Legenda Tombak Halilintar
Kamu Harus Menang!
Tawaran yang tiba-tiba buat Riki, hal ini adalah tawaran negara dan bukan tawaran main-main. Riki harus memikirkan hal itu dengan baik. Dan, dia harus meminta izin pada Ibunya, itu adalah yang paling penting saat ini.
Riki harus meminta izin pada Ibunya, dan semuanya bergantung pada izin Ibunya tersebut.
Turnamen global akan dimulai besok, Riki tidak punya banyak waktu untuk memutuskan tawaran dari nona Dita. Riki harus memutuskan secepatnya, apakah Ibunya memberikan izin padanya atau tidak.
Lebih dari hal itu semua, Riki akan mengungkapkan identitasnya, jika dia menerima tawaran tersebut. Yah! Mungkin itu sudah menjadi jalan baginya. Mungkin, sudah saatnya untuk membuka tentang ancaman bagi dunia ini, dan pesan yang bisa dia sampaikan pada para Developer game.
[”Riki, jika kamu ingin mengetahui segala sesuatu tentang Genos dan tujuan Guratin. Maka, kamu harus mengikuti turnamen global, dan menjadi pemenang turnamen tersebut. Ada rahasia tersembunyi yang ada di puncak pertandingan global tersebut.”] suara dari Tombak Halilintar.
Riki kaget, matanya menatap pada gelang di tangannya. Gelang yang merupakan penyamaran dari Tombak Halilintar. Dia tiba-tiba berkata seperti itu, seolah dia memiliki sebuah rahasia penting tentang Genos, yang berhubungan dengan turnamen global nantinya.
”Bagaimana kamu bisa tahu, Tombak Halilintar? Apakah kamu melakukan analisa tentang semua rencana Guratin?” tanya Riki penasaran.
[”Aku mendapatkan sedikit data informasi ketika terjadi perang besar kemarin. Saat Guratin datang, dan semua Player terlog out. Aku tak keluar dari permainan, dan mendapatkan informasi penting. Dimulainya misi mereka adalah ..., saat akhir dari final turnamen global!”]
Riki hampir tidak percaya dengan penjelasan dari Tombak Halilintar, itu artinya mereka memang benar-benar memiliki rencana terselubung.
”Tombak Halilintar, apakah artinya Guratin bisa keluar dari game dan menguasai dunia ini?” tanya Riki langsung ke inti masalah.
[”Aku tidak tahu, Riki. Namun, hal itu mungkin bisa terjadi!”]
Ada kemungkinan!
Riki mulai memikirkan, bagaimana pecahan jiwa yang diserapnya. Hal itu adalah bagian dari energi dari 25 % kematian Player, rasa sakit yang dikurangi 75 %. Sepertinya ini menjadi sumber kekuatan yang besar. Guratin menggunakan energi itu untuk memperkuat dirinya, menjadikan energi yang besar di dalam Sky Legend. Dan, tujuan utamanya adalah meningkatkan energi di dalam game agar sesuai dengan bumi.
Jika hal itu terjadi, maka penggabungan dua dunia itu mungkin terjadi! Jadi, tempat apa yang ditunjukkan oleh Legenda Rebecca di pegunungan Himalaya, bukanlah tempat sembarangan. Itu memiliki rahasia penting bagi sumber kekuatan pasukan Genos!
Riki harus berusaha mencegah hal itu terjadi, karena mencegah kehancuran dunia sama saja dengan melindungi keluarganya!
Riki pun keluar dari kamarnya, dia mendatangi ibunya di ruang tamu. Di sana, juga ada Sendi, adik lelakinya. Riki pun duduk di salah satu kursi, Ibunya paham bahwa Riki pasti akan mengatakan sesuatu karena sedari tadi melihat dirinya yang terlihat hendak bicara.
”Ada yang kamu pikirkan, Riki?” tanya Irma pada putera pertamanya itu.
”Ibu ..., izinkan Riki untuk mengikuti turnamen game. Aku akan pergi ke Rusia untuk pertandingan global. Besok acara pertandingan akan dimulai dalam upacara pembukaan. Tadi siang, pak Menteri datang ke kampus untuk memintaku ikut dalam turnamen. Jadi ...”
”Kakak! Kakak akan menjadi terkenal! Kakak akan menjadi atlet Sky Legend. Ini hebat Kakak!” Sendi memotong pembicaraan Riki. Dia terlalu antusias karena mendengarkan Kakaknya meminta izin, untuk ikut pertandingan global Sky Legend. Ini benar-benar luar biasa bagi Sendi.
”Berhenti berisik, Sendi. Kakak sedang meminta izin pada Ibu,” kata Riki terlihat kesal.
”Ayo Ibu, izinkan Kakak berangkat. Aku ingin melihatnya dari saluran Nettube.”
Dasar Sendi! Riki menggelengkan kepalanya, dia yang meminta izin tapi adiknya itu yang heboh. Kini, Ibunya paham bahwa puteranya harus mengikuti turnamen dan harus izin pergi ke Rusia. Jadi, dia meminta izin karena dia harus meninggalkan ibunya untuk sementara waktu. Irma paham pada Riki, dia hanya tidak tega meninggalkan Ibunya.
”Pergilah, Riki. Ibu bisa menjaga diri. Kamu tidak perlu khawatir pada Ibu, di rumah ada Sendi dan juga bi Rahma dan bi Surti. Mereka selalu menemani Ibu membuat kue.”
Riki pun tersenyum, ”Ibu jaga kesehatan, tidak perlu kelelahan. Ibu harus banyak istirahat.”
”Tentu saja, Riki. Ibu akan selalu menjaga kesehatan, kamu hanya perlu berjuang dengan seluruh kemampuanmu!”
”Hore! Hore! Hore! Kak Riki memang hebat! Kita akan terkenal!” teriak Sendi yang membuat Riki dan Ibunya tertawa melihat tingkah Sendi.
***
Pagi itu, Riki ke kampusnya. Dia meminta untuk merahasiakan dirinya yang akan menjadi perwakilan Indonesia untuk sekarang. Dia akan mengurus surat izin di kampus, dan menyerahkannya ke fakultasnya. Dia mendapatkan izin langsung dari rektorat. Jadi, dia bisa tenang. Pak Rektor bahkan berjanji akan mempermudah tugas akhir bagi Riki ketika pulang dari turnamen global.
Empat Player lainnya sudah bersiap di kantor Kementerian Olahraga. Mereka hanya tinggal menunggu Riki. Dan, Riki akan datang dijemput dengan helikopter dari kampusnya. Saat itulah, player kelima pengganti dari player Lufi akan resmi diumumkan.
Helikopter dari Kementerian itu benar-benar datang dan turun di kampus Riki. Semua Mahasiswa pasti akan kaget, mereka memikirkan siapa sebenarnya mahasiswa yang ditunjuk kemarin untuk menjadi pengganti bagi player Lufi. Apakah benar dia berasal dari kampus mereka?
Dan, asisten Dita benar-benar turun dari Helikopter. Dia keluar dari Helikopter, baling-baling masih berputar. Dan, Dita menunggu sosok yang sudah berjanji untuk dijemput pagi itu. Acara akan dimulai sore hari, jadi mereka juga harus cepat.
Dan, begitu banyak para mahasiswa dan juga media yang meliput peristiwa bersejarah tersebut. Siapa yang sedang di tunggu oleh nona Dita. Dia pasti akan menjadi pusat perhatian seluruh media di Indonesia. Dan, seseorang akhirnya keluar dengan memakai tas punggung dan jaket. Dia memakai topi dan mendekat ke arah Dita dengan cepat.
Semua orang melihatnya, banyak yang tidak mengenalnya. Namun, Nadine melihatnya. Dia penasaran karena sebelumnya, dia ingin tahu siapa yang akan mewakili Indonesia menggantikan Player kuat Lufi. Dan, matanya membulat karena dia tahu bahwa lelaki itu adalah ..., lelaki yag ditinggalkannya. Player payah yang selalu dihinanya dan dibuang, dia adalah Riki!
”Apakah itu, Riki!” teriak Nadya yang hampir tidak percaya. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Nadya yang kini sudah berada di level 105 kaget, apakah Riki benar-benar Player yang kuat? Apakah dia benar akan mewakili Indonesia?
Begitu pun dengan Ratmi, dia yang berada di sebelah Nadya hampir saja pingsan. Orang yang selalu dia hina, dia kini mendekat ke arah asisten menteri olahraga dan menyambut kedatangan Riki. Mereka bersiap memasuki helikopter dan bersiap pergi.
”Riki!” sebuah suara di antara suara baling-baling helikopter. Riki pun menoleh, di sana, di barisan mahasiswa. Lelaki itu sedikit kelelahan dan napasnya memburu, dia berlari dan memegang lututnya karena terlihat lelah.
”Evans!” kata Riki sambil tersenyum.
”Ayo, kita harus cepat, kita sudah ditunggu player lainnya,” kata Dita mengingatkan.
”Tunggu sebentar, hanya sebentar,” Riki maju ke depan, dan menghampiri teman satu-satunya yang mengerti dirinya di kampus tersebut.
”Maafkan aku, Evans. Aku belum ...!”
Plak!
Semua yang melihat kejadian itu kaget, media yang meliput bahkan merekam detik-detik Player baru yang menggantikan Lufi, ditampar oleh lelaki yang baru saja datang tersebut. Wajah Riki tergerak ke kanan dan pipi kirinya terlihat memerah. Riki tidak bergerak dan diam saja, dia tahu dia salah.
Dia menyembunyikan segalanya dari sahabat baiknya itu.
”Dasar, Riki! Kamu pikir aku siapa! Kamu tidak mengganggapku sahabat lagi!”
”Maafkan aku, Evans. Aku ...,”
”Sudah! Kamu tidak perlu menjelaskan apapun lagi. Aku sudah tahu sejak lama, bahwa kamu adalah Ksatria Riki. Hah!!” Evans menghirup udara cukup dalam.
”Aku tak akan memaafkanmu, jika kamu kalah dalam pertandingan nanti. Kamu harus menang dan pulang membawa kebanggan bagi Indonesia!” teriak Evans begitu kuat.
Keduanya saling terseyum, mereka berangkulan. Evans sudah tahu sejak lama, tapi dia pura-pura tidak tahu. Dia sudah mengetahui segalanya, tidak mungkin dia menyembunyikan segalanya dari Evans. Evans tetap saja selalu kagum pada sahabatnya itu, dia selalu bersikap biasa meskipun di adalah seorang legenda dalam Sky Legend.
”Jangan pulang tanpa membawa kemenangan, Riki sang Legenda! Cepatlah berangkat, Player yang lain pasti menunggumu!”
Keduanya saling tersenyum. Riki sekali lagi berjabat tangan dengan tos pada sahabatnya itu.
”Aku berjanji, aku akan membawa kemenangan itu, Evans!” Riki tersenyum.
”Karena kita adalah Legenda!” Riki dan Evans berkata hampir berbarengan. Dan itu kata terakhir dari Riki dan dia pun berbalik. Dia berjalan bersama dengan nona Dita dan mereka memasuki helikopter. Perjalanan menuju pertandingan besar turnamen global sudah dimulai.
Jalan legenda bagi Riki, akan dimulai. Kini, dia bukan lagi pecundang, dia adalah Legenda. Tangannya mengepal dan helikopter terbang dengan cepat.
Segalanya dimulai di sini ...