufi, berharap Lufi akan memulai debutnya dengan baik di pertandingan global.

Tidak ada klarifikasi resmi, hanya saja Menteri Olahraga sedang mencari pengganti bagi player Lufi yang merupakan role Warrior. Dan, tidak ada waktu kecuali sehari saja. Sulit mencari player pengganti yang sesuai. Informasi dari pak Johan menyebutkan, Lufi tidak bisa mengikuti arena pertandingan global. Dia sedang sakit!

Informasi itu pun menyebar, masyarakat dan Player tidak lagi berspekulasi ada apa dengan Lufi. Mereka semua akhirnya memaklumi kondisi Lufi yang sedang sakit. Dia memang sedang sakit, hanya beberapa orang yang tahu. Dia sakit karena terbunuh oleh player dari Korea Selatan dalam pertandingan kemarin. Informasi itu dirahasiakan agar tidak membuat Player di Indonesia heboh.

Lufi menyadari dan dia mengurung dirinya di rumah untuk sementara waktu. Dia menyadari bahwa kekuatannya masih jauh dibandingkan dengan player top global. Itu adalah sesuatu pelajaran berharga baginya.

Penting diketahui, Lufi tidak mau menelan ludahnya sendiri. Dia sudah berjanji sebelum pertandingan akan mundur jika tak bisa menahan tiga serangan. Sebagai lelaki sejati, dia pun memutuskan mundur.

Dan, hari itu. Sehari sebelum pertandingan global dimulai. Rapat antara tim Indonesia yang akan bertanding besok. Rapat darurat pun dibuat. Mereka tidak bisa mundur, itu akan memalukan negara. Mereka harus mendapatkan satu player warrior untuk pertandingan besok.

Dita selaku perwakilan dari Menteri Johan, karena Pak Menteri sedang ada kepentingan khusus. Dan, Domar sebagai pelatih tim. Serta, empat orang Player yang tersisa untuk pertandingan global. Mereka sedang berbincang di meja meeting di dekat ruang pelatihan. Semua terdiam dan Dita yang memulainya.

”Kita akan mendapatkan pengganti bagi Warrior, aku membawa semua data player Warrior kuat di seluruh Indonesia!” kata Dita. Namun, dia menyadari bahwa Lufi sudah dipilih dari role warrior paling kuat yang sudah diseleksinya.

Dita membuka data dan keluarlah daftar yang keluar ke arah portable dari layar laptopnya, ”Ini sepuluh daftar Player warrior terkuat di Indonesia. Kita harus memilih satu di antaranya untuk berangkat besok. Jadi, kita musyawarah di sini, untuk menentukan satu player tersebut!” suara Dita tegas.

Empat Player melihat sepuluh data player tersebut. Dan, mereka semua ada di bawah kekuatan level Lufi. Mereka sadar akan hal itu.

Namun ...

”Nona Dita ...!” suara tiga orang wanita hampir bersamaan. Mereka hendak bicara; Gayatri, Suci, dan Dinda.

”Apakah ada saran!” tegas Dita.

Ketiga wanita itu saling berpandangan, dan mereka saling mengangguk.

”Aku tahu siapa player yang lebih pantas untuk ikut turnamen global ini. Bahkan, dia lebih berhak dari kita semua di sini!” kata Gayatri.

Dita heran, ”Apa yang kalian bicarakan?” Dita penasaran, dia sudah menggunakan waktunya untuk menyeleksi semua player di Indonesia.

Suci menggerakkan tangannya ke arah portable. Suci menghilangkan semua daftar player yang ditunjukkan Dita, ”Dia tidak ada dalam daftar yang anda buat, tapi jika dia bertarung melawan kami berempat. Kami tidak akan bisa menang melawannya!”

Dinda berdiri dari duduknya, ”Mereka benar, nona Dita. Hanya dialah harapan kita!”

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!